Category Archives: Lupus

Kelainan Paru-paru pada Lupus

Anda pasti sudah sering mendengar tentang kelainan ginjal atau otak pada lupus. Namun mungkin belum banyak yang tahu, lupus bisa menyebabkan gangguan paru-paru. Gangguan paru ini bisa ringan sampai berat dan berbahaya. Teruskan membaca untuk mengenal manifestasi lupus pada paru-paru dan saluran nafas anda.

Sejak Abad ke 19, saat para ahli sudah melaporkan efek lupus pada paru-paru seperti nyeri pada saat bernafas , cairan di rongga paru dan adanya bercak-bercak paru. Kelainan paru pada lupus bisa terjadi pada selaput pembungkus paru (pleura), pada jaringan paru sendiri (parenkim paru), dan pada pembuluh darah paru.

Apa saja Kelainan paru-paru pada Lupus ?

  1. Pleuritis lupus (radang pada jaringan selaput pembungkus paru) dan efusi pleura (cairan pada rongga antara selaput paru dan paru-paru itu sendiri).

Pleura merupakan selaput yang memisahkan paru-paru dengan dinding dada dalam. Cairan yang berlebihan diantara 2 lapisan pleura itulah yang disebut efusi pleura. Kondisi ini  terjadi pada 34% lupus. Efusi pleura pada lupus bisa terjadi oleh karena aktivitas lupusnya, tapi bisa juga terjadi oleh karena infeksi paru, kelainan ginjal atau karena penyumbatan pembuluh darah arteri di paru (emboli paru).

  1. Pneumonitis lupus akut

Suatu kondisi yang jarang terjadi (1-4%). Kondisi ini bukanlah pneumonia (radang paru) biasa .Meskipun gejalanya timbul tiba-tiba seperti radang paru, namun pada Pneumonitis lupus akut, penyebabnya adalah penyakit Lupus itu sendiri, BUKAN oleh karena bakteri, TBC, atau jamur. Pada paru-paru dapat terjadi bercak-bercak ataupun timbunan cairan.

  1. Diffuse Alveolar Hemorrhage

Kondisi ini sangat jarang terjadi (0,5-5,7%), namun kondisi ini sangat berbahaya dan dapat mengancam nyawa jika tidak segera di tangani dengan tepat. Pada kelainan ini terjadi pendarahan pada saluran nafas dan paru. Biasanya kondisi ini sering disertai kelainan ginjal.

Lupus paru
Gangguan paru-paru pada lupus

 

  1. Penumonitis interstisial kronik atau sering disebut Interstisial Lung disease

Kondisi ini lebih sering terjadi pada penyakit Rematik Autoimun lain seperti Skleroderma, Rheumatoid Arthritis, Dermatomiositis, Sjogren dan MCTD. Penyandang lupus yang memiliki  anti-U1-RNP antibody lebih sering terjadi ILD.

  1. Hipertensi Arteri Pulmonal

Hipertensi pulmonal adalah peningkatan tekanan darah pada arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis adalah pembuluh darah besar yang membawa oksigen dari darah ke paru-paru. Akibat hipertensi pulmonal, sedikit darah yang dapat masuk ke paru-paru, sehingga oksigen yang ke aliran darah lewat paru-paru berkurang. Singkat cerita tubuh akan kekurangan oksigen. Sesungguhnya angka kejadian hipertensi pulmonal pada lupus cukup sering 9,3-14%.

Gejala apa yang bisa dirasakan oleh seseorang dengan Hipertensi Pulmonal?

  • Pada tahap awal mungkin tidak bergejala atau sangat ringan sehingga sering diabaikan
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Nyeri dada atau rasa berat dan tertekan di dada
  • Cepat lelah, pusing
  • Sesak nafas terutama jika jalan menanjak
  • Kaki bengkak
  1. Emboli paru

Emboli paru adalah suatu keadaan dimana terjadi penyumbatan arteri pulmonalis. Penyandang  lupus berisiko terjadi emboli paru 20 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan populasi umum. Terlebih lagi penyandang lupus sekitar 30-50% memiliki antibodi antifosfolipid. Adanya antibodi antifosfolipid meningkatkan risiko emboli paru.

  1. Infeksi Paru oleh karena bakteri, virus, jamur dan tuberkulosis.
  2. Kelainan paru lain yang lebih jarang seperti Acute Reversible Hypoxemia dan Shrinking Lung Syndrome.

 

Apakah ada gejala gangguan pernafasan pada pasien Lupus?

  • Nyeri dada pada saat menarik nafas atau membuang nafas
  • Batuk-batuk berkepanjangan
  • Batuk darah
  • Sesak nafas, cepat lelah jika melakukan aktivitas fisik sederhana
  • Demam berulang

 

Apakah gejala gangguan pernafasan pada Lupus selalu berat?

Tidak. Gangguan pernafasan gejalanya bisa sangat ringan sehingga sering diabaikan. Sebaliknya bisa sangat berat, sehingga jika tidak ditangani dalam hitungan jam dapat menyebabkan kematian. Gejala akut biasanya di temukan pada pneumonitis akut, diffuse alveolar hemorrhage, dan emboli paru. Pada udema paru, pasien bisa merasakan sesak nafas hebat tiba-tiba dan langsung kekurangan oksigen dalam waktu singkat. Sedangkan pada ILD, dan pleuritis paru, gejala pasien dapat perlahan-lahan sampai kemudian memberat jika tidak mendapatkan penanganan sejak awal. Penyandang lupus sebaiknya melaporkan semua keluhan yang berhubungan dengan pernafasan seperti batuk, nyeri dada, sesak nafas, kepada dokter yang merawat. Dokter yang merawat yang akan menentukan adakah suatu kelainan paru yang berhubungan dengan lupus, atau hanya infeksi paru .

Lupus dapat menyerang organ tubuh
Beberapa organ tubuh yang dapat terserang lupus

 

Pemeriksaan apa yang dapat dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis gangguan pernafasan pada lupus?

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan darah rutin dan pemeriksaan laboratorium lengkap lainnya yang berhubungan dengan aktivitas penyakit lupus seperti komplemen C3, C4, dan Anti-ds DNA. Ada beberapa tes yang dapat  dilakukan pada penyandang lupus dengan gangguan pernafasan. Misalnya foto thoraks, spirometri, tes volume paru, diffusing capacity of the lungs for carbon monoxide (DLco), High resolution computer CT scan, bronkoskopi, pemeriksaan sputum, ekokardiografi, pemeriksaan biomarker dan kateterisasi jantung kanan. Rheumatologist anda yang akan memilihkan tes apa yang perlu anda jalani. Tes ini tidak perlu dilakukan untuk semua penyandang lupus dengan gangguan pernafasan.

 

Bagaiman penanganan gangguan paru pada Lupus?

Penanganan tergantung pada penyebabnya dan berat ringannya gangguan yang anda alami. Rheumatologist dapat bekerja sama dengan dokter paru dan dokter jantung untuk pengobatan anda. Pada efusi pleura dan pleuritis dapat diberikan kortikosteroid(prednisone, metilprednisolon dll), azatioprin, mikofenolat mofetil, siklofosfamid, immunoglobulin intravena, dan pada kasus tertentu dapat dilakukan plasmapheresis, pemasangan selang di rongga paru dan tindakan bedah jika tidak membaik. Pada kelainan lain seperti lupus pneumonitis akut, ILD, dan diffuse alveolar hemorrhage dapat diberikan siklosfosfamid, azatioprin, mikofenolat mofetil dan kortikosteroid. Pada emboli paru dapat diberikan antikoagulan. Pemilihan obat dan dosisnya tergantung pada berat ringannya penyakit.

 

Tips sederhana untuk gangguan pernafasan pada penyandang lupus:

  • Komunikasikan setiap gejala gangguan pernafasan dengan dokter yang merawat
  • Kontrol teratur dan jangan putus obat tanpa instruksi dokter
  • Berhenti merokok, hindari tempat berpolusi
  • Cobalah untuk tetap aktif, berolahraga teratur sesuai anjuran dokter dan fisioterapis
  • Komunikasikan kondisi anda dengan keluarga dan teman dekat, agar mereka bisa siap sedia jika ada situasi darurat
  • Jika anda mengalami GERD , kendalikan kondisi ini. GERD yang tidak tertangani dapat menyebabkan refluks ke paru dan hal ini tentu saja bisa memperburuk kondisi paru anda.
  • Upayakan untuk mencegah infeksi paru dan saluran pernafasan, diskusikan tentang vaksinasi dengan dokter anda.
  • Upayakan untuk menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk-batuk atau bersin , dan sedang menderita cacar air atau gondongan. Karena anda lebih mudah tertular infeksi virus atau bakteri. Dan biasanya infeksi akan lebih memperburuk gangguan paru anda.

 

Salam sehat dan tetap semangat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

Kortikosteroid, Bagaimana Menggunakan dengan Aman dan Benar?

Obat golongan kortikosteroid (misalnya metilprednisolon, prednisone, hidrokortison)   sangat luas penggunaanya di bidang medis. Tanggapan masyarakat awam pada obat ini beraneka ragam. Ada yang sangat takut , dengan tegas menolak obat ini walau dianjurkan oleh dokter. Disisi lain ada kelompok orang yang menggunakan kelompok obat ini terus menerus tanpa indikasi yang jelas. Tentunya kelompok yang kedua mengobati dirinya sendiri dengan membeli obat bebas di toko obat atau obat tradisional  kemasan yang tidak terstandarisasi. Sebagian jamu yang tidak terdaftar ini mengandung kortikosteroid. Sehingga pasien langsung sembuh dan lupa konsultasi dengan dokter. Tidak jarang kemudian sesudah beberapa bulan konsumsi obat ini, muka menjadi bulat (moon face) dan timbul efek samping lain dari kortikosteroid.

 

Jadi bolehkah saya menggunakan kortikosteroid ?

Kortikosteroid adalah obat yang sangat bermanfaat digunakan pada beberapa penyakit autoimun. Pada sebagian penyakit rematik, kortikosteroid digunakan dalam dosis kecil dan waktu singkat. Akan tetapi pada penyakit rematik autoimun yang mengancam nyawa seperti lupus otak, lupus ginjal berat, atau vaskulitis berat, kita membutuhkan dosis steroid yang cukup tinggi untuk menyelamatkan nyawa. Jadi pada prinsipnya kortikosteroid bisa digunakan asalkan memenuhi 2 prinsip penting :

  1. Indikasi yang benar

Tidak semua penyakit rematik autoimun membutuhkan kortikosteroid. Demikian juga tidak semua nyeri sendi membutuhkan steroid. Oleh karena jangan menggunakan kortikosteroid tanpa petunjuk dokter. Sebagian besar efek samping steroid terjadi karena penggunaan sendiri tanpa indikasi yang jelas. Dan sering kali dibeli bebas di toko obat , atau dikonsumsi dalam bentuk obat tradisional yang tidak terdaftar/belum ada uji klinis.

2. Pengawasan penggunaan kortikosteroid yang benar

  • Pengawasan dosis obat

Kortikosteroid harus digunakan dengan dosis yang tepat dan waktu penggunaan yang benar. Dosis steroid dan berapa lama akan digunakan bergantung pada diagnosis penyakit. Setiap penyakit rematik autoimun memiliki dosis yang berbeda, tergantung jenis penyakitnya dan berat ringan penyakit. Pada Rheumatoid Arthritis dosis bisa berbeda dengan pada lupus. Demikian juga pada lupus berat dosis bisa berbeda dengan pada lupus yang ringan.

  • Pengawasan efek samping obat

Penggunaan kortikosteroid harus dibawa pengawasan dokter ahli. Dosis perlu dipantau dan diturunkan secara bertahap sesuai dengan perbaikan kondisi klinis. Adanya efek samping harus dipantau. Oleh karena itu jangan menggunnakan  kortikosteroid tanpa pengawasan dokter ahli.

kortikosteroid
Gunakan steroid sesuai petunjuk dokter

Apa saja jenis-jenis kortikosteroid ?

Kortikosteroid, contohnya metilprednisolon, prednisone, hidrokortison, adalah obat yang banyak digunakan tidak hanya untuk penyakit rematik autoimun ( lupus,vaskulitis,  RA dll) tapi juga untuk kondisi lain seperti asma, penyakit Addison, kelainan kulit dll. Obat ini bekerja hampir mirip dengan hormon alamiah yang ada ditubuh kita yang diproduksi oleh kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal).

 

Kortikosteroid  tersedia dalam bentuk apa saja?

  1. Sediaan Salep kulit atau kream kulit, biasa digunakan untuk radang pada kulit atau alergi pada kulit
  2. Obat semprot untuk saluran nafas misalnya dalam bentuk inhaler   untuk asma atau obat semprot hidung untuk kasus rhinitis.
  3. Tablet biasa dapat digunakan dalam berbagai kondisi rematik           autoimun , seperti lupus , RA , vaskulitis dll
  4. Obat suntik pada sendi (sediaan intraartikular), dapat digunakan pada suntikan sendi maupun untuk radang pada jaringan lunak.
  5. Obat suntik langsung pada aliran darah ( sediaan intravena). Biasa digunakan pada kondisi akut atau derajat penyakit sedang sampai berat.

 

Apakah efek samping steroid hanya terjadi pada penggunaan minum atau suntik intravena? Betulkah obat inhaler atau obat gosok kulit tanpa efek samping?

Tidak, semua jenis kortikosteroid dapat menimbulkan efek samping jika digunakan tidak bijaksana ( waktu lama tanpa pengawasan dokter).

  • Sediaan salep atau kream kulit dapat menimbulkan penipisan kulit, kadang timbul memar-memar, bercak kemerahan pada kulit, jerawat yang banyak.
  • Sediaan inhalasi dapat menimbulkan jamur pada rongga mulut dan suara menjadi berubah.

 

Bagaimana efek samping kortikosteroid secara umum?

  • Peningkatan risiko infeksi. Penggunaan kortikosteroid meningkatkan risiko terjadinya infeksi virus, bakteri dan jamur
  • Keropos Tulang, kelemahan otot. Penggunaan steroid meningkatkan risiko osteoporosis, tulang menjadi rapuh , akibatnya mudah terjadi patah tulang pada trauma minimal
  • Osteonekrosis tulang, kerusakan tulang oleh karena penggunaan steroid. Paling sering terjadi pada tulang panggul. Oleh karena itu komunikasikan dengan dokter yang merawat jika merasakan nyeri pinggang dan panggul yang berkepanjangan
  • Peningkatan tekanan dan darah, dan kadar gula darah. Jangan lupa periksa gula darah, tekanan darah secara teratur pada penggunaan steroid
  • Peningkatan berat badan dan penampakan Cushingoid, seperti gemuk, timbul benjolan di belakang leher, kulit tipis, memar, bercak-bercak putih/striae, jerawat, timbul rambut pada bagian tubuh yang pada wanita biasanya tidak ditumbuhin rambut ( hirsutrisme)
  • Penekanan produksi alamiah hormon pada kelenjar anak ginjal
  • Pada mata dapat menimbulkan katarak, peningkatan tekanan bola mata
  • Pada kulit dapat menimbulkan penipisan kulit, timbul bintik-bintik seperti jerawat, luka kulit susah sembuh, hiperpigmentasi
  • Komplikasi saluran cerna, seperti radang lambung, tukak lambung atau usus dua belas jari dan pendarahan dari saluran pencernaan. Penggunaan kortikosteroid tunggal sebernarnya hanya meningkatkan sedikit risiko untuk terjadinya gangguan saluran cerna. Namun penggunaan kortikosteroid dikombinasikan obat penghilang sakit (NSAID) akan meningkatkan risiko 4 kali lebih besar untuk terjadinya gangguan ini. Oleh karena itu berhati-hati untuk tidak minum obat penghilang sakit secara berlebihan pada saat menggunakan kortikosteroid.
kortikosteroid 2
Lakukan beberapa pemantauan untuk pemakaian steroid jangka panjang

Bagaimana tips menggunakan kortikosteroid secara aman?

  • Indikasi yang tepat, berdasarkan petunjuk dokter, tidak membeli secara bebas dan menggunakan sendiri
  • Dosis yang tepat dibawa pengawasan dokter. Pengaturan dosis yang benar, diupayakan dosis sekecil mungkin dan diturunkan secara bertahap
  • Memahami efek samping dan melakukan upaya deteksi dini dan pencegahan efek samping. Misalnya upaya mencegah keropos tulang akibat steroid. Cukup konsumsi kalsium dan vitamin D serta menggunakan obat osteoporosis jika ada indikasi. Pemantauan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, kesehatan mata
  • Sebelum prosedur medis misalnya operasi ataupun perawatan rumah sakit oleh karena sebab apapun jangan lupa menyampaikan pada dokter bahwa anda menggunakan steroid jangka panjang. Pada kondisi khusus stress metabolik sering dibutuhkan penyesuaian dosis steroid.

 

Bagaimana penanganan osteoporosis (keropos tulanng) yang dipicu oleh penggunaan kortikosteroid?

Tahun 2017 American College of Rheumatology  mengeluarkan suatu panduan penanganan osteoporosis pada orang dengan penyakit Rematik Autoimun yang menggunakan steroid. Intinya adalah setiap orang yang menggunakan steroid jangka lama harus waspada adanya risiko keropos tulang. Rheumatologist akan menilai secara individu apakah ornag tersebut cukup hanya minum suplemen kalsium dan vitamin D atau membutuhkan obat osteoporosis khusus seperti bifosfonat. Diskusikan kemungkinan pemeriksaan BMD (Bone Mineral Density) untuk deteksi dini osteoporosis. Lakukan terapi osteoporosis untuk mencegah patah tulang akibat osteoporosis.

 

Gunakan Steroid dengan bijak dibawah pengawasan dokter,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Vitamin D dan Hubungannya dengan Lupus

Vitamin D merupakan primadona yang sangat populer di dunia’ pervitaminan’ saat ini. Jika dibandingkan dengan vitamin yang lain, vitamin ini unik karena merupakan vitamin yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia.

Bagaimana pembentukan vitamin D?
Pada saat kulitmu terpapar sinar matahari akan terjadi pembentukkan vitamin D. Vitamin D itu akan dibawah ke hati. Demikian juga vitamin D yang berasal dari makanan dan suplemen akan di bawa ke hati. Di hati vitamin D akan dirubah menjadi 25(OH)D. Apabila dokter menyebut vitamin D , maka yang dimaksud adalah 25 (OH) D. Kemudian oleh ginjal dirubah menjadi bentuk aktifnya 1,25(OH)D. Bentuk aktif ini yang akan banyak melakukan fungsi vitamin D pada tubuh manusia.

Bagaimana pengaruh vitamin D pada sistem imun kita?

  • Vitamin D terikat pada reseptor vitamin D (VDR) dan kemudian siap untuk menjalankan fungsinya.
  • Vitamin D tidak hanya berpengaruh pada metabolisme kalsium tapi juga berperan dalam pertumbuhan sel, perkembangan sel dan pengaturan sistem imun.
  • Reseptor vitamin D juga diekspresikan pada sel-sel imun kita (monosit, makrofag,neutrofil, natural killer cell , sel dendritik dan sel B dan Sel T).
  • Vitamin D membantu sistem imun innate pada reaksi awal melawan infeksi virus bakteri , protozoa. Sistem imun innate adalah sistem imun bawaan, sistem imun non spesifik, sistem imun pertama yang ada sejak manusia lahir. Misalnya pembatas epitel, kulit, kelenjar air mata dan kelenjar air ludah, neutrofil, dendritic, sel Natural Killer, dll.
  • Vitamin D juga berperan pada sistem imun adaptif/sistem imun spesifik ,misalnya sel T dan sel B.
kurang vitamin D
Yang berisiko kekurangan vitamin D

Peran utama vitamin D pada penyakit autoimun melalui:

  • Penghambatan aktivitas dan proliferasi Th1 dan Th17
  • Penurunan produksi sitokin penyebab inflamasi seperti IL-17; IL-12, IL-23
  • Penghambatan sel B dan dan produksi immunoglobulin

 

Berapa kadar vitamin D yang diharapkan?

Saat ini disepakati pada ahli bahwa  kadar vitamin D diatas 30 ng/ml( 80nmol/L) dapat mempertahankan kesehatan tulang  dan berfungsi baik untuk sistem imun kita. Penelitian ilmiah menunjukkan suatu keterkaitan yang kuat antara beberapa penyakit kronik dengan kadar vitamin D misalnya kanker, penyakit autoimun, penyakit kardiovaskular, diabetes dan penyakit infeksi.

 

Bagaimana hubungan vitamin D dengan Lupus?

Kadar vitamin D yang rendah sering ditemukan pada penyandang Lupus. Hubungan vitamin D dengan lupus bisa berlangsung dua arah. Lupus bisa menyebabkan kadar vitamin D  rendah. Disisi lain vitamin D yang rendah diduga mengganggu system imun sehingga dapat mencetuskan Lupus. Proses mana yang terjadi lebih dahulu belum dapat dibuktikan secara ilmiah.

 

Mengapa pada Lupus sering terjadi kekurangan vitamin D?

  • Pada lupus pasien diminta untuk mengurangi paparan sinar matahari. Paparan matahari dapat mencetuskan flare atau kumat pada Lupus. Disamping itu kulit pasien lupus sangat sensitif pada paparan matahari. Sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang sangat baik. Penyandang Lupus harus membatasi paparan sinar matahari, hal ini adalah salah satu penyebab terjadi kekurangan vitamin D pada penyandang Lupus.
  • Obat tertentu yang biasa digunakan pada pasien Lupus dapat mengganggu metabolisme vitamin D sehingga terjadi kekurangan Vitamin D. Obat tersebut misalnya golongan steroid, anti kejang, anti malaria dan golongan penghambat calsineurin .Akan tetapi tidak perlu khawatir secara berlebihan. Berdasarkan indikasi tertentu Rhematologist tetap akan memberikan obat tersebut untuk menjaga kestabilan lupus anda. Solusinya adalah tetap melakukan pemantauan kadar vitamin D secara teratur dan pemberian suplementasi vitamin D.
  • Penggunaan tabir surya dan gangguan pada ginjal yang sering terjadi pada Lupus dapat memperberat kekurangan vitamin D.

 

Apakah ada hubungan kadar vitamin D dan derajat aktivitas penyakit Lupus?

Beberapa penelitian ilmiah menunjukkan kadar vitamin D yang rendah dapat mencetuskan flare/kumat pada Lupus. Kadar yang normal merupakan salah satu faktor yang dapat membuat Lupus menjadi stabil. Tentunya ini hanya merupakan salah satu faktor, masih banyak faktor lain yang berperan pada derajat aktivitas Lupus.

 

Apakah vitamin D berperan pada kekuatan otot pasien Lupus ?

Pada Lupus sering terjadi kelelahan umum  dan kelemahan otot. Reseptor Vitamin D terdapat pada otot. Beberapa studi ilmiah menyokong adanya perbaikan kebugaran secara umum dan kekuatan otot pada Lupus yang mendapatkan suplementasi Vitamin D.

Vitamin D juga berperan dan pencegahan dan pengobatan keropos tulang/osteoporosis pada Lupus.

Pada Lupus sering terjadi osteoporosis. Penyebabnya sangat banyak, misalnya karena sitokin proinflamasi pada lupus, obat-obatan seperti steroid, dan karena kekurangan vitamin D. Vitamin D sangat berperan menjaga kecukupan kalsium didalam tubuh kita lewat pengaturan penyerapan kalsium di usus, dan reabsorbsi di ginjal. Kadar vitamin D yang rendah dapat menstimulasi pembentukan hormon Paratiroid dan menyebabkan reabsorbsi tulang. Kondisi ini adalah pemicu terjadinya osteoporosis. Pada prinsipnya menjaga kecukupan Vitamin D dapat mencegah dan berperan pada pengobatan osteoporosis.

pertahankan vitamin D
Manfaat mempertahankan kadar vitamin D yang normal

Apakah vitamin D dapat mencegah fraktur/patah tulang akibat osteoporosis?

Selain berperan mencegah keropos tulang, vitamin D juga dapat menjaga kekuatan otot. Penelitian ilmiah menunjukkan suplementasi vitamin D dapat menurunkan risiko jatuh 19%, dan menurunkan risiko patah akibat jatuh pada 15-29% pasien.

Vitamin D juga ternyata ada hubungannya dengan penyakit kardiovaskular

Bukti ilmiah menunjukkan kekurangan vitamin D berkaitan dengan kejadian stroke, serangan jantung, kegemukan, dyslipidemia(kolesterol dan trigliserida tinggi), dan diabetes. Penelitian dari National Health and Nutrition Examination survey (NHANES III) memperlihatkan bahwa pasien dengan kadar vitamin D dibawa 20ng/ml , terjadi peningkatan risiko diabetes, hipertensi , kolesterol tinggi dan kegemukan. Semua ini merupakan faktor risiko untuk terjadinya kondisi kardiovaskular ( misalnya stroke dan serangan jantung). Pasien lupus sendiri berisiko terjadi gangguan kardiovaskular. Oleh karena itu mempertahankan kadar vitamin D yang normal pada Lupus dapat membantu mencegah stroke dan serangan jantung.

Ayo periksa kadar vitamin D anda, pertahankan kadar vitamin D normal untuk menunjang kestabilan kondisi penyakit rematik autoimun anda, kesehatan tulang, kekuatan otot dan mencegah gangguan kardiovaskular.

 

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

Kesehatan Reproduksi pada Lupus dan Antiphospholipid Syndrome (APS)

Lebih dari 90% penyandang  Lupus adalah wanita usia produktif, antara 20-30 tahun. Tak heran jika masalah kontrasepsi, kehamilan dan kesehatan reproduksi merupakan topik pembicaraan menarik.

The European League Againts Rheumatism (Organisasi dokter/ Rheumatologist dan pasien rematik di seluruh Eropa) membuat suatu rekomendasi/ pedoman berdasarkan bukti ilmiah tentang masalah reproduksi pada lupus dan APS. Rekomendasi ini menjelaskan tentang kesehatan reproduksi, kontrasepsi, pada pasien lupus dan APS.

Pemilihan metode kontrasepsi yang tepat merupakan topik yang harus anda diskusikan dengan dokter yang merawat. Tujuannya agar kehamilan dapat dimulai pada waktu yang tepat sehingga menurunkan risiko pada ibu dan bayi.

Kontrasepsi apa yang dapat direkomendasikan pada pasien Lupus?

Diskusikan masalah kontrasepsi dengan Rheumatologist dan dokter kandungan anda. IUD (orang awam menyebutnya spiral) cukup aman digunakan pada pasien Lupus. Beberapa penelitian ilmiah menunjukan kontrasepsi dengan kombinasi estrogen dan progestin cukup aman pada pasien Lupus yang stabil/tidak aktif. Akan tetapi pada pasien Lupus dengan Sindroma Antifosfolipid, harus menghindari kontrasepsi hormonal karena meningkatkan risiko thrombosis (penyumbatan pembuluh darah). Terlebih lagi pada pasien Lupus/ APS yang pernah mengalami serangan jantung atau stroke. Pada kondisi ini kontrasepsi hormonal harus dihindari karena meningkatkan risiko stroke berulang.

Reproduksi Lupus
Anda penyandang lupus? Rencanakan kehamilan Anda dengan matang.

 

Dok, saya penyandang lupus dan saya ingin hamil. Apa yang harus saya lakukan?

Pertama anda harus merencanakan kehamilan dengan baik. Bicarakan hal tersebut dengan dokter/Rheumatologist yang merawat. Pertama , anda harus mendapatkan ijin hamil dulu. Ijin ini biasanya diberikan jika anda dalam keadaan stabil/ tidak flare.

Hal apa yang mungkin terjadi pada Lupus dengan kehamilan?

Bukti ilmiah menunjukkan kehamilan pada Lupus berisiko terjadinya prematuritas (kelahiran sebelum waktunya), preeklamsia (tensi naik, kebocoran protein di urin), eklamsia (preeklamsia dan kejang) dan sindroma HELLP (Hemolysis , Elevated Liver enzyme, Low Platelet). Sindoma HELLP merupakan suatu komplikasi kehamilan yang ditandai oleh gangguan hati dan gangguan darah pada lupus.

Para ahli sudah meneliti beberapa hal yang berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan pada lupus seperti:

  • Hamil pada saat lupus sedang aktif /flare
  • Nefritis aktif/ lupus ginjal yang aktif
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Masih menggunakan kortikosteroid dengan dosis setara prednisone > 10-20 mg
  • Menghentikan hidroksikloroquin tanpa sepengetahuan dokter.

Dapat dipertimbangkan untuk menunda kehamilan jika wanita lupus mengalami hal diatas. Selalu diskusikan metode pengobatan dengan dokter yang merawat. Menghentikan hidroksikloroquin (Plaquenil) selama kehamilan dapat memicu kekambuhan  Lupus ( menjadi aktif /flare). Oleh karena itu jangan menghentikan obat berdasarkan asumsi sendiri.

Terapi apa yang dapat diberikan selama kehamilan?

Selama kehamilan hidroksikloroquin (plaquenil), steroid dosis kecil, azatioprin dapat diberikan sesuai indikasi yang ditetapkan oleh dokter. Siklofosfamid, mikofenolat mofetil, metotrexat dan leflunomid harus dihindari selama kehamilan karena berisiko kecacatan pada janin.

Dok , pemantauan apa yang harus dilakukan selama kehamilan?

Reproduksi Lupus 1
Pentingnya pemantaun kehamilan pada penderita lupus.

 

Pemantauan yang harus dilakukan selama kehamilan adalah:

  • Pemeriksaan fisik umum termasuk tekanan darah
  • Pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal, urin
  • Pemeriksaan khusus untuk menilai derajat aktivitas Lupus seperti kadar komplemen C3,C4 dan Anti dsDNA. Rheumatologist akan bekerja sama dengan dokter kebidanan untuk pemantauan ibu dan bayi selama kehamilan.
  • Pemeriksaan USG rutin (Trimester pertama kehamilan 11-14 minggu, Trimester kedua antara 20-24 minggu, trimester ketiga setiap bulan).
  • Ekokardiografi janin dilakukan jika dicurigai ada gangguan jantung pada janin. Wanita lupus dengan anti Ro/SSA dan atau anti La/SSB+ berisiko melahirkan anak dengan Neonatal Lupus (0,7-2%), termasuk Congenital Heart Block (gangguan irama jantung pada janin). Deteksi dini kelainan jantung, pada saat janin dalam kandungan sangat penting. Pengobatan dapat dilakukan pada  ibunya jika ada indikasi khusus.

 

Anda lupus dan sulit hamil?

Beberapa laporan ilmiah menunjukkan pada pasien lupus yang tidak aktif cukup aman untuk melakukan fertilisasi invitro atau usaha memacu ovulasi jika dibutuhkan. Pada pasien Lupus dengan APS dapat diberikan aspirin dan heparin injeksi selama kehamilan.

Bagaimana dengan deteksi  dini kanker pada Lupus?

Secara umum risiko kanker payudara, ovarium, dan dinding rahim pada pasien Lupus tidak berbeda dengan populasi umum. Namun pasien Lupus berisiko tinggi terjadi cervical displasia (perubahan sel pada mulut rahim). Dianjurkan untuk melakukan pap smear rutin setiap tahun. Dapat dipertimbangkan untuk melakukan vaksinasi Human Papiloma virus pada pasien Lupus yang tidak aktif, tetapi harus berhati-hati pada pasien APS yang berisiko tinggi terjadi trombosis.

Itu adalah beberapa rekomendasi yang dibuat berdasarkan penelitian ilmiah. Namun demikian, tetap diskusikan dengan dokter yang merawat setiap tindakan atau prosedur yang akan anda jalani.

 

Persiapkan kehamilan pasien lupus dan APS sejak dini,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

Lupus dan Sistem Saraf (Neuropsikiatrik Lupus)

Kelainan otak atau sistem saraf pada lupus disebut dengan istilah Neuropsikiartik Lupus. Neuropsikiatrik Lupus sering kali merupakan tantangan bagi Rheumatologist. Diagnosisnya tidak mudah dan banyak kelainan lain yang bisa menyerupai Neuropsikiatrik Lupus. Misalnya jika ada keluhan gangguan kesadaran pada lupus , hal-hal seperti infeksi, efek samping obat, faktor psikologis dan metabolik harus disingkirkan. Sehingga untuk sampai pada diagnosis Neuropsikiatrik Lupus banyak pemeriksaan yang harus dilakukan. Sekitar 12-30% pasien Lupus terkena neuropsikiatrik Lupus.

gejala awal lupus
Kenala gejala awal lupus

Apa sesungguhnya Neuropsikiartik lupus itu dok?

Untuk mempermudah orang awam memahaminya, dokter sering menggunakan istilah lupus otak untuk neuropskiatrik lupus. Neuropsikiatrik lupus adalah gangguan pada otak, medula spinalis atau sistem saraf tepi yang terjadi pada pasien lupus. Kondisi ini bisa sangat ringan, sampai pada gangguan kesadaran yang mengancam nyawa.

Gejala apa yang bisa terjadi pada Neuropsikiatrik Lupus?

Pada sistem saraf pusat:

  • Acute confusional state
  • Gangguan kognitif (kemampuan berpikir/intelektual)
  • Nyeri kepala
  • Meningitis aseptik
  • Stroke
  • Mielopati
  • Gangguan gerak tidak normal
  • Sindroma demielinisasi
  • Kejang

Gangguan Psikiatrik

  • Psikosis
  • Gangguan Mood dan kecemasan, bisa terjadi depresi berat dan bisa gangguan cemas

Sistem Saraf Tepi

  • Neuropati perifer
  • Mononeuropati
  • Polineropati
  • Gangguan otonom seperti sulit buang air besar, gangguan berkemih.
gejala neuropsikiartik lupus
Waspadai gejala neuropsikiartik lupus

Wah , ternyata banyak banget ya dok, ?

Ya benar gejala neuropsikiatrik lupus ternyata sangat banyak dan bervariasi. Dan ternyata ada banyak hal yang perlu disingkirkan sebelum menegakkan diagnosis neuropsikiatrik Lupus, seperti infeksi, obat-obatan tertentu, hipertensi, natrium yang rendah, gula darah tinggi atau rendah, demam, kekurangan oksigen, gangguan tiroid, limfoma, fibromialgia, dan gangguan saraf dan jiwa lainnya.

Gangguan apa yang paling sering terjadi, dok?

Dalam praktek Rheumatologist, Acute Confusional State, gangguan kognitif, stroke, depresi, kejang dan polineuropati adalah hal-hal yang sering ditemukan pada pasien Lupus.

Apa itu Acute Confusional State dok?

Ini adalah 30% penyebab orang dengan lupus masuk rumah sakit. Kondisi ini ditandai oleh gangguan kemampuan untuk fokus , disertai gangguan proses berpikir, gangguan mood dan gangguan tingkah laku. Biasanya pasien akan tampak bingung, tidak mengenali orang sekitarnya, gaduh gelisah, tidak bisa berkomunikasi, dan dalam keadaan lanjut dapat terjadi gangguan kesadaran sampai pada koma.

Apa betul orang dengan lupus suka lupa?

Gangguan kognitif atau gangguan proses pikir bisa terjadi pada Lupus (11-54%). Keluhan mudah lupa, sulit berkonsentrasi, dan gangguan proses berpikir dapat terjadi pada lupus. Gangguan kognitif ini bisa ringan, tapi juga bisa berat sampai mengganggu kehidupan sehari-hari. Dimensia juga bisa terjadi pada lupus.

Bisakah stroke terjadi pada wanita muda?

Ya, stroke pada usia muda sering disebabkan oleh lupus. Penyandang lupus berisiko stroke (13-64%).  Pada lupus, stroke penyumbatan lebih sering terjadi dari pada stroke pendarahan.  Gejalanya bervariasi tergantung daerah otak yang terkena, bisa kelemahan tungkai (lumpuh sebelah), kebutaan mendadak, tidak bisa bicara dan bengong atau tidak bisa mengerti pembicaraan orang lain.

Dok , bisakah terjadi gangguan jiwa pada lupus?

Ya pada kasus-kasus tertentu penyandang lupus sempat diduga menderita ganggauan jiwa , sebelum diagnosis lupus ditegakkan. Pada lupus dapat terjadi psikosis (11%) dan gangguan cemas dan depresi (24-57%). Psikosis merupakan gangguan berat pada presepsi kenyataan. Biasanya ditandai oleh waham dan halusinasi. Penyandang memiliki kenyakinan yang bertentangan dengan kenyataan . Misalnya waham curiga merasa orang lain memusuhi, dan memata-matainya padahal hal itu tidak benar. Sedangkan halusinasi adalah merasakan mendengar atau melihat sesuatu yang sebernarnya tidak ada. Pada lupus yang sering terjadi adalah halusinasi pendengaran ( merasa mendengar sesuatu yang sebernarnya tidak ada).

Bagaimana Rheumatologist menegakkan diagnosis lupus cerebral?

Rheumatologist akan melakukan wawancara untuk menyingkirkan sebab lain dari keluhan keluhan pasien. Biasanya akan dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan  yang dilakukan seperti :

  • Pemeriksaan umum :darah rutin (hemoglobin, lekosit, trombosit), fungsi ginjal, fungsi hati, elektrolit(natrium kalium), gula darah, CRP  dan urin
  • Pemeriksaan yang khusus : komplemen c3, c4, CH50, anti dsDNA antibodi,tes antifosfolipid antibodi (lupus antikoagulan, anticardiolipin, anti beta 2 glikoprotein 1)
  • Tes khusus jika ada indikasi : serum antineural antibodi, Anti-ribosomal P antibodi, anti-NMO-IgG antibodi
  • Pemeriksaan cairan sumsum tulang belakang untuk menyingkirkan adanya infeksi
  • Pemeriksaan MRI kepala dan tulang belakang, EEG, USG jantung

Tentunya tidak semua pemeriksaan akan  dilakukan pada pasien neuropsikiatrik lupus, tapi disesuaikan dengan indikasi.

Bagaimana pengobatan lupus neuropsikiatrik dok?

Oleh karena gejalanya sangat beraneka ragam, maka pengobatannya (jenis obat dan dosis obat) bisa berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain. Rheumatologist akan memberikan pengobatan bergantung pada tipe kelainan yang terjadi dan berat ringannya kondisi pasien. Obat yang lazim digunakan pada lupus neuropsikiatrik adalah steroid , siklofosfamid, mikofenolat mofetil, azatioprin, rituximab, hidroksikloroquin dan antikoagulan (pengencer darah ) sesuai dengan indikasi.

Ternyata gejala neuropsikiatrik lupus sangat banyak jenisnya ya. Buat anda penyandang lupus dan buat keluarga penyandang lupus harus waspada gejala-gejala dibawah ini :

  • Perubahan tingkah laku tiba-tiba, gelisah dan tidak mengenal orang sekitar
  • Menjadi pelupa, tidak bisa konsentrasi
  • Kejang
  • Nyeri kepala hebat terus menerus
  • Gejala stroke misalnya kelemahan satu sisi badan
  • Gejala mirip gangguan jiwa, waham dan halusinasi
  • Gerakan tertentu yang berulang-ulang dan tidak normal
  • Kesemutan dalam waktu yang lama
  • Tiba2 gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran

Lupus neuropsikiatrik (lupus otak, lupus cerebral) sering kali merupakan situasi darurat yang mengancam nyawa. Oleh karena itu kenali gejala-gejala awalnya, dan komunikasi dengan dokter yang merawat sesegera mungkin.

 

Take action this May for LUPUS Awareness Month,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

Beberapa Mitos Sekitar Penyakit Lupus

www.DokterRematikAutoimun.com - Beberapa Mitos Penyakit Lupus 2
10 Mei sebagai hari peduli lupus sedunia

Sejak tahun 2004 organisasi lupus diseluruh dunia memperingati tgl 10 Mei sebagai hari Lupus Dunia. Pada tanggal 10 Mei serentak dilakukan kegiatan untuk edukasi pada masyarakat umum akan gejala awal lupus dan bahayanya penyakit ini jika terlambat terdiagnosis. Kitapun bisa melakukan hal yang sama, mari sampaikan pada teman, saudara kita, beberapa fakta tentang Lupus. Edukasi diri kita dan lingkungan kita akan bahayanya Lupus, dan jauhkan diri dari mitos-mitos yang membahayakan. Berikut beberapa mitos Lupus yang harus kita lawan:

Mitos: Diagnosis Lupus berarti akhir dari kehidupan

Saat ini dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, survival pasien lupus jauh lebih baik dibandingkan kondisi beberapa tahun lalu. Dalam 5 tahun pertama lebih dari 95% pasien lupus dapat hidup seperti orang lainnya Keberhasilan pengobatan bergantung pada:

  • Diagnosis dini
  • Kepatuhan berobat

 

Mitos : Lupus tidak bisa disembuhkan jadi tidak usah berobat

Memang benar sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan lupus. Namun demikian bukan berarti odapus tidak perlu minum obat. Tetap patuhi anjuran dokter/Rheumatologis yang merawat. Dengan pengobatan rutin dan pemantauan teratur, inflamasi atau peradangan kronis pada Lupus dapat ditekan. Hal ini bisa mencegah/meminimalkan risiko kerusakan organ seperti ginjal,paru otak dll.

 

Mitos : Odapus yang hidup di negara tropis tidak perlu vitamin D

Pada lupus dan penyakit autoimun yang lain bisa terjadi defisiensi vitamin D. Pemantauan kadar vitamin D harus dillakukan secara rutin.Apabila kurang, dapat diberikan suplementasi vitamin D. Hidup di negara tropis yang berlimpah vitamin D tidak menjamin kecukupan vitamin D anda.

 

Mitos: Odapus yang kekurangan vitamin D tidak perlu minum vitamin D, cukup berjemur saja

Sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang baik, akan tetapi orang dengan lupus dilarang berjemur. Sinar matahari bisa menyebabkan flare atau kumatnya lupus…oleh sebab itu konsumsi suplemen vitamin D adalah solusi yang tepat untuk odapus yang kekurangan vitamin D.

 

Mitos : Lupus tidak ada hubungannya dengan risiko jantung/kardiovaskular lain

Faktanya orang dengan lupus dan penyakit rematik autoimun lain berisiko terjadi ganguan kardiovaskular seperti stoke, serangan jantung.Hal ini terjadi karena:

  1. Inflamasi kronis menyebabkan aterosklerosis dini(penyumbatan pembuluh darah pada usia lebih muda)

2. Sindroma Anti Fosfolipid atau kekentalan darah. Untuk mencegah hal ini , kita perlu mendapatkan pengobatan untuk lupus disertai usaha untuk mengendalikan faktor risiko tradisional lainnnya seperti menjaga berat badan ideal, kadar gula dan kolesterol normal, mengendalikan tensi normal dan berolahraga.

 

Mitos : Odapus tidak bisa hamil

Odapus dapat hamil dan melahirkan anak yang sehat. Tips buat odapus yg mau hamil:

  • Bicarakan sejak awal dengan dokter /Rheumatologist yang merawat tentang keinginan untuk hamil
  • Hamil jika sudah mendapat persetujuan dokter, biasanya pada saat sudah remisi dalam jangka waktu tertentu
  • Komunikasikan obat yang dapat digunakan dalam kehamilan, beberapa obat harus di stop dan diganti pada waktu hamil
  • Kontrol teratur selama hamil ke dokter lupus dan dokter kandungan untuk pemantauan ibu dan bayinya.

 

Mitos: Anak odapus pasti lupus

Hal ini tidak benar. Frekuensi seorang ibu lupus melahirkan bayi dengan lupus kongenital sangat rendah, kurang dari 2% pada ibu dengan anti SSA dan anti SSB positif. Pada ibu lupus tanpa antibodi ini, resikonya lebih kecil lagi.

 

Mitos: Lupus menular

Lupus bukan penyakit menular , bukan juga kanker. Pada keadaan lupus  aktif,  kulit orang lupus sering timbul bercak2 kemerahan.Akan tetapi kondisi ini tidak bisa ditularkan pada orang lain.Jadi jangan takut berdekatan dengan pasien lupus.

www.DokterRematikAutoimun.com - Beberapa Mitos Penyakit Lupus
Kenali gejala lupus sejak dini

Mitos : Pada lupus harus ada bercak merah di pipi (malar rash, butterfly rash)

Butterfly rash adalah salah satu gejala lupus, namum tidak semua orang lupus akan mengalaminya. Lupus disebut penyakit seribu wajah karena berbeda beda gejalanya satu dengan yang lain. Ada orang yang dominan kelainan darah (anemia berat, trombosit turun). Ada pula yang dominan kelainan ginjal (hipertensi, bengkak diwajah dan kaki, kebocoran protein). Gejala gejala ini tidak semua harus ada pada 1 individu.

 

Mitos:  Orang lupus tidak boleh menggunakan kontrasepsi

Pada kondisi tertentu dimana kehamilan belum diijinkan, anda akan diminta untuk menggunakan kontrasepsi. Diskusikan pemilihan kontrasepsi yang tepat dengan dokter kandungan anda. Pada umumnya hindari penggunaan kontrasepsi hormonal pada pasien lupus , terutama pasien lupus dengan APS. Namun masih banyak pilihan metode kontrasepsi lain yang dapat dipilih oleh odapus.

 

Mitos : Minum obat lupus (misalnya hidroksikloroquin, mikofenolat mofetil, azatioprin ) jangka panjang menyebabkan kerusakan ginjal

Faktanya, Ginjal adalah salah satu organ yang dapat diserang lupus. Dengan pengobatan teratur risiko kerusakan ginjal bisa diminimalkan.Jadi obat obat tersebut justru harus diminun terus sesuai petunjuk dokter..Agar odapus terhindar dari komplikasi lupus pada organ organ tubuh. Obat tersebut tidak merusak ginjal, bahkan sering digunakan juga untuk pengobatan lupus ginjal ( nefritis lupus). Jadi jangan ragu untuk minum obat rutin sesuai anjuran dokter/rheumatologist anda.

Kenali gejala awal lupus nyeri sendi berkepanjangan, demam berulang , sariawan yang tidak kunjung sembuh, rambut rontok,kemerahan di kulit terutama wajah..konsultasikan tentang kemungkinan Lupus pada dokter terdekat jika terdapat lebih dari 1 gejala diatas.

Mari Peduli Lupus. Sebarkan pesan ini untuk orang2 disekitar kita. Early Lupus Diagnosis Saves Lives

 

Happy World Lupus Day

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

May is Lupus Awareness Month

Bulan Mei adalah bulan peduli Lupus. Lupus adalah penyakit rematik autoimun dengan gejala yang sangat bervariasi, berbeda-beda pada setiap orang. Pada orang yang satu lupus bisa ringan, tetapi pada orang lain lupus bisa berat dan mengancam nyawa. Walaupun tergolong penyakit yang sangat popular, namun lupus sering terlupakan. Keterlambatan diagnosis bukan hal yang langka. Pemahaman masyarakat dan bahkan praktisi medis akan penyakit ini masih sangat kurang. Kadang diagnosis lupus baru diketahui setelah bertahun-tahun sakit dan kondisi sudah terlanjur memburuk.

Lupus sering terjadi pada siapa?

Penyakit Lupus banyak ditemukan pada wanita muda usia produktif. Wanita 9 kali lebih sering terkena Lupus dibandingkan pada laki-laki. Meskipun lupus terutama menyerang wanita  muda, namun penyakit ini bisa terjadi pada semua kelompok usia termasuk bayi baru lahir dan anak-anak.

Mengapa diagnosis Lupus sering kali tidak mudah?

Tidak jarang dibutuhkan waktu yang panjang dan biaya yang besar sebelum sampai pada diagnosis Lupus. Hal ini terjadi karena sifat lupus yang merupakan penyakit seribu wajah. Pada orang A , lupus bisa timbul pada gangguan kulit dan sendi. Namun tidak jarang pada orang B, ketahuan Lupus setelah mulai bengkak-bengkak akibat gangguan ginjal. Lain lagi dengan orang C yang datang ke UGD dengan gangguan kesadaran dan akhirnya ketahuan Lupus. Itulah serba serbi Lupus.

Walaupun gejala sangat bervariasi , gejala Lupus apa yang paling sering ditemukan?

Dalam praktek sebagai Rheumatologist, lupus sering datang dengan gejala utama nyeri sendi yang berkepanjangan , yang berulang-ulang walau sudah diberikan penghilang sakit. Gejala lain yang menyertai biasanya : rambut rontok, sering sariawan berulang, demam berkepanjangan.

www.DokterRematikAutoimun.com - Lupus 2
Gejala awal Lupus (sumber : NIH publication)

Bagaimana Rheumatologist menegakkan diagnosis Lupus?

Proses diagnosis Lupus membutuhkan kombinasi antara :

  • Pemeriksaan fisik oleh dokter
  • Pemeriksaan laboratorium darah dan Urin
  • Pemeriksaan penunjang lainnya sesuai indikasi seperti foto dada dan USG jantung

Rheumatologis akan melakukan wawancara , jika dinilai gejalanya mengarah ke Lupus akan dilakukan pemeriksaan Laboratorium  lanjutan.

Pada pemeriksaan fisik anda hal apa yang biasa akan dicari?

Rheumatologis akan memeriksa sendi anda untuk memastikan adakah radang sendi secara objektif. Hal ini bisa diperiksa dengan pemeriksaan langsung atau pun dengan menggunakan USG sendi.  Selain sendi akan diperiksa rongga mulut untuk melihat kelainan seperti sariawan yang biasanya tidak sakit pada lupus. Kulit juga merupakan bagian yang sering terkena pada Lupus. Gejala kulit pada Lupus bisa bermacam-macam , namun kemerahan di wajah (Malar Rash) adalah gejala yang paling sering ditemukan.  Rambut juga akan dilihat, biasanya pada Lupus rambut rontok akan membuat rambut jarang dan bisa terjadi kebotakan. Dokter juga akan mencari tanda lain yang bisa ada misalnya cairan pada rongga dada dan rongga perut.

Pemeriksaan laboratorium apa yang harus dilakukan?

Apabila ditemukan adanya kecurigaan Lupus, Rheumatologis akan melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk menegakkan diagnosis Lupus. Pemeriksaan ini misalnya:

  • Tes ANA, Profil ANA
  • Titer Anti-dsDNA
  • Anti-Smith Antibody
  • Komplemen C3, C4, CH50
  • Tes untuk Antifosfolipid Antibody (Lupus Antikoagulan, Anticardiolipin Antibody, Beta2 Glikoprotein )
  • Coomb’s Test

Apakah ANA positif  identik dengan Lupus?

Ini merupakan salah satu pertanyaan favorit yang banyak ditanyakan pasien pada Rheumatologis. Tes ANA bisa positif pada semua penyakit autoimun. Tes ANA juga bisa positif pada orang Normal. Jadi ANA positif tidak identik dengan lupus. Jika ANA postif tapi tanpa disertai gejala klinis yang sesuai, ini berarti BUKAN  Lupus. Jadi apabila mendapatkan tes ANA yang positif, jangan langsung panik dan sedih dulu. Temui dokter terdekat untuk memastikan diagnosis anda.

Organ apa saja yang bisa terkena pada Lupus?

Selain kulit, sendi, rambut dan rongga mulut, Lupus bisa mengenai organ di bawah ini :

a. Sistem saraf, yang terdiri dari:

  • delirium ,gangguan mental akut
  • psikosis
  • kejang

b. Cairan pada rongga paru dan jantung

c. Radang pada selaput jantung

d. Gangguan darah, yang terdiri dari:

  • sel darah putih yang turun
  • trombosit turun
  • sel darah merah yang pecah

e. Gejala Ginjal, yang terdiri dari:

  • kebocoran protein urin
  • darah di urin
  • bahkan terjadinya gangguan ginjal
www.DokterRematikAutoimun.com - Lupus 1
Gejala lupus
(sumber : Lupus Foundation of America)

Bagaimana pengobatan Lupus?

Pengobatan lupus bisa berbeda pada orang yang satu dengan orang yang lain.  Rheumatologist akan memilihkan obat yang tepat buat anda tergantung dari :

  • Gejala yang anda alami
  • Keterlibatan organ tubuh
  • Berat ringannya penyakit
  • Apakah anda sedang hamil atau tidak

Obat yang biasa digunakan pada SLE adalah steroid, hidroksikloroquin, mikofenolat mofetil, azatioprin, siklofosfamid, Agen Biologik seperti belimumab, rituximab pada kondisi khusus.

Sampai kapan saya harus minum obat dok? Apakah Lupus bisa disembuhkan?

Sampai saat ini belum ada obat yang terbukti secara ilmiah dapat menyembuhkan Lupus. Namun demikian, dengan pengobatan dini dan terapi yang teratur penyandang Lupus bisa hidup selayaknya orang normal. Pengobatan dini akan menekan inflamasi kronis sehingga dengan demikian akan mencegah kerusakan organ-organ vital. Pengobatan pasien Lupus bisa berlangsung lama, hanya dosis obat mungkin dapat diturunkan oleh dokter bergantung kondisi anda. Kunci keberhasilan pengobatan lupus adalah diagnosis dini, dan berobat teratur serta ikuti petunjuk dokter. Hadapi Lupus dengan bijak, tetap tenang dan patuhi anjuran dokter anda.

 

Ketahui gejala awal dan diagnosa lupus sejak dini untuk kesehatan Anda,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

Apakah ANA Positif Selalu Berbahaya ?

Tes ANA (Anti Nuclear Antibodies) adalah pemeriksaan yang sangat populer di bidang rematik autoimun. Nama tes ini sangat mudah diucapkan dan diingat. Bisa mirip dengan nama orang atau mirip dengan nama salah satu perusahaan penerbangan ternama. Akan tetapi hasil tes ANA sering membuat pusing tujuh keliling. Begitu mendapatkan hasil yang positif, biasanya akan timbul kesedihan yang mendalam. Timbul pikiran buruk terkena penyakit berbahaya? Apakah benar demikian?

Dalam praktek sebagai Internis Rheumatologis, sangat sering pasien datang dengan panik oleh karena tes ANA yang positif. Sebelum membahas lebih lanjut mengensi tes ANA , fakta dibawah ini penting untuk dipahami :

  1. Tes ANA positif bisa ditemukan pada orang sehat, tidak  menyandang penyakit autoimun apapun.

2. Tes ANA bisa positif pada orang yang mengonsumsi obat tertentu, padahal orang tersebut tidak terkena penyakit rematik autoimun.

3. Tes ANA tidak digunakan untuk chek up, biasanya dokter/Rheumatologist melakukan tes ini berdasarkan dugaan adanya penyakit rematik autoimun.

4. Jangan panik dengan tes ANA, tetap konsultasi dengan dokter untuk interprestasi tes ini. Jangan membuat diagnosis sendiri.

 

Mari mengenal Tes ANA

Kita ketahui bersama tubuh diciptakan dengan suatu sistem. Sistem tersebut disebut sistem imun, memproduksi protein yang disebut antibodi. Antibodi ini akan  bekerja melawan gangguan pada tubuh (misalnya benda asing,virus, bakteri). Pada suatu keadaan antibodi ini salah bekerja. Dia salah mengenal tubuhnya sendiri sebagai benda asing. Dia tidak melawan benda asing , melainkan melawan dirinya sendiri (melawan sel normal tubuh sendiri). Antibodi ini disebut AUTOANTIBODI.

Apa yang dilakukan autoantibodi ?

Autoantibodi menyerang sel tubuh normal, karena dianggap sebagai benda asing/ musuh. Akibatnya dimulailah rangkaian peradangan atau inflamasi yang menyerang tubuh normal..

Jadi dok tes ANA itu sebernarnya apa?

Tes yang sangat populer diminta oleh Rheumatologist, selain Rheumatoid Factor. Tes ini menunjukkan adanya autoantibodi yang menyerang nukleus/inti sel sehingga disebut Antinuclear antibody (ANA).

Dok Tes ANA saya positif , apa artinya?

Adanya autoantibodi secara normal dalam jumlah sedikit dapat ditemukan pada orang sehat. Autoantibodi ini pada keadaan patologis dalam jumlah yang bermakna ditemukan pada beberapa penyakit rematik autoimun seperti:

  1. Rheumatoid Arthritis

2. Lupus

3. Sjogren Syndrome

4. Skleroderma

5. Juvenile ideopatic Arthritis (Penyakit Rematik Autoimun anak).

6. Polimiositis/Dermatomiositis

7. Mixed Connective Tissue Disease (MCTD), penyakit rematik autoimun kombinasi skleroderma, lupus dan polimiositis/dermatomiositis.

8. Hepatitis Autoimun dan banyak penyakit autoimun lainnya.

 

Mengapa ANA tes sangat terkenal dalam proses diagnosis autoimun?

Tes ANA pertama kali ditemukan 1957 pada serum pasien Lupus. Meskipun pada penemuan awalnya antibodi ini berkaitan dengan Lupus, namun saat ini diketahui autoantibodi berkaitan dengan penyakit rematik autoimun lain. Tes ANA sangat sensitif untuk Lupus (lebih dari 95 % lupus positif ANA tes). Sehingga Tes ANA yang negatif bisa membantu menyingkirkan diagnosis Lupus.

DokterRematikAutoimun.com - ANA Test 1
Konsultasikan hasil ANA pada dokter kepercayaan Anda

Apakah ANA positif pasti menyandang penyakit rematik aitoimun tertentu?

TIDAK. Sekitar 15% ANA positif terjadi pada orang normal. Konsultan Reumatologi menegakkkan diagnosis penyakit rematik autoimun (lupus, sjogren, skleroderma dll) tidak HANYA berdasarkan tes ANA positif. Diagnosis Lupus dan penyakit rematik autoimun lainnya, dibuat berdasarkan kombinasi gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. Diagnosis ini biasanya berdasarkan kriteria diagnosis yang dibuat oleh Rheumatologist dunia. Misalnya kriteria diagnosis oleh American College of Rheumatologi (ACR) atau European League (EULAR). Tes ANA yang positif tanpa disertai gejala klinis yang sesuai dapat terjadi pada orang yang sehat. Jadi percayakan penilaian hasil test ANA anda pada dokter. Jangan membuat asumsi sendiri.

Jadi bagaimana jika ANA saya positif?

Terdapat beberapa kemungkinan :

  1. Tidak ada gejala apapun , berarti anda normal.

2. Gejala klinis mengarah pada penyakit tertentu misalnya lupus, sjogren, skleroderma, RA dll. Tentu saja diagnosis harus dibuat oleh seorang dokter.

3. Akibat penggunaan obat tertentu, misalnya hidralazin, sulfadiaxin, prokainamid, isoniazid, metildopa, quinidin, minosiklin, klorpromasin.

Apakah titer ANA yang tinggi menunjukkan beratnya penyakit?

Tidak. Titer ANA yang tinggi tidak menunjukkan beratnya penyakit. Titer ANA juga tidak dapat digunakan untuk memantau keberhasilan pengobatan. Tes ANA akan positif walaupun pasien sudah remisi dan tenang dalam pengobatan. Jadi tidak perlu berulang- ulang melakukan tes ANA jika diagnosis sudah ditegakkan.

Saat ini terdapat lebih dari 30 antibodi antigen nukleus spesifik. Bagaimana pemeriksaannya?

Pemeriksaan ini yang selama ini dikenal sebagai ANA Profile. ANA Profile mendeteksi autoantibodi IgG dalam darah secara spesifik terhadap beberapa antigen.

DokterRematikAutoimun.com - ANA Test
Pentingnya mengetahui ANA Profile

Apa manfaat ANA profil?

Pada orang dengan ANA positif dan memiliki kecurigaan akan penyakit rematik autoimun, pemeriksaan ini dilanjutkan untuk melihat antibodi khusus yang khas untuk tiap penyakit.

Dok, antibodi apa saja itu? Contohnya :

  1. Lupus : Anti dsDNA, Anti Smith

2. Skleroderma : Anti Scl 70, Anti centromer

3. MCTD : U1 RNP

5. Sjogren Syndrome : Anti SSA/Ro dan Anti SSb/La

6. Dermatomiositis : Anti Jo1

7. Vaskulitis : pANCA dan cANCA , dan masih banyak lagi.

Dok, Anti dsDNA saya negatif , saya bukan lupus ya dok? Berarti selama ini saya salah minum obat?

Pendapat ini TIDAK BENAR. Sekali lagi diagnosis Rematik Autoimun tidak hanya berdasarkan hasil laboratorium. Anti dsDNA memang sangat spesifik buat lupus, tapi hanya positif pada 30-70 % pasien Lupus. Jadi tidak semua Lupus akan positif Anti dsDNA. Dan anti dsDNA yang negatif tidak menyingkirkan diagnosis lupus.

 

Mari belajar lebih banyak lagi tentang penyakit Rematik Autoimun,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

Lupus dan Ginjal (Lupus Nefritis)

Lupus merupakan penyakit Rematik Autoimun Sistemik. Dikatakan sistemik karena bisa mengenai semua organ tubuh (SLE, Systemic Lupus Erythematosus). Organ tubuh yang bisa terkena pada Lupus misalnya , ginjal, otak, kulit, paru, jantung, saluran cerna dan semua organ tubuh lainnya.

Dok, apa yang itu Lupus Nefritis?

Lupus Nefritis merupakan kelainan ginjal yang terjadi pada pasien lupus. Kelainan ini bisa ringan tak bergejala, sampai pada Penyakit Ginjal Kronik stadium akhir yang membutuhkan cuci darah.

Seberapa sering lupus Nefritis terjadi pada pasien Lupus?

Data di Amerika (ACR. American College of Rheumatology ) menunjukkan 35 % pasien lupus mengalami gangguan ginjal pada saat AWAL terdiagnosis Lupus. Sekitar 50-60% pasien Lupus akan mengalami Lupus Nefritis selama hidupnya.

www.DokterRematikAutoimun.com - Lupus 1
Gejala lupus (sumber : Lupus Foundation of America)

Apakah kita bisa mencegah Lupus Nefritis?

Terjadinya lupus nefritis bergantung pada latar belakang genetik. Di Amerika lupus nefritis banyak terjadi pada Afrika Amerika dan Hispanics, dan jarang pada kulit putih. Pencegahan lupus nefritis kadang-kadang sulit. Tapi deteksi dini  dan terapi dini akan memperbaiki perlangsungan penyakit. Terapi awal bisa mencegah kerusakan ginjal tahap akhir. Yang dapat anda lakukan adalah berobat teratur sehingga inflamasi/radang kronik bisa ditekan seminal mungkin. Dengan ditekannya radang kronik ini dapat mencegah/meminimalisasi kerusakan ginjal. Jangan putus obat, tidak konsumsi obat bebas yang tidak jelas komposisinya dan tidak minum penghilang sakit secara bebas adalah usaha-usaha yang bisa dilakukan.

Kenapa pasien Lupus tidak boleh putus obat tanpa sepengetahuan dokter?

Jika putus obat dapat terjadi kumat(flare). Pada kondisi ini lupus memburuk dan sangat lazim yang terkena adalah organ vital (ginjal, paru, otak , jantung). Sangat sering terjadi pasien yang sudah remisi (tenang dan stabil dalam pengobatan ) menghentikan sendiri pengobatan tanpa petunjuk dokter dan tidak kontrol lagi. Kemudian dalam periode waktu tertentu pasien datang lagi ke Rheumatologist setelah timbul gejala perburukan misalnya kejang (lupus otak), atau bengkak dan darah tinggi (lupus ginjal).

Apa yang dapat saya rasakan jika mulai terjadi kelainan ginjal?

Keluhan kadang-kadang tidak spesifik. Bisa terjadi udema (pembengkakan ) pada kaki , pergelangan kaki, wajah dan mata. Tekanan darah dapat meningkat. Jumlah dan frekuensi air kencing bisa berkurang. Sering juga disertai tanda lupus aktif yang lain misalnya kemerahan pada wajah, rambut rontok, sariawan yang berulang, dan nyeri sendi.

Apa yang harus dilakukan untuk deteksi dini Lupus Nefritis?

Pada pasien dengan Lupus yang aktif, secara rutin minimal 3 bulan sekali, harus dilakukan pemeriksaan  untuk mendeteksi kelainan ginjal pada Lupus. Dokter akan bertanya tentang frekuensi buang air kecil  dan jumlah urin. Kemudian harus rutin diperiksa tekanan darah dan ada tidaknya bengkak pada kaki. Pemeriksaan urin untuk deteksi kebocoran protein urin (proteinuria), adanya silinder urin dan  darah dalam urin (hematuria).

Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis Lupus Nefritis

  1. Pemeriksaan darah
  • Pemeriksaan ureum kreatinin untuk menilai fungsi ginjal
  • Albumin darah
  • Pemeriksaan rutin lupus pada umumnya : darah rutin, komplemen(C3,C4) dapat menurun, Anti-dsDNA bisa meningkat.

2. Pemeriksaan Urin :

  • pemeriksaan sewaktu urine protein/creatinine ratio >0,5
  • pemeriksaan protein urin dengan tampung urin 24 jam
  • pemeriksaan urin sederhana dapat melihat kebocoran protein, adanya darah (hematuria), atau adanya silinder.

3. Biopsi Ginjal, dilakukan untuk menentukan klas lupus Nefritis, karena masing-masing klas membutuhkan terapi yang tidak sama. INDIKASI biopsi ginjal pada pasien lupus berdasarkan guidelines American College of Rheumatology :

  • Peningkatan kreatinin serum TANPA ada sebab lain ( infeksi, obat yang bisa mengganggu fungsi ginjal, kurang cairan).
  • Proteinuria (kebocoran protein) 1 gram / 24 jam
  • Kombinasi 2 kondisi di bawah ini (2 kali pemeriksaan positif)

a. Proteinnuria >0.5 gram per 24 jam tambah darah (hemaruria) > 5 perlapang pandang.

b. Proteinuria >0.5 gram per 24 jam dan silinder

https://dokterrematikautoimun.com
Deteksi dini nefritis lupus

Apa itu biopsi ginjal?

Biopsi ginjal adalah prosedur pengambilan jaringan ginjal, kemudian di lakukan pemeriksaan mikroskop untuk mengetahui kelainan apa yang terjadi pada ginjal. Pada lupus dengan gangguan ginjal pemeriksaan ini penting untuk dilakukan. Dengan mengetahui tipe kelainan ginjal, pengobatan yang lebih tepat dapat dilakukan.

Berikut ini adalah klasifikasi patologi biopsy ginjal menurut International society of Nephorology  :

  1. Klas 1 : Nefritis Lupus Mesangial Minimal
  2. Klas 2 : Nefritis Lupus Mesangial Proliferatif
  3. Klas 3 : Nefritis Lupus Fokal
  4. Klas 4 : Nefritis Lupus Difus
  5. Klas 5 : Nefritis Lupus Membranosa
  6. Klas 6 : Nefritis Lupus Sklerotik Lanjut

 

Bagaimana penanganan Lupus Nefritis?

Beberapa obat yang lazim digunakan pada lupus Nefritis adalah :

  1. Steroid (misalnya prednisone ,metilprednisolon, )

Dosis yang diberikan tergantung kondisi pasien . Pada kondisi akut dan mengancam nyawa bisa diberikan sampai metilprednisolon 1000 mg perhari. Obat ini dapat diturunkan secara bertahap dengan pengawasan dokter. Minum golongan obat ini tanpa pengawasan dokter dapat mengakibatkan timbulnya efek samping yang merugikan.

  1. Mikofenolat mofetil (cellcept), Micofenolat acid (myfortic), obat ini cukup efektif pada kasus nefrotis lupus dengan efek samping minimal.
  2. Azatioprin
  3. Tacrolimus
  4. Siklofosfamid

Obat ini diberikan secara infus intravena pada kasus tertentu , misalnya klas 3,4,5 atau pada semua kasus yang gagal dengan Mikofenolat mofetil. Pada penggunaan obat ini berpotensi menyebabkan gangguan kesuburan, radang kandung kemih atau kanker kandung kencing. Rheumatologist akan berdiskusi dengan anda mengenai masalah tersebut.

  1. Rituximab

Merupakan anti CD-20 yang bekerja pada limfosit B. Dapat digunakan pada nefritis lupus berat yang tidak membaik dengan siklofosfamid atau mikofenolat mofetil.

Bagaimana obat-obat tersebut digunakan dan pengaturan dosisnya akan di tentukan oleh Rheumatologist bekerja sama dengan Nefrologist.

Bagaimana Kehamilan dengan Lupus Nefritis?

Kehamilan harus dipersiapkan dengan baik. Kehamilan dapat dimulai minimal setelah 6 bulan  remisi dan  harus mendapat persetujuan dokter yang merawat. Pemeriksaan antifosfolipid antibodi harus dilakukan karena sering positif pada penyandang nefritis lupus.

Pada kondisi belum remisi/nefritis lupus aktif , penyandang  harus menunda kehamilan untuk menghindari komplikasi yang berbahaya pada ibu dan anak.

Apakah Lupus Nefritis berbahaya?

Apabila terlambat terdeteksi dan tidak di tangani dengan baik, lupus nefritis bisa menyebabkan penyakit ginjal kronik stadium akhir yang membutuhkan cuci darah rutin. Deteksi dini terapi dini dapat mencegah hal ini.

Tekanan darah saya tidak tinggi , kenapa saya diberikan obat hipertensi?

Hipertensi sering terjadi pada nefritis Lupus. Target tensi adalah <130/80. Tapi meskipun tidak hipertensi, orang dengan lupus sering diberikan golongan ACE inhibitor (kaptopril,enalapril lisinopri dll) atau golongan Angiotensin Reseptor Blocker ARB (losartan, valsartan, irbesartan dll). Tujuannya bukan untuk menurunkan tensi tapi untuk memperbaiki kebocoran protein di ginjal.

Obat apa lagi yang harus saya konsumsi?

Pedoman American College of Rheumatology menganjurkan penggunaan hidroksikloroquin (plaquenil dll) pada semua nefritis lupus kecuali jika ada kontraindikasi. Selain itu juga dapat diberikan obat kolesterol (golongan statin misalnya simvastatin dan atorvastatin ) untuk mempertahankan LDL<100.

Apa yang musti saya hindari pada nefritis Lupus?

Hindari minum penghilang sakit/obat-obat bebas yang berpotensi merusak ginjal. Kurangi paparan sinar matahari. Jangan merencanakan kehamilan  tanpa perencanaan yang baik. Diet yang seimbang, kurangi lemak jenuh. Istirahat cukup, kendalikan stress dan aktif berolahraga sesuai kemampuan fisik.

 

Jangan lupakan chek up fungsi ginjal dan urin  pada pasien Lupus,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Bagaimana Diagnosis Lupus ditegakkan?

Anda seorang dengan Lupus, pasti punya cerita  masing-masing pada awal anda terdiagnosis penyakit tersebut. Banyak yang harus menunggu beberapa tahun untuk tahu kalau dia menderita Lupus. Seringkali banyak biaya sudah dikeluarkan tapi nama penyakitnya pun belum diketahui. Sedikit sekali yang beruntung, dapat terdiagnosis dalam waktu singkat.

Diagnosis lupus memang tidak mudah. Tidak ada satu tes tunggal yang dapat membuktikan anda menderita Lupus atau tidak. Gejalanya pun sangat bervariasi antara satu pasien dengan pasien yang lain. Sehingga penyakit ini sering disebut penyakit seribu wajah.

Rheumatologist berusaha mengembangkan suatu metode diagnosis yang bisa membantu dokter menegakkan diagnosis Lupus.

Pada pertemuan tahunan American College Of  Rheumatologist (ACR), San Diego 2017, ACR dan EULAR (organisasi dokter Rheumatologist Amerika dan Eropa) mengemukakan  kriteria baru diagnosis Lupus.

www.DokterRematikAutoimun.com - Lupus 1
Gejala lupus (sumber : Lupus Foundation of America)

Sebagai orang awam anda juga perlu tau kriteria ini. tentunya tujuannya bukan membuat anda bisa mendiagnosis sendiri penyakit Lupus.Tetapi dengan memahami gejala-gejala Lupus anda bisa waspada dan membantu orang disekitar anda yang memiliki gejala serupa untuk segera mengunjungi rheumatologist.

Bagaimana konsultan Reumatologi menegakkan diagnosis Lupus?

Berdasarkan kriteria baru ini Rheumatologist membuat skore berdasarkan hasil laboratorium dan gejala klinis pasien . Apabila skore lebih mencapai 10 sangat menyokong diagnosis lupus.

Menurut kriteria ini pasien harus memiliki minimal  riwayat ANA positif lebih dari 1:80 dan minimal 1 gejala klinis, dengan total skore minimal 10.

 

Gejala klinis yang mendukung diagnosis adalah :

  1. Gejala konstitusional :
  • demam > 38,3 ◦C(skore 2)
  1. Gejala Kulit
  • rambut rontok/ botak (skore2)
  • sariawan (skore 2)
  • kelainan kulit lupus discoid atau subakut Lupus (skore 2)
  • lupus kulit akut (skore 6)
  • radang sendi lebih dari 2 sendi dengan nyeri tekan  sendi dan kaku pagi hari lebih 30 menit (skore 6)
  1. Gejala Neurologis
  • delirium ,gangguan mental akut(skore 2)
  • psikosis (skore 3)
  • kejang (skore 5)
  1. Gejala Serositis
  • cairan pada rongga paru dan jantung (skore 6)
  • pericarditis akut (skore 6)

5. Gejala Hematologis

  • sel darah putih yang turun (skore 3)
  • trombosit turun (skore 4)
  • hemolisis autoimun (skore 4)

6. Gejala Ginjal

  • kebocoran protein urin >0.5 g/24 jam (skore 4)
  • biopsy ginjal klas II atau V nefritis Lupus(skore 8)
  • biopsy ginjal klas  III atau IV nefritis Lupus (skore 10)

Kriteria pemeriksaan laboratorium meliputi :

Antikardiolipin IgG>40 GPL units atau IgG beta 2 glikoprotein>40 atau lupus antikoagulan positif (skore 2)

  • Kadar c3 atau c4 yang rendah (skore 3)
  • Kadar c3 dan c4 yang rendah (skore 4)
  • Anti-dsDNA positif (skore 6)
  • Anti-Smith antibody (skore 6)
www.DokterRematikAutoimun.com - Lupus 2
Gejala awal Lupus (sumber : NIH publication)

Kriteria ini membantu anda mengenal gejala-gejala awal Lupus. Sehingga diagnosis tidak terlambat. Apabila anda menemukan beberapa gejala tersebut segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologist. Dengan kriteria ini diharapkan dapat mendiagnosis Lupus secara dini. Diagnosis dini mencegah kerusakan organ vital akibat Lupus.

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten