Bagaimana terjadinya Rheumatoid Arthritis?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Para ahli belum bisa menentukan penyebab pasti RA. Belum ada penelitian yang dapat menyimpulkan satu penyebab tunggal RA. Berbagai teori berusaha menjelaskan bagaimana RA terjadi. Kadang-kadang kita memiliki opini masing-masing berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing, yang tentunya tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Pada tulisan ini akan mencoba memaparkan bagaimana terjadinya RA, berdasarkan bukti ilmiah.

Apakah penyebab RA?

Rheumatoid Artritis merupakan suatu penyakit rematik autoimun yang terjadi pada 0,1-0,5% populasi dimana ¾ nya adalah wanita. Walaupun penyebab pasti belum diketahui beberapa penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor lingkungan dan faktor genetik memegang peranan penting. Faktor genetik dalam hal ini HLA-DR berperan dalam terjadinya RA dan beratnya RA. Sedangkan  faktor lingkungan yang berperan pada kecenderungan timbulnya RA adalah merokok, inhalasi silica, infeksi bakteri, virus, mikobakteria dan hormon estrogen.

Bagaimana peran genetik dalam kejadian RA?

Banyak molekul yang berperan dalam kejadian RA , baik HLA-DR ataupun non HLA-DR.

HLA-DR sudah diketahui sejak tahun 1970 berperan pada kejadian RA. HLA-DR4 ditemukan pada 70% orang dengan RA. Orang yang memiliki HLA-DR 4 memiliki kecendurangan 4-5 kali menderita RA dibandingkan dengan populasi normal.

https://dokterrematikautoimun.com
Selain pada jari tangan, RA juga sering menyerang pergelangan kaki

Bagaimana peran faktor lingkungan?

Faktor lingkungan berfungsi sebagai triger (pemicu) yang memicu timbulnya penyakit. Pada orang dengan kecenderungan genetik tertentu, adanya interaksi gen dan lingkungan menimbulkan artritis.

Kuman apa yang diduga berperan dalam timbulnya RA?

Mycoplasma, Parvovirus B19, Retrovirus, Ebstein- Barr Virus,  bakteri enteric, mycobacterium dan porphyromonas gingivalis.

Bagaimana bakteri dapat menyebabkan RA?

Bakteri dapat menyebabkan artritis dengan berbagai cara:

  • mengenai synovium dan menyebabkan inflamasi lokal. Synovium adalah jaringan yang menutupi sendi , dan merupakan target utama penyakit RA.
  • melalui aktivasi sistem imun
  • Micoplasma dapat secara langsung memicu sel T menghasilkan sitokin yang memicu randang sendi.
  • Inflamasi yang berulang-ulang dan pengaruh molekul yang diproduksi bakteri , pada orang yang memiliki kecenderungan genetik dapat mengganggu toleransi sistem imun dan memacu autoimunitas.

Apakah hubungannya RA dan kesehatan mulut?

Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara RA dan bakteri Porphyromonas gingivalis(pg). Bakteri ini merupakan salah satu organisme yang berperan pada penyakit periodontal. Penelitian menunjukkan terdapat kaitan antara penyakit periodontal dengan RA. Pada kondisi terdapat penyakit periodontal yang aktif akan memicu flare /kekambuhan pada RA. Beberapa study memperlihatkan  antibody bakteri yang  meningkat titernya pada RA,  jika dibandingkan pada populasi normal. Selain itu antibodi pg ini berkaitan dengan timbulnya suatu proses citrulinasi yang beperan dalam timbulnya RA.

Bagaimana gejala penyakit periodontal ?

Dapat terjadi pendarahan gusi, erosi dari gusi, erosi gigi sampai pada gigi yang tanggal.

Apa hubungan rokok dengan RA?

Merokok dapat mengaktivasi sistem imun saluran nafas. Pada perokok, protein citrulinated terdeteksi di sampel cairan saluran nafasnya. Protein ini dapat memicu pembentukkan ACPA (anticitrullinated protein antibody). Pada orang yang memiliki kecenderungan genetik , protein ini dapat memicu synovitis pada RA. ACPA atau lebih dikenal dengan nama IgG anti CCP sangat spesifik pada RA (90%) dan dapat terdeteksi awal sebelum timbulnya gejala dan mempengaruhi beratnya RA.

https://dokterrematikautoimun.com
Lutut bengkak berisi cairan dapat ditemukan pada RA

Penyebab RA memang belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi berdasarkan penjelasan ilmiah diatas penyandang RA diingatkan kembali untuk menghindari faktor-faktor yang bisa bisa mencetuskan atau memperberat RA. Hindari merokok, jaga kesehatan dengan makan yang sehat, olahraga teratur untuk menjaga agar tubuh terhindar oleh infeksi virus, bakteri dan jamur. Periksakan gigi secara teratur ke dokter gigi, cegah penyakit periodontal dan obati segera jika ditemukan tanda-tanda penyakit ini.

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *