Category Archives: Penyakit Autoimun Lain

Penyakit Rematik Tidak Hanya Satu Jenis Saja

Setiap tahun pada tanggal 12 Oktober , kita memperingati World Arthritis Day.

Pada kesempatan ini kita dingingatkan akan pentingnya diagnosis dini dan terapi dini penyakit Rematik Autoimun. Sebagian besar orang menyangka hanya ada 1 penyakit Rematik. Semua keluhan sakit sendi dianggap asam urat tinggi. Solusinya minum obat penghilang sakit yang dijual bebas.

Tentunya hal ini tidak benar. Terdapat lebih dari 100 jenis penyakit Rematik. Beberapa diantaranya cukup serius dan dapat menyerang organ vital jika tidak diobati dengan benar. Oleh karena itu jangan pernah mengabaikan nyeri sendi anda..Konsultasikan keluhan nyeri sendi yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu ke Rheumatologist terdekat.

Sebagai Rheumatologist, saya sering kali bertemu dengan pasien Rematik Autoimun (RA, Sjogren, Lupus, skleroderma) yang terlambat terdiagnosis.

KETERLAMBATAN  itu dapat berakibat :

  • Datang dengan sendi yang sudah bengkok, cacat permanen, tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari yang sederhana (misalnya pada RHEUMATOID ARTHRITIS lanjut)
  • Datang dengan gangguan organ vital (gangguan jantung, paru , ginjal dan otak), misalnya pada LUPUS dan SKLERODERMA yang terlambat diobati
  • Datang dengan  gangguan ginjal/gagal ginjal dan luka lambung/pendarahan lambung. Penyebabnya oleh karena minum obat penghilang sakit sendi/ jamu terus menerus tanpa MENCARI TAU penyebab sakit sendi
  • Datang dengan efek samping steroid (metilprednisolon, prednisone, dll). Steroid yang digunakan dengan dosis yang berlebihan, terlalu lama dan tanpa indikasi bisa berakibat buruk : diabetes, hipertensi, mudah memar, jerawat dan infeksi kulit, berat badan meningkat dll. Banyak yang menggunakan steroid JANGKA PANJANG DOSIS TINGGI  pada keluhan nyeri sendi tanpa mencari tau penyebabnya. Akan tetapi kita tidak perlu takut berlebihan menggunakan steroid jika dibawah pengawasan dokter
  • Dan masih banyak AKIBAT-AKIBAT lain seperti harus berhenti sekolah, di PHK dari tempat kerja, di tinggalkan pasangan/teman/ keluarga. Hal ini terjadi oleh karena keterbatasan /kecacatan akibat terlambat mendapatkan pengobatan.

 

Berita baiknya adalah semua kondisi tersebut bisa ditangani sejak awal…

Ayo kenali gejala awal beberapa penyakit Rematik Autoimun yang sering ditemukan…

Dengan mengenal gejala awal penyakit ini, kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga membantu orangterdekat kita…

INGAT solusi nyeri sendi adalah diagnosis dan terapi yang tepat…

STEROID (metilprednisolon, prednisone dll) atau NSAID (penghilang sakit , misalnya piroksikam, natrium diklofenak, meloksikam dll) hanya menghilangkan gejala sementara tapi TIDAK  dapat mencegah kerusakan sendi/cacat sendi.

Yang paling penting adalah diagnosis dini jenis penyakit rematiknya, dan terapi spesifik sesuai penyakitnya.

Berikut adalah penyakit rematik autoimun yang paling sering dijumpai :

  1. Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit Rematik Autoimun yang paling sering ditemukan. Rheumatologist sangat mengharapkan pasien dapat datang pada kondisi yang sangat AWAL (<3 bulan ) dimana kerusakan sendi/cacat sendi belum terjadi.

Bagaimana gejala awal  RA?

  • Nyeri sendi terutama jari tangan , pergelangan tangan, pada kedua tangan
  • Kaku di pagi hari dan  akan membaik setelah melakukan kegiatan sehari-hari
  • Pergelangan kaki, lutut . siku dan semua sendi dapat terkena pada stadium yang lebih lanjut.

Jika mendapatkan gejala diatas dan menetap lebih dari 2-4 minggu segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan pengobatan.

Gejala awal Rheumatoid Arthritis
Gejala awal Rheumatoid Arthritis

 

2. Apakah penyakit Rematik hanya menyerang orang dewasa?

Penyakit Rematik bisa menyerang anak-anak bahkan bayi. Istilah JIA (Juvenile Ideopatic Arthritis) adalah kelompok penyakit rematik yang menyerang anak kurang 16 tahun. Waspadai keluhan nyeri sendi pada anak, demam berulang,gangguan mata atau bercak-bercak kulit yang sulit sembuh. Konsultasikan dengan Rheumatologist adanya kemungkinan JIA. Diagnosis dini dapat mencegah cacat sendi permanen.

 

3. LUPUS merupakan penyakit rematik autoimun yang dapat menyerang semua organ tubuh.  Gejala awal dapat berupa nyeri sendi, bercak kulit yang menahun, rambut rontok, demam berulang, dan sariawan berulang. Apabila menemukan gejala diatas segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologis untuk mendapatkan diagnosis pasti. Dokter rematik akan melakukan pemeriksaan darah dan urin, foto dada untuk mengetahui keterlibatan organ tertentu. Diagnosis dini sanagatlah penting. Keterlambatan pengobatan dapat berakibat fatal, misalnya gagal ginjal atau gangguan kesadaran karena lupus yang menyerang otak.

 

4. Dermatomiositis (kelainan kulit dan radang otot), biasanya terjadi perlahan-lahan. Dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, akan terjadi kelemahan otot. Keluhan yang paling sering disampaikan seperti sulit bangun jika habis duduk dilantai, kesulitan naik tangga dan sulit menyisir rambut. Nyeri otot tidak selalu terjadi dan biasanya ringan. Dapat terjadi bercak bercak kemerahan pada kulit seluruh tubuh dan bengkak pada mata.

 

5. Vaskulitis adalah istilah untuk kumpulan penyakit dengan gejala utama inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Yang dimaksud dengan pembuluh darah adalah arteri dan vena.

Vaskulitis sangat beraneka ragam. Gejalanya pun berbeda-beda, kadang tidak khas dan menyerupai penyakit lain. Vaskulitis biasanya dicurigai apabila ada suatu penyakit kronis yang melibatkan lebih dari satu organ.

  • Vaskulitis pembuluh darah besar : nyeri di kaki, luka yang tidak sembuh-sembuh, tekanan darah lengan kanan dan kiri tidak sama, dan tidak ada denyut nadi.
  • Vaskulitis Pembuluh darah sedang : benjolan di kulit, luka yang tidak sembuh-sembuh, gangren jari, mononeuritis
  • Vaskulitis pembuluh darah kecil : purpura (bercak kemerahan berupa bintik-bintik), biduran , radang pada ginjal, gangguan paru dan radang mata.
Macam Penyakit Rematik Autoimun
Macam Penyakit Rematik Autoimun

 

6. Spondyloarthritis atau spondiloartropati seronegatif adalah nama KELOMPOK penyakit yang terdiri dari:

  • Ankylosing spondylitis

Gejalanya adalah nyeri pinggang atau bokong yang terutama pada pagi hari dan membaik jika  sudah melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Terutama menyerang laki-laki muda.

  • Artritis Enteropatik

Gejala utama adalah radang usus, misalnya diare berdarah, nyeri perut, berat badan turun. Kemudian dapat disertai nyeri pinggang, radang sendi diseluruh tubuh misalnya lutut , kaki dan ditempat lain.

  • Arthritis psoriatic

Kebanyakan didahului oleh kelainan kulit psoriasis kemudian baru mengalami nyeri sendi. meskipun kelainan sendi yang mengawali kelainan kulit juga bisa terjadi. Biasnya menyerang jari kaki dan jari tangan menimbulkan jari sosis (daktilitis). Dapat juga menyerang panggul, lutut dan pergelangan kaki

  • Arthritis Reaktif

Biasanya didahului oleh infeksi akut di luar sendi (contoh infeksi saluran nafas, infeksi usus, infeksi saluran kencing) .Kemudian terjadi radang sendi, paling banyak mengenai lutut dan  pergelangan kaki. Semua sendi dapat terkena.

  • Undifferenriated Spondyloarthritis

Kelainan mirip dengan spondyloarthritis TETAPI tidak dapat dikelompokkan dalam salah satu klasifikasi diatas.

 

7. Skleroderma adalah penyakit rematik autoimun langka. Sering disebut dengan nama ‘Sistemik Sklerosis’. Skleroderma berasal dari SCLERO artinya keras dan DERMA artinya kulit. Disebut demikian karena kulit yang mengeras merupakan gejala utama Skleroderma. Bagaimana gejala awal skleroderma yang lain?

  • Fenomena Raynaud. Suatu kondisi perubahan warna pada tangan yang bersifat simetris (pada kedua tangan) dan hilang timbul, terutama pada kondisi dingin atau stess emosional. Selain pada tangan , kondisi ini juga bisa terjadi pada kaki, telinga atau wajah. Perubahan ini dimulai oleh warna putih pucat (pada saat sirkulasi terganggu), kemudian menjadi kebiruan (kekurangan oksigen karena penurunan aliran darah) dan kembali menjadi merah (aliran darah kembali normal).
  • Pembengkakan pada jari-jari tangan dapat merupakan gejala awal skleroderma. Jari tangan terutama membengkak pada pagi hari dan membaik disiang hari. Kadang pembengkakan sangat hebat sehingga jari terlihat seperti sosis. Sering ada yang mengeluh tidak bisa menggunakan cincin yang lama.
  • nyeri sendi dan kaku dapat merupakan gejala radang sendi (artritis) pada skleroderma.

 

8. Sjogren’s Sindrome itu?

Ini merupakan suatu penyakit rematik autoimun yang lebih banyak mengenai perempuan. Biasanya pada usia yang lebih tua dari pasien lupus. Kejadian terbanyak pada usia  45 sampai 55 tahun.

Semua organ tubuh bisa terkena,  paling  sering kelenjar air mata dan kelenjar ludah.

  • Pada mata : terjadi gangguan  produksi air mata, gejala mata kering berpasir, gatal mudah infeksi
  • Pada kelenjar ludah terjadi gangguan produksi air ludah, mulut kering mudah infeksi gigi dan gusi serta kesulitan menelan
  • Dapat terjadi pembengkakan kelenjar ludah (lokasinya dibawah telinga)
  • Nyeri dan bengkak pada sendi diseluruh tubuh
  • Inflamasi pada pembuluh darah (vakulitis) diseluruh tubuh misalnya di paru , jantung, hati dan ginjal
  • Mengenai kelenjar keringat pada kulit menyebabkan kulit kering
  • Dapat melibatkan kelenjar submukosa seperti hidung, faring, laring

Mari bagikan pengetahuan ini buat teman dan keluarga anda. Seringkali keterlambatan berobat diakibatkan oleh ketidaktahuan..Mari tingkatkan kewaspadaan kita akan Penyakit Rematik Autoimun… Diagnosis dini akan mencegah kecacatan dan keterbatasan fisik.

 

Wapadai gejala awalnya dan dapatkan diagnosis dini penyakit Rematik Autoimun.

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Vitamin D dan Penyakit Rematik Autoimun (Vitamin D Part I)

Vitamin D saat ini menjadi primadona perbincangan di kalangan medis dan masyarakat umum. Bahkan majalah Time 2007 menyebut vitamin D sebagai top medical breakthrought.

Dahulu kita mengenal Vitamin D dan keterkaitannya dengan tulang dan proses osteoporosis. Namun saat ini vitamin D diteliti secara luas hubungannya dengan kondisi rematik autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, dan bahkan pada kehamilan. Saat ini defisiensi vitamin D dalam situasi berbahaya karena diduga dialami lebih 50 % populasi dunia. Sebagai Rheumatologis saya akrab dengan vitamin D oleh karena sebagian besar penyakit Rematik Autoimun (Lupus, Sjogren, Rheumatoid Arthritis, Skleroderma dll) retan terkena defisiensi vitamin D. Padahal mempertahankan kadar vitamin D dalam batas normal sangat penting dalam pengelolaan penyakit Rematik autoimun.

Apakah perbedaan vitamin D dengan vitamin yang lain?

Vitamin D merupakan vitamin yang dapat diproduksi dalam tubuh manusia. Sangat sederhana cukup dengan bantuan sinar matahari , kulit manusia dengan proses biokimiawi yang cukup rumit memproduksi vitamin D. Terdapat beberapa proses biokimiawi yang berlangsung di tubuh manusia yang melibatkan hati dan ginjal untuk membuat vitamin D yang aktif.

Apa sebernarnya fungsi vitamin D?

Secara rutin Rheumatologis menganjurkan anda memeriksakan kadar vitamin D oleh karena beberapa peran penting vitamin D dibawah ini :

  • Vitamin D berperan membantu sistem imun dalam memerangi infeksi bakteri, virus, jamur dan protozoa
  • Vitamin D berperan dalam regulasi system imun, menghambat produksi sel imun yang berperan dalam inflamasi dan autoimunitas
  • Vitamin D merupakan kunci tulang yang kuat. Vitamin D membantu penyerapan kalsium yang anda konsumsi. Rheumatologist meresepkan Vitamin D bersama kalsium dan obat osteoporosis untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis
  • Vitamin D juga berperan dalam menjaga kekuatan otot sehingga dapat membantu mencegah jatuh terutama pada orang tua
  • Vitamin D berperan penting selama kehamilan.
DokterRematikAutoimun.com - Cek Kadar Vitamin D
Penting Melakukan Cek Kadar Vitamin D

Kadar Vitamin D harus dipertahankan normal selama kehamilan karena vitamin D berperan dalam pembentukkan gigi fetus, tulang fetus dan kemungkinan pertumbuhan dan perkembangan fetus secara umum. Hal ini menyebabkan ibu hamil retan kekurangan vitamin D.

Dok, bagaimana saya tau saya kekurangan vitamin D?

Secara umum kekurangan vitamin D bisa saja tidak bergejala. Beberapa mengeluh nyeri pada otot dan sendi. Ada juga yang mengeluh ototnya lemah sehingga cepat capek.

Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk deteksi defisiensi vitamin D?

Dalam praktek Rheumatologis sehari-hari saya menyebutnya tes vitamin D. Tapi sebernarnya yang diperiksa adalah kadar 25(OH)D. Hanya dengan pemeriksaan darah kita bisa mengetahui apakah kita kekurangan vitamin D atau tidak. Tes ini bisa dilakukan setiap 3 bulan.

Siapakah yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D?

Ada kelompok orang tertentu yang retan mengalami kekurangan vitamin D. Rheumatologis akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi apakah anda berisiko kekurangan vitamin D. Beberapa factor risiko itu adalah:

  • Orang yang berkulit gelap
  • Orang yang bekerja sepanjang waktu di ruangan tertutup
  • Orang yang menggunakan tabir surya sepanjang waktu
  • Orang yang hidup pada daerah tertentu, dimana sinar matahari hamya muncul beberapa jam saja, misalnya Boston, London atau Toronto
  • Orang tua
  • Wanita Hamil
  • Kegemukan
  • Orang yang menggunakan kortikosteroid, obat anti kejang tertentu, rifampisin, obat  HIV dan obat jamur misalnya ketokonazol
  • Penyakit hati dan ginjal kronik
DokterRematikAutoimun.com - Berisiko Kekurangan Vitamin D
Yang Berisiko Kekurangan Vitamin D

Berapa sebernarnya nilai normal vitamin D?

Hal ini masih menjadi perdebatan para ahli. Beberapa organisasi dunia mengelurkan nilai normal yang berbeda-beda. Pada umumnya kadar vitamin D diklasifikasikan berikut ini:

  • Defisiensi                     : <20ng/ml
  • Insufisiensi                  : 21-29ng/ml
  • Sufisiensi (Cukup)   : >30ng/ml
  • Ideal                                : 40-60ng/ml

Dok, berapa rekomendasi konsumsi vitamin D?

Ini adalah kebutuhan rutin untuk setiap orang, tentunya jika anda mengalami defisiensi vitamin D , anda akan membutuhkan dosis yang lebih bear lagi.

  • Anak 0-1 tahun 400IU/d
  • 1-18 tahun 400-600IU/hari
  • 19-50 tahun minimal 600IU/hari
  • 50-70 tahun 600IU/hari
  • >70 tahun 800IU/hari

Jadi, vitamin D merupakan vitamin yang sangat penting tidak hanya untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis, tapi juga berperan dalam pencegahan infeksi dan regulasi sistem imun. Mintalah dokter anda untuk melakukan tes vitamin D dan berikan suplementasi vitamin D untuk mencapai kadar vitamin D yang normal.

 

Mari ketahui kadar vitamin D dalam tubuh kita sejak dini,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

GERD, Asam Lambung yang Mengganggu

Keluhan pada saluran cerna memang kalah populer jika dibandingkan dengan nyeri sendi pada penyakit rematik autoimun.  Namun, bukan berarti jarang ditemukan. Menurut survey, ternyata 70-90% penyandang Lupus, Skleroderma dan Sjogren’s Syndrome pernah mengalami episode GERD sepanjang hidupnya. GERD juga sering ditemukan pada penyakit rematik autoimun yang lain seperti Rheumatoid Arthritis (RA), Ankylosing Spondylitis, dll. Apa sebernarnya GERD itu ? Apakah berbahaya? Mari simak pembahasan dibawah ini.

Apa itu gaster dan esofagus?

GERD adalah singkatan dari Gastroesofageal Reflux Disease. Gaster adalah bahasa latin dari lambung, dan esophagus adalah kerongkongan. Esofagus (kerongkongan) adalah otot yang menghubungkan rongga mulut dengan lambung, otot ini berbentuk seperti pipa. Apakah sudah bisa dibayangkan?  Nah, secara normal ada sedikit isi cairan lambung lambung yang akan naik dan balik ke esofagus. Ini suatu proses normal yang dapat terjadi pada siapa saja?

Jika normal kok bisa membuat masalah dok?

Nah, GERD terjadi jika isi cairan lambung ini mengalami refluks (aliran balik ) ke esofagus , secara berulang dan menyebabkan keluhan yang mengganggu. Cairan lambung mengandung asam lambung yang berpotensi merusak.

Dok dada tengah saya rasa terbakar, kok saya dibilang sakit GERD?

Ada 2 keluhan klasik dari GERD, heartburn dan regurgitasi.

Ya, keluhan HEARTBURN (rasa terbakar/panas di daerah ulu hati menjalar dada tengah) merupakan keluhan yang paling sering ditemukan pada GERD. Lain lagi dengan REGURGITASI, kondisi yang terjadi karena asam lambung naik sesaat ke esofagus. Pasien akan merasa seperti ada sensasi asam dan pahit didaerah lidah. Selain itu juga bisa dirasakan nyeri dada, nyeri ulu hati,gangguan menelan, mual dan muntah.

https://dokterrematikautoimun.com
Gejala pada Gerd

GERD  bisa menimbulkan keluhan di luar saluran cerna.

Penyandang  rematik autoimun (Lupus, Sjogren , Skleroderma , RA dll)  tentu sudah paham jika penyakit diatas tidak hanya menyerang sendi tapi semua organ tubuh bisa terkena. Nah, mirip dengan GERD. Dalam praktek sehari-hari saya sering menemukan orang yang batuk kronik berbulan-bulan dan ternyata disebabkan oleh GERD. Keluhan di luar saluran cerna lain yang dapat disebabkan oleh GERD adalah : radang pita suara, astma, gigi rusak, radang tenggorokan, sinusitis, bahkan radang pada telinga dalam.

Dok, Kondisi apa yang mempermudah  atau mencetuskan terjadinya GERD?

  • Kegemukan
  • Memang ada kelainan anatomi pada esofagus
  • Makanan tertentu, seperti coklat, makanan berlemak, kopi, rokok, alkohol
  • Hormonal, pada wanita hamil dan menopause
  • Obat-obatan tertentu misalnya teofilin, antikolinergik, nitrat, obat hipertensi tertentu (calcium channel blocker)
  • Penyakit rematik autoimun tertentu dapat menyebabkan gangguan pada esofagus oleh karena vaskulitis dan pembentukan jaringan fibrosis (jaringan parut) sehingga menyebabkan gangguan gerakan dari otot esofagus. Akibatnya mudah terjadi aliran balik asam lambung ke esofagus. Kondisi ini lazim ditemukan pada lupus, skleroderna dan gerd.
https://dokterrematikautoimun.com
Tips penderita Gerd

Bagaimana dokter menegakkan diagnosis GERD?

Biasanya dokter akan melakukan wawancara singkat mengenai keluhan anda, berapa sering keluhan itu terjadi dan apakah keluhan tersebut mengganggu. Ada beberapa tes yang dapat dilakukan, misalnya endoskopi saluran cerna bagian atas (untuk melihat kondisi esofagus, ada radang atau tidak), manometri esofagus (untuk melihat otot esofagus), dan monitoring ph (dapat dilakukan selama 24 jam untuk mengamati derajat keasaman di esofagus). Secara sederhana dokter dapat menegakkan diagnosis GERD dengan wawancara, kemudian memberikan obat PPI (Proton Pump Inhibitor), golongan penghambat asam. Jika tidak ditemukan perbaikan dalam 1 atau 2 minggu kemudian harus dilakukan  endoskopi.  Endoskopi harus dilakukan segera jika GERD disertai dengan tanda bahaya (berat badan turun, anemia, muntah darah, berat badan turun dll).

Dok , jika dibiarkan apakah GERD berbahaya?

Apabila dibiarkan dan tidak diobati GERD bisa mengakibatkan :

  • Ulkus (luka dalam) pada esofagus, dapat menyebabkan pendarahan (muntah darah) dan penyempitan pada saluran makanan
  • Barret’s esophagus. Jika tidak mendapatkan pengobatan dalam jangka lama , GERD bisa menyebabkan perubahan pada sel esofagus yang lama kelamaan dapat mencetuskan kanker esofagus
  • Dapat menyebabkan astma, gangguan pernafasan dan gangguan nafas pada waktu tidur (sleep apnea).

Bagaimana pengobatan GERD?

Dokter akan memberikan golongan obat penghambat asam (PPI) selama 8 minggu .Golongan obat ini seperti omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, pantoprazole, rabeprazole. Komunikasikan  dengan dokter anda, dosis dan cara penggunaan obat ini. Beberapa diantaranya harus diminum minimal 30 menit sebelum makan.

Selain minum obat yang dianjurkan dokter apa lagi yang harus saya lakukan dok?

Dibawah ini ada tips sederhana yang pelu diperhatikan untuk menunjang kesembuhan Anda :

  • Turunkan berat badan jika anda kegemukan
  • Pada saat tidur kepala ditinggikan 45 derajat, misalnya dengan menggunakan bantal
  • Hindari makan 2-3 jam sebelum tidur malam
  • Mengenai makanan sangat berbeda antara orang yang satu dengan orang lain. Anda dapat memperhatikan sendiri apakah makan coklat, kopi, alkohol, berbumbu, mint memperburuk gejala anda. Jika iya hindari makanan ini
  • Lebih baik makan porsi kecil beberapa kali dari pada makan dengan porsi besar

 

Salam sehat,
dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

 

Harapan di Tahun 2018 Bagi Penyandang Penyakit Autoimun

Di awal tahun ini, saya ucapkan selamat menyambut tahun 2018. Semoga membawa kebahagiaan dan kesehatan buat kita semua.

Akhir tahun biasanya kita semua memiliki 2 agenda penting,  evaluasi tahun yang sudah lewat dan menyusun rencana untuk tahun yang baru.

Bagi penyandang penyakit rematik autoimun ( lupus,  RA, Skleroderma,Sjogren) tentunya ada segudang resolusi dan harapan untuk tahun yang baru.

Tentunya, resolusi itu bersifat positif misalnya, ditahun yang baru pengetahuan saya mengenai Lupus RA dll harus lebih banyak lagi. Bagaimana bisa tercapai? Tentunya saya harus rajin membaca, rajin ikut seminar kesehatan dan aktif bertanya pada dokter yang merawat..

https://dokterrematikautoimun.com
Pengetahuan tentang Banyak Jenis Penyakit Rematik Autoimun Akan Bermanfaat bagi Anda

Berbicara mengenai mengenai  internet, ada hal-hal  yang harus kita perhatikan agar tidak tertipu oleh hoax. Apa tipsnya?Teruskan membaca..

Target yang lain adalah kita juga harus bermanfaat buat orang lain..Bagaimana caranya? Dengan  membagikan apa itu penyakit rematik autoimun? Misalnya apa itu Lupus? Bagaimana gejalanya?Agar orang lain segera terdiagnosis sebelum terlambat..Kita semua tau jika diagnosis  penyakit rematik autoimun tidak mudah. Sering butuh biaya dan waktu yang lama. Oleh karena itu menjadi tugas kita untuk menyebarkan kewaspadaan ini pada semua orang..

Kita juga semua juga sudah paham bahwa sebagian besar penyakit rematik autoimun belum bisa disembuhkan..Para ahli sedang berusaha ke arah sana.Saat ini target yang ingin dicapai adalah REMISI

Apa itu remisi? Remisi adalah suatu kondisi stabil, dengan gejala klinis yang minimal atau hilang sama sekali, pada pasien yang sedang dalam pengobatan..

REMISI juga bisa dipantau dari hasil pemeriksaan laboratorium

Bagaimana contoh remisi ? Misalnya pada pasien lupus nyeri sendi hilang , kemerahan dikulit membaik, sariawan berkurang.Pada laboratorium hb naik menjadi normal, trombosit yang tadinya rendah menjadi normal, kadar komplemen  c3 dan c4 yang rendah meningkat menjadi normal.Kriteria remisi bisa berbeda pada penyakit yang berbeda.

Lain halnya dengan RA. Pada RA remisi ditandai oleh minimnya gejala nyeri sendi .Pada laboratorium Crp dan LED yang tadinya tinggi menjadi normal kembali.

REMISI adalah cita-cita semua penyandang penyakit rematik autoimun..Bagaimana kita mencapainya?

Tentunya dengan kontrol teratur dengan dokter yang merawat, konsumsi obat sesuai anjuran dan jangan putus obat..

Tips yang lain?

Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, banyak makan buah dan sayur, kurangi gula berlebihan, dan kurangi lemak jenuh, berolahraga teratur, istirahat yang cukup, dan kendali stress yang baik.

Apakah penyandang rematik autoimun bisa diVAKSIN?

Anda perlu mendapat vaksinasi, misalnya saat ini lagi banyak kasus difteri..penyandang rematik autoimun yang sedang stabil, tidak sakit berat, boleh mendapat vaksinasi..konsultasikan dengan dr anda /Rheumatologist anda vaksin apa yang perlu untuk anda(selain difteri ada lagi yang perlu untuk anda).Sebagai Rheumatologist saya juga kadang  lupa pada edukasi vaksinasi..Tapi kita perlu memperbaiki hal ini..

Anda penyandang Lupus ,Skleroderma,Rheumatoid Arthritis..Tahun depan jangan lupa tanya ke dokter anda…Saya perlu vaksin apa?

Hal apa lagi yang mempengaruhi REMISI?

DIAGNOSIS DINI, semakin awal kita terdiagnosis, pada saat kondisi tidak terlalu berat, akan semakin cepat/ mudah kita mencapai remisi..Sebaliknya jika kita terlambat terdiagnosis dan kondisinya terlanjut berat akan semakin sulit remisi tercapai.

https://dokterrematikautoimun.com
Kenali Penyakit Rematik Autoimun Sejak Dini

Misalnya pasien Lupus yang terlambat terdiagnosis , bertemu dengan Rheumatologist sesudah terjadi gangguan ginjal dan otak, akan lebih sulit mencapai remisi dibanding pasien lain yang segera ke Rheumatologist pada awal sakit dan belum ada gangguan organ internal.

Banyak tawaran buat REMISI INSTAN , bagaimana saya menyikapinya?

Tentu saja banyak yang menawarkan kesembuhan instan? pasien rematik autoimun kadang sudah bosan menolak tawaran ini.. Biasanya diminta mengganti pengobatan medis dengan obat lain, makanan tertentu, alat tertentu dan banyak metode lain yang berdasarkan testimoni bisa menyembuhkan penyakit rematik autoimun.

Apa yang harus dilakukan dengan tawaran itu?

Konsultasikan dengan dokter yang  merawat agar anda mendapat penjelasan yang benar. Jangan mudah tergiur bujuk rayu, produk atau metode tertentu yang mengklaim bisa menyembuhkan penyakit rematik autoimun..

Cari tau metode/obat/makanan itu memang benar bisa mengobati??

Ingat metode pengobatan yang benar pasti sudah teruji secara medis dengan jumlah orang yang terlibat sangat banyak..Ini namanya uji klinik.

Kemudian pasti sudah dipublikasikan di jurnal ilmiah dan dapat diakses di internet. Sebagai contoh anda bisa search di internet hidroksikloroquin (plaquenil) untuk Lupus. Anda bisa menemukan banyak studi ilmiah yang dilakukan oleh rheumatologist diseluruh dunia..Kemanfaatan obat ini tidak diragukan lagi..Anda bisa lakukan hal yang sama untuk metotrexat pada Rheumatoid Arthritis, akan keluar publikasi ilmiah rheumatologist diseluruh dunia..

Jadi testimoni atau hanya kesaksian beberapa orang mengenai metode pengobatan tertentu, belum memliki dasar ilmiah yang kuat, sehingga jangan anda percaya. Banyak orang yang malah menjadi berat kondisinya, karena pengobatan medis tertunda/dihentikan  akibat COBA COBA metode pengobatan yang tidak benar.

Akhir kata, jadilah penyandang autoimun yang bijak, patuhi anjuran dokter, banyak belajar dari sumber yang benar.

Sebarkan ‘awareness’ buat orang disekitar kita, bantu mereka mendapatkan diagnosis sedini mungkin..

Jangan sepelehkan NYERI SENDI yang berkepanjangan, bisa saja itu gejala penyakit rematik autoimun yang serius.(Ra,Lupus,Skleroderma,Sjogren dll). Diagnosia dini, terapi dini, memperbaiki kualitas hidup, dan mencegah cacat sendi.

Mari sambut Tahun 2018 dengan semangat yang baru

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

Mari Waspadai Antiphospholipid Syndrome

Saya masih ingat, beberapa hari yang lalu ada seorang wanita yang mendatangi saya. Ia adalah seorang ibu rumah tangga berusia 27 tahun yang telah tiga kali mengalami keguguran. Maksud kedatangannya ini adalah ingin mengetahui apakah ada penyakit autoimun atau penyakit lainnya yang menyebabkan ia mengalami keguguran kandungan berulang kali.

Antiphospholipid syndrome (APS) adalah penyakit autoimun yang banyak ditemukan pada wanita. Pasien dengan sindroma ini membuat antibodi yang tidak normal, yang disebut autoantibodi antifospolipid. Antibodi ini dapat mengganggu proses pembekuan darah yang normal. Antibodi ini juga membuat pembuluh darah menyempit dan struktur menjadi tidak teratur. Akibatnya terjadi pembentukan bekuan di pembuluh darah vena dan arteri. Penyakit ini, bisa berdiri sendiri atau sekunder  akibat penyakit rematik autoimun lain misalnya lupus.

www.DokterRematikAutoimun.com - Antiphospholipid syndrome

Kapan kita mencurigai seseorang menderita sindroma antifospolipid?

Apabila terjadi keguguran berulang atau penyumbatan pembuluh darah arteri dan vena. Contoh penyumbatan arteri misalnya serangan jantung pada usia muda yang tidak ada faktor resiko serangan jantung lain, misalnya tidak merokok, tidak kolesterol tinggi, tidak diabetes. Sedangkan penyumbatan vena yang paling sering ditemukan adalah penyumbatan pembuluh darah vena di paha (deep vein thrombosis).

Apakah penyebabnya?

Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui pasti. Produksi antibodi mungkin dipicu oleh faktor lingkungan misalnya infeksi, terutama pada orang yang memiliki kecenderungan genetik.

Bagaimana diagnosis APS?

Dokter akan meminta tes laboratorium  pada orang yang dicurigai terkena penyakit ini. Ada 3 macam tes yang bisa dilakukan yaitu: Pertama, lupus antikoagulan, IgM dan IgG antibodi anticardiolipin (ACA). Dan ketiga, IgM dan IgG Beta2 glikoprotein.  Ketiga tes tersebut harus diminta karena kadang seorang pasien hanya positif dengan 1 tes saja.

Untuk diagnosis APS salah satu kriteria itu harus positif dan tetap positif pada pemeriksaam 6 minggu berikutnya. Jadi dilakukan 2 kali pengecekan dengan jarak 6 minggu tersebut. Hasil laboratorium  antibodi positif tanpa gejala klinis belum tentu suatu sindroma antifospolipid.  Antibodi ini bisa ditemukan pada  orang normal. Jadi sebaiknya diagnosis ditegakkan  bukan hanya berdasarkan hasil laboratorium  saja,   tapi juga harus ada gejala klinis yang menunjang.

Lalu, bagaimana dengan pengobatannya?

Kebanyakan orang terdeteksi menderita penyakit ini sesudah adanya suatu tanda penyumbatan pembuluh darah misalnya sesudah serangan jantung pada usia muda atau sesudah keguguran berulang, jadi tujuan terapi berikutnya adalah mencegah hal itu terjadi lagi.

Bagaimana Pengobatan APS?

Pengobatan APS tergantung gejala klinis yang muncul. Misalnya pada kondisi terjadi penyumbatan pembuluh darah di vena atau arteri, diberikan heparinisasi secara intravena atau subkutan diikuti oleh pemberian antikoagulan oral warfarin. Selanjutnya akan diberikan antikoagulan jangka panjang untuk menghidari kejadian berikutnya.

Atau misalnya pada kehamilan dengan riwayat keguguran, maka rheumatologist dan dokter kebidanan akan mengatur terapi selama kehamilan. Pemberian heparin disuntik subkutan dan aspirin dosis kecil sejak dimulai kehamilan sampai beberapa waktu sebelum melahirkan. Kedua obat ini  aman untuk ibu hamil dan bayi. Pada sebahagian besar kasus,  terapi ini akan menghindarkan dari keguguran berulang, bahkan sang ibu bisa melahirkan bayi yang sehat. Pada sebagian kecil kasus, yang tidak bisa ditangani dengan terapi standar, dapat diberikan imunoglobulin intravena atau steroid untuk pengobatannya.

Bagaimana jika belum pernah terjadi keguguran dan anda memiliki antibodi yang positif?

Hal ini membutuhkan penilaian khusus oleh rheumatologist dan dokter kandungan Anda. Biasanya beberapa pedoman tidak menganjurkan untuk memberikan suntikan heparin, Hanya diberi aspirin dosis kecil. Pertimbangan khusus diberikan pada pasien dengan resiko terjadinya trombosis (penyumbatan pembuluh darah), misalnya penderita penyakit autoimun seperti lupus, heparin injeksi dapat dipertimbangkan.

www.DokterRematikAutoimun.com - Antiphospholipid syndrome 2
Gambar penyumbatan pembuluh darah vena

Jika sudah positif menderita APS? Apa yang mesti dilakukan?

Sebagian besar orang dengan APS harus mengonsumsi antikoagulan (pengencer darah) seumur hidup. Yang harus diwaspadai adalah risiko pendarahan. Jangan lupa untuk menyampaikan ke dokter setiap kali Anda akan melakukan tindakan medis atau operasi untuk menghindari terjadinya pendarahan paska tindakan.

Orang dengan APS juga dianjurkan untuk mewaspadai faktor resiko tradisional trombosis (penyumbatan pembuluh darah)  lainnya  yang lain seperti diabetes, merokok, kolesterol tinggi, asam urat tinggi, tekanan darah tinggi dan  obesitas. Jadi harus bisa mengendalikan gula darah, kolesterol, asam urat dan tensi yang normal serta mempertahankan berat badan ideal. Pada wanita, sebaiknya hindari kontrasepsi yang mengandung estrogen.

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten