April is Sjogren’s Syndrome (SS) Awareness Month

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Bulan ini adalah saat yang tepat buat kita mengenal, belajar dan membagikan pengetahuan yang kita miliki tentang Sjogren’s Syndrome. Bukan rahasia umum banyak diantara kita yang tidak kenal apa itu Sjogren’s Syndrome.  Biasanya mulai mencari informasi, jika terkena Sjogren atau ada keluarga dekat yang terdiagnosis Sjogren. Proses diagnosis Sjogren pun sering membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. Teruskan membaca dan mari kita belajar tentang Sjogren.

 

Sjogren sering disebut invisible diseasae

Penyakit yang tidak terlihat. Penyandang Sjogren bisa merasakan kondisi yang sangat tidak nyaman , namun secara fisik tidak tampak kelainan apapun juga. Akibatnya penyandang Sjogren sering dituduh berpura-pura sakit atau berbohong. Kondisi ini harus dipahami oleh teman dan keluarga penyandang Sjogren. Dukungan dari keluarga dan orang sekitar sangat penting untuk penyandang Sjogren.

 

Sindroma kekeringan

Ya dalam bahasa awam, banyak pasien yang menyebut Sjogren sebagai sindroma kekeringan. Mengapa?  Karena gejala utama SS adalah mata dan mulut kering.

Keluhan lain yang sering dialami adalah:

  • Nyeri sendi
  • Kelelahan
  • Benjolan di bawah rahang
  • Kulit kering, hidung kering dan bahkan vagina kering
  • Mudah lupa,sulit berkonsentrasi juga sering dikeluhkan oleh penyandang Sjogren
  • Kesemutan dan kelemahan
DokterRematikAutoimun.com - gejala sjogren’s syndrome
Gejala Sjogren’s Syndrome

Penyandang  Sjogren’s Syndrome sebahagian besar adalah wanita.

9 dari 10 penyandang SS adalah wanita, rata-rata terdiagnosis pada usia 40-55 tahun. Meskipun demikian SS bisa terjadi pada orang yang lebih muda dan bahkan pada anak-anak.

Sjogren’s Syndrome adalah penyakit rematik autoimun

SS merupakan penyakit rematik autoimun yang bisa menyerang semua organ tubuh kita. Namun paling sering menyerang kelenjar ludah dan kelenjar air mata. Penyebab pasti belum diketahui, namun diduga paskah infeksi virus dan genetik berperan pada terjadinya penyakit ini.

Sjogren’s Syndrome bisa berdiri sendiri dan bisa merupakan gejala penyakit rematik autoimun yang lain.

Jika Sjogren’s syndrome hanya sebagai penyakit tunggal dan tidak disertai penyakit rematik autoimun lain ini disebut Sjogren’s Syndrome Pimer. Lebih 50% penyandang Sjogren disertai penyakit rematik autoimun yang lain seperti Rheumatoid Arthritis, Lupus,skleroderma, dermatomiositis dll. Kondisi ini disebut Sjogren’s Sindrome Sekunder.

 

Apakah gejala Sjogren’s Syndrome sama pada setiap orang?

Tidak. Ada yang gejalanya cukup berat dan ada yang ringan. Hal yang paling penting adalah diagnosis dini. Dengan diagnosis dini kita bisa menghindari diri dari komplikasi seperti infeksi pada mata dan gigi. Banyak penyandang Sjogren yang terdiagnosis setelah mengalami kerusakan gigi berat atau mengalami gangguan penglihatan karena Sjogren. Nyeri sendi, kelelahan dan gangguan pada saluran cerna (mual, muntah, kembung, refluks asam, GERD) sangat umum terjadi pada Sjogren.

DokterRematikAutoimun.com - Diagnosa sjogren’s syndrome
Diagnosa sjogren’s syndrome

Mata kering dan mulut kering  itu seperti apa?

Gejalanya sangat bervariasi misalnya rasa terbakar, gatal, sensasi berpasir, mata kabur, terganggu dengan cahaya dan air mata kurang.

Mulut kering gejalanya bisa sudah memelan, terasa sedang menelan kapas, susah menelan, makanan tidak berasa dan kesulitan berbicara.

 

Apakah pasien Sjogren’s Sindroma dapat hidup normal?

Sebagian besar penyandang Sogren bisa hidup normal, tanpa komplikasi yang serius. Terutama jika terdiagnosis dini dan mendapatkan pengawasan rutin dengan dokter rheumatologis, dokter mata, dokter gigi, dokter kulit dan bidang terkait lain.

Sebagian kecil penyandang Sjogren dapat mengalami hal-hal dibawah ini :

  • Gangguan paru misalnya Interstisial lung disease (ILD), efusi paru (cairan di rongga paru).
  • Waspadai gejala batuk yang berkepanjangan, nyeri dada, sesak nafas.
  • Gangguan pada saluran cerna seperti radang pankreas dan radang hati disertai pembesaran hati.
  • Raynaud juga bisa terjadi pada Sjogren
  • Keterlibatan ginjal terjadi pada kurang dari 5 % pada pasien sjogren. Misalnya nefritis interstisial, Renal Tubular Asidosis yang bisa menyebabkan batu ginjal yang bisa mengganggu fungsi ginjal. Glomerulonephritis sangat jarang.
  • Vaskulitis (<5%). Radang pada pembuluh darah, bisa mengenai pembuluh darah kecil dan sedang. Yang sering terjadi adalah manifestasi pada kulit seperti biduran berulang, purpura (kulit bercak kemerahan), dan bisa terjadi borok kulit yang berulang. Sangat jarang terjadi vaskulitis pada organ dalam misalnya pada ginjal, saluran cerna, paru , limfa dll
  • Gejala pada sistem saraf seperti mielopati,neuropati, neuropati optic, kejang, gangguan proses pikir, dan ensefalopati. Gejalanya sangat bervariasi seperti kesemutan, nyeri kepala, kelemahan tungkai,

 

Apakah benar Sjogren berkaitan dengan kanker?

Beberapa laporan ilmiah menunjukkan keterkaitan sjogren dengan non Hodgin’s Limfoma ( kanker kelenjar getah bening). Oleh karena itu waspadai semua benjolan atau pembesaran kelenjar misalnya pada leher, ketiak, pangkal paha. Laporkan pada dokter yang merawat jika menemukan kondisi ini. Pembesaran kelenjar ini juga dapat ditemukan pada organ dalam misalnya pada rongga dada atau rongga perut.

 

Mari belajar lebih banyak lagi tentang penyakit sjogren’s syndrome,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *