Tanganku Sering Pucat Kebiruan, Fenomena Raynaud?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Fenomena Raynaud diamati pertama kali oleh Maurice Raynaud (1834-1881) seorang dokter yang mengamati perubahan warna pucat kebiruan pada tangan yang berlangsung berulang-ulang. Bagi anda orang dengan skleroderma kondisi ini mungkin sangat akrab dengan anda (lebih dari 90% skleroderma akan mengalami Raynaud). Hindari faktor pencetusnya dan dan tetap berobat untuk menghindari kedxomplikasi yang berbahaya. Kadang anda bingung, kok saya skleroderma tapi diberikan obat penurun tensi (nifedipin) padahal saya tidak darah tinggi? Atau, kok Rheumatologist saya, memberikan obat yang biasa digunakan pada gangguan ereksi  (sildenafil) padahal saya wanita? Temukan jawabannya di artikel ini.

Apa sebernarnya Fenomena Raynaud itu?

Suatu kondisi perubahan warna pada tangan yang bersifat simetris (pada kedua tangan) dan hilang timbul, terutama pada kondisi dingin atau stess emosional. Selain pada tangan , kondisi ini juga bisa terjadi pada kaki, telinga atau wajah. Perubahan ini dimulai oleh warna putih pucat (pada saat sirkulasi terganggu), kemudian menjadi kebiruan (kekurangan oksigen karena penurunan aliran darah) dan kembali menjadi merah (aliran darah kembali normal).

Komplikasi Fenomena Raynaud, terjadi nekrosis pada jari

Mengapa bisa terjadi kondisi ini?

Kondisi ini terjadi karena gangguan regulasi normal thermoregulatory (pengatur suhu) pembuluh darah dikulit. Otak akan mengirim sinyal melalui sistem saraf simpatik ke pembuluh darah kulit. Jika dingin pembuluh darah akan kontriksi (mengerut), dan akan berdilatasi (melebar) jika panas. Pada Fenomena Raynaud terjadi respon yang berlebihan dari termoregulator di arteri, sehingga menyebabkan respon yang berlebihan jika terpapar udara dingin. Penelitian juga menunjukkan pada  fenomena Raynaud terjadi pelepasan berlebihan molekul vasokonstriksi (misalnya endothelin-1) dan berkurangnya produksi vasodilator (misalnya prostacyclin atau nitrit oksida).

Apa penyakit yang mendasarinya?

Fenomena Raynaud dapat dibagi menjadi 2 :

  1. Fenomena Raynaud Primer, artinya tidak ada penyakit yang mendasari yang mendasari.

Kondisi ini dapat terjadi pada 10-15% orang normal, biasanya berlangsung singkat dan jarang menimbulkan komplikasi. Ada unsur genetik yang mendasarinya dan biasanya terjadi pada wanita dibawah 20 tahun.,tidak berkomplikasi menjadi ulkus atau gangren, dan hasil tes ANA negatif.

  1. Fenomena Raynaud sekunder

Istilah sekunder menunjukkan , fenomena Raynaud terjadi pada orang dengan penyakit lain yang mendasarinya. Paling sering adalah golongan penyakit REMATIK (skleroderma, Lupus, MCTD, Sjogren syndrome, dermatomiositis,vaskulitis, antifosfolipid sindroma),  Penyebab lainnya seperti pekerja yang menggunakan alat yang bergetar, obat golongan simpatomimetik (efedrin, epinefrin), obat migren (ergot), hipotiroid, kanker dan cryoglobulinemia.

Pemeriksaan apa yang harus dilakukan untuk diagnosis Fenomena Raynaud?

Pada saat menemukan fenomena Raynaud, Rheumatologist, akan melakukan tanya jawab yang lengkap untuk mencari gejala penyakit lain yang mendasari. Kemudian berdasarkan pemeriksaan fisik dan tanya jawab, dokter akan meminta pemeriksaan penunjang seperti :pemeriksaan darah lengkap, tes ANA, komplemen C3,C4, fungsi tiroid dan pemeriksaan nail-fold capillaroscopy.

Hal apa yang harus dilakukan untuk mencegah perburukan Fenomena Raynaud?

Menjaga tangan dan anggota tubuh lainnya tetap hangat dengan menggunakan sarung tangan, mengurangi stess emosional (menurunkan tonus simpatik), menghindari rokok, obat simpatomimetik seperti obat pilek yang umum, menghindari obat migren (ergot), dan beta bloker seperti propranolol.

Bagaimana pengobatan fenomena Raynaud?

Pada fenomena Raynaud dokter akan memberikan golongan vasodilator seperti calcium channel bloker (nifedipin, amlodipine). Obat ini sering digunakan sebagai anti hipertensi, tapi untuk kasus Raynaud dokter memberikannya untuk memperbaiki gejala Raynaud. Dapat juga digunakan vasodilator yang lain seperti nitrates phosphodiesterase-5 inhibitors (misalnya sildenafil), obat intravena prostaglandin dan agent simpatolitik ( seperti prazosin). Bosentan (  inhibitor  endothelin-1) dapat digunakan untuk menurunkan risiko ulkus pada pasien skleroderma dengan Raynaud. Beberapa penelitian fenomena Raynaud pada skleroderma, menunjukkan golongan statin (misalnya simvastatin, atorvastatin) dapat menurunkan risiko terjadinya gangren (kematian jaringan) pada tangan.

Apakah komplikasi yang mungkin timbul pada kondisi ini?

Dapat timbul luka karena kekurangan darah di daerah tangan, dan dapat terjadi infeksi pada luka tersebut. Apabila berlanjut dapat terjadi kematian jaringan menjadi kehitaman dan bisa putus secara spontan (autoamputasi). Dengan penanganan dini komplikasi ini dapat diminimalisasikan.

Apa yang harus dilakukan jika tangan membiru dan kehitaman?

Segera berobat karena ini adalah situasi yang sangat berbahaya.

Pada kondisi akut yang mengancam terjadinya gangrene , misalnya jari yang kebiruan tiba-tiba menghitam, obat-obat vasodilator intravena dapat digunakan (vasodilator prostaglandin : alprostadil, epoprostenol, iloprost, treprostinil). Dokter juga akan memberikan heparin intravena pada kondisi iskemik akut. Pada kondisi dimana semua pengobatan tidak berhasil , bedah vaskuler dan proses simpatektomi akan dilakukan.

Fenomena Raynaud, tangan menjadi pucat berbatas tegas pada udara dingin

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *