Sekilas pandang dari Workshop 18th Singapore society of Rheumatology-Malaysian Society of Rheumatology

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Workshop in Rheumatology 2017

Topik meeting kali ini adalah : Masterclass in scleroderma and myositis.

Tema yang diambil tahun ini adalah New Frontier Old Diseases. Tema ini merefleksikan kemajuan dalam bidang Rheumatologi dalam diagnosis dan terapi, pada penyakit rematik yang sudah lama dikenal (dermatomyositis, scleroderma, Lupus, RA).

Meskipun bukan penyakit baru , banyak diantara kita yang belum mengenal skleroderma dan dermatomyositis. Keduanya merupakan penyakit rematik autoimun yang langka.

Skleroderma suatu penyakit yang ditandai dengan pengerasan pada kulit, biasanya diawali oleh kulit tangan.  Skleroderma atau sistemik sklerosis berasal dari bahasa Yunani (sklero =keras, derma=kulit). Kulit yang menebal dan menjdi keras merupakan salah satu gejala skleroderma yang paling muda dikenali.

Sering juga terjadi perubahan warna pada kulit ( Fenomena Raynaud)  terutama pada cuaca dingin. Fenomena ini melalui 3 fase putih (vasokonstriksi), biru (sianosis) dan kemerahan (rapid blood reflow). Apabila tidak diobati akan terjadi ulkus pada jari bahkan bisa terjadi kematian jaringan (nekrosis). Selain pada kulit, pada skleroderma dapat terjadi fibrosis (pembentukan jaringan parut ) pada seluruh organ tubuh. Organ yang paing muda terkena adalah paru, jantung, ginjal dan saluran cerna.

Diagnosis skleroderma ditegakkan dengan pemeriksaan gejala dan tanda pada pasien dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium khusus pada skleroderma adalah pemeriksaan ANA IF, dan antibodi skleroderma lainnnya seperti  Anti-centromer, Anti –SCL-70, Anti RNA Polymerase III.

Skleroderma merupakan penyakit rematik autoimun sistemik yang dapat melibatkan organ-organ diseluruh tubuh terutama jantung dan paru. Oleh karena itu screening paru dan jantung penting untuk pasien dengan skleroderma. Pemeriksaan paru pada skleroderma antara lain spirometri, Lung Volume Determination, DCLO, dan high –resolution computed tomography (HRCT). Pemeriksaan ini bertujuan menegakkan diagnosis Interstisial Lung Disease suatu kelainan paru pada pasien skleroderma. Pengobatan ILD pada skleroderma dengan steroid, mycophenolate mofetil atau siklofosfamid sesuai dengan berat ringannnya penyakit.

Pasien dengan skleroderma juga setiap tahun harus menjalani screening jantung untuk mendeteksi ada tidaknya hipertensi pulmonal. Screening jantung dilakukan pada semua pasien dan tidak hanya pada pasien yang memiliki gejala seperti sesak nafas atau nyeri dada.

Deteksi ada tidaknya hipertensi pulmonal dengan ekokardiografi dopler dan gold standartnya adalah kateterisasi jantung kanan. Deteksi dini dan pengobatan awal pada pasien dengan hipertensi pulmonal akan memperbaiki kualitas hidup. Pilihan pengobatan adalah dengan analog prostacylin (iloprost), antagonis endothelin (bosentan) dan PDE-5 inhibitor (sidenafil,tadalafil).

Dermatomiositis adalah suatu penyakit rematik autoimun yang pada umumnya melibatkan otot dan kulit.  Sama seperti skleroderma, pada dermatomyositis dapat terjadi kelainan paru dan jantung. Apabila terlambat diobati dermatomiositis dapat menyebabkan kelumpuhan. Gejala dermatomiositis adalah kelainan kulit yang disertai dengan kelemahan otot proksimal. Selain kelainan otot dapat juga terjadi kelainan pada kulit . Kelainan ini misalnya terjadi pembengkakan pada mata dan kemerahan didaerah mata dan wajah (heliotrop rash), atau bintik dan kemerahan pada jari tangan (grotton papul),

Kelemahan ini ditandai dengan kesulitan mengangkat tangan, tidak bisa sisiran dan kesulitan pada saat naik tangga. Perjalanan sakit ini terjadi perlahan-lahan, setelah beberapa bulan semakin memberat. Agak berbeda dengan stroke yang dalam beberapa jam dapat terjadi kelumpuhan total.

Diagnosis dermatomiositis ditegakkan oleh Rheumatologist setelah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, EMG, MRI dan dengan biopsi otot.

Dokter rematik akan melakukan pemerikaan fisik untuk menilai pola kelemahan otot.

Meskipun tidak selalu disertai kanker tapi sering kelainan dermatomiositis ini dapat merupakan kelainan awal sebelum kanker. Sehingga harus dilakukan screening precancer pada setiap pasien dengan dermatomiositis.

Pengobatan dermatomiositis dengan steroid, methotrexate,azatioprine, mycophenolate mofetil, cyclosporine A.

dokterrematikautoimun.com

 

 

dokterrematikautoimun.com 1

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Mau Mengenal Gejala dan Macam Penyakit Rematik Lebih Dekat?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Penyakit rematik merupakan keluhan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit ini mencakup kelainan pada tulang, sendi, otot dan jaringan lunak disekitarnya. Namun sayangnya pemahaman masyarakat luas tentang penyakit reumatik masih sangat kurang. Sehingga sebahagian besar dari penderitanya datang terlambat.

Karena itu kali ini penting bagi kita untuk mengetahui bahwa sebenarnya Penyakit rematik dapat disebabkan oleh lebih dari 100 jenis penyakit. Sayangnya, biasanya orang awam menganggap rematik hanya satu penyakit saja. Padahal sejatinya masing-masing penyakit rematik memiliki sebab yang berbeda-beda dan cara pengobatannya juga berbeda. Sebab itu perlu pemahaman terhadap gejala awal penyakit rematik, karena hal ini akan meningkatkan kecepatan diagnosis dan mencegah keterlambatan terapi.

Gejala rematik yang mudah dirasakan adalah nyeri sendi atau otot. Apabila rasa nyeri ini menetap lebih dari 2 minggu sebaiknya segera berkonsultasi pada  Konsultan Reumatologi untuk menentukan penyebabnya. Tapi nyeri sendi bukan satu-satunya gejala penyakit rematik, karena pada Penyakit rematik autoimun bisa menyerang organ tubuh yang lain. Contohnya penyakit Lupus gejala awalnya selain nyeri sendi dapat disertai kemerahan di kulit, sering sariawan, rambut rontok, pucat, bahkan gangguan ginjal dan paru. Contoh lain adalah skleroderma, suatu penyakit dengan gejala kulit mengeras.penyakit ini dapat disertai oleh gangguan jantung dan paru. Bahkan penyakit rematik yang umum seperti asam urat dapat datang dengan keluhan batu ginjal

Yang patut menjadi perhatian adalah Penyakit rematik dapat mengenai segala lapisan usia. penyakit rematik bisa menyerang bayi misalnya neonatal lupus, serta anak dan remaja  misalnya  juvenile ideopatik arthritis. Lupus lebih banyak mengenai usia produktif 20-30 tahun. Sedangkan Artritis Reumatoid umumnya menyerang usia 40-an. Pada orang tua biasanya terkena osteoartritis atau pengapuran sendi.

Penyakit rematik memiliki keistimewaan tersendiri. Proses diagnosisnya membutuhkan kombinasi gejala klinis dan pemeriksaan penunjang (laboratorium dan radiologi). Beberapa penyakit rematik yang sering ditemukan adalah artritis rheumatoid, osteoartritis (pengapuran), gout (rematik asam urat), lupus, vaskulitis dan penyakit rematik luar sendi (penyakit rematik jaringan lunak).

Berikut penjelasan singkat mengenai beberapa penyakit rematik yang sering ditemukan di masyarakat kita. Artritis Reumatoid, adalah penyakit rematik yang banyak meyerang perempuan . Gejala awal penyakit ini adalah nyeri sendi terutama pada jari tangan. Nyeri terutama dirasakan pada pagi hari, disertai kaku sendi di pagi hari. Pengobatannya, pertama, dengan obat untuk menghilangkan nyeri dan kaku. Biasanya golongan ini hanya penghilang sakit sementara. Kedua, adalah obat yang paling penting yaitu obat yang dapat mencegah kerusakan /cacat sendi permanen. Golongan obat ini disebut obat rematik khusus seperti metotrexat, sulfasalasin, hidroksikloroquin, dan golongan agen biologik.

Osteoartritis atau pengapuran sendi (menurut orang awam), adalah penyakit tulang rawan sendi yang banyak diderita orang tua. Penyebabnya antara lain karena kegemukan, riwayat cedera sendi sebelumnya, usia tua dan penggunaan berlebihan.

Gout adalah penyakit karena asam urat yang berlebihan. Gejalanya nyeri sendi hebat tiba-tiba yang akan membaik dalam beberapa hari. Apabila tidak diobati dapat terjadi penumpukan asam urat di kulit dan sendi yang disebut tophus. Asam urat juga dapat menimbulkan batu ginjal dan kerusakan ginjal.

Lupus merupakan penyakit rematik autoimun yang dapat menyerang organ disuluruh tubuh.  Gejala awal dapat berupa nyeri sendi, bercak kulit yang menahun, rambut rontok, demam berulang dan sariawan berulang.

Vaskulitis adalah penyakit rematik yang disebabkan oleh peradangan pembuluh darah. Gejalanya biasanya adalah luka atau borok yang kambuhan pada kulit. Selain mengenai kulit, vaskulitis juga bisa mengenai organ diseluruh tubuh misalnya ginjal dan otak.

Penyakit rematik luar sendi adalah penyakit rematik yang mengenai jaringan lunak disekitar sendi, misalnya tendon, bursa dan ligament.

Menanggapi kebiasaan masyarakat yang merasa cukup dengan mengonsumsi jamu, perlu diingat bahwa sebagian besar obat tradisional belum teruji secara ilmiah. Hanya sebagian kecil yang sudah teruji dan terdaftar secara resmi. Apabila belum teruji berarti komposisinya belum tentu tepat. Akibatnya, dampaknya bukan saja seringkalli tidak bermanfaat, tapi juga bisa menyebabkan gangguan ginjal dan pendarahan lambung.

Banyak juga para wanita yang mengeluhkan dampak dari Osteoporosis. Alangkah baiknya kita tahu bahwa osteoporosis adalah penyakit keropos tulang yang menyebabkan tulang lebih mudah patah meskipun pada trauma ringan, seperti kepeleset di kamar mandi bahkan karena ini bias menyebabkan patah tulang panggul.

Pencegahannya, dilakukan diagnosis osteoporosis yang ditegakkan dengan menggunakan alat Bone Densitrometri. Alat ini akan menunjukkan adanya penurunan kepadatan tulang sebelum tulang patah. Lebih lanjut osteoporosis bisa diperbaiki dengan suatu obat khusus, misalnya bifosfonat, bukan hanya dengan konsumsi kalsium saja. Jadi, konsumsi kalsium dan vitamin D tetap dibutuhkan tapi bukan sebagai obat utama yang bisa menyembuhkan osteoporosis.

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

DokterRematikAutoimun.com untuk Info Lengkap dan Konsultan Penyakit Rematik Autoimun