Bagaimana penanganan Rheumatoid Arthritis (RA)?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit rematik autoimun yang menyebabkan radang pada sendi. Penyakit ini biasanya mengenai wanita usia 30-40 tahun walaupun bisa mengenai laki-laki juga , usia muda, tua maupun anak-anak. Gejalanya adanya nyeri,kaku dan bengkak sendi, terutama menyerang jari tangan dan pergelangan tangan. Nyeri dan kaku biasanya paling sering terjadi pada pagi hari. Nyeri akan membaik sesudah melakukan aktivitas misalnya mencuci dan menyapu. Setelah berlanjut beberapa lama nyeri bisa menyerang lutut, pergelangan kaki, bahu siku bahkan leher. Jika keluhan seperti ini berlanjut lebih dari 1 bulan segera ke konsultan reumatologi/ Rheumatologist untuk mendapatkan diagnosis  dan terapi yang tepat.

Gejala awal Rheumatoid Arthritis
Gejala awal Rheumatoid Arthritis

Apakah pengobatan RA pada setiap orang sama?

Tidak. Pengobatan RA, baik pemilihan obat, maupun dosis obat bisa berbeda pada orang yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu sangat rasional jika penyandang RA yang satu mendapatkan obat A , sedangkan penyandang yang lain mendapatkan obat B.

Perbedaan terapi pada orang yang satu dengan orang yang lain disebabkan oleh:

  • Perbedaan berat ringannya penyakit pada setiap orang bisa berbeda-beda
  • Perbedaan kondisi pasien , penyakit lain yang disandangnya
  • Riwayat pengobatan sebelumnya
  • Respon pengobatan bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang membaik dengan obat A dengan dosis kecil , ada yang membutuhkan kombinasi 3 macam obat untuk mencapai remisi.
  • Efek samping pengobatan juga bisa berbeda-beda, ada orang yang tidak mengalami efek samping obat, bahkan pada dosis maksimal. Ada juga orang yang mengalami banyak efek samping obat pada dosis kecil.

 

Apakah cukup minum penghilang sakit biasa pada Artritis Reumatoid ?

Tidak. Penghilang sakit biasa yang dijual bebas dan steroid seperti prednisone,metilprednisolon hanya sebagai penghilang sakit sementara. Ada obat khusus seperti metotrexat, sulfasalasin, hidroksikloroquin, lefluonamid, atau obat suntikan seperti adalimumab , golimumad. Konsultasi dini dengan konsultan rematologi pada 6 bulan pertama sakit sangat penting. Karena  obat  rematik khusus harus diberikan sejak awal, untuk mencegah kerusakan dan cacat sendi.

Ingat, penghilang sakit biasa tidak bisa mencegah cacat sendi pada Rheumatoid Arthritis.

Kita membutuhkan obat lain untuk terapi RA, obat itu adalah:

  1. DMARD (Disease-modifying antirheumatic drug), golongan obat yang dapat memperlambat perjalanan penyakit RA, menyelamatkan sendi dari kerusakan permanen dan cacat sendi. Golongan obat ini misalnya metotreksat, sulfasalasin , hidroksikloroquin, lefluonamid dll.
  2. Biologik Agent: Golongan obat yang disuntikkan atau diinfuskan ke tubuh pasien. Obat ini biasanya bekerja pada suatu target tertentu, dan memberikan efek yang lebih cepat daripada DMARD konvensional. Contohnya adalah adalimumab, golimumab, toxilizumab, etanercept, infliximab, certolizumab dll

Kedua golongan ini tidak hanya sekedar menghilangkan rasa sakit tapi juga MENCEGAH kerusakan / cacat sendi.

 

Obat apa yang paling sering diberikan pada pasien RA?

Kita mungkin sudah pernah mendengar obat Metotreksat. Obat ini merupakan obat utama dan pertama untuk RA. Jika tidak ada kontraindikasi, obat ini haruslah menjadi pilihan pertama untuk penangangan RA. Kecuali jika ada halangan dari sisi medis barulah dapat digunakan pilihan obat yang lain. Obat ini sudah digunakan lebih dari 30  tahun, harganya cukup murah dan cukup efektif untuk RA.

 

Metotreksat obat kanker?

Kita sering mendengar komentar seperti ini. Memang benar bahwa dalam dosis yang jauh lebih besar metotreksat juga dapat digunakan umtuk pengobatan kanker. Namun penggungaan Metotreksat dalam bidang Reumatologi juga sudah terbukti secara ilmiah dalam berbagai studi ilmiah. Rheumatologist/ Konsultan Reumatologi dapat menggunakan obat ini untuk RA, Juvenile Idiophatic Arthritis, dermatomyositis, vaskulitis, dan masih banyak indikasi lainnya.

Rheumatod Artritis terapi 2
Rheumatod Artritis pada tingkat lanjut akan tampak seperti pada gambar

Apakah sesungguhnya tujuan pengobatan RA?

  • Mengurangi peradangan/inflamasi
  • Mencegah kerusakan sendi yang permanen (mencegah bengkok/cacat sendi)
  • Mengatasi nyeri pada penyandang rematik
  • Meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga pasien dapat beraktivitas normal
  • Mencegah komplikasi jangka panjang RA seperti gangguan kadiovaskular (stroke dan serangan jantung).

 

Bagaimana Rheumatologist dapat mencapai tujuan pengobatan RA?

  • Dengan memberikan terapi seawal mungkin pada saat diagnosis di tegakkan. Semakin awal diagnosis di tegakkan dan semakin cepat obat utama (DMARD atau Biologik) diberikan, akan mempercepat terjadinya remisi.
  • Dengan melakukan pemantauan secara berkala.

Pasien dianjurkan untuk kontrol secara teratur pada Rheumatologist. Rheumatologist secara berkala harus menilai kemajuan pengobatan. Apakah target sudah tercapai atau belum. Apakah dosis obat harus dinaikkan ? Atau obat harus dikombinasikan dengan obat lain. Jadi jangan malas kontrol ya..

 

Apa yang disebut remisi pada RA?

Remisi adalah suatu kondisi dimana RA dalam keadaan stabil. Rheumatologist memiliki kriteria remisi misalnya DAS 28 dengan penghitungan yang cukup rumit. Dalam bahasa awam remisi pada RA artinya tidak nyeri /nyeri sendi minimal, tidak bengkak sendi,  laju endap darah dan CRP normal.

 

Rheumatoid Arthritis memang tidak dapat disembuhkan. Tapi terus apakah tidak perlu diobati? Tentunya pendapat itu sangat salah. Walaupun tidak bisa disembuhkan pengobatan dini dan tepat akan memperbaiki nyeri sendi, mencegah cacat sendi dan tentu saja memperbaiki kualitas hidup penyandang RA. Jadi jangan pernah putus obat tanpa pengawasan Rheumatologist.

 

Hal apa lagi yang harus saya perhatikan dalam pengobatan RA:

  • Perbanyakan makan buah, sayur dan makanan lain yang berserat tinggi
  • Mitos yang mengatakan sayuran memicu radang sendi tidak benar. Orang dengan RA dianjurkan banyak makan buah, sayur dan serat tinggi yang bermanfaat mengurangi peradangan dalam tubuh.
  • Batasi lemak jenuh seperti daging, mentega , lemak pada daging. Batasi lemak jenuh kurang dari 10% dari total kalori.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti ikan tuna, ikan salmon, makarel, kerang,ikan sarden dll.
  • Batasi konsumsi asam lemak omega-6 seperti minyak sayur, sallad dressing, kue, permen, coklat, snack yang mengandung omega-6.
  • Kurangi makan makanan yang dibakar dan di goreng dalam temperatur yang tinggi
  • Kurangi konsumsi garam yang berlebihan
  • Batasi konsumsi gula
  • Makan dengan jumlah total kalori yang seimbang dan jaga berat badan ideal.
  • Berolahraga secara teratur sesuai kesanggupan kita
  • Hidup seimbang, kendalikan stress dan stop merokok.

 

Salam sehat dan tetap semangat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Kelainan Paru-paru pada Lupus

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Anda pasti sudah sering mendengar tentang kelainan ginjal atau otak pada lupus. Namun mungkin belum banyak yang tahu, lupus bisa menyebabkan gangguan paru-paru. Gangguan paru ini bisa ringan sampai berat dan berbahaya. Teruskan membaca untuk mengenal manifestasi lupus pada paru-paru dan saluran nafas anda.

Sejak Abad ke 19, saat para ahli sudah melaporkan efek lupus pada paru-paru seperti nyeri pada saat bernafas , cairan di rongga paru dan adanya bercak-bercak paru. Kelainan paru pada lupus bisa terjadi pada selaput pembungkus paru (pleura), pada jaringan paru sendiri (parenkim paru), dan pada pembuluh darah paru.

Apa saja Kelainan paru-paru pada Lupus ?

  1. Pleuritis lupus (radang pada jaringan selaput pembungkus paru) dan efusi pleura (cairan pada rongga antara selaput paru dan paru-paru itu sendiri).

Pleura merupakan selaput yang memisahkan paru-paru dengan dinding dada dalam. Cairan yang berlebihan diantara 2 lapisan pleura itulah yang disebut efusi pleura. Kondisi ini  terjadi pada 34% lupus. Efusi pleura pada lupus bisa terjadi oleh karena aktivitas lupusnya, tapi bisa juga terjadi oleh karena infeksi paru, kelainan ginjal atau karena penyumbatan pembuluh darah arteri di paru (emboli paru).

  1. Pneumonitis lupus akut

Suatu kondisi yang jarang terjadi (1-4%). Kondisi ini bukanlah pneumonia (radang paru) biasa .Meskipun gejalanya timbul tiba-tiba seperti radang paru, namun pada Pneumonitis lupus akut, penyebabnya adalah penyakit Lupus itu sendiri, BUKAN oleh karena bakteri, TBC, atau jamur. Pada paru-paru dapat terjadi bercak-bercak ataupun timbunan cairan.

  1. Diffuse Alveolar Hemorrhage

Kondisi ini sangat jarang terjadi (0,5-5,7%), namun kondisi ini sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera di tangani dengan tepat. Pada kelainan ini terjadi pendarahan pada saluran nafas dan paru. Biasanya kondisi ini sering disertai kelainan ginjal.

Lupus paru
Gangguan paru-paru pada lupus

 

  1. Penumonitis interstisial kronik atau sering disebut Interstisial Lung disease

Kondisi ini lebih sering terjadi pada penyakit Rematik Autoimun lain seperti Skleroderma, Rheumatoid Arthritis, Dermatomiositis, Sjogren dan MCTD. Penyandang lupus yang memiliki  anti-U1-RNP antibody lebih sering terjadi ILD.

  1. Hipertensi Arteri Pulmonal

Hipertensi pulmonal adalah peningkatan tekanan darah pada arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis adalah pembuluh darah besar yang membawa oksigen dari darah ke paru-paru. Akibat hipertensi pulmonal, sedikit darah yang dapat masuk ke paru-paru, sehingga oksigen yang ke aliran darah lewat paru-paru berkurang. Singkat cerita tubuh akan kekurangan oksigen. Sesungguhnya angka kejadian hipertensi pulmonal pada lupus cukup sering 9,3-14%.

Gejala apa yang bisa dirasakan oleh seseorang dengan Hipertensi Pulmonal?

  • Pada tahap awal mungkin tidak bergejala atau sangat ringan sehingga sering diabaikan
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Nyeri dada atau rasa berat dan tertekan di dada
  • Cepat lelah, pusing
  • Sesak nafas terutama jika jalan menanjak
  • Kaki bengkak
  1. Emboli paru

Emboli paru adalah suatu keadaan dimana terjadi penyumbatan arteri pulmonalis. Penyandang  lupus berisiko terjadi emboli paru 20 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan populasi umum. Terlebih lagi penyandang lupus sekitar 30-50% memiliki antibodi antifosfolipid. Adanya antibodi antifosfolipid meningkatkan risiko emboli paru.

  1. Infeksi Paru oleh karena bakteri, virus, jamur dan tuberkulosis.
  2. Kelainan paru lain yang lebih jarang seperti Acute Reversible Hypoxemia dan Shrinking Lung Syndrome.

 

Apakah ada gejala gangguan pernafasan pada pasien Lupus?

  • Nyeri dada pada saat menarik nafas atau membuang nafas
  • Batuk-batuk berkepanjangan
  • Batuk darah
  • Sesak nafas, cepat lelah jika melakukan aktivitas fisik sederhana
  • Demam berulang

 

Apakah gejala gangguan pernafasan pada Lupus selalu berat?

Tidak. Gangguan pernafasan gejalanya bisa sangat ringan sehingga sering diabaikan. Sebaliknya bisa sangat berat, sehingga jika tidak ditangani dalam hitungan jam dapat menyebabkan kematian. Gejala akut biasanya di temukan pada pneumonitis akut, diffuse alveolar hemorrhage, dan emboli paru. Pada udema paru, pasien bisa merasakan sesak nafas hebat tiba-tiba dan langsung kekurangan oksigen dalam waktu singkat. Sedangkan pada ILD, dan pleuritis paru, gejala pasien dapat perlahan-lahan sampai kemudian memberat jika tidak mendapatkan penanganan sejak awal. Penyandang lupus sebaiknya melaporkan semua keluhan yang berhubungan dengan pernafasan seperti batuk, nyeri dada, sesak nafas, kepada dokter yang merawat. Dokter yang merawat yang akan menentukan adakah suatu kelainan paru yang berhubungan dengan lupus, atau hanya infeksi paru .

Lupus dapat menyerang organ tubuh
Beberapa organ tubuh yang dapat terserang lupus

 

Pemeriksaan apa yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis gangguan pernafasan pada lupus?

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin dan pemeriksaan laboratorium lengkap lainnya yang berhubungan dengan aktivitas penyakit lupus seperti komplemen C3, C4, dan Anti-ds DNA. Ada beberapa tes yang dapat  dilakukan pada penyandang lupus dengan gangguan pernafasan. Misalnya foto thoraks, spirometri, tes volume paru, diffusing capacity of the lungs for carbon monoxide (DLco), High resolution computer CT scan, bronkoskopi, pemeriksaan sputum, ekokardiografi, pemeriksaan biomarker dan kateterisasi jantung kanan. Rheumatologist anda yang akan memilihkan tes apa yang perlu anda jalani. Tes ini tidak perlu dilakukan untuk semua penyandang lupus dengan gangguan pernafasan.

 

Bagaiman penanganan gangguan paru pada Lupus?

Penanganan tergantung pada penyebabnya dan berat ringannya gangguan yang anda alami. Rheumatologist dapat bekerja sama dengan dokter paru dan dokter jantung untuk pengobatan anda. Pada efusi pleura dan pleuritis dapat diberikan kortikosteroid(prednisone, metilprednisolon dll), azatioprin, mikofenolat mofetil, siklofosfamid, immunoglobulin intravena, dan pada kasus tertentu dapat dilakukan plasmapheresis, pemasangan selang di rongga paru dan tindakan bedah jika tidak membaik. Pada kelainan lain seperti lupus pneumonitis akut, ILD, dan diffuse alveolar hemorrhage dapat diberikan siklosfosfamid, azatioprin, mikofenolat mofetil dan kortikosteroid. Pada emboli paru dapat diberikan antikoagulan. Pemilihan obat dan dosisnya tergantung pada berat ringannya penyakit.

 

Tips sederhana untuk gangguan pernafasan pada penyandang lupus:

  • Komunikasikan setiap gejala gangguan pernafasan dengan dokter yang merawat
  • Kontrol teratur dan jangan putus obat tanpa instruksi dokter
  • Berhenti merokok, hindari tempat berpolusi
  • Cobalah untuk tetap aktif, berolahraga teratur sesuai anjuran dokter dan fisioterapis
  • Komunikasikan kondisi anda dengan keluarga dan teman dekat, agar mereka bisa siap sedia jika ada situasi darurat
  • Jika anda mengalami GERD , kendalikan kondisi ini. GERD yang tidak tertangani dapat menyebabkan refluks ke paru dan hal ini tentu saja bisa memperburuk kondisi paru anda.
  • Upayakan untuk mencegah infeksi paru dan saluran pernafasan, diskusikan tentang vaksinasi dengan dokter anda.
  • Upayakan untuk menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk-batuk atau bersin , dan sedang menderita cacar air atau gondongan. Karena anda lebih mudah tertular infeksi virus atau bakteri. Dan biasanya infeksi akan lebih memperburuk gangguan paru anda.

 

Salam sehat dan tetap semangat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Adakah Hubungan Psoriasis dengan Nyeri Sendi?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Setiap tanggal 29 Oktober di seluruh dunia di peringati World Psoriasis Day. Tujuannnya tentu saja untuk lebih mengenalkan kelainan ini pada dunia. Keterlambatan diagnosis psoriasis sangat sering terjadi. Psoriasis adalah penyakit inflamasi kronis multi organ yang mengenai 2 % populasi dunia. Kulit merupakan manifestasi utama psoriasis. Berapa banyak pasien dengan psoriasis akan mengalami radang sendi akibat psoriasis (Psoariatic Arthritis)? Beberapa laporan penelitian menunjukkan angka kejadiannya bervariasi antara 6 sampai 42% pasien akan mengalami Psoriatic Arthritis.

Masih banyak yang belum mengenal penyakit ini. Gejala utama psoriasis adalah kelainan kulit yang ditandai dengan timbulnya bercak kemerahan yang ditutupi oleh sisik putih atau perak. Itu adalah salah satu bentuk psoriasis. Masih banyak bentuk lain seperti kemerahan di seluruh tubuh, kulit melepuh, bitnik merah seperti titik air, kelainan seperti ketombe di kulit kepala, dan kerusakan kuku.

Pada praktek Rheumatologist, pasien psoriasis datang dengan keluhan nyeri sendi terutama pada tangan, kaki  dan panggul. Psoriasis termasuk dalam golongan Spondiloartropati seronegatif /Spondiloartritis (SpA). Spondiloartritis sebenarnya bukan diagnosis suatu penyakit. Tetapi kumpulan beberapa penyakit dengan gejala utama yang berbeda, namun memiliki beberapa kesamaan dalam gejala nyeri sendinya. Penyakit yang termasuk dalam SpA adalah :

  1. Ankylosing Spondylitis
  2. Reactive Arthritis
  3. Psoriatic Arthritis
  4. Enteropatic Arthritis atau radang sendi yang berkaitan dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD)
  5. SpA yang tidak termasuk dalam kelompok diatas (undifferentiated SpA)

 

artritis psoriatik
Jangan abaikan nyeri sendi pada psoriasis

 

Saat ini ada kriteria baru yang membagi SpA menjadi 2 :

  1. Axial Spondyloarthritis, yang terutama mengenai panggul dan tulang belakang

2. Peripheral Spondyloarthritis (pSpA), yang mengenai sendi atau tendon diluar panggul dan tulang belakang.

 

Apakah radang sendi ( Psoriatic Arthritis) hanya terjadi pada kelainan kulit yang berat?

Radang sendi kebanyakan terjadi sesudah ada lesi kulit psoriasis. Akan tetapi pada sebahagian kecil orang, radang sendi bisa mendahului lesi kulit. Psoriatic arthritis bisa terjadi pada penyandang psoriasis dengan kelainan kulit yang berat, dan juga bisa terjadi pada kelainan kulit yang ringan.

 

Apakah Psoriatic Arthritis  sama dengan Rheumatoid Arthritis?

Tidak. Psoriatic Arthritis masuk dalam kelompok penyakit spondiloartropati seronegatif. Pada  Psoariatic Arthritis biasanya Rheumatoid Factor (RF) dan anti CCP negatif. Seperti halnya kelompok spondioartropati seronegatif yang lain, pada artritis psoriatik dapat terjadi nyeri pinggang/ bokong (sacroiliitis), dan manifestasi luar sendi lainnya. Misalnya Uveitis (mata merah dan nyeri), radang usus, kelainan pada jaringan lunak seperti faciitis plantaris dan tendinitis tendon achiles.

 

Apa penyebab psoriatic arthritis?

Belum diketahui dengan pasti. Tapi unsur genetik cukup berperan penting pada kejadian penyakit ini (HLA-B27). Karena sekitar 40 % persen memiliki riwayat psoriasis dikeluarganya. Teori mengenai penyebabnya beragam, ada yang mengatakan unsur lingkungan, paparan bahan kimiawi atau paska infeksi. Ada juga teori yang mengatakan psoriasis timbul akibat aktivasi sistem imun sesudah infeksi streptokokus.

 

Apakah psoriasis penyakit menular?

Tidak. Psoriasis bukan penyakit menular. Walaupun kelainan kulit kadang sangat berat, tetapi anda tidak akan terkena psoriasis hanya dengan berdekatan dengan penyamdang psoriasis. Jangan takut bedekatan dengan pasien psoriasis.

 

Perlukah kita waspada jika terdapat nyeri sendi pada penyandang psoriasis?

Ya. jangan sepelehkan keluhan nyeri, bengkak dan kaku sendi pada penyandang psoriasis. Mungkin anda juga menyandang psoriatic arthritis. Segera konsultasikan nyeri sendi anda pada Rheumatologis terdekat untuk diagnosis dini.  Data ilmiah menunjukkan dalam 2 tahun jika tidak mendapatkan pengobatan yang benar, kondisi ini dapat menyebabkan cacat sendi dan mengganggu kualitas hidup anda.

 

Bagaimana gejala Psoariatic Artrhritis?

  • Dapat mengenai semua sendi namun paling sering mengenai sendi jari bagian yang dekat kuku (sendi interfalang distal), dan juga dapat mengenai lutut, pergelangan kaki, sendi panggul.
  • Yang cukup khas adalah pembengkakan pada jari -jari tangan yang disebut daktilitis. Dimana jari menjadi bengkak dan berbentuk seperti sosis. Biasanya pada kuku akan terjadi kerusakan juga, hal ini bisa menjadi petunjuk untuk membedakannya dengan artritis reumatoid.
  • Dapat juga terjadi nyeri pada pinggang dan leher yang disebut spondilitis.

 

psoriatik artritis
Waspadai pembengkakan pada jari tangan dan kaki Anda

 

Bagaimana Konsultan Reumatologi membuat diagnosis Psoriatik Artritis?

Rheumatologist membuat diagnosis berdasarkan kriteria diagnosis yang ditetapkan para ahli. Dalam kriteria ini mencakup antara lain adanya kelainan kulit, radang sendi, jari sosis, kelainan kuku, RF negatif dan kelainan radiologik tertentu. Tidak semua kriteria ini harus ada pada setiap pasien. Tidak ada satu tes pun yang dapat digunakan untuk diagnosis pasti Psoriatic Arthritis.

 

Apakah bahaya jika artritis psoriatik terlambat diobati?

Seperti pada artritis rheumatoid jika terlambat diobati psoriatic arthritis dapat menyebabkan bengkok sendi. Pada sendi ujung jari dapat terjadi kerusakan dan erosi  sendi disebut pensil cup like. Tentunya kerusakan ini akan disertai bengkok sendi dan gangguan fungsi. Dapat juga terjadi kerusakan tulang panggul pada psoriasis.

 

Apakah artritis psoriatik hanya timbul pada pasien dengan kelainan kulit yang luas ?

Tidak, kadang kelainan kulit sulit ditemukan dan ada pada tempat tersembunyi misalnya dikulit kepala, dekat anus dan di sudut bibir. Sekitar 10 % kasus radang sendi akan mendahului kelainan kulit.

 

Bagaimana Rheumatologist menangani Arthritis Psoriatic?

Pengobatan diberikan tergantung berat ringannya gejala. Pengobatan awal yang diberikan adalah penghilang sakit biasa NSAID, misalnya natrium diklofenak atau celecocib.

Pilihan pengobatan yang lain adalah golongan DMARD (kelompok obat rematik yang dapat mencegah kerusakan sendi, bukan hanya menghilangkan nyeri saja). DMARD yang dapat digunakan adalah metotrexat, lefluonamid atau sulfasalasin dan siklosporin jika terdapat kontraindikasi pada kedua obat yang pertama.

Apabila dalam 3 sampai 6 bulan tidak berespon baik dapat diberikan agen biologic seperti TNF alpha inhibitor (etanercept, infliximab, adalimumab, golimumab). Agen biologik lain seperti penghambat interleukin 12/23 (ustekinumab) atau IL-17 (secukinumab ) dapat dipakai jika tidak berespon baik dengan TNF alpha inhibitor. Alternatif lain adalah inhibitor fosfodiesterase -4 seperti apremilast dapat digunakan.

 

Kondisi apa lagi yang harus kita waspadai pada psoriasis?

Kita ketahui penyandang psoriasis berisiko untuk terjadi obesitas, hipertensi , diabetes, depresi, kelainan kardiovaskular seperti penyakit jantung coroner dan stroke. Pemantauan rutin dan menerapkan pola hidup sehat sangat penting untuk deteksi dan penanganan dini kondisi-kondisi ini.

 

 

Kenali gejala awal  Psoriatic Arthritis, cegah cacat sendi dengan diagnosis dini

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Kenali Osteoporosis Sejak Dini

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Setiap tahun tanggal 20 Oktober kita memperingati World Osteoporosis Day..Kegiatan ini diprakarsai oleh International Osteoporosis Foundation (IOF). Tujuannya adalah untuk mengenalkan pada kita semua apa itu osteoporosis, apa bahayanya dan bagaimana penanganannya.

Osteoporosis bukan hanya penyakit orang tua saja. Jika anda penyandang penyakit Rematik Autoimun (lupus, Rheumatoid Arthritis, Sjogren dll),  tanpa anda sadari anda retan terkena osteoporosis. Bahkan pada usia yang lebih muda dari populasi umum.

Osteoporosis adalah bahasa medis untuk keropos tulang. Kondisi dimana tulang menjadi kehilangan struktur normalnya , sehingga mudah patah. Ibaratnya seperti lemari kayu yang sudah tua dan lapuk , srukturnya tidak lagi padat tapi menjadi berongga-rongga dan menjadi tipis. Akibatnya tentunya bisa ditebak, tulang osteoporosis akan mudah patah pada trauma minimal.

Osteoporosis dan Osteoartritis berbeda

Osteoporosis terdiri dari dua kata Osteo artinya tulang dan Porous artinya berlubang-lubang. Hal ini sangat berbeda jauh dengan Osteoartritis , meskipun sering dianggap sama. Osteoartritis bahasa awamnya adalah pengapuran, suatu kondisi yang sering terjadi pada lutut terutama pada orang yang gemuk..

 

Bagaimana gejala awal osteoporosis? Apakah osteoporosis pasti menimbulkan nyeri?

Sangat disayangkan, pada kondisi awal osteoporosis tidak bergejala. Tidak aka nada rasa nyeri, tidak juga bengkak sendi. Osteoporosis hanya akan memberikan gejala setelah terjadi PATAH TULANG. Ya , sesudah patah tulang baru terjadi nyeri, dan tentunya ini sudah terlambat…

OSTEOPOROSIS DAY 20 oktober
Pentingnya diagnosa Osteoporosis sejak dini

 

Kenapa Tulang bisa patah pada Osteoporosis?

Osteoporosis membuat tulangmu menjadi rapuh, terjadi kehilangan massa tulang. Kepadatan tulang berkurang. Tulang yang rapuh mudah patah bahkan pada kondisi yang seharusnya tidak menyebabkan patah tulang. Sebagai contoh terpeleset di kamar mandi atau tangga. Jadi pada prinsipnya , pada orang dengan osteoporosis , patah tulang akan terjadi pada trauma minimal . Ya, pada kejadian sepeleh dimana pada orang normal biasanya tidak akan terjadi apa-apa.

 

Walau sering tanpa gejala awal, apa yang bisa dilihat pada tubuh orang dengan osteoporosis?

Pada osteoporosis dapat terjadi penurunan tinggi badan. Kita kadang bisa mengamati pada orang yang sudah tua menjadi pendek. Postur tubuh bungkuk juga dapat terjadi pada osteoporosis lanjut yang sudah terjadi patah pada tulang belakang. Tentu saja ini bukan gejala awal osteoporosis , melainkan kondisi yang bisa terjadi pada osteoporosis yang sudah lanjut.

 

Kalau tidak ada gejala awal, bagaimana saya tau jika saya osteoporosis?

Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, diagnosis osteoporosis dibuat berdasarkan tes BMD (Bone Mineral Density) dengan metode DEXA. Alat ini biasanya tersedia di rumah sakit. Dengan alat ini , dokter dapat memutuskan apakah anda menyandang osteoporosis atau tidak. Alat ini bentuknya seperti mesin dimana pasien diminta untuk tidur dengan posisi tertentu. BMD cukup aman, dan mudah penggunaanya. Yang penting diingat adalah BMD berbeda dengan alat deteksi osteoporosis yang tersedia dipusat perbelanjaan. Alat ini biasanya menggunakan kaki dan tidak akurat untuk diagnosis osteoporosis.

 

Siapakah yang retan terkena osteoporosis?

  • Riwayat keluarga patah tulang panggul
  • Merokok
  • Berat badan kurang
  • Usia tua
  • Dimensia
  • Kekurangan kalsium
  • Gangguan pola makan
  • Kadar tetosteron yang rendah pada laki-laki
  • Berhenti menstruasi sebelum 45 tahun
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Kurangnya aktifitas fisik
  • Menderita penyakit tertentu seperti gangguan hormonal (misalnya gangguan tiroid dll), gangguan lambung, gangguan ginjal
  • Penyandang Rematik Autoimun seperti Lupus , Rheumatoid arthritis, Ankylosing spondylitis dll.
  • Menggunakan obat-obat tertentu untuk pengobatan penyakitnya, seperti : anti kejang, heparin, metotreksat, siklofosfamid, steroid, siklosporin,tamoksifen.
OSTEOPOROSIS DAY 20 oktober 1
Penyandang Rematik Autoimun rentan terkena osteoporosis dini

 

Siapakah yang harus melakukan tes BMD?

  • Semua wanita usia <65 tahun yang memiliki faktor risiko osteoporosis
  • Semua wanita usia >65 tahun tanpa faktor risiko apapun
  • Untuk melihat adanya penurunan kepadatan tulang pada pasien dengan gangguan tulang belakang , atau pada pasien yang pada foto tulang tampak sudah mulai keropos
  • Wanita dengan kekurangan hormon estrogen
  • Menggunakan kortikosteroid jangka panjang
  • Laki-laki lebih dari 70 tahun
  • Semua orang dengan faktor risiko osteoporosis

 

Jika dilakukan BMD , sudah terjadi keropos tulang, apakah osteoporosis dapat diobati?

Ya, tentu saja. Tujuan pengobatan osteoporosis tentunya adalah meningkatkan massa tulang sehingga mencegah patah tulang. Patah tulang sangat berbahaya karena dapat menimbulkan masalah pada pasien dan keluarga. Patah tulang terutama patah tulang panggul akan mengakibatkan orang menjadi tidak bisa bergerak(imobilisasi). Kondisi ini akan menyebabkan komplikasi seperti radang paru, luka di punggung akibat berbaring terus, dan menjadi beban ekonomi serta sosial pada lingkungannya..

 

Bagaimana pengobatan osteoporosis?

Pengobatan osteoporosis tidak cukup hanya dengan kalsium dan vitamin D saja. Kalsium dan vitamin d pelu diberikan, namun harus ada obat tambahan lain untuk pengobatan osteoporosis, misalnya, golongan bifosfonat (alendronate, risendronat, zolendronat dll), kalsitonin , teriparatide, tetosteron, pengganti hormone estrogen, denosumab dll. Dokter yang akan menentukan pilihan obat apa yang paling cocok untuk  pengobatan osteoporosis anda .

 

Bagaimana mencegah osteoporosis?

  1. Konsumsi cukup kalsium dan vitamin D
  2. Aktivitas fisik yang teratur
  3. Stop merokok
  4. Lakukan tes BMD jika ada indikasi, berikan terapi osteoporosis jika dibutuhkan
  5. Cegah jatuh untuk mencegah patah akibat osteoporosis.

 

Waspadai terjadinya osteoporosis dini pada penyandang Rematik Autoimun,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Penyakit Rematik Tidak Hanya Satu Jenis Saja

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Setiap tahun pada tanggal 12 Oktober , kita memperingati World Arthritis Day.

Pada kesempatan ini kita dingingatkan akan pentingnya diagnosis dini dan terapi dini penyakit Rematik Autoimun. Sebagian besar orang menyangka hanya ada 1 penyakit Rematik. Semua keluhan sakit sendi dianggap asam urat tinggi. Solusinya minum obat penghilang sakit yang dijual bebas.

Tentunya hal ini tidak benar. Terdapat lebih dari 100 jenis penyakit Rematik. Beberapa diantaranya cukup serius dan dapat menyerang organ vital jika tidak diobati dengan benar. Oleh karena itu jangan pernah mengabaikan nyeri sendi anda..Konsultasikan keluhan nyeri sendi yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu ke Rheumatologist terdekat.

Sebagai Rheumatologist, saya sering kali bertemu dengan pasien Rematik Autoimun (RA, Sjogren, Lupus, skleroderma) yang terlambat terdiagnosis.

KETERLAMBATAN  itu dapat berakibat :

  • Datang dengan sendi yang sudah bengkok, cacat permanen, tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari yang sederhana (misalnya pada RHEUMATOID ARTHRITIS lanjut)
  • Datang dengan gangguan organ vital (gangguan jantung, paru , ginjal dan otak), misalnya pada LUPUS dan SKLERODERMA yang terlambat diobati
  • Datang dengan  gangguan ginjal/gagal ginjal dan luka lambung/pendarahan lambung. Penyebabnya oleh karena minum obat penghilang sakit sendi/ jamu terus menerus tanpa MENCARI TAU penyebab sakit sendi
  • Datang dengan efek samping steroid (metilprednisolon, prednisone, dll). Steroid yang digunakan dengan dosis yang berlebihan, terlalu lama dan tanpa indikasi bisa berakibat buruk : diabetes, hipertensi, mudah memar, jerawat dan infeksi kulit, berat badan meningkat dll. Banyak yang menggunakan steroid JANGKA PANJANG DOSIS TINGGI  pada keluhan nyeri sendi tanpa mencari tau penyebabnya. Akan tetapi kita tidak perlu takut berlebihan menggunakan steroid jika dibawah pengawasan dokter
  • Dan masih banyak AKIBAT-AKIBAT lain seperti harus berhenti sekolah, di PHK dari tempat kerja, di tinggalkan pasangan/teman/ keluarga. Hal ini terjadi oleh karena keterbatasan /kecacatan akibat terlambat mendapatkan pengobatan.

 

Berita baiknya adalah semua kondisi tersebut bisa ditangani sejak awal…

Ayo kenali gejala awal beberapa penyakit Rematik Autoimun yang sering ditemukan…

Dengan mengenal gejala awal penyakit ini, kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga membantu orangterdekat kita…

INGAT solusi nyeri sendi adalah diagnosis dan terapi yang tepat…

STEROID (metilprednisolon, prednisone dll) atau NSAID (penghilang sakit , misalnya piroksikam, natrium diklofenak, meloksikam dll) hanya menghilangkan gejala sementara tapi TIDAK  dapat mencegah kerusakan sendi/cacat sendi.

Yang paling penting adalah diagnosis dini jenis penyakit rematiknya, dan terapi spesifik sesuai penyakitnya.

Berikut adalah penyakit rematik autoimun yang paling sering dijumpai :

  1. Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit Rematik Autoimun yang paling sering ditemukan. Rheumatologist sangat mengharapkan pasien dapat datang pada kondisi yang sangat AWAL (<3 bulan ) dimana kerusakan sendi/cacat sendi belum terjadi.

Bagaimana gejala awal  RA?

  • Nyeri sendi terutama jari tangan , pergelangan tangan, pada kedua tangan
  • Kaku di pagi hari dan  akan membaik setelah melakukan kegiatan sehari-hari
  • Pergelangan kaki, lutut . siku dan semua sendi dapat terkena pada stadium yang lebih lanjut.

Jika mendapatkan gejala diatas dan menetap lebih dari 2-4 minggu segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan pengobatan.

Gejala awal Rheumatoid Arthritis
Gejala awal Rheumatoid Arthritis

 

2. Apakah penyakit Rematik hanya menyerang orang dewasa?

Penyakit Rematik bisa menyerang anak-anak bahkan bayi. Istilah JIA (Juvenile Ideopatic Arthritis) adalah kelompok penyakit rematik yang menyerang anak kurang 16 tahun. Waspadai keluhan nyeri sendi pada anak, demam berulang,gangguan mata atau bercak-bercak kulit yang sulit sembuh. Konsultasikan dengan Rheumatologist adanya kemungkinan JIA. Diagnosis dini dapat mencegah cacat sendi permanen.

 

3. LUPUS merupakan penyakit rematik autoimun yang dapat menyerang semua organ tubuh.  Gejala awal dapat berupa nyeri sendi, bercak kulit yang menahun, rambut rontok, demam berulang, dan sariawan berulang. Apabila menemukan gejala diatas segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologis untuk mendapatkan diagnosis pasti. Dokter rematik akan melakukan pemeriksaan darah dan urin, foto dada untuk mengetahui keterlibatan organ tertentu. Diagnosis dini sanagatlah penting. Keterlambatan pengobatan dapat berakibat fatal, misalnya gagal ginjal atau gangguan kesadaran karena lupus yang menyerang otak.

 

4. Dermatomiositis (kelainan kulit dan radang otot), biasanya terjadi perlahan-lahan. Dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, akan terjadi kelemahan otot. Keluhan yang paling sering disampaikan seperti sulit bangun jika habis duduk dilantai, kesulitan naik tangga dan sulit menyisir rambut. Nyeri otot tidak selalu terjadi dan biasanya ringan. Dapat terjadi bercak bercak kemerahan pada kulit seluruh tubuh dan bengkak pada mata.

 

5. Vaskulitis adalah istilah untuk kumpulan penyakit dengan gejala utama inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Yang dimaksud dengan pembuluh darah adalah arteri dan vena.

Vaskulitis sangat beraneka ragam. Gejalanya pun berbeda-beda, kadang tidak khas dan menyerupai penyakit lain. Vaskulitis biasanya dicurigai apabila ada suatu penyakit kronis yang melibatkan lebih dari satu organ.

  • Vaskulitis pembuluh darah besar : nyeri di kaki, luka yang tidak sembuh-sembuh, tekanan darah lengan kanan dan kiri tidak sama, dan tidak ada denyut nadi.
  • Vaskulitis Pembuluh darah sedang : benjolan di kulit, luka yang tidak sembuh-sembuh, gangren jari, mononeuritis
  • Vaskulitis pembuluh darah kecil : purpura (bercak kemerahan berupa bintik-bintik), biduran , radang pada ginjal, gangguan paru dan radang mata.
Macam Penyakit Rematik Autoimun
Macam Penyakit Rematik Autoimun

 

6. Spondyloarthritis atau spondiloartropati seronegatif adalah nama KELOMPOK penyakit yang terdiri dari:

  • Ankylosing spondylitis

Gejalanya adalah nyeri pinggang atau bokong yang terutama pada pagi hari dan membaik jika  sudah melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Terutama menyerang laki-laki muda.

  • Artritis Enteropatik

Gejala utama adalah radang usus, misalnya diare berdarah, nyeri perut, berat badan turun. Kemudian dapat disertai nyeri pinggang, radang sendi diseluruh tubuh misalnya lutut , kaki dan ditempat lain.

  • Arthritis psoriatic

Kebanyakan didahului oleh kelainan kulit psoriasis kemudian baru mengalami nyeri sendi. meskipun kelainan sendi yang mengawali kelainan kulit juga bisa terjadi. Biasnya menyerang jari kaki dan jari tangan menimbulkan jari sosis (daktilitis). Dapat juga menyerang panggul, lutut dan pergelangan kaki

  • Arthritis Reaktif

Biasanya didahului oleh infeksi akut di luar sendi (contoh infeksi saluran nafas, infeksi usus, infeksi saluran kencing) .Kemudian terjadi radang sendi, paling banyak mengenai lutut dan  pergelangan kaki. Semua sendi dapat terkena.

  • Undifferenriated Spondyloarthritis

Kelainan mirip dengan spondyloarthritis TETAPI tidak dapat dikelompokkan dalam salah satu klasifikasi diatas.

 

7. Skleroderma adalah penyakit rematik autoimun langka. Sering disebut dengan nama ‘Sistemik Sklerosis’. Skleroderma berasal dari SCLERO artinya keras dan DERMA artinya kulit. Disebut demikian karena kulit yang mengeras merupakan gejala utama Skleroderma. Bagaimana gejala awal skleroderma yang lain?

  • Fenomena Raynaud. Suatu kondisi perubahan warna pada tangan yang bersifat simetris (pada kedua tangan) dan hilang timbul, terutama pada kondisi dingin atau stess emosional. Selain pada tangan , kondisi ini juga bisa terjadi pada kaki, telinga atau wajah. Perubahan ini dimulai oleh warna putih pucat (pada saat sirkulasi terganggu), kemudian menjadi kebiruan (kekurangan oksigen karena penurunan aliran darah) dan kembali menjadi merah (aliran darah kembali normal).
  • Pembengkakan pada jari-jari tangan dapat merupakan gejala awal skleroderma. Jari tangan terutama membengkak pada pagi hari dan membaik disiang hari. Kadang pembengkakan sangat hebat sehingga jari terlihat seperti sosis. Sering ada yang mengeluh tidak bisa menggunakan cincin yang lama.
  • nyeri sendi dan kaku dapat merupakan gejala radang sendi (artritis) pada skleroderma.

 

8. Sjogren’s Sindrome itu?

Ini merupakan suatu penyakit rematik autoimun yang lebih banyak mengenai perempuan. Biasanya pada usia yang lebih tua dari pasien lupus. Kejadian terbanyak pada usia  45 sampai 55 tahun.

Semua organ tubuh bisa terkena,  paling  sering kelenjar air mata dan kelenjar ludah.

  • Pada mata : terjadi gangguan  produksi air mata, gejala mata kering berpasir, gatal mudah infeksi
  • Pada kelenjar ludah terjadi gangguan produksi air ludah, mulut kering mudah infeksi gigi dan gusi serta kesulitan menelan
  • Dapat terjadi pembengkakan kelenjar ludah (lokasinya dibawah telinga)
  • Nyeri dan bengkak pada sendi diseluruh tubuh
  • Inflamasi pada pembuluh darah (vakulitis) diseluruh tubuh misalnya di paru , jantung, hati dan ginjal
  • Mengenai kelenjar keringat pada kulit menyebabkan kulit kering
  • Dapat melibatkan kelenjar submukosa seperti hidung, faring, laring

Mari bagikan pengetahuan ini buat teman dan keluarga anda. Seringkali keterlambatan berobat diakibatkan oleh ketidaktahuan..Mari tingkatkan kewaspadaan kita akan Penyakit Rematik Autoimun… Diagnosis dini akan mencegah kecacatan dan keterbatasan fisik.

 

Wapadai gejala awalnya dan dapatkan diagnosis dini penyakit Rematik Autoimun.

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Kortikosteroid, Bagaimana Menggunakan dengan Aman dan Benar?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Obat golongan kortikosteroid (misalnya metilprednisolon, prednisone, hidrokortison)   sangat luas penggunaanya di bidang medis. Tanggapan masyarakat awam pada obat ini beraneka ragam. Ada yang sangat takut , dengan tegas menolak obat ini walau dianjurkan oleh dokter. Disisi lain ada kelompok orang yang menggunakan kelompok obat ini terus menerus tanpa indikasi yang jelas. Tentunya kelompok yang kedua mengobati dirinya sendiri dengan membeli obat bebas di toko obat atau obat tradisional  kemasan yang tidak terstandarisasi. Sebagian jamu yang tidak terdaftar ini mengandung kortikosteroid. Sehingga pasien langsung sembuh dan lupa konsultasi dengan dokter. Tidak jarang kemudian sesudah beberapa bulan konsumsi obat ini, muka menjadi bulat (moon face) dan timbul efek samping lain dari kortikosteroid.

 

Jadi bolehkah saya menggunakan kortikosteroid ?

Kortikosteroid adalah obat yang sangat bermanfaat digunakan pada beberapa penyakit autoimun. Pada sebagian penyakit rematik, kortikosteroid digunakan dalam dosis kecil dan waktu singkat. Akan tetapi pada penyakit rematik autoimun yang mengancam nyawa seperti lupus otak, lupus ginjal berat, atau vaskulitis berat, kita membutuhkan dosis steroid yang cukup tinggi untuk menyelamatkan nyawa. Jadi pada prinsipnya kortikosteroid bisa digunakan asalkan memenuhi 2 prinsip penting :

  1. Indikasi yang benar

Tidak semua penyakit rematik autoimun membutuhkan kortikosteroid. Demikian juga tidak semua nyeri sendi membutuhkan steroid. Oleh karena jangan menggunakan kortikosteroid tanpa petunjuk dokter. Sebagian besar efek samping steroid terjadi karena penggunaan sendiri tanpa indikasi yang jelas. Dan sering kali dibeli bebas di toko obat , atau dikonsumsi dalam bentuk obat tradisional yang tidak terdaftar/belum ada uji klinis.

2. Pengawasan penggunaan kortikosteroid yang benar

  • Pengawasan dosis obat

Kortikosteroid harus digunakan dengan dosis yang tepat dan waktu penggunaan yang benar. Dosis steroid dan berapa lama akan digunakan bergantung pada diagnosis penyakit. Setiap penyakit rematik autoimun memiliki dosis yang berbeda, tergantung jenis penyakitnya dan berat ringan penyakit. Pada Rheumatoid Arthritis dosis bisa berbeda dengan pada lupus. Demikian juga pada lupus berat dosis bisa berbeda dengan pada lupus yang ringan.

  • Pengawasan efek samping obat

Penggunaan kortikosteroid harus dibawa pengawasan dokter ahli. Dosis perlu dipantau dan diturunkan secara bertahap sesuai dengan perbaikan kondisi klinis. Adanya efek samping harus dipantau. Oleh karena itu jangan menggunnakan  kortikosteroid tanpa pengawasan dokter ahli.

kortikosteroid
Gunakan steroid sesuai petunjuk dokter

Apa saja jenis-jenis kortikosteroid ?

Kortikosteroid, contohnya metilprednisolon, prednisone, hidrokortison, adalah obat yang banyak digunakan tidak hanya untuk penyakit rematik autoimun ( lupus,vaskulitis,  RA dll) tapi juga untuk kondisi lain seperti asma, penyakit Addison, kelainan kulit dll. Obat ini bekerja hampir mirip dengan hormon alamiah yang ada ditubuh kita yang diproduksi oleh kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal).

 

Kortikosteroid  tersedia dalam bentuk apa saja?

  1. Sediaan Salep kulit atau kream kulit, biasa digunakan untuk radang pada kulit atau alergi pada kulit
  2. Obat semprot untuk saluran nafas misalnya dalam bentuk inhaler   untuk asma atau obat semprot hidung untuk kasus rhinitis.
  3. Tablet biasa dapat digunakan dalam berbagai kondisi rematik           autoimun , seperti lupus , RA , vaskulitis dll
  4. Obat suntik pada sendi (sediaan intraartikular), dapat digunakan pada suntikan sendi maupun untuk radang pada jaringan lunak.
  5. Obat suntik langsung pada aliran darah ( sediaan intravena). Biasa digunakan pada kondisi akut atau derajat penyakit sedang sampai berat.

 

Apakah efek samping steroid hanya terjadi pada penggunaan minum atau suntik intravena? Betulkah obat inhaler atau obat gosok kulit tanpa efek samping?

Tidak, semua jenis kortikosteroid dapat menimbulkan efek samping jika digunakan tidak bijaksana ( waktu lama tanpa pengawasan dokter).

  • Sediaan salep atau kream kulit dapat menimbulkan penipisan kulit, kadang timbul memar-memar, bercak kemerahan pada kulit, jerawat yang banyak.
  • Sediaan inhalasi dapat menimbulkan jamur pada rongga mulut dan suara menjadi berubah.

 

Bagaimana efek samping kortikosteroid secara umum?

  • Peningkatan risiko infeksi. Penggunaan kortikosteroid meningkatkan risiko terjadinya infeksi virus, bakteri dan jamur
  • Keropos Tulang, kelemahan otot. Penggunaan steroid meningkatkan risiko osteoporosis, tulang menjadi rapuh , akibatnya mudah terjadi patah tulang pada trauma minimal
  • Osteonekrosis tulang, kerusakan tulang oleh karena penggunaan steroid. Paling sering terjadi pada tulang panggul. Oleh karena itu komunikasikan dengan dokter yang merawat jika merasakan nyeri pinggang dan panggul yang berkepanjangan
  • Peningkatan tekanan dan darah, dan kadar gula darah. Jangan lupa periksa gula darah, tekanan darah secara teratur pada penggunaan steroid
  • Peningkatan berat badan dan penampakan Cushingoid, seperti gemuk, timbul benjolan di belakang leher, kulit tipis, memar, bercak-bercak putih/striae, jerawat, timbul rambut pada bagian tubuh yang pada wanita biasanya tidak ditumbuhin rambut ( hirsutrisme)
  • Penekanan produksi alamiah hormon pada kelenjar anak ginjal
  • Pada mata dapat menimbulkan katarak, peningkatan tekanan bola mata
  • Pada kulit dapat menimbulkan penipisan kulit, timbul bintik-bintik seperti jerawat, luka kulit susah sembuh, hiperpigmentasi
  • Komplikasi saluran cerna, seperti radang lambung, tukak lambung atau usus dua belas jari dan pendarahan dari saluran pencernaan. Penggunaan kortikosteroid tunggal sebernarnya hanya meningkatkan sedikit risiko untuk terjadinya gangguan saluran cerna. Namun penggunaan kortikosteroid dikombinasikan obat penghilang sakit (NSAID) akan meningkatkan risiko 4 kali lebih besar untuk terjadinya gangguan ini. Oleh karena itu berhati-hati untuk tidak minum obat penghilang sakit secara berlebihan pada saat menggunakan kortikosteroid.
kortikosteroid 2
Lakukan beberapa pemantauan untuk pemakaian steroid jangka panjang

Bagaimana tips menggunakan kortikosteroid secara aman?

  • Indikasi yang tepat, berdasarkan petunjuk dokter, tidak membeli secara bebas dan menggunakan sendiri
  • Dosis yang tepat dibawa pengawasan dokter. Pengaturan dosis yang benar, diupayakan dosis sekecil mungkin dan diturunkan secara bertahap
  • Memahami efek samping dan melakukan upaya deteksi dini dan pencegahan efek samping. Misalnya upaya mencegah keropos tulang akibat steroid. Cukup konsumsi kalsium dan vitamin D serta menggunakan obat osteoporosis jika ada indikasi. Pemantauan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, kesehatan mata
  • Sebelum prosedur medis misalnya operasi ataupun perawatan rumah sakit oleh karena sebab apapun jangan lupa menyampaikan pada dokter bahwa anda menggunakan steroid jangka panjang. Pada kondisi khusus stress metabolik sering dibutuhkan penyesuaian dosis steroid.

 

Bagaimana penanganan osteoporosis (keropos tulanng) yang dipicu oleh penggunaan kortikosteroid?

Tahun 2017 American College of Rheumatology  mengeluarkan suatu panduan penanganan osteoporosis pada orang dengan penyakit Rematik Autoimun yang menggunakan steroid. Intinya adalah setiap orang yang menggunakan steroid jangka lama harus waspada adanya risiko keropos tulang. Rheumatologist akan menilai secara individu apakah ornag tersebut cukup hanya minum suplemen kalsium dan vitamin D atau membutuhkan obat osteoporosis khusus seperti bifosfonat. Diskusikan kemungkinan pemeriksaan BMD (Bone Mineral Density) untuk deteksi dini osteoporosis. Lakukan terapi osteoporosis untuk mencegah patah tulang akibat osteoporosis.

 

Gunakan Steroid dengan bijak dibawah pengawasan dokter,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Behcet’s Disease, Apa dan Bagaimana?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Behcet disease, sebagai Rheumatologist pada saat mengucapkan kata itu pada pasien, saya harus siap dengan pandangan bingung dari pasien. Penyakit apa lagi itu dok? Apakah itu sama dengan Lupus? Saya baru pertama kali mendengarnya, begitu komentar sebagian besar pasien. Behcet memang penyakit langka, data di Amerika menunjukkan sekitar 200.000 orang terkena penyakit ini.

Angka kejadian tertinggi ada di Turki, 1 dari 250 populasi. Penyakit ini tidak menular, dan biasanya mengenai usia 20-30 tahun. Publikasi ilmiah tentang penyakit ini mungkin tidak sebanyak penyakit rematik lainnya. Namun, tahun 2018 ini EULAR, suatu organisasi dokter Rheumatologist Eropa, mengeluarkan revisi pedoman penanganan Behcet. Apa itu Behcet dan bagaimana penangannya ? Teruskan membaca .

 

Apa itu Behcet disease?

Behcet adalah penyakit Rematik Autoimun , yang digolongkan dalam kelompok vaskulitis. Vaskulitis adalah istilah untuk kumpulan penyakit dengan gejala utama inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Yang dimaksud dengan pembuluh darah adalah arteri dan vena. Vaskulitis bukan suatu penyakit tunggal, melainkan terdiri dari banyak penyakit, yang bisa menyerang organ seluruh tubuh. Gejalanya bisa sangat ringan atau tidak bergejala, namun tidak jarang sangat berbahaya dan mengancam nyawa.

 

Apa penyebab Behcet disease?

Saat ini para ahli belum bisa menentukan  penyebab pasti Behcet disease. Beberapa teori menunujukkan keterkaitan vaskulitis dengan unsur genetik, autoimun, infeksi virus dan bakteri, obat-obat tertentu. Kondisi autoimun adalah suatu keadaan dimana sistem imun (sistem pertahanan tubuh) yang tadinya berfungsi sebagai pelindung tubuh, malah berfungsi salah menyerang sel yang sehat. Banyak ahli mengatakan bahwa unsur genetik berperan penting pada terjadinya Behcet disease, namun ini hanya suatu masalah kecenderungan saja. Beberapa penelitian menunjukkan penyakit ini dicetuskan oleh bakteri streptokokus dan beberapa bakteri lainnya seperti Ecoli dan Helicobacter Pylori. Virus Herpex simplex juga diduga bisa mencetuskan penyakit ini.

 

Apa gejala utama Behcet?

Ada 3 gejala utama Behcet:

  1. Luka pada mulut , sariawan

Luka dimulut biasanya diawali oleh bisul kecil yang nyeri. Bisul ini cepat menjadi ulserasi/borok/luka, kadang dapat ditutupi membran putih kuning. Luka ini bisa membaik setelah 3 minggu.

  1. Luka pada alat kelamin.

Pada alat kelamin biasanya pada skrotum dan penis pada laki-laki. Dan pada vulva atau vagina pada wanita. Bentuk lukanya hampir sama dengan luka pada mulut dan biasanya membaik dalam 2-4 minggu. Kita harus menyingkirkan virus herpes pada kondisi ini sebelum menegakkan diagnosis Behcet’s disease.

  1. Radang pada mata

Bisa terjadi uveitis baik uveitis anterior maupun uveitis posterior. Dapat juga muncul sebagai vaskulitis retina. Kelainan pada mata paling sering terjadi pada laki-laki (83-95%), pada perempuan agak lebih jarang (67-73%).

penyandang behcet disease
Gejala utama behcet’s disease

Jadi kapan anda harus waspada bahwa anda mungkin terkena Behcet?

Gejala utama Behcet disease adalah luka-luka atau sariawan pada mulut. Luka-luka ini bisa hilang timbul dan terkadang tidak cepat sembuh seperti pada sariawan biasa. Selain luka pada mulut, sering juga disertai dengan luka pada alat kelamin. Jangan abaikan juga jika anda mengalami mata merah hilang timbul. Ini bisa merupakan gejala uveitis, peradangan pada mata anda . Ini juga merupakan bagian dari Behcet disease.

 

Diagnosis Behcet’s disease kadang  sulit

Tidak ada tes tunggal yang dapat memastikan diagnosis Behcet’s disease. Diagnosis penyakit ini merupakan diagnosis klinis , berdasarkan gejala dan tanda yang anda alami. Pemeriksaan CRP dan LED kadang meningkat tapi tidak selalu. Beberapa macam HLA( Human Leukocyte antigen) seperti HLA-B5, HLA-B51, HLA-DRB1 dan HLA-A26 dikaitkan dengan penyakit ini. Akan tetapi untuk menegakkan diagnosis Behcet’s disease , tes ini tidak harus positif. Demikian juga, orang dengan tes HLA diatas yang positif tidak selalu menyandang Behcet. Para ahli sudah membuat beberapa kriteria untuk diagnosis, antara lain mencakup luka pada mulut dan kelamin , kelainan kulit (eritema nodusum, kelainan seperti jerawat pada kulit), kelainan mata (uveitis atau vaskulitis pada retina), gangguan saraf, dan radang sendi serta sumbatan pada pembuluh darah baik arteri maupun vena.

behcet's disease bagian vaskulitis
Waspadai gejala behcet sejak awal

Selain luka pada mulut dan kelamin , kelainan mata, kondisi apa lagi yang bisa terjadi pada penyandang Behcet’s

  1. Kelainan kulit

Kelainan kulit bisa bervariasi, bisa tampak seperti bisul yang terinfeksi atau bisa timbul seperti jerawat .(bisa seperti eritema nodusum, pioderm ganggrenosum, vaskulitis dll)

  1. Kelainan saluran cerna.

Pada saluran cerna bisa terjadi kelainan yang mirip dengan pada mulut dan alat kelamin. Kelainan ini sering terjadi pada usus halus, usus besar dan saluran cerna/ kerongkongan. Kelainan ini bisa ringan sampai berat. Jika mengenai saluran cerna, endoskopi saluran cerna sebaikknya dilakukan untuk menyingkirkan penyebab yang lain.

  1. Kelainan Sistem saraf

Kelainan pada sistem saraf dapat terjadi pada 5-10% penyandang Bechet’s disease.

Bisa terjadi kelainan pada batang otak dan kortikospinalis, sinus trombosis, peningkatan tekanan intrakranial , meningitis aseptik dan nyeri kepala.

  1. Kelainan pada pembuluh darah, dapat timbul deep vein trombosis dan trombosis arteri karena vaskulitis. DVT (deep vein thrombosis) dapat terjadi pada pembuluh darah vena di seluruh tubuh. Tapi paling sering terjadi di tungkai bawah ditandai dengan bengkak pada kaki.

 

Bagaimana rheumatologist menangani Behcet?

EULAR, suatu organisasi dokter Rheumatologist Eropa mengeluarkan panduan penanganan Behcet. (2018 Update of the EULAR recommendation for the management of Behcet’s syndrome). Pada prinsipnya pemilihan obat dan dosis obat sangat bergantung pada berat ringannya penyakit dan organ yang terkena.

  1. Kelainan kulit dapat diberikan obat luar seperti steroid gosok, dapat digunakan untuk kulit, luka pada mulut dan pada kelamin. Berdasarkan kondisi tertentu jika dibutuhkan dapat diberikan azatioprin, thalidomide, interferon alpha, TNF alpha inhibitor, atau apremilast.
  2. Kelainan mata

Penanganan kelainan mata membutuhkan kerja sama dengan dokter mata. Pengobatan yang diberikan tergantung bagian mata mana yang terkena dan berat ringan penyakit.

Pengobatan bisa dengan tetes mata saja jika ringan , tapi bisa juga dengan kortikosteroid minum atau suntik, azatioprin, cyclosporin A, interferon alpha. Jika terdapat gangguan penglihatan akut dapat diberikan suntikan steroid dosis tinggi. Pada kondisi tertentu dapat diberikan infliximab atau interferon alpha. Dokter mata juga dapat mempertimbangkan melakukan injeksi intravitreal pada mata jika dibutuhkan.

  1. Kelainan pada sistem saraf pusat.

Pada kondisi akut dapat diberikan  injeksi steroid dosis tinggi. Untuk pemeliharaan jangka panjang dapat diberikan azatioprin. Pada kondisi khusus dapat diberikan monoklonal anti TNF alpha inhibitor.

  1. Deep Vein thrombosis.

Pada kondisi akut dapat diberikan steroid bersama dengan anti pembekuan darah (antikoagulan). Obat imunosupresan lain dapat diberikan untuk pemeliharaan jangka Panjang.

  1. Nyeri sendi.

Untuk nyeri sendi dapat diberikan kolkisin. Apabila ada satu sendi yang bengkak dapat dilakukan injeksi kortikosteroid pada sendi. Jika nyeri sendi kronik, berulang dapat diberikan azatioprin atau TNF alpha inhibitor.

Perjalanan Behcet’sangat bervariasi antara orang yang satu dengan yang lain. Kadang ada periode penyakit tenang(remisi), tapi sering juga penyakit kambuh (flare). Sebagian besar masalah yang sering dihadapi penyandang Behcet berhubungan dengan gangguan pada mata (lebih dari 60%), masalah pembuluh darah (lebih dari 33%) dan berkaitan dengan sistem saraf (10-20%). Oleh karena itu untuk penyandang Behcet, harus waspada jika ada keluhan pada mata, pembengkakkan pada tungkai, atau gangguan seperti nyeri kepala. Segera laporkan keluhan tersebut ke dokter yang merawat. Tetap pertahankan pola hidup serta makan sehat, cukup istirahat, teratur berolahraga dan kendalikan stress.

 

Selalu sehat dan berbagi,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Bagaimana Pengobatan Rheumatoid Arthritis?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Anda sudah terdiagnosis Rheumatoid Arthritis. Proses diagnosisnya sering tidak instant. Setelah itu masalah yang anda hadapi adalah pengobatannya. Banyak yang berdebat , kok saya diberi obat ini, tapi saudara saya mendapat obat ini? Kenapa jenis obat bisa berbeda sedangkan penyakitnya sama? Berapa lama saya harus minum obat? Kenapa saya harus kontrol rutin ? Nah, temukan jawabannya di artikel dibawah ini..

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit rematik autoimun yang ditandai dengan nyeri pada sendi di seluruh tubuh terutama pada tangan. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang baik kondisi ini akan menyebabkan erosi sendi sehingga berakhir pada cacat sendi. Kerusakan sendi atau bengkok sendi dapat dicegah apabila obat khusus untuk RA diberikan sejak awal kurang dari 6 bulan. Obat ini disebut DMARD (Disease-Modifying Antirheumatic drugs) dan agen biologik.

 

Diagnosis dini Rheumatoid Arthritis sangat penting untuk keberhasilan dan kualitas hidup anda. Mengapa?

  • Penyakit yang masih awal lebih mudah ditangani, cepat stabil membaik
  • Belum terjadi gangguan fungsi organ tubuh yang lain
  • Belum terjadi cacat sendi/bengkok sendi
  • Cepat mendapatkan obat khusus (DMARD, Agen Biologik), sehingga lebih cepat menghilangkan nyeri dan mencegah cacat sendi.

 

Penghilang sakit saja tidak cukup untuk Pengobatan Rheumatoid Arthritis

STEROID (metilprednisolon, prednisone dll) atau NSAID (penghilang sakit, misalnya piroksikam, natrium diklofenak, meloksikam dll) hanya menghilangkan gejala sementara tapi TIDAK  dapat mencegah kerusakan sendi/cacat sendi. Obat tersebut bukan obat utama untuk RA tetapi hanya obat sementara yang digunakan sebelum obat utama bekerja. Steroid atau  NSAID bisa digunakan untuk waktu singkat dan dihentikan jika DMARD sudah berkerja.

Banyak orang hanya minum obat penghilang sakit biasa (NSAID atau steroid) tanpa DMARD selama bertahun-tahun sejak sakit sendi. Ya, kejadian ini sangat sering terjadi, keterlambatan mendapatkan DMARD bisa menyebabkan cacat sendi. Jangan mengobati sendiri  nyeri sendi anda, libatkan Rheumatologist /Internis Konsultan Reumatologi jika anda mengalami nyeri sendi lebih dari 2 minggu.

Rheumatologist sangat mengharapkan pasien dapat datang pada kondisi yang sangat AWAL (<3 bulan ) dimana kerusakan sendi/cacat sendi belum terjadi.

Pengobatan Rheumatoid Arthritis
Pentingnya memulai DMARD saat penggunaan penghilang rasa sakit biasa tidak bereaksi

Bagaimana gejala awal  RA?

  • Nyeri sendi terutama jari tangan , pergelangan tangan, pada kedua tangan
  • Kaku di pagi hari dan  akan membaik setelah melakukan kegiatan sehari-hari
  • Pergelangan kaki, lutut . siku dan semua sendi dapat terkena pada stadium yang lebih lanjut.

Jika mendapatkan gejala diatas dan menetap lebih dari 2-4 minggu segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan pengobatan.

Ingat, penghilang sakit biasa tidak bisa mencegah cacat sendi pada Rheumatoid Arthritis.

Kita membutuhkan obat lain untuk terapi RA, obat itu adalah:

  1. DMARD : metotrexat, sulfasalasin , hidroksikloroquin, lefluonamid dl
  2. Biologik Agent :adalimumab, golimumab, toxilizumab dll

Kedua golongan ini tidak hanya sekedar menghilangkan rasa sakit tapi juga MENCEGAH kerusakan / cacat sendi.

 

Mengapa obat RA yang anda pakai berbeda dengan yang digunakan oleh teman anda?

Pengobatan RA berdasarkan pedoman yang dibuat oleh organisasi dokter Rheumatologist misalnya ACR, EULAR, APLAR, IRA dll. Pemilihan obat pada setiap orang bisa berbeda tergantung dari berat ringan penyakitnya, ada rencana hamil atau tidak, riwayat pengobatan sebelumnya dan penyakit lain yang anda alami.

 

Jadi untuk pengobatan RA obat apa yang harus saya dapatkan agar sendi saya tidak cacat?

Rheumatologis akan memberikan DMARD kepada anda, suatu golongan obat yang tidak hanya mengurangi rasa sakit saja, namun mencegah kerusakan sendi/cacat sendi. Contoh DMARD adalah metotrexat, leflunomide, hidroksikloroquin, dan sulfasalazine.

Metotrexat masih merupakan pilihan pertama pada kasus RA kecuali jika ada kontraindikasi. Berdasarkan kesepakan berbagai organisasi dokter Rheumatologist dunia misalnya ACR, EULAR, APLAR dll, pada panduan pengobatan RA, metotrexat masih digunakan sebagai obat utama dan pertama. Metotrexat selain harganya murah juga efektif mencegah kerusakan sendi pada sebahagian kasus RA.

 

Dok saya kok diberi obat kanker ?  Saya kan Rheumatoid Arthritis

Metotrexat bukanlah obat baru untuk Rheumatoid Arthritis, obat ini sudah digunakan lebih dari 30 tahun pada RA. Obat ini terbukti cukup efektif, murah dan aman asalkan dipergunakan dibawah pengawasan Rheumatologist. Sampai saat ini Mtx tetap menjadi pilihan pertama dalam pengobatan RA. Memang benar dalam dosis yang jauh lebih besar dari dosis RA, obat ini dapat digunakan pada pengobatan beberapa jenis kanker tertentu. Jadi jangan takut menggunakan metotrexat asalkan dibawah pengawasan Rheumatologist yang merawat.

 

Mengapa sebelum menggunakan Metotrexat saya diminta untuk melakukan berbagai macam pemeriksaan laboratorium ?

Tentunya ini untuk menjamin keamanan anda selama menggunakan metotrexat. Sebelum memberikan obat ini, Rheumatologist harus memastikan darah anda normal, fungsi hati dan fungsi ginjal baik, tidak ada hepatitis dan  anda tidak sedang menderita TBC aktif. Sehingga jangan bingung jika anda diminta melakukan serangkaian tes darah dan foto dada sebelum memulai metotrexat. Lakukan semua pemeriksaan ini.

 

Bagaimana pengawasan penggunaan Metotrexat?

Anda akan diminta untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan selama 3 bulan pertama, selanjutnya akan lebih jarang lagi. Pada pemantauan rutin Rheumatologist akan menilai efektifitas pengobatan dan ada tidaknya efek samping obat. Anda juga akan diminta melakukan tes darah untuk melihat apakah ada efek samping metotrexat pada sel darah anda, pada fungsi hati dan fungsi ginjal anda. Jadi selama minum metotrexat jangan lupa kontrol teratur ke dokter ya ..

Pengobatan Rheumatoid Arthritis 1
Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Apalagi yang harus diperhatikan pada saat anda menggunakan metotrexat?

Jika ada infeksi segera laporkan kepada Rheumatologist anda. Selama menggunakan obat ini anda tidak boleh hamil karena bisa menyebabkan cacat pada janin. Jangan lupa menggunakan kontrasepsi yang efektif. Apabila anda akan merancanakan kehamilan, segera diskusikan hal tersebut dengan Rheumatologis yang merawat. Anda akan diminta untuk menghentikan obat tersebut minimal selama 3 bulan. Metotrexat juga tidak bisa digunakan pada wanita menyusui.

 

Sampai kapan saya harus minum obat dok?

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Rheumatoid Arthritis. Tapi bukan berarti anda tidak perlu minum obat. Dengan pengobatan yang baik kita mencegah cacat sendi dan penyandang RA dapat hidup normal. Tetap kontrol rutin ke Rheumatologist yang merawat, dosis obat dapat diturunkan perlahan-lahan sesuai kondisi anda. Jangan menghentikan obat sendiri tanpa persetujuan dokter. Pertahankan pola hidup sehat, istirahat cukup, kendalikan stress, jaga pola makan yang baik , dan berolahraga teratur.

 

Salam sehat semoga bermanfaat

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Vitamin D dan Hubungannya dengan Lupus

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Vitamin D merupakan primadona yang sangat populer di dunia’ pervitaminan’ saat ini. Jika dibandingkan dengan vitamin yang lain, vitamin ini unik karena merupakan vitamin yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia.

Bagaimana pembentukan vitamin D?
Pada saat kulitmu terpapar sinar matahari akan terjadi pembentukkan vitamin D. Vitamin D itu akan dibawah ke hati. Demikian juga vitamin D yang berasal dari makanan dan suplemen akan di bawa ke hati. Di hati vitamin D akan dirubah menjadi 25(OH)D. Apabila dokter menyebut vitamin D , maka yang dimaksud adalah 25 (OH) D. Kemudian oleh ginjal dirubah menjadi bentuk aktifnya 1,25(OH)D. Bentuk aktif ini yang akan banyak melakukan fungsi vitamin D pada tubuh manusia.

Bagaimana pengaruh vitamin D pada sistem imun kita?

  • Vitamin D terikat pada reseptor vitamin D (VDR) dan kemudian siap untuk menjalankan fungsinya.
  • Vitamin D tidak hanya berpengaruh pada metabolisme kalsium tapi juga berperan dalam pertumbuhan sel, perkembangan sel dan pengaturan sistem imun.
  • Reseptor vitamin D juga diekspresikan pada sel-sel imun kita (monosit, makrofag,neutrofil, natural killer cell , sel dendritik dan sel B dan Sel T).
  • Vitamin D membantu sistem imun innate pada reaksi awal melawan infeksi virus bakteri , protozoa. Sistem imun innate adalah sistem imun bawaan, sistem imun non spesifik, sistem imun pertama yang ada sejak manusia lahir. Misalnya pembatas epitel, kulit, kelenjar air mata dan kelenjar air ludah, neutrofil, dendritic, sel Natural Killer, dll.
  • Vitamin D juga berperan pada sistem imun adaptif/sistem imun spesifik ,misalnya sel T dan sel B.
kurang vitamin D
Yang berisiko kekurangan vitamin D

Peran utama vitamin D pada penyakit autoimun melalui:

  • Penghambatan aktivitas dan proliferasi Th1 dan Th17
  • Penurunan produksi sitokin penyebab inflamasi seperti IL-17; IL-12, IL-23
  • Penghambatan sel B dan dan produksi immunoglobulin

 

Berapa kadar vitamin D yang diharapkan?

Saat ini disepakati pada ahli bahwa  kadar vitamin D diatas 30 ng/ml( 80nmol/L) dapat mempertahankan kesehatan tulang  dan berfungsi baik untuk sistem imun kita. Penelitian ilmiah menunjukkan suatu keterkaitan yang kuat antara beberapa penyakit kronik dengan kadar vitamin D misalnya kanker, penyakit autoimun, penyakit kardiovaskular, diabetes dan penyakit infeksi.

 

Bagaimana hubungan vitamin D dengan Lupus?

Kadar vitamin D yang rendah sering ditemukan pada penyandang Lupus. Hubungan vitamin D dengan lupus bisa berlangsung dua arah. Lupus bisa menyebabkan kadar vitamin D  rendah. Disisi lain vitamin D yang rendah diduga mengganggu system imun sehingga dapat mencetuskan Lupus. Proses mana yang terjadi lebih dahulu belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

 

Mengapa pada Lupus sering terjadi kekurangan vitamin D?

  • Pada lupus pasien diminta untuk mengurangi paparan sinar matahari. Paparan matahari dapat mencetuskan flare atau kumat pada Lupus. Disamping itu kulit pasien lupus sangat sensitif pada paparan matahari. Sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang sangat baik. Penyandang Lupus harus membatasi paparan sinar matahari, hal ini adalah salah satu penyebab terjadi kekurangan vitamin D pada penyandang Lupus.
  • Obat tertentu yang biasa digunakan pada pasien Lupus dapat mengganggu metabolisme vitamin D sehingga terjadi kekurangan Vitamin D. Obat tersebut misalnya golongan steroid, anti kejang, anti malaria dan golongan penghambat calsineurin .Akan tetapi tidak perlu khawatir secara berlebihan. Berdasarkan indikasi tertentu Rhematologist tetap akan memberikan obat tersebut untuk menjaga kestabilan lupus anda. Solusinya adalah tetap melakukan pemantauan kadar vitamin D secara teratur dan pemberian suplementasi vitamin D.
  • Penggunaan tabir surya dan gangguan pada ginjal yang sering terjadi pada Lupus dapat memperberat kekurangan vitamin D.

 

Apakah ada hubungan kadar vitamin D dan derajat aktivitas penyakit Lupus?

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan kadar vitamin D yang rendah dapat mencetuskan flare/kumat pada Lupus. Kadar yang normal merupakan salah satu faktor yang dapat membuat Lupus menjadi stabil. Tentunya ini hanya merupakan salah satu faktor, masih banyak faktor lain yang berperan pada derajat aktivitas Lupus.

 

Apakah vitamin D berperan pada kekuatan otot pasien Lupus ?

Pada Lupus sering terjadi kelelahan umum  dan kelemahan otot. Reseptor Vitamin D terdapat pada otot. Beberapa studi ilmiah menyokong adanya perbaikan kebugaran secara umum dan kekuatan otot pada Lupus yang mendapatkan suplementasi Vitamin D.

Vitamin D juga berperan dan pencegahan dan pengobatan keropos tulang/osteoporosis pada Lupus.

Pada Lupus sering terjadi osteoporosis. Penyebabnya sangat banyak, misalnya karena sitokin proinflamasi pada lupus, obat-obatan seperti steroid, dan karena kekurangan vitamin D. Vitamin D sangat berperan menjaga kecukupan kalsium didalam tubuh kita lewat pengaturan penyerapan kalsium di usus, dan reabsorbsi di ginjal. Kadar vitamin D yang rendah dapat menstimulasi pembentukan hormon Paratiroid dan menyebabkan reabsorbsi tulang. Kondisi ini adalah pemicu terjadinya osteoporosis. Pada prinsipnya menjaga kecukupan Vitamin D dapat mencegah dan berperan pada pengobatan osteoporosis.

pertahankan vitamin D
Manfaat mempertahankan kadar vitamin D yang normal

Apakah vitamin D dapat mencegah fraktur/patah tulang akibat osteoporosis?

Selain berperan mencegah keropos tulang, vitamin D juga dapat menjaga kekuatan otot. Penelitian ilmiah menunjukkan suplementasi vitamin D dapat menurunkan risiko jatuh 19%, dan menurunkan risiko patah akibat jatuh pada 15-29% pasien.

Vitamin D juga ternyata ada hubungannya dengan penyakit kardiovaskular

Bukti ilmiah menunjukkan kekurangan vitamin D berkaitan dengan kejadian stroke, serangan jantung, kegemukan, dyslipidemia(kolesterol dan trigliserida tinggi), dan diabetes. Penelitian dari National Health and Nutrition Examination survey (NHANES III) memperlihatkan bahwa pasien dengan kadar vitamin D dibawa 20ng/ml , terjadi peningkatan risiko diabetes, hipertensi , kolesterol tinggi dan kegemukan. Semua ini merupakan faktor risiko untuk terjadinya kondisi kardiovaskular ( misalnya stroke dan serangan jantung). Pasien lupus sendiri berisiko terjadi gangguan kardiovaskular. Oleh karena itu mempertahankan kadar vitamin D yang normal pada Lupus dapat membantu mencegah stroke dan serangan jantung.

Ayo periksa kadar vitamin D anda, pertahankan kadar vitamin D normal untuk menunjang kestabilan kondisi penyakit rematik autoimun anda, kesehatan tulang, kekuatan otot dan mencegah gangguan kardiovaskular.

 

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Hidup Sehat dengan Fibromialgia

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Pernahkah anda mengalami nyeri otot yang berkepanjangan? Nyeri terjadi diseluruh tubuh. Mungkin anda penyandang fibromyalgia. Fibromialgia berasal dari Bahasa latin, Fibro(jaringan fibrous), myo (otot), dan algia (nyeri). Fibromialgia sering disalahartikan sebagai radang sendi. Sesungguhnya fibromialgia tidak sama dengan radang sendi, dan fibromialgia tidak menimbulkan radang atau kerusakan sendi. Meskipun demikian fibromialgia bisa menyebabkan nyeri dan gangguan pada aktivitas fisik sehari-hari.

 

Apa sesungguhnya fibromalgia itu dok?

Fibromialgia  adalah suatu kondisi dimana seluruh tubuh terasa nyeri. Nyeri ini terjadi pada penekanan minimal pada otot dimana pada orang normal harusnya tidak merasa nyeri. Penyandang fibromialgia sering mengalami gangguan tidur, kelelahan, gangguan memori, gangguan cemas, depresi, nyeri kepala berkepanjangan, nyeri perut dengan diare atau susah buang air besar (Irritable Bowel Syndrome, IBS).

Fibromialgia bukanlah penyakit autoimun, tetapi penyandang Rematik Autoimun (Lupus, Rheumatoid Arthritis, Sjogren’s Syndrome, Skleroderma, Ankylosing Spondylitis dll) retan terkena fibromialgia. Penyakit ini terjadi pada 2-4% populasi dan lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan laki-laki.

 

Apa penyebab fibromyalgia?

Penyebab pasti fibromyalgia belum diketahui. Beberapa faktor yang berperan misalnya faktor genetik, adanya radang sendi sebelumnya, trauma, dan stress psikologis. Pada kondisi tersebut dapat terjadi penurunan ambang nyeri pada sistem saraf pusat.

 

Bagaimana gejala klinis Fibromialgia?

  • Nyeri adalah gejala utama fibromialgia dan nyeri dapat terjadi diseluruh tubuh.
  • Nyeri terjadi pada penekan ringan pada otot.
  • Badan lemas dan cepat lelah (80-90%), kadang pasien mengeluh sangat lelah dan ingin tidur terus.
  • Gangguan Tidur. Pasien fibromialgia sangat sering mengalami gangguan tidur (lebih dari 90%). Ada yang mengalami susah tidur, namun ada yang bisa tidur namun tidak nyenyak dan bangun dengan kondisi badan tidak segar.
  • Gangguan proses berpikir. Sering timbul brain fog, sering lupa dan kadang sulit mulai belajar hal yang baru.
  • Depresi dan cemas. Depresi dan cemas sering menyertai fibromialgia. Pasien dengan gangguan cemas merasa berdebar-debar, pusing, berkeringat, kesemutan dan kadang timbul serangan panik.
Fibromialgia
Gejala Fibromialgia

Bagaimana dokter menegakkan diagnosis Fibromialgia?

Tidak ada satu tes baik laboratorium maupun pemeriksaan radiologi yang dapat menjadi patokan diagnosis fibromialgia. Ya, tidak ada pemeriksaan untuk diagnosis pasti fibromialgia. Dokter menegakkan diagnosis fibromialgia berdasarkan keluhan anda dan pemeriksaan langsung pada fisik anda. Meskipun demikian dokter sering harus melakukan pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi untuk menyingkirkan kondisi-kondisi yang menyerupai fibromialgia. Kondisi -kondisi yang memberi gejala serupa Fibromialgia adalah:

  • Miopati/gangguan otot
  • Hipotiroid, hormone tiroid yang rendah
  • Keganasan/kanker
  • Osteoartritis
  • Penyakit rematik autoimun misalnya Lupus, Sjogren’s Syndrome, Rheumatoid Arthritis, Skleroderma dan lain-lain.

 

Apakah ada pedoman bagi dokter menegakkan diagnosis Fibromialgia?

American College of Rheumatology (ACR) mengeluarkan suatu pedoman diagnosis fibromialgia untuk membantu dokter menegakkan diagnosis fibromialgia (revisi 2016). Diagnosis fibromialgia dibuat jika memenuhi 3 kriteria yaitu

  1. Widespread pain (WPI) index ≥7 dan Symptom severity scale (SSS) skor ≥5, atau  WPI 4-6, SSS≥9
  2. Nyeri secara menyeluruh, minimal 4 dari 5 regio
  3. Gejala sudah terjadi minimal 3 bulan.

Bagaimana menilai Widespread pain ? (skor 0-19)

Dokter akan melakukan penghitungan daerah yang nyeri pada pasien .  Ada 5 regio yang harus di evaluasi:

  1. Regio atas kanan meliputi bahu kanan, lengan atas kanan dan lengan bawah kanan
  2. Regio atas kiri meliputi bahu kiri, lengan atas kiri dan lengan bawah kiri.
  3. Regio bawah kiri, meliputi panggul kiri, paha kiri dan kaki kiri
  4. Regio bawah kanan, meliputi panggul kanan, paha kanan dan kaki kanan
  5. Regio Aksial, meliputi leher, punggung, pinggang, dada dan perut

Symptom severity scale yang dinilai adalah nyeri kepala, nyeri perut bawah dan depresi. Penilaian ini akan dinilai oleh dokter yang merawat anda.

 

Bagaimana penanganan fibromialgia?

  1. Edukasi Pasien

Anda harus memahami penyakit anda dengan baik. Pemahaman yang baik tentang apa itu fibromialgia dan bagaimana hidup dengan fibromialgia sangat penting untuk anda dan keluarga. Dukungan keluarga turut menunjang kesembuhan penyandang fibromialgia.

2. Latihan Fisik/Olahraga

Penelitian menunjukkan manfaat latihan fisik dalam mengurangi gejala fibromialgia. Latihan fisik dilakukan secara teratur, bertahap sesuai kemampuan pasien. Latihan fisik tidak berbahaya dan sangat bermanfaat untuk penyandang fibromialgia.

Beberapa manfaat latihan fisik adalah :

  • memperbaiki fungsi fisik
  • memberi rasa bahagia dan memperbaiki mood
  • mengurangi nyeri otot
  • memperbaiki performa secara umum/global well  being

3. Cognitive Behavioral Therapy

Suatu bentuk terapi dengan tujuan utama memberikan pemahaman pada pasien bahwa pikiran yang buruk  dapat mempengaruhi nyeri pada fibromialgia. Penting juga dipahami bahwa pencetus fibromialgia adalah gangguan tidur, gangguan mood, stress, serangan panik dan cemas. Dengan memahami hal tersebut pasien akan termotivasi untuk mengubah perilaku mereka. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa CBT dapat memperbaiki fungsi fisik dan mengurangi nyeri pada fibromialgia.

4. Terapi dengan obat.

US Food and Drug Administration (FDA) menyetujui penggunaan beberapa obat untuk fibromialgia. Obat yang dapat mengubah sinyal kimia di otak (epinefrin dan norepinefrin) misalnya duloxetine dan milnacipran. Pregabalin juga dapat digunakan pada fibromialgia. Cara kerja obat ini lewat penghambatan berlebihan sel saraf yang berperan dalam penjalaran nyeri. Apabila dibutuhkan tramadol dapat digunakan dalam jangka pendek untuk mengurangi nyeri, sedangkan NSAID (obat penghilang nyeri) dan steroid terbukti tidak bermanfaat pada fibromialgia.

Beberapa usaha non obat seperti modifikasi diet, akupuntur sudah diuji coba pada fibromialgia, namun bukti ilmiah yang mendukung masih sangat terbatas.

Fibromialgia 2
Tips berdamai dengan Fibromialgia

Bagaimana tips hidup bersama fibromialgia?

  • Cukup Istirahat, tidur yang benar dapat memperbaiki gejala fibromialgia. Usahakan memiliki kebiasaan tidur yang teratur dan bangun pada jam yang sama. Menghindari kafein, alkohol dan coklat pada sore hari karena dapat mengganggu tidur. Hindari olahraga menjelang tidur, dan jangan bekerja di kamar tidur . Jaga kamar tidur tidak terlalu terang.
  • Berolahraga teratur. Meskipun terkadang sulit berolahraga dengan otot yang sakit, namun sebaiknya harus selalu aktif sebisa mungkin. Mulailah dengan aktifitas sederhana seperti jalan pagi dan perlahan-lahan meningkatkan kualitas latihan.
  • Sebagian besar penyandang fibromialgia dapat bekerja normal. Berusaha untuk mengatur jam kerja yang tidak terlalu berat, menggunakan peralatan kerja/kursi yang nyaman.
  • Tidak ada panduan khusus makanan pada penyandang fibromialgia. Dianjurkan mengikuti pola makan sehat banyak buah dan sayuran dan membatasi daging, gula , garam dan lemak jenuh berlebihan. Pola makan sehat akan menghindarkan anda dari problem-problem kesehatan lainnya.
  • Mengendalikan stress dan berusaha untuk selalu bahagia adalah kunci berdamai dengan fibromialgia.

 

Mari mengenal fibromialgia sejak dini,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

DokterRematikAutoimun.com untuk Info Lengkap dan Konsultan Penyakit Rematik Autoimun