Apakah Penderita Lupus bisa hamil? Ini Jawabannya

Silahkan bagikan jika bermanfaat

www.dokterRemattikAutoimun.com - Bulan Peduli Penyakit Lupus

Tulisan ini sengaja saya buat khusus untuk semua pasien lupus saya. Terutama bagi mereka yang sedang hamil muda. Sebagaimana yang kita ketahui kehamilan adalah impian setiap wanita setelah mereka menikah. Tapi tidak sedikit yang khawatir dengan kehamilannya jika ia telah menderita penyakit yang tidak bisa disepelekan. Lupus misalnya.

Kita ketahui sebagian besar pasien lupus adalah wanita usia produktif. Sehingga kehamilan merupakan pilihan yang berat baginya. Di satu sisi, sebagai seorang istri ia ingin mempunyai keturunan. Di sisi lain ia khawatir calon buah hatinya akan mengalami gangguan selama kehamilan karena penyakit yang dideritanya.

Saya ingat, ada seorang pasien lupus yang sedang hamil muda, ia sangat bersemangat menjaga kehamilannya dengan tetap memperhatikan kesehatan dirinya. Seperti penderita lupus lainnya, selama masa kehamilan ia menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan lupus dan kehamilannya. Pertanyaan seorang odapus (orang dengan penyakit lupus) wanita biasanya adalah seputar ini:

Apakah pasien lupus bisa hamil?

Sebagai rheumatologist pertanyaan ini paling susah dijawab karena jawabannya sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien. Tidak ada kontraindikasi mutlak kehamilan pada pasien lupus, hanya saja kehamilan pada penderita lupus harus disiapkan secara saksama. Minimal harus diperhatikan dua hal berikut; Pertama, odapus harus dalam kondisi remisi. Remisi artinya tenang dalam pengobatan. Biasanya dianjurkan bisa hamil setelah remisi minimal 6 bulan. Dokter konsultan reumatologi akan menentukan hal ini berdasarkan pemeriksaan fisik, keluhan dan data laboratorium.

Kedua, bagaimana kondisi organ organ tubuh odapus. Pada kondisi tertentu dimana organ tubuh sudah mengalami penurunan fungsi yang berat odapus dilarang hamil kondisi ini misalnya gagal ginjal yang sangat lanjut, gagal jantung berat, gangguan paru dan hipertensi paru berat.

Saya odapus akan menikah, apa seharusnya yang saya lakukan?

Rencanakan kehamilan Anda dengan dokter. Pertama, tanyakan pada rheumatologist anda apakah Anda boleh hamil? Jika kehamilan harus ditunda diskusikan metode kontrasepsi dengan dokter Anda. Jika sudah bisa langsung hamil segera persiapkan kehamilan anda.

Saat ini saya sudah hamil? Saya harus bagaimana?

Anda harus segera memeriksakan diri secara rutin ke dokter rheumatologist dan dokter kandungan Anda. Tidak boleh malas kontrol. Karena kehamilan pada lupus membutuhkan pengawasan ketat. Pengawasan ini meliputi pengawasan fisik secara umum, tekanan darah, parameter laboratorium dll.

Apa risiko kehamilan dengan lupus?

Pasien odapus bisa mengalami flare (kumat, perburukan kondisi) pada saat hamil. Salah satu penyebabnya adalah karena putus obat dan tidak kontrol dengan rheumatologistnya. Odapus harus mempercayakan pemilihan obat dalam kehamilan pada dokter rheumatologis. Pengalaman saya flare banyak timbul pada pasien yang menghentikan sendiri pengobatan rutin lupus tanpa mengikuti anjuran dokter.

Biasanya pasien menghentikan obat karena takut efek samping pada bayinya. Padahal sebaliknya, penghentian obat sendiri tanpa mengikuti saran rheumatologist dapat menyebabkan flare yang berisiko pada bayi dan ibunya. Flare dalam kehamilan ada banyak macamnya yang harus diwaspadai seperti peningkatan tekanan darah, meningkatnya kebocoran protein, perburukan fungsi ginjal, paru dan jantung.

Apakah semua obat lupus berbahaya untuk hamilan?

Steroid dosis kecil (setara prednisone 7.5 mg), hidroksiklorokuin, azatioprin, cukup aman digunakan selama kehamilan asal sesuai indikasi dan dibawa pengawasan rheumatologis.

Pemeriksaan apa yang dibutuhkan selama kehamilan?

Kunjungan rutin setiap 4 minggu sampai minggu ke 28, selanjutnya setiap 2 minggu sampai minggu ke 36, kemudian setiap 3 minggu sampai melahirkan. Perlu diawasi pemeriksaan fisik, tekanan darah, darah rutin, fungsi ginjal, urin untuk melihat kebocoran protein urin, gula darah, albumin, fungsi hati, antibody anti –Ro/SSA dan anti-La/SSBS, kadar komplemen (c3 dan c4), anti-DsDNA, tes untuk antifospolid (lupus antikoagulan, antibodi antikardiolipin). Selain itu ada pengawasan khusus seperti ultrasonografi bayi dan denyut jantung fetal.

Apakah boleh menyusui ?

Odapus boleh menyusui bayinya. Yang perlu diperhatikan ada beberapa obat yang tidak boleh digunakan selama menyusui. Steroid dosis rendah, hidroksikloroquin dapat digunakan dengan aman selama menyusui.

Kesimpulannya, kesuburan pasien odapus sama dengan orang normal. Adapun keberhasilan dan penjagaan kesehatan selama kehamilan bergantung pada persiapan dan pemantauan yang baik sebelum dan selama kehamilan. Tetap ikuti anjuran rheumatologist dan dokter kandungan Anda untuk kesehatan tetap terjaga dan kehamilan yang berhasil hingga proses melahirkan.

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *