Kesehatan Reproduksi pada Lupus dan Antiphospholipid Syndrome (APS)

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Lebih dari 90% penyandang  Lupus adalah wanita usia produktif, antara 20-30 tahun. Tak heran jika masalah kontrasepsi, kehamilan dan kesehatan reproduksi merupakan topik pembicaraan menarik.

The European League Againts Rheumatism (Organisasi dokter/ Rheumatologist dan pasien rematik di seluruh Eropa) membuat suatu rekomendasi/ pedoman berdasarkan bukti ilmiah tentang masalah reproduksi pada lupus dan APS. Rekomendasi ini menjelaskan tentang kesehatan reproduksi, kontrasepsi, pada pasien lupus dan APS.

Pemilihan metode kontrasepsi yang tepat merupakan topik yang harus anda diskusikan dengan dokter yang merawat. Tujuannya agar kehamilan dapat dimulai pada waktu yang tepat sehingga menurunkan risiko pada ibu dan bayi.

Kontrasepsi apa yang dapat direkomendasikan pada pasien Lupus?

Diskusikan masalah kontrasepsi dengan Rheumatologist dan dokter kandungan anda. IUD (orang awam menyebutnya spiral) cukup aman digunakan pada pasien Lupus. Beberapa penelitian ilmiah menunjukan kontrasepsi dengan kombinasi estrogen dan progestin cukup aman pada pasien Lupus yang stabil/tidak aktif. Akan tetapi pada pasien Lupus dengan Sindroma Antifosfolipid, harus menghindari kontrasepsi hormonal karena meningkatkan risiko thrombosis (penyumbatan pembuluh darah). Terlebih lagi pada pasien Lupus/ APS yang pernah mengalami serangan jantung atau stroke. Pada kondisi ini kontrasepsi hormonal harus dihindari karena meningkatkan risiko stroke berulang.

Reproduksi Lupus
Anda penyandang lupus? Rencanakan kehamilan Anda dengan matang.

 

Dok, saya penyandang lupus dan saya ingin hamil. Apa yang harus saya lakukan?

Pertama anda harus merencanakan kehamilan dengan baik. Bicarakan hal tersebut dengan dokter/Rheumatologist yang merawat. Pertama , anda harus mendapatkan ijin hamil dulu. Ijin ini biasanya diberikan jika anda dalam keadaan stabil/ tidak flare.

Hal apa yang mungkin terjadi pada Lupus dengan kehamilan?

Bukti ilmiah menunjukkan kehamilan pada Lupus berisiko terjadinya prematuritas (kelahiran sebelum waktunya), preeklamsia (tensi naik, kebocoran protein di urin), eklamsia (preeklamsia dan kejang) dan sindroma HELLP (Hemolysis , Elevated Liver enzyme, Low Platelet). Sindoma HELLP merupakan suatu komplikasi kehamilan yang ditandai oleh gangguan hati dan gangguan darah pada lupus.

Para ahli sudah meneliti beberapa hal yang berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan pada lupus seperti:

  • Hamil pada saat lupus sedang aktif /flare
  • Nefritis aktif/ lupus ginjal yang aktif
  • Hipertensi yang tidak terkontrol
  • Masih menggunakan kortikosteroid dengan dosis setara prednisone > 10-20 mg
  • Menghentikan hidroksikloroquin tanpa sepengetahuan dokter.

Dapat dipertimbangkan untuk menunda kehamilan jika wanita lupus mengalami hal diatas. Selalu diskusikan metode pengobatan dengan dokter yang merawat. Menghentikan hidroksikloroquin (Plaquenil) selama kehamilan dapat memicu kekambuhan  Lupus ( menjadi aktif /flare). Oleh karena itu jangan menghentikan obat berdasarkan asumsi sendiri.

Terapi apa yang dapat diberikan selama kehamilan?

Selama kehamilan hidroksikloroquin (plaquenil), steroid dosis kecil, azatioprin dapat diberikan sesuai indikasi yang ditetapkan oleh dokter. Siklofosfamid, mikofenolat mofetil, metotrexat dan leflunomid harus dihindari selama kehamilan karena berisiko kecacatan pada janin.

Dok , pemantauan apa yang harus dilakukan selama kehamilan?

Reproduksi Lupus 1
Pentingnya pemantaun kehamilan pada penderita lupus.

 

Pemantauan yang harus dilakukan selama kehamilan adalah:

  • Pemeriksaan fisik umum termasuk tekanan darah
  • Pemeriksaan darah lengkap, fungsi ginjal, urin
  • Pemeriksaan khusus untuk menilai derajat aktivitas Lupus seperti kadar komplemen C3,C4 dan Anti dsDNA. Rheumatologist akan bekerja sama dengan dokter kebidanan untuk pemantauan ibu dan bayi selama kehamilan.
  • Pemeriksaan USG rutin (Trimester pertama kehamilan 11-14 minggu, Trimester kedua antara 20-24 minggu, trimester ketiga setiap bulan).
  • Ekokardiografi janin dilakukan jika dicurigai ada gangguan jantung pada janin. Wanita lupus dengan anti Ro/SSA dan atau anti La/SSB+ berisiko melahirkan anak dengan Neonatal Lupus (0,7-2%), termasuk Congenital Heart Block (gangguan irama jantung pada janin). Deteksi dini kelainan jantung, pada saat janin dalam kandungan sangat penting. Pengobatan dapat dilakukan pada  ibunya jika ada indikasi khusus.

 

Anda lupus dan sulit hamil?

Beberapa laporan ilmiah menunjukkan pada pasien lupus yang tidak aktif cukup aman untuk melakukan fertilisasi invitro atau usaha memacu ovulasi jika dibutuhkan. Pada pasien Lupus dengan APS dapat diberikan aspirin dan heparin injeksi selama kehamilan.

Bagaimana dengan deteksi  dini kanker pada Lupus?

Secara umum risiko kanker payudara, ovarium, dan dinding rahim pada pasien Lupus tidak berbeda dengan populasi umum. Namun pasien Lupus berisiko tinggi terjadi cervical displasia (perubahan sel pada mulut rahim). Dianjurkan untuk melakukan pap smear rutin setiap tahun. Dapat dipertimbangkan untuk melakukan vaksinasi Human Papiloma virus pada pasien Lupus yang tidak aktif, tetapi harus berhati-hati pada pasien APS yang berisiko tinggi terjadi trombosis.

Itu adalah beberapa rekomendasi yang dibuat berdasarkan penelitian ilmiah. Namun demikian, tetap diskusikan dengan dokter yang merawat setiap tindakan atau prosedur yang akan anda jalani.

 

Persiapkan kehamilan pasien lupus dan APS sejak dini,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Kenali gejala awal Vaskulitis

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Mungkin kita sering mendengar kata vaskulitis, tapi kemudian bingung apa sesungguhnya vaskulitis itu.  Tidak usah kawatir, vaskulitis memang tidak mudah dipahami, apalagi oleh orang awam. Dalam artikel ini saya akan berusaha membahas mengenai vaskulitis dalam bahasa sederhana.

Dok, oleh dokter saya dikatakan vaskulitis, penyakit apa itu dok?

Vaskulitis adalah istilah untuk kumpulan penyakit dengan gejala utama inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Yang dimaksud dengan pembuluh darah adalah arteri dan vena. Vaskulitis bukan suatu penyakit tunggal, melainkan terdiri dari banyak penyakit, yang bisa menyerang organ seluruh tubuh. Gejalanya bisa sangat ringan atau tidak bergejala, namun tidak jarang sangat berbahaya dan mengancam nyawa.

Apa penyebab vaskulitis dok?

Saat ini para ahli belum bisa menentukan dengan pasti penyebab vaskulitis. Beberapa teori menunujukkan keterkaitan vaskulitis dengan unsur genetik, autoimun, infeksi virus dan bakteri, obat-obat tertentu. Kondisi autoimun adalah suatu keadaan dimana sistem imun (sistem pertahanan tubuh) yang tadinya berfungsi sebagai pelindung tubuh, malah berfungsi salah menyerang sel yang sehat. Pada vaskulitis menyerang pembuluh darah yang sehat. Akibatnya terjadi peradangan pada pembuluh darah tersebut. Tidak jarang vaskulitis menyertai penyakit Rematik Autoimun lain seperti Lupus, Skleroderma, Rheumatoid Arthritis, Sjogren’s Syndrome dan masih banyak lagi.

Siapa yang bisa terkena vaskulitis dok?

Vaskulitis bisa mengenai semua orang dari berbagai lapisan usia dan pada semua jenis kelamin. Tergantung dari jenis vaskulitisnya misalnya Kawasaki dan Henoch-Schonlein  umumnya mengenai anak-anak, sedangkan Giant cell Arteritis biasanya terjadi pada usia diatas 50 tahun.

Diagnosis Vaskulitis sangat sulit

Pendapat tersebut tidak salah. Vaskulitis sangat beraneka ragam. Gejalanya pun berbeda-beda,  kadang tidak khas dan menyerupai penyakit lain. Terlebih lagi karena penyakit ini sangat jarang sehingga orang sering tidak banyak yang paham. Vaskulitis biasanya dicurigai apabila ada suatu penyakit kronis yang melibatkan lebih dari satu organ. Gejalanya bisa bermacam-macam :

  1. Vaskulitis pembuluh darah besar : nyeri di kaki, luka yang tidak sembuh-sembuh, tekanan darah lengan kanan dan kiri tidak sama, dan tidak ada denyut nadi.

2. Vaskulitis Pembuluh darah sedang : benjolan di kulit, luka yang tidak sembuh-sembuh, gangren jari, mononeuritis

  1. Vaskulitis pembuluh darah kecil : purpura(bercak kemerahan berupa bitnik-bintik), biduran , radang pada ginjal, gangguan paru dan radang mata.
Penampakan vaskulitis
Penampakan vaskulitis

Bagaimana diagnosis Vaskulitis?

Rheumatologist akan melakukan satu atau beberapa tes dibawah ini sesuai dengan indikasi:

1. Tes darah : laju endap darah, CRP, darah rutin , fungsi hati, fungsi ginjal, tes untuk hepatitis B dan hepatitis C, ANCA (Antineuthrophil Cytoplasmic Antibodies) dll

2. Tes urin untuk melihat adanya darah atau kebocoran protein di dalam urin

3. Tes Radiologi, misalnya CT-scan atau MRI untk melihat pembuluh darah yang terkena.

4. Angiografi yaitu suatu prosedur yang memungkinkan dokter untuk melihat langsung pembuluh darah yang terkena.

5. Biopsi , dengan mengambil contoh jaringan ikat/kulit dan diperiksa di mikroskop untuk melihat ada tidaknya radang pada pembuluh darah.

 

Banyak jenis vaskulitis, dan beberapa diantaranya adalah bagian dari penyakit Rematik Autoimun seperti lupus, Rheumatoid Arthritis, Lupus, Skleroderma dan Sjogren. Jenis ini kita sebut Vaskulitis sekunder ( Ada penyakit lain yang mendasarinya).

Bagaimana dengan vaskulitis Primer dok?

Vaskulitis primer merupakan suatu kondisi penyakit tersendiri , yang terdiri dari :

  1. Bechet’s syndrome

Vaskulitis sistemik yang ditandai dengan sairawan berulang, luka-luka pada alat kelamin, uveitis (radang mata), dan kelainan kulit. Gejala lain yang dapat terjadi misalnya nyeri sendi, thrombosis vena, dan kadang gangguan pada sistem saraf pusat seperti meningitis atau meningoensefalitis.

2. Takayasu arteritis.

Vaskulitis yang mengenai aorta (pembuluh darah besar dan cabang-cabangnya), lebih banyak pada wanita terutama usia 30 tahunan . Gejalanya seperti nyeri kepala , hilangnya denyut nadi, nyeri tungkai, perbedaan tekanan darah lengan kiri dan kanan, hipertensi , nyeri sendi, dan dapat terjadi demam lama.

  1. Giant cell arteritis.

Terutama mengenai arteri temporal, arteri di daerah dahi , biasanya pada usia lebih dari 50 tahun. Utamanya adalah nyeri kepala, nyeri tekan pada kulit kepala terutama di daerah dahi dan belakang kepala, dapat disertai hilangnya penglihatan dan nyeri di daerah rahang.

4. Poliarteritis nodusa

Vaskulitis ini paling sering terjadi pada usia antara 40 -60 tahun. Paling sering disebabkan oleh virus hepatitis B. Penyebab lain seperti HIV, CMV dan parvo virus.

Gejalanya kadang tidak spesifik seperti nyeri sendi, lemas, nyeri otot, demam , kelainan kulit, bercak kemerahan , benjolan di kulit , berat badan menurun , hipertensi, nyeri otot dan neuropati.

  1. Wagener’s granulomatosis.

Vaskulitis ini terutama menyerang usia diatas 40 tahun dengan gejala sinusitis, hidung tersumbat, pembengkakan hidung, pendarahan hidung, gangguan laring (suara serak, nafas berbunyi), demam dan dapat disertai gangguan paru ( batuk darah dan  sesak nafas), gamgguan ginjal (darah pada urin),nyeri sendi dan  neuropati.

6. Churg-Strauss Syndrome

Kelainan ini lebih sering terjadi  pria , usia 40-50 tahun. Gejalanya bisa terjadi demam, nyeri sendi dan berat badan turun. Keluhan yang lain seperti kelainan kulit berupa kemerahan dikulit, benjolan kulit dan bercak putih, gangguan saraf, astma, gangguan pada sinus di hidung. Pada pemeriksaan laboratorium dapat ditemukan sel eosinofil yang tinggi atau pada biopsi jaringan ditemukan eosinophil.

Kriteria American College of Rheumatology untuk Churg-Strauss syndrome adalah minimal 4 dari 6 kriteria harus terpenuhi :

  • Ada Asma
  • Sel eosinophil lebih daru 10% pada pemeriksaan darah putih
  • Gangguan saraf, mononeuropati atau polineuropati
  • Kelainan paru
  • Kelainan sinus di hidung
  • Biopsi pada jaringan diluar pembuluh darah terdapat eosinofil

 

7. Henoch schonlein purpura

Ini adalah jenis vaskulitis yang terutama terjadi pada anak-anak dibawah usia 10 tahun.

Gejalanya cukup khas muncul bercak-bercak kemerahan pada kaki disekitar betis dan daerah bokong. Dapat disertai radang sendi dan komplikasi pada usus.

Berdasarkan kriteria American College of Rheumatology (Perhimpunan dokter Rheumatologist Amerika), untuk diagnosis Henoch schonlein purpura membutuhkan minimal 2 dari 4 kriteria di bawah ini:

  • Usia kurang 20 tahun
  • Purpura (bercak kemerahan) yang teraba dan bukan karena trombosit yang rendah
  • Nyeri perut yang memburuk dengan makan atau pendarahan saluran cerna/ buang air besar darah
  • Biopsi memperlihatkan sel granulosit pada dinding pembuluh darah arteri dan vena

 

  1. Cryoglobulinemia vasculitis.

Banyak terkait dengan hepatitis C, nyeri sendi dan bercak kemerahan pada kulit adalah salah satu gejalanya. Sering terjadi gangguan ginjal pada vaskulitis jenis ini.

9. Tromboangitis obliterans (Buerger’s disease)

Lebih banyak pada pria perokok diatas usia 40 tahun, disertai nyeri dan luka ulserasi pada kaki. Kaki menjadi dingin dan pucat, nadi tidak teraba, dan bisa terjadi kematian jaringan (kaki kehitaman).

Jenis-jenis vaskulitis
Jenis-jenis vaskulitis

Nah itu sekilas tentang jenis-jenis vaskulitis. Namanya susah diingat ya? Tidak masalah , yang penting kita belajar kenal dulu apa itu vaskulitis. Jika ada gejala-gejala yang menyerupai sebaiknya segera ke Rheumatologist untuk konfirmasi diagnosis yang tepat untuk anda.

 

Mari kenali gejala awal vaskulitis,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Apakah Rheumatoid Arthritis Seronegatif Ada?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Teman anda, Ibu Budi, baru terdiagnosis Rheumatoid Arthritis. Hasil laboratoriumnya: Rheumatoid Factor (RF)  positif, Anti-CCP (Anti-Cyclic Citrullinted Peptide Antibodies) nya juga positif. Rheumatologist (Internis Konsultan Reumatologi ) menjelaskan penyakit beliau adalah Rheumatoid Arthritis. Ibu Budi paham, diberikan obat dan diminta untuk kontrol lagi sebulan. Ini adalah gambaran kondisi sebahagian besar pasien RA (85%).

Lain lagi dengan apa yang anda alami. Seluruh sendi anda sudah 6 bulan terakhir sakit. Anda sudah dipijat, minum jamu, pake obat gosok dan minum obat penghilang sakit sendiri. Tak kunjung sembuh. Akhirnya anda berobat ke Rheumatologist. Hasil laboratorium anda RF negatif, CCP juga negatif. Tapi anda tetap dikatakan Rheumatoid Arthritis juga. Diberi obat yang sama dengan teman anda. Anda ragu berdebat dengan dokter anda. Setelah mendengarkan penjelasan rheumatologist dengan saksama , barulah anda tau bahwa anda penyandang Rheumatoid Arthritis SERONEGATIF….

Dok, Apa benar ada Rheumatoid Arthritis seronegatif?

Ya. Rheumatoid Arthritis adalah penyakit rematik autoimun yang diagnosisnya dibuat berdasarkan diagnosis klinis. Jadi untuk menentukan apakah seseorang menyandang RA atau tidak, lebih tergantung pada gejala klinis radang sendi yang sesuai dengan RA. Tentunya penentuan ini membutuhkan keahlian khusus. Pemeriksaan RF dan CCP hanya pemeriksaan penunjang, yang TIDAK HARUS positif pada semua orang dengan RA.

Seberapa sering seseorang terkena RA seronegatif?

Sebagian besar RA (85% ) adalah RA seropositif, yaitu RA dengan hasil laboratorium darah Rheumatoid Factor positif dana atau anti CCP +. Rheumatoid Artritis seronegatif terjadi pada 15-20% kasus RA. RA seronegatif artinya seseorang memenuhi kriteria diagnosis RA tetapi hasil pemeriksaan laboratorium untuk RF dan CCP , keduanya negatif.

Rheumatoid Arthritis Seronegatif
Prosentase jumlah penderita Rheumatoid Arthritis Seronegatif

Dok, jika RF dan CCP negatif, kenapa dan bagaimana Rheumatologist bisa mengatakan saya Rheumatoid Arthritis?

Sekali lagi ditekankan bahwa untuk menegakkan diagnosis Rheumatoid Arthritis , RF dan CCP TIDAK HARUS Positif. Rheumatologist membuat diagnosis RA berdasarkan kriteria diagnosis yang dikembangkan oleh ACR dan EULAR, organisasi dokter Rheumatologist Amerika dan Eropa. Kriteria itu adalah sebagai berikut : (SKOR minimal 6 untuk diagnosis RA)

1.JUMLAH SENDI YANG TERKENA                                                                  SKOR

-1 sendi besar                                                                                                                0

-2-10 sendi besar                                                                                                        1

-1-3 sendi kecil                                                                                                              2

-4-10 sendi kecil                                                                                                           3

->10 sendi kecil                                                                                                             5

2.SEROLOGI

-RF-, CCP-                                                                                                                        0

-RF positif rendah atau CCP positif rendah                                                 2

-RF positif tinggi atau CCP positif tinggi                                                        3

3.LAMA SAKIT

< 6 minggu                                                                                                                        0

≥6 minggu                                                                                                                          1

4.ACUTE PHASE  REACTANTS

-CRP normal dan LED normal                                                                               0

-CRP tidak normal atau LED tidak normal                                                    1

Nah , coba diperhatikan dengan saksama kriteria diagnosis itu.  Untuk memenuhi kriteria skor 6 RF dan CCP tidak harus positifkan?  Sebagai contoh jika ada 10 sendi kecil yang terkena (SKOR 5 ) dan CRP yang naik (SKOR1) , total Skor 6 (diagnosis RA dapat dibuat).

 

Jadi dok dengan kriteria diagnosis tersebut saya bisa membuat diagnosis sendiri ?

Tentu saja tidak. Diagnosis RA ditegakkan oleh Rheumatologist. Karena hanya dokter ahli yang bisa menentukan secara objektif apakah ada radang sendi atau tidak. Jadi SKOR tersebut dibuat berdasarkan pemeriksaan langsung Rheumatologist satu persatu pada sendi yang terkena. Jadi jangan kaget kalu anda berobat di Rheumatologist dan seluruh sendi di tubuh anda akan ditekan-tekan untuk menentukan adakah radang sendi atau tidak. Kadang-kadang dibutuhkan alat seperti USG sendi untuk menetukan apakah ada radang sendi atau tidak. Terutama jika radang sendinya sangat ringan.

 

Tapi sebagai orang awam bagaimana saya bisa mencurigai saya menderita RA?

  • Jika anda mengalami nyeri sendi pada jari tangan kanan dan kiri (simetris)
  • Nyeri dan kaku terutama pada pagi hari dan akan membaik dengan aktivitas fisik
  • Berlangsung lebih dari 1 bulan

Jika terdapat  gejala-gejala diatas segera konsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan diagnosis pasti.

 

Anda juga bisa berlatih peran sebagai dokter? Bagaimana caranya?

Lakukan Squeeze test. Mudah saja untuk melakukan tes ini. Remaslah sendi pergelangan tangan anda atau sendi kaki anda..Apakah anda merasakan nyeri pada saat sendi itu ditekan ?  Bila Ya, itu indikasi bahwa mungkin anda RA. Rasa nyeri menunjukkan adanya peradangan pada sendi tersebut.  Deteksi tadi adalah deteksi dini, sebuah sinyal yang perlu anda respon segera untuk menemui Rheumatologist terdekat. Pastikan bahwa itu RA atau bukan.

Rheumatoid Arthritis Seronegatif 1
Squeeze test untuk mengetahui Rheumatoid Arthritis

 

Apakah RA seronegatif harus diobati?

Tentu saja. Pengobatan RA seronegatif atau RA seropositif tidak berbeda. Pasien akan mendapatkan obat untuk mengurangi gejala sementara (NSAID, steroid)  dan DMARD (obat yang bisa menghambat kerusakan sendi dan mencegah cacat sendi).

DMARD , disease-modifying antirheumatic drugs , misalnya metotrexat, sulfasalasin, leflunomid dll atau agen biologik ( TNF alpha inhibitor, IL-6 inhibitor), harus diberikan sedini mungkin sebelum kerusakan/sendi terjadi.

Mengapa diagnosis dini sangat penting pada RA?

  • Diagnosis dini akan mempermudah pengobatan RA, mempercepat tercapainya remisi (kondisi tenang, bebas nyeri)
  • Diagnosis dini mencegah keterlambatan mendapatkan DMARD, yang berarti mencegah bengkok sendi atau deformitas pada RA.
  • Diagnosis dini mencegah kita mendapatkan obat penghilang sakit jangka lama (minum NSAID, steroid, jamu sendiri dan dijual bebas). Akibat dari minum obat bebas tanpa sepengetahuan dokter adalah gagal ginjal dan pendarahan lambung akibat NSAID.

Mari kira dukung bersama program kampanye untuk meningkatkan kewaspadaan akan penyakit Rematik autoimun seperti RA, lupus, Ankylosing Spondylitis, Sjogren, skleroderma dan masih banyak lagi. Don’t delay, Connect Today merupakan EULAR  campaign untuk menyebarkan informasi betapa pentingnya diagnosis dini sebelum terjadi cacat/ bengkok sendi atau kerusakan organ vital pada penyakit Rematik Autoimun. Kitapun memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk menyebarkan informasi ini.

 

Mari kenali gejala awal rheumatoid arthritis,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Mari Lebih Mengenal Dermatomiositis

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Dermatomiositis adalah suatu penyakit dengan tanda utama kelainan pada otot dan kulit. Kelainan ini cukup jarang terjadi. Pada orang dewasa biasanya terjadi pada usia 45 sampai 60 tahun. Pada anak lebih jarang lagi biasanya pada usia 5 sampai 15 tahun. Perbandingan antara wanita dan pria 2-3:1.

Apa sebernarnya dermatomiositis itu dok?

Dermatomiositis berasal dari 2 kata dermato (kulit), miositis (radang otot).Sesuai dengan namanya, pada penyakit ini dapat terjadi kelainan kulit dan radang pada otot.

Kapan saya curiga terkena dermatomiositis?

Gejala dermatomiositis biasanya terjadi perlahan-lahan. Dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, akan terjadi kelemahan otot.  Keluhan yang paling sering disampaikan seperti sulit bangun jika habis duduk dilantai, kesulitan naik tangga dan sulit menyisir rambut. Nyeri otot tidak selalu terjadi dan biasanya ringan. Dapat terjadi bercak bercak kemerahan pada kulit seluruh tubuh dan bengkak pada mata.

Bagaimana terjadi dermatomiositis?

Penyebab pasti kelainan ini belum diketahui, dasar penyakit ini adalah kelainan  autoimun.Suatu kelainan dimana sistem pertahanan tubuh yang normal (sistem imun) mengalami kesalahan sehingga menyerang sel tubuh yang normal. Beberapa faktor yang diduga mencetuskan kelainan ini adalah infeksi virus, bakteri, bahan kimia tertentu, dan sinar matahari.

Apa yang akan dilakukan oleh Rheumatologist pada seseorang yang dicurigai dermatomiositis?

  1. Rheumatologist akan melakukan pemeriksaan fisik umum untuk menilai kekuatan otot. Biasanya pada awal akan terjadi kelemahan otot proksimal (otot bagian atas misalnya lengan dan paha). Tapi jika lanjut semua otot bisa terkena.
Gottron's Papules
Gottron’s Papules

Pemeriksaan yang lain untuk melihat kelainan khas pada kulit yang biasanya terjadi pada dermatomiositis, berupa :

  • Grotton Papule adalah bintik-bintik merah di jari tangan (paling sering) , namun juga bisa mengenai lutut dan siku.
  • Heliotrope Rash, ditandai oleh pembengkakkan kelopak mata dan kemerahan pada kelopak mata.
  1. Pemeriksaan penunjang lainnya, seperti:

A. Pemeriksaan laboratorium:

  • Creatin kinase (CK) enzim otot dapat meningkat, SGOT, SGPT, LDH, hormone thyroid
  • Pemeriksaan ANA bisa positif pada 50-80 % kasus
  • Pemeriksaan antibodi pada myositis:

-Anti MDA-5

-Anti 155/140

-Anti Synthetase (20-50%), Anti Jo

-Anti SRP

-Anti Mi2

-PM-Scl berkaitan dengan overlap sindroma dan skleroderma

-Anti-snRNP, anti Ro/SSA, anti-Ku dan anti-PMS1 bisa positif.

Pemeriksaan ini tidak harus selalu positif pada semua kasus

 

B. Pemeriksaan EMG (Electromiogram). Menunjukkan gambaran khusus kearah radang otot

C. Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) otot, dapat melihat daerah otot yang mengalami peradangan

D. Biopsi otot merupakan pemeriksaaan utama.

Dokter akan mengambil sebagian kecil jaringan otot yang dicurigai meradang kemudian dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop. Pemeriksaan ini merupakan baku emas , dan digunakan untuk konfirmasi diagnosis terutama pada kasus yang meragukan.

 

Gejala apa lagi yang bisa dialamai oleh penyandang dermatomiositis?

  • lemas, demam dan berat badan menurun
  • Nyeri sendi dan bengkak sendi
  • Penyakit Paru Interstisial
  • Keluhan Gastrointestinal: refluks asam lambung, sulit menahan buang air besar
  • Jantung: gangguan irama jantung, miokarditis
  • Radang pembuluh darah(vaskulitis)
  • Pada keadaan lanjut dapat ditemukan kesulitan menelan (melibatkan otot kerongkongan) 10-30% dan kesulitan berbicara (melibatkan otot pharynx), serta kesulitan bernafas oleh karena terjadi kelumpuhan otot pernafasan.

 

Dok , benarkah dermatomiositis berhubungan dengan keganasan ?

Keganasan/kanker terjadi pada 10-20% paisen dermatomiositis. Dermatomiositis pada usia diatas 50 tahun, angka terjadinya keganasan makin tinggi lagi diatas 50%. Pada 1 tahun pertama dermatomiositis adalah saat yang paling sering terjadi kanker (lebih 68%), sisanya biasanya terjadi dalam 3 tahun pertama. Oleh karena pemeriksaan untuk deteksi dini kanker sangat penting dilakukan pada penyandang dermatomiositis. Sebagian besar kanker terjadi pada payudara, paru, pankreas, lambung, usus, ovarium, kelenjar getah bening (limfoma).

Heliotrope Rash
Heliotrope Rash

Bagaimana pengobatan dermatomiositis?

Pengobatan pada dermatomiositis bertujuan untuk memperlambat proses autoimun, dan menghentikan inflamasi pada otot, kulit dan organ tubuh yang lain. Biasa pada tahap awal akan diberikan golongan steroid (misalnya prednisone , metilprednisolon). Dokter biasanya juga akan menggabungkan steroid dengan obat imunosupresan (penekan imun lain). Obat imunosupresan lain ini misalnya metotrexat, azatioprin, siklosporin, mikofenolat mofetil. Pada beberapa kasus dapat diberikan Intravenous Immunoglobulin (IVIg), rituximab dan TNF alpha inhibitor. Selain pengobatan medikamtosa pasien diminta untuk melakukan latihan fisik secara bertahap, dibawah pengawasan dokter ahli.

 

Kenali gejala awal Dermatomiositis

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Problem Paru pada Skleroderma (Bagian 2)

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Kita sudah mengenal apa itu Penyakit Paru Interstisial dan Hipertensi Pulmonal. Nah, sekarang kita akan belajar bagamana dokter melakukan diagnosis kelainan ini dan bagaimana pengobatannya. Pada penyandang skleroderma suatu keharusan untuk melakukan pemeriksaan rutin jantung dan paru , paling tidak setahun sekali. Sering kali pada tahap awal kedua kelainan diatas tanpa gejala, sehingga pemeriksaan rutin adalah satu-satunya cara untuk diagnosis dini. Dengan diagnosis dini masalah paru pada skleroderma akan lebih muda ditangani, sehingga tentunya kualitas hidup akan lebih baik.

Skleroderma Lung Disease 2a
Pemeriksaan paru pada penderita skleroderma

Tes apa yang akan dilakukan Rheumatologis untuk deteksi kelainan paru pada skleroderma?

Ada beberapa tes Paru yang dapat  dilakukan pada penyandang skleroderma. Misalnya foto thoraks, spirometri, tes volume paru, diffusing capacity of the lungs for carbon monoxide (DLco), High resolution computer CT scan untuk Penyakit Paru Interstisial/Interstisial Lung Disease/ILD.

Untuk diagnosis  Hipertensi Pulmonal dapat dilakukan ekokardiografi (USG jantung), pemeriksaan biomarker(darah) dan kateterisasi jantung kanan sebagai pemeriksaan terbaik.

Tentunya pada pemeriksaan awal Rheumatologis akan menilai keluhan anda lewat wawancara. Kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada paru anda. Pada Penyakit paru interstisial dan ditemukan suara kasar pada paru bagian bawah. Kami juga sering bekerja sama dengan dokter jantung dan paru untuk masalah ini.

 

Pemeriksaan apa yang akan dilakukan pada pasien skleroderma terkait dengan ILD?

Foto paru

Foto paru mungkin tidak begitu sensitif untuk menilai ada tidaknya ILD terutama tahap awal. Tapi pemeriksaan ini bermanfaat untuk menyingkirkan kelainan lain seperti infeksi (pneumonia atau tbc paru).

Spirometri

Anda akan diminta untuk meniup pada satu pipa. Tes ini umtuk mengukur berapa banyak udara yang dapat anda keluarkan pada saat menarik nafas maksimal.

Hal yang dinilai pada pemeriksaan ini adalah:

  • Forced vital capacity (FVC), jumlah udara yang dapat dikeluarkan setelah menarik nafas maksimal. Pada prinsipnya mengukur kemampuan bernafas. Pada ILD/fibrosis paru terjadi penurunan kemampuan paru sehingga terjadi gangguan pada pemeriksaan ini.
  • Forced expiratory volume in 1 second (FEV1), mengukur jumlah udara yang dapat dikeluarkan dalam 1 detik .

Diffusing capacity of the lungs for carbon monoxide( DLco).

Anda akan diminta untuk menghirup gas, kemudian menahan nafas 10 detik dan mengeluarkannya kembali. Pada prinsipnya tes ini untuk mengukur kemampuan pertukaran gas. Pada skleroderma, jika kantong udara di paru (alveoli) menebal dan kaku oleh karena fibrosis, gas tidak bisa masuk dan keluar dengan mudah, sehingga terjadi penurunan DLco.

Tes volume paru

Untuk menilai berapa banyak udara yang bisa disimpan diparu-paru anda. Fibrosis/ILD dapat membuat paru menjadi kaku sehingga volume paru menjadi sedikit.Contoh tes volume paru adalah body plethysmography dan helium dilution test.

High Resolution Computer CT scan.

Dilakukan CT scan pada rongga dada untuk melihat paru. Pada fibrosis paru akan terlihat kelainan pada gambaran yang berbeda dari gambaran paru normal. Tes ini lebih baik dari foto dada biasa untuk deteksi ILD.

Biopsi paru

Pada kasus tertentu terkadang dibutuhkan biopsi paru  dan bronchoalveolar lavage (BAL).

 

Pemeriksaan apa yang harus dilakukan untuk diagnosis Hipertensi Pulmonal?

Ekokardiografi

Pemeriksaan USG jantung, bertujuan untuk menilai fungsi dan bentuk anatomi jantung. Pemeriksaan ini tidak nyeri dan cukup beberapa menit untuk melakukannya. Ekokardiografi juga dapat mengukur tekanan dalam arteri pulmonalis. Jika meningkat disebut Hipertensi pulmonal. Akan tetapi ekokardiografi tidak bisa mendeteksi hipertensi pulmonal yang ringan.

Pemeriksaan darah/biomarker

Contohnya seperti N-terminal pro brain natriuretic peptide (NT-proBNP). Peningkatan kadar NT-proBNP berkaitan  dengan gangguan fungsi jantung, dan membantu untuk memprediksi adanya hipertensi pulmonal.

Kateterisasi jantung kanan

Merupakan pemeriksaan terbaik untuk menilai ada tidaknya hipertensi pulmonal.

Pemeriksaan ini merupakan prosedur khusus yang dilakukan oleh ahli jantung. Dokter jantung memasukkan pipa kecil ke arteri pulmonalis untuk mengukur tekanannnya dengan akurat.

Skleroderma Lung Disease 2b
Kelainan paru pada skleroderma

Bagaimana pengobatan ILD/Fibrosis Paru?

Rheumatologis akan memberikan pengobatan tergantung berat ringannnya penyakit dan kondisi pasien secara individual. Obat yang sering digunakan pada ILD adalah siklofosfamid, mikofenolat mofetil, steroid, azatioprin atau rituximab. Pada kondisi berat yang tidak membaik dengan pengobatan standart dapat dilakukan transplantasi paru.

Dok, pengobatan apa yang dapat diberikan pada Hipertensi Pulmonal?

Pada skleroderma dengan Hipertensi Pulmonal dapat diberikan prostasiklin, sildenafil, dan bosentan. Meskipun pengobatan ini tidak dapat menyembuhkan hipertensi pulmonal tapi paling tidak dapat memperbaiki sesak nafas, kapasitas fisik dan memperlambat perburukan gejala.

 

Anda sudah terdiagnosis ILD dan PH, apa yang harus anda lakukan?

  • Berhenti merokok, hindari  tempat berpolusi
  • Cobalah untuk tetap aktif, berolahraga teratur sesuai anjuran dokter dan fisioterapis
  • Kontrol teratur dengan dokter yang merawat agar pengawasan baik
  • Komunikasikan kondisi anda dengan keluarga dan teman dekat, agar mereka bisa siap sedia jika ada situasi darurat
  • Jika anda mengalami GERD , kendalikan kondisi ini. GERD yang tidak tertangani dapat menyebabkan refluks ke paru dan hal ini tentu saja bisa memperburuk kondisi paru anda
  • Upayakan untuk mencegah infeksi paru dan saluran pernafasan, diskusikan tentang vaksinasi dengan dokter anda
  • Upayakan untuk menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk-batuk atau bersin , dan sedang menderita infeksi virus dan bakteri lain

 

Anda penyandang Skleroderma? Lakukan pemeriksaan paru dan jantung secara teratur,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Problem paru pada Skleroderma ( Bagian 1)

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Skleroderma adalah penyakit rematik autoimun yang terutama mengenai kulit. Kulit mengeras , menghitam dan timbul bercak putih diatasnya merupakan gejala utama skleroderma. Skleroderma juga bisa mengenai organ-organ dalam. Paru merupakan salah satu organ yang sering terkena pada skleroderma.

Kadang sulit bagi pasien untuk mengenali gejala awal keterlibatan paru pada sekleroderma. Ada yang mengeluh capek, sulit menarik nafas, batuk kering dan kesulitan jika naik tangga. Sering kali keluhan tersebut dianggap sepeleh atau diabaikan ….

 

Dok , apa yang bisa terjadi pada paru penyandang skleroderma?

Dua kelainan ini yang paling sering terjadi pada skleroderma:

  1. Interstisial Lung Disease/ILD/Penyakit Paru Interstisial/Fibrosis

Suatu kondisi dimana paru menjadi kaku dan menebal oleh karena terjadi jaringan parut di paru (fibrosis)

  1. Hipertensi Pulmonal/Pulmonary Arterial Hipertensi/PAH

Kondisi dimana tekanan pembuluh darah di paru sangat tinggi.

 

Kedua kelainan ini bisa terjadi pada penyandang skleroderma, mari kita pelajari satu persatu

PENYAKIT PARU INTERSTISIAL /INTERSTISIAL LUNG DISEASE /ILD

Menurut laporan A European Scleroderma Trials and Research group (EUSTAR), Interstisial Lung Disease terjadi pada 53% pasien dengan diffuse cutaneus Systemic Sclerosis  dan 35% pada pasien limited cuteneus Systemic Sclerosis. Ternyata cukup banyak ya…bahkan pada orang dengan kelainan kulit yang tidak luas , kelainan paru bisa terjadi.

Apakah yang dirasakan penyandang ILD?

Meskipun kejadian ILD cukup banyak terjadi tapi ternyata hanya 13-16% pasien akan merasakan gejala yang bermakna. Sebagian besar penyandang, terutama pada tahap awal hanya merasakan sesak jika beraktivitas berat.

Keluhan yang bisa dialami oleh penyandang ILD adalah:

  • Merasa sangat lelah sepanjang hari, pusing
  • Batuk kering terus menerus
  • Kesulitan menarik nafas
  • Rasa dada terikat atau tertekan
  • Nyeri dada
  • Merasa sesak nafas jika melakukan kegiatan sederhana , seperti naik tangga

 

Skleroderma Lung Disease 1b
Beritahukan sejak dini keluhan kesehatan Anda

Dok, kenapa fibrosis paru menimbulkan masalah pada skleroderma?

Pada skleroderma dapat terjadi fibrosis atau pembentukan jaringan parut pada jaringan paru. Paru menjadi kaku dan keras tidak bisa mengembang dan mengempis secara normal. Paru berfungsi mengatur pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida. Pada saat kita bernafas kita menghirup oksigen dari udara ke paru-paru dan dibawah ke aliran darah. Jika terjadi fibrosis akan terjadi gangguan pertukaran gas ini. Akibatnya tubuh bisa kekurangan oksigen.

Apakah sama fibrosis paru (Penyakit Paru Interstisial) dengan hipertensi pulmonal ?

Kedua kelainan ini tidak sama , tapi keduanya bisa terjadi bersamaan pada penyandang skleroderma. Pada skleroderma terjadi kerusakan pembuluh darah arteri di paru. Hipertensi pulmonal adalah peningkatan tekanan darah pada arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis adalah pembuluh darah besar yang membawa oksigen dari darah ke paru-paru. Akibat hipertensi pulmonal, sedikit darah yang dapat masuk ke paru-paru, sehingga oksigen yang ke aliran darah lewat paru-paru berkurang. Singkat cerita tubuh akan kekurangan oksigen.

Gejala apa yang bisa dirasakan oleh seseorang dengan Hipertensi Pulmonal?

  • Pada tahap awal mungkin tidak bergejala atau sangat ringan sehingga sering diabaikan
  • Pingsan atau hampir pingsan
  • Nyeri dada atau rasa berat dan tertekan didada
  • Cepat lelah, pusing
  • Sesak nafas terutama jika jalan menanjak
  • Kaki bengkak

 

Saya penyandang skleroderma, jadi saya harus bagaimana dok?  Apa pantangannya?

  • Stop merokok dan jangan menjadi perokok pasif
  • Tetap aktif sesuai kondisi anda. Komunikasikan dengan dokter yang merawat dan fisioterapis anda program latihan yang sesuai
  • Apabila anda dengan GERD (refluks asam lambung), kelainan ini juga harus diobati, GERD yang tidak diobati akan mengakibatkan isi saluran cerna masuk ke paru sehingga memperburuk penyakit paru interstisial
  • JANGAN ABAIKAN KELUHAN ANDA. Jika ada keluhan sesak, mau pingsan, rasa tidak nyaman didada, segera sampaikan keluhan anda ke dokter yang merawat . Semakin cepat anda memberikan informasi ke dokter, akan semakin cepat pula anda mendapatkan diagnosis dan terapi.
  • Secara rutin melakukan tes fungsi paru dan jantung untuk deteksi penyakit paru interstisial dan hipertensi pulmonal ( secara lengkap akan dibahas pada artikel berikutnya)

 

Skleroderma Lung Disease 1
Lakukan pemeriksaan rutin paru dan jantung Anda

 

Waspadai gangguan pernafasan pada Skleroderma, sampaikan segera pada dokter anda,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

June is Scleroderma Awareness Month, Tell One Person about Scleroderma

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Skleroderma adalah penyakit rematik autoimun langka. Sering disebut dengan nama ‘Sistemik Sklerosis’. Skleroderma berasal dari SCLERO artinya keras dan DERMA artinya kulit. Disebut demikian karena kulit yang mengeras merupakan gejala utama Skleroderma. Bukan kulit saja yang bisa di serang oleh skleroderma. Jantung, ginjal, paru dan saluran cerna juga bisa terganggu oleh karena Skleroderma.

KULIT KERAS adalah salah satu gejala skleroderma yang mudah terlihat. Kulit menjadi susah dicubit dan kaku. Selain mengeras, WARNA KULIT  bisa menjadi hitam. Diatas kulit yang menghitam muncul bercak-bercak putih yang disebut Salt and Pepper. Jadi ada bagian kulit yang kehitaman, diatasnya ada bercak putih. Bercak putih ini bukan panu , dan TIDAK MENULAR. Jangan takut berdekatan dengan pasien scleroderma.

 

Skleroderma 1
Salahsatu tanda-tanda Skleroderma

 

Bagaimana gejala awal skleroderma yang lain?

  • Kulit keras dan tebal terutama di tangan dan wajah
  • Tangan dingin bisa menjadi pucat, membiru dan kembali merah dalam beberapa menit. Kondisi ini disebut fenomena Raynaud. Pada Raynaud terjadi perubahan warna pada tangan yang bersifat simetris (pada kedua tangan) dan hilang timbul, terutama pada kondisi dingin atau stess emosional. Selain pada tangan , kondisi ini juga bisa terjadi pada kaki, telinga atau wajah. Perubahan ini dimulai oleh warna putih pucat (pada saat sirkulasi terganggu), kemudian menjadi kebiruan (kekurangan oksigen karena penurunan aliran darah) dan kembali menjadi merah (aliran darah kembali normal).
  • Pembengkakan pada jari-jari tangan dapat merupakan gejala awal skleroderma.
  • Nyeri sendi dan kaku dapat merupakan gejala radang sendi (artritis) pada skleroderma.
  • Ujung jari melepuh dan timbul ulkus (luka)
  • Bercak kemerahan di wajah atau di dada , ini disebut teleangiektasia
  • Sulit menelan, kembung, heart burn (dada rasa terbakar)
  • Sesak nafas

 

Dok ada berapa jenis skleroderma?

Berdasarkan pemeriksaan Rheumatologist akan menentukan jenis skleroderma yang anda alami.

Skleroderma dapat dibagi menjadi 2 yaitu :

  1. Localized Scleroderma, biasanya ringan dan hanya terbatas pada beberapa bagian kecil dari kulit tubuh. Biasanya organ dalam jarang terkena pada tipe ini.
  • Morphea, kulit tubuh mengalami penebalan , mengkilap bahkan licin seperti lilin, berwarna kemerahan atau coklat
  • Linear Scleroderma, biasanya diawali oleh garis yang mengeras di kaki, lengan atau dahi. Bisa juga membentuk lipatan parit yang memanjang dikepala dan leher menyerupai sayatan pedang.
  1. Skleroderma sistemik (Sistemik Sklerosis).

Pada tipe ini , selain pada kulit juga bisa terjadi pengerasan dan pembentukan jaringan parut diseluruh organ tubuh, pada otot dan pada sendi. Terbagi atas 2 :

  • Skleroderma ‘diffuse’ (menyeluruh), penebalan kulit terjadi cepat dan mengenai kulit hampir diseluruh tubuh. Sering terjadi kerusakan organ dalam pada tipe ini.
  • Skleroderma ‘limited’ (terbatas), penebalan kulit terbatas biasanya pada jari, lengan , muka, tangan dan jari dan terjadi perlahan-lahan. Biasanya lebih ringan dan jarang mengenai organ dalam.

 

Bagaimana diagnosis Skleroderma?

Diagnosis Skleroderma sering kali tidak mudah. Gejalanya mirip dengan penyakit rematik autoimun lain, terutama di awal penyakit. Organisasi dokter rematik (Rheumatologist) dunia , American College of Rheumatologi (ACR) bersama dengan European League Againts Rheumatism (EULAR) mengeluarkan pedoman diagnosis skleroderma. Diagnosis berdasarkan skoring beberapa gejala dan pemeriksaan penunjang. Hal-hal yang termasuk dalam kriteria ini adalah : SKORE minimal 9 untuk diagnosis skleroderma.

  • Penebalan kulit pada jari sampai pada pangkal jari (Skore 9)
  • Pembengkakan pada jari-jari tangan, pilih skore tertinggi

a.  Jari bengkak (skore 2)

b. Sklerodaktili (skore 4)

  • Kelainan pada ujung jari , pilih skore tertinggi

a. Digital tip ulcers (skore 2)

b. Fingertip pitting scars (skore3)

  • Teleangiektasia, kemerahan oleh karena pelebaran pembuluh darah dikulit (skore 2)
  • Pemeriksaan nailfold capillary yang tidak normal (skore2)
  • Hipertensi Pulmonal (skore2), Penyakit Paru interstisial (skore2), maksimum skore 2
  • Fenomena Raynaud (skore3)
  • Antibodi yang berkaitan dengan skleroderma seperti :  (maksimum skore 3)

a. Anticentromer antibodi

b. Anti-topoisomerase I antibody (anti Scl-70 antibody)

c. Anti –RNA polymerase III antibody.

Skore ini sebagai panduan saja untuk mengenal gejala skleroderma, namun diagnosis penyakit  ini tetap harus dibuat oleh dokter ahli ya…

 

Jadi diagnosis skleroderma tidak bergantung hanya pada satu pemeriksaan saja. Rheumatologis akan menegakkan diagnosis skleroderma berdasarkan kombinasi gejala klinis yang khas , dan ditunjang pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang positif tanpa gejala belum tentu suatu skleroderma. Sebaliknya gejala klinis yang khas, dengan tes petanda antibodi yang negatif  tidak menggugurkan diagnosis skleroderma.

Apkah penyakit ini berbahaya?

Gejala penyakit ini bisa berbeda-beda pada setiap orang. Sebagian orang hanya terkena pada kulit . Namun pada orang yang lain , paru, jantung dan ginjal ikut terlibat. Kondisi ini bisa mengancam nyawa jika tidak ditangani.

 

PEMERIKSAAN JANTUNG DAN PARU SECARA RUTIN SANGAT PENTING

Skleroderma merupakan penyakit rematik autoimun sistemik yang dapat melibatkan organ-organ diseluruh tubuh terutama jantung dan paru. Oleh karena itu pemeriksaan paru dan jantung penting untuk semua pasien skleroderma. Untuk semua,  walau tidak ada keluhan pada pernafasan. JANGAN MENUNGGU GEJALA SEPERTI BATUK MENAHUN ATAU SESAK NAFAS DAN NYERI DADA, BARU KEMUDIAN MELAKUKAN PEMERIKSAAN JANTUNG DAN PARU.

Pemeriksaan paru pada skleroderma antara lain spirometri, Lung Volume Determination, DCLO, dan High-Resolution Computed Tomography (HRCT). Pemeriksaan ini bertujuan menegakkan diagnosis Interstisial Lung Disease suatu kelainan paru pada pasien skleroderma. Pengobatan ILD pada skleroderma dengan steroid, mycophenolate mofetil atau siklofosfamid sesuai dengan berat ringannnya penyakit.

Pasien dengan skleroderma juga setiap tahun harus menjalani pemeriksaan jantung untuk mendeteksi ada tidaknya hipertensi pulmonal, gangguan irama, ada tidaknya cairan di rongga jantung, dan kekuatan pompa jantung. Deteksi ada tidaknya hipertensi pulmonal dengan ekokardiografi dopler dan gold standartnya adalah kateterisasi jantung kanan. Deteksi dini dan pengobatan awal pada pasien dengan hipertensi pulmonal akan memperbaiki kualitas hidup. Pilihan pengobatan adalah dengan analog prostacylin (iloprost), antagonis endothelin (bosentan) dan PDE-5 inhibitor (sidenafil,tadalafil).

Skleroderma 2
Juni sebagai Bulan Perhatian Penderita Scleroderma

 

June is SCLERODERMA awareness month. Tell one person about scleroderma.

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Apakah Asam Urat berbahaya?

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Penyakit asam urat merupakan salah satu penyakit tertua yang dikenal dalam ilmu kedokteran. Meskipun demikian, fakta yang sangat mencengangkan , ternyata hanya 10% pasien Gout mendapatkan penanganan yang benar.  GOUT  adalah istilah kedokteran untuk radang sendi karena asam urat tinggi. HIPERURISEMIA adalah istilah kedokteran yang menunujukkan tingginya asam urat di dalam darah. Gout yang tidak tertangani dengan baik menyebabkan kerusakan sendi dan berbagai problem kesehatan lainnnya.

 

Apa itu Asam urat ?

Asam urat adalah zat yang secara normal didapatkan dalam tubuh manusia. Tetapi jika berlebihan kadarnya  dalam darah (hiperurisemia), dapat menyebabkan nyeri sendi, kerusakan ginjal, dan gangguan jantung. Kadar asam urat harus dipertahankan dibawah 6 mg/dL untuk meminimalkan risiko gangguan-gangguan diatas. Pemeriksaan kadar asam urat diketahui lewat pemeriksaan darah secara teratur.

 

Darimana asalnya asam urat?

Asam urat berasal dari purin. Jika kita makan makanan yang banyak mengandung purin , asam urat kita akan tinggi. Secara normal asam urat akan dibuang lewat urin. Akan tetapi jika produksi asam urat melebihi pembuangannya di ginjal, kadar asam urat akan meningkat.

 

Bagaimana gejala asam urat?

Asam urat yang tinggi dapat tanpa gejala. Setelah bertahun-tahun baru kemudian timbul nyeri akut. (Artritis Gout Akut), jika tidak mendapatkan penanganan yang benar dapat terjadi Artritis Gout Kronik. Asam urat juga merupakan faktor risiko kerusakan ginjal dan batu ginjal. Saat ini dikehui asam urat merupakan faktor risiko untuk kelainan kardiovaskular, seperti serangan jantung , stroke, dan hipertensi.

 

Dok , bagaimana gejala serangan akut gout ?

Artritis Gout akut, bagi yang pernah mengalaminya, adalah suatu pengalaman yang tak terlupakan. Biasanya datang ke Rheumatologist dengan tertatih-tatih, atau menggunakan kursi roda.  Nyerinya sangat tiba-tiba, menjadi sangat berat dalam 2 kali 24 jam. Bisa saja tidur dalam keadaan sehat tapi bangun tidak bisa berjalan. Nyeri sendi asam urat akut biasanya hanya mengenai 1 sendi dan  90% serangan pertama pada ibu jari kaki (podagra). Sendi lain yang sering terkena pada asam urat akut adalah sendi pergelangan kaki dan lutut. Meskipun jarang gout akut dapat mengenai siku, pergelangan tangan dan bahu.

 

Yang disebut Artritis Gout kronik , bagaimana dok?

Sebernarnya ini merupakan proporsi terbanyak pasien gout yang datang ke Rheumatologist. Setelah bertahun-tahun bolak balik serangan nyeri sendi akhirnya sampai kesuatu titik dimana nyeri sendi sangat hebat.  Artritis Gout kronik biasanya terjadi jika pasien tidak mendapatkan penanganan yang benar sesudah berkali-kali serangan akut. Pada kondisi akut biasanya nyeri sendi terjadi jarang-jarang, mungkin setahun 1-2 kali. Pada stadium kronik, nyeri terjadi pada interval yang lebih sering, misalnya sebulan 2 kali, atau bahkan terus menerus setiap hari pada Artritis Gout kronik yang berat. Pada kondisi kronik dapat terbentuk tophi , yaitu benjolan kristal asam urat pada sendi atau jaringan lunak disekitar sendi.

 

Apakah faktor risko terjadinya Artritis Gout dok?

  • Kadar asam urat yang tinggi dalam darah
  • Jenis kelamin, lebih sering terjadi pada laki-laki
  • Genetik, 1 dari 4 orang dengan Gout memiliki riwayat keluarga pernah gout
  • Usia, pada laki-laki biasa terjadi pada usia muda 30-50, dan pada wanita terjadi pada usia yang lebih tua
  • Kegemukan
  • Trauma pada sendi
  • Obat tertentu seperti obat TBC, obat hipertensi (diuretic), obat yang digunakan sesudah transplantasi organ
  • Diet tinggi purin seperti daging merah, jeroan, seafood, minuman manis tinggi fruktosa,

 

Apa yang saya harus lakukan jika ada serangan asam urat akut?

  • Istirahatkan sendi yang sakit
  • Berikan cold packs pada sendi yang sakit
  • Hindari alkohol dan makanan tinggi purin
  • Tidak memulai allopurinol saat serangan akut
  • Segera periksa ke dokter, semakin cepat mendapatkan pengobatan akan mempercepat penyembuhan

 

asam urat 1
Penyakit yan disebabkan asam urat

 

Bagaimana cara mencegah serangan ulang asam urat?

  • PERIKSA KADAR ASAM URAT  secara teratur dan minum obat penurun asam urat secara teratur untuk mencapai kadar asam urat dibawah 6 mg/dL
  • DIET RENDAH PURIN  dan jaga berat badan ideal
  • MINUM AIR YANG CUKUP

 

Benarkah obat penurun asam urat (allopurinol) yang minum jangka panjang bisa merusak ginjal?

  • Tidak. Penurun asam urat ALLOPURINOL tidak merusak ginjal
  • Orang dengan Gout harus minum allopurinol terus menerus untuk mempertahankan kadar asam urat dibawah 6.

 

Jadi pada orang dengan Gout , mengapa sering terjadi gangguan ginjal?

Rheumatologist sering menemukan pasien Gout dengan kerusakan ginjal, hal ini disebabkan oleh :

  • Kadar asam urat yang tinggi yang menimbulkan kerusakan ginjal dan batu ginjal.  Oleh karena itu minum allopurinol dapat MENCEGAH kerusakan ginjal dan batu ginjal (dengan mempertahankan kadar asam urat yang normal).
  • Obat penghilang nyeri, NSAID, jamu rematik  yang diminum pada saat serangan berulang Gout bisa merusak ginjal.

Oleh karena itu solusi untuk mengatasi kerusakan ginjal pada GOUT adalah dengan menjaga kadar asam urat yang normal. Jadi jangan ragu untuk minum allopurinol jangka panjang sesuai petunjuk dokter.

 

asam urat 2
Periksa dan konsumsi obat asam urat secara teratur

 

Pernahkah anda mendengar kampanye GO FOR SIX, apakah maksudnya?

The Gout & Uric Acid Education Society memperkenalkan ‘GO FOR SIX’ untuk edukasi masyarakat awam dan praktisi medis tentang pentingnya monitoring kadar asam urat darah secara teratur. Kadar asam urat harus dipertahankan kurang dari 6mg/dL untuk mencegah kerusakan sendi permanen dan kerusakan organ lainnya misalnya kerusakan ginjal. Jadi periksakan kadar asam urat anda secara teratur. Tidak hanya minum obat saja, tapi tidak pernah periksa kadar asam urat.

 

Bagaimana mengendalikan asam urat anda?

(The Gout & Uric Acid Education Society)

  1. KNOW YOUR NUMBERS.

Secara teratur PERIKSAKAN kadar asam urat anda. Pastikan mencapai kadar yang normal. Minum obat tanpa pemantauan yang teratur tidaklah bijaksana.

  1. TAKE MEDICATION AS DIRECTED

Patuhi anjuran dokter untuk minum obat penurun asam urat secara rutin. Kontrol sesuai anjuran dokter. Minum obat sesuai dengan yang diresepkan dan TIDAK menghentikan obat penurun asam urat tanpa seijin dokter (Walau kadar asam urat sudah normal).

3. STAY HIDRATED.

Minum paling tidak 8 gelas air untuk mencegah batu ginjal dan membantu pengeluaran asam urat dari dalam aliran darah.

  1. AVOID TRIGGER FOOD.

Hindari makanan tinggi purin (jeroan, daging merah, alkohol, minuman tinggi fruktosa).

5. MAKE HEALTHY LIFESTYLE CHOICES

Olahraga teratur, mempertahankan berat badan ideal dan berhenti merokok.

6. CONTROL OTHER HEALTH ISSUES

Kendalikan juga tekanan darah, kolesterol tinggi, diabetes dan berat badan. Kondisi ini dapat menimbulkan serangan asam urat dan kerusakan pada organ tubuh.

 

Makanan rendah purin apa yang dianjurkan untuk penyandang GOUT?

  • Produk susu low fat
  • Sayuran segar
  • Buah segar, bukan juice dalam kemasan yang ditambahkan gula
  • Gandum dan biji-bijian

 

Jika Anda menyandang GOUT, mintalah pada dokter anda untuk melakukan pemeriksaan asam urat darah  secara teratur. Tetapkan target yang akan dicapai yaitu kadar asam urat dibawah 6mg/dL, untuk mencegah kerusakan sendi permanen dan penyakit-penyakit lainnya.

 

Periksa kadar asam urat dan konsumsi obat Anda secara teratur.

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

Lupus dan Sistem Saraf (Neuropsikiatrik Lupus)

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Kelainan otak atau sistem saraf pada lupus disebut dengan istilah Neuropsikiartik Lupus. Neuropsikiatrik Lupus sering kali merupakan tantangan bagi Rheumatologist. Diagnosisnya tidak mudah dan banyak kelainan lain yang bisa menyerupai Neuropsikiatrik Lupus. Misalnya jika ada keluhan gangguan kesadaran pada lupus , hal-hal seperti infeksi, efek samping obat, faktor psikologis dan metabolik harus disingkirkan. Sehingga untuk sampai pada diagnosis Neuropsikiatrik Lupus banyak pemeriksaan yang harus dilakukan. Sekitar 12-30% pasien Lupus terkena neuropsikiatrik Lupus.

gejala awal lupus
Kenala gejala awal lupus

Apa sesungguhnya Neuropsikiartik lupus itu dok?

Untuk mempermudah orang awam memahaminya, dokter sering menggunakan istilah lupus otak untuk neuropskiatrik lupus. Neuropsikiatrik lupus adalah gangguan pada otak, medula spinalis atau sistem saraf tepi yang terjadi pada pasien lupus. Kondisi ini bisa sangat ringan, sampai pada gangguan kesadaran yang mengancam nyawa.

Gejala apa yang bisa terjadi pada Neuropsikiatrik Lupus?

Pada sistem saraf pusat:

  • Acute confusional state
  • Gangguan kognitif (kemampuan berpikir/intelektual)
  • Nyeri kepala
  • Meningitis aseptik
  • Stroke
  • Mielopati
  • Gangguan gerak tidak normal
  • Sindroma demielinisasi
  • Kejang

Gangguan Psikiatrik

  • Psikosis
  • Gangguan Mood dan kecemasan, bisa terjadi depresi berat dan bisa gangguan cemas

Sistem Saraf Tepi

  • Neuropati perifer
  • Mononeuropati
  • Polineropati
  • Gangguan otonom seperti sulit buang air besar, gangguan berkemih.
gejala neuropsikiartik lupus
Waspadai gejala neuropsikiartik lupus

Wah , ternyata banyak banget ya dok, ?

Ya benar gejala neuropsikiatrik lupus ternyata sangat banyak dan bervariasi. Dan ternyata ada banyak hal yang perlu disingkirkan sebelum menegakkan diagnosis neuropsikiatrik Lupus, seperti infeksi, obat-obatan tertentu, hipertensi, natrium yang rendah, gula darah tinggi atau rendah, demam, kekurangan oksigen, gangguan tiroid, limfoma, fibromialgia, dan gangguan saraf dan jiwa lainnya.

Gangguan apa yang paling sering terjadi, dok?

Dalam praktek Rheumatologist, Acute Confusional State, gangguan kognitif, stroke, depresi, kejang dan polineuropati adalah hal-hal yang sering ditemukan pada pasien Lupus.

Apa itu Acute Confusional State dok?

Ini adalah 30% penyebab orang dengan lupus masuk rumah sakit. Kondisi ini ditandai oleh gangguan kemampuan untuk fokus , disertai gangguan proses berpikir, gangguan mood dan gangguan tingkah laku. Biasanya pasien akan tampak bingung, tidak mengenali orang sekitarnya, gaduh gelisah, tidak bisa berkomunikasi, dan dalam keadaan lanjut dapat terjadi gangguan kesadaran sampai pada koma.

Apa betul orang dengan lupus suka lupa?

Gangguan kognitif atau gangguan proses pikir bisa terjadi pada Lupus (11-54%). Keluhan mudah lupa, sulit berkonsentrasi, dan gangguan proses berpikir dapat terjadi pada lupus. Gangguan kognitif ini bisa ringan, tapi juga bisa berat sampai mengganggu kehidupan sehari-hari. Dimensia juga bisa terjadi pada lupus.

Bisakah stroke terjadi pada wanita muda?

Ya, stroke pada usia muda sering disebabkan oleh lupus. Penyandang lupus berisiko stroke (13-64%).  Pada lupus, stroke penyumbatan lebih sering terjadi dari pada stroke pendarahan.  Gejalanya bervariasi tergantung daerah otak yang terkena, bisa kelemahan tungkai (lumpuh sebelah), kebutaan mendadak, tidak bisa bicara dan bengong atau tidak bisa mengerti pembicaraan orang lain.

Dok , bisakah terjadi gangguan jiwa pada lupus?

Ya pada kasus-kasus tertentu penyandang lupus sempat diduga menderita ganggauan jiwa , sebelum diagnosis lupus ditegakkan. Pada lupus dapat terjadi psikosis (11%) dan gangguan cemas dan depresi (24-57%). Psikosis merupakan gangguan berat pada presepsi kenyataan. Biasanya ditandai oleh waham dan halusinasi. Penyandang memiliki kenyakinan yang bertentangan dengan kenyataan . Misalnya waham curiga merasa orang lain memusuhi, dan memata-matainya padahal hal itu tidak benar. Sedangkan halusinasi adalah merasakan mendengar atau melihat sesuatu yang sebernarnya tidak ada. Pada lupus yang sering terjadi adalah halusinasi pendengaran ( merasa mendengar sesuatu yang sebernarnya tidak ada).

Bagaimana Rheumatologist menegakkan diagnosis lupus cerebral?

Rheumatologist akan melakukan wawancara untuk menyingkirkan sebab lain dari keluhan keluhan pasien. Biasanya akan dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologi. Pemeriksaan  yang dilakukan seperti :

  • Pemeriksaan umum :darah rutin (hemoglobin, lekosit, trombosit), fungsi ginjal, fungsi hati, elektrolit(natrium kalium), gula darah, CRP  dan urin
  • Pemeriksaan yang khusus : komplemen c3, c4, CH50, anti dsDNA antibodi,tes antifosfolipid antibodi (lupus antikoagulan, anticardiolipin, anti beta 2 glikoprotein 1)
  • Tes khusus jika ada indikasi : serum antineural antibodi, Anti-ribosomal P antibodi, anti-NMO-IgG antibodi
  • Pemeriksaan cairan sumsum tulang belakang untuk menyingkirkan adanya infeksi
  • Pemeriksaan MRI kepala dan tulang belakang, EEG, USG jantung

Tentunya tidak semua pemeriksaan akan  dilakukan pada pasien neuropsikiatrik lupus, tapi disesuaikan dengan indikasi.

Bagaimana pengobatan lupus neuropsikiatrik dok?

Oleh karena gejalanya sangat beraneka ragam, maka pengobatannya (jenis obat dan dosis obat) bisa berbeda antara orang yang satu dengan orang yang lain. Rheumatologist akan memberikan pengobatan bergantung pada tipe kelainan yang terjadi dan berat ringannya kondisi pasien. Obat yang lazim digunakan pada lupus neuropsikiatrik adalah steroid , siklofosfamid, mikofenolat mofetil, azatioprin, rituximab, hidroksikloroquin dan antikoagulan (pengencer darah ) sesuai dengan indikasi.

Ternyata gejala neuropsikiatrik lupus sangat banyak jenisnya ya. Buat anda penyandang lupus dan buat keluarga penyandang lupus harus waspada gejala-gejala dibawah ini :

  • Perubahan tingkah laku tiba-tiba, gelisah dan tidak mengenal orang sekitar
  • Menjadi pelupa, tidak bisa konsentrasi
  • Kejang
  • Nyeri kepala hebat terus menerus
  • Gejala stroke misalnya kelemahan satu sisi badan
  • Gejala mirip gangguan jiwa, waham dan halusinasi
  • Gerakan tertentu yang berulang-ulang dan tidak normal
  • Kesemutan dalam waktu yang lama
  • Tiba2 gangguan penglihatan dan gangguan pendengaran

Lupus neuropsikiatrik (lupus otak, lupus cerebral) sering kali merupakan situasi darurat yang mengancam nyawa. Oleh karena itu kenali gejala-gejala awalnya, dan komunikasi dengan dokter yang merawat sesegera mungkin.

 

Take action this May for LUPUS Awareness Month,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

Silahkan bagikan jika bermanfaat

Beberapa Mitos Sekitar Penyakit Lupus

Silahkan bagikan jika bermanfaat

www.DokterRematikAutoimun.com - Beberapa Mitos Penyakit Lupus 2
10 Mei sebagai hari peduli lupus sedunia

Sejak tahun 2004 organisasi lupus diseluruh dunia memperingati tgl 10 Mei sebagai hari Lupus Dunia. Pada tanggal 10 Mei serentak dilakukan kegiatan untuk edukasi pada masyarakat umum akan gejala awal lupus dan bahayanya penyakit ini jika terlambat terdiagnosis. Kitapun bisa melakukan hal yang sama, mari sampaikan pada teman, saudara kita, beberapa fakta tentang Lupus. Edukasi diri kita dan lingkungan kita akan bahayanya Lupus, dan jauhkan diri dari mitos-mitos yang membahayakan. Berikut beberapa mitos Lupus yang harus kita lawan:

Mitos: Diagnosis Lupus berarti akhir dari kehidupan

Saat ini dengan perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan, survival pasien lupus jauh lebih baik dibandingkan kondisi beberapa tahun lalu. Dalam 5 tahun pertama lebih dari 95% pasien lupus dapat hidup seperti orang lainnya Keberhasilan pengobatan bergantung pada:

  • Diagnosis dini
  • Kepatuhan berobat

 

Mitos : Lupus tidak bisa disembuhkan jadi tidak usah berobat

Memang benar sampai saat ini belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan lupus. Namun demikian bukan berarti odapus tidak perlu minum obat. Tetap patuhi anjuran dokter/Rheumatologis yang merawat. Dengan pengobatan rutin dan pemantauan teratur, inflamasi atau peradangan kronis pada Lupus dapat ditekan. Hal ini bisa mencegah/meminimalkan risiko kerusakan organ seperti ginjal,paru otak dll.

 

Mitos : Odapus yang hidup di negara tropis tidak perlu vitamin D

Pada lupus dan penyakit autoimun yang lain bisa terjadi defisiensi vitamin D. Pemantauan kadar vitamin D harus dillakukan secara rutin.Apabila kurang, dapat diberikan suplementasi vitamin D. Hidup di negara tropis yang berlimpah vitamin D tidak menjamin kecukupan vitamin D anda.

 

Mitos: Odapus yang kekurangan vitamin D tidak perlu minum vitamin D, cukup berjemur saja

Sinar matahari merupakan sumber vitamin D yang baik, akan tetapi orang dengan lupus dilarang berjemur. Sinar matahari bisa menyebabkan flare atau kumatnya lupus…oleh sebab itu konsumsi suplemen vitamin D adalah solusi yang tepat untuk odapus yang kekurangan vitamin D.

 

Mitos : Lupus tidak ada hubungannya dengan risiko jantung/kardiovaskular lain

Faktanya orang dengan lupus dan penyakit rematik autoimun lain berisiko terjadi ganguan kardiovaskular seperti stoke, serangan jantung.Hal ini terjadi karena:

  1. Inflamasi kronis menyebabkan aterosklerosis dini(penyumbatan pembuluh darah pada usia lebih muda)

2. Sindroma Anti Fosfolipid atau kekentalan darah. Untuk mencegah hal ini , kita perlu mendapatkan pengobatan untuk lupus disertai usaha untuk mengendalikan faktor risiko tradisional lainnnya seperti menjaga berat badan ideal, kadar gula dan kolesterol normal, mengendalikan tensi normal dan berolahraga.

 

Mitos : Odapus tidak bisa hamil

Odapus dapat hamil dan melahirkan anak yang sehat. Tips buat odapus yg mau hamil:

  • Bicarakan sejak awal dengan dokter /Rheumatologist yang merawat tentang keinginan untuk hamil
  • Hamil jika sudah mendapat persetujuan dokter, biasanya pada saat sudah remisi dalam jangka waktu tertentu
  • Komunikasikan obat yang dapat digunakan dalam kehamilan, beberapa obat harus di stop dan diganti pada waktu hamil
  • Kontrol teratur selama hamil ke dokter lupus dan dokter kandungan untuk pemantauan ibu dan bayinya.

 

Mitos: Anak odapus pasti lupus

Hal ini tidak benar. Frekuensi seorang ibu lupus melahirkan bayi dengan lupus kongenital sangat rendah, kurang dari 2% pada ibu dengan anti SSA dan anti SSB positif. Pada ibu lupus tanpa antibodi ini, resikonya lebih kecil lagi.

 

Mitos: Lupus menular

Lupus bukan penyakit menular , bukan juga kanker. Pada keadaan lupus  aktif,  kulit orang lupus sering timbul bercak2 kemerahan.Akan tetapi kondisi ini tidak bisa ditularkan pada orang lain.Jadi jangan takut berdekatan dengan pasien lupus.

www.DokterRematikAutoimun.com - Beberapa Mitos Penyakit Lupus
Kenali gejala lupus sejak dini

Mitos : Pada lupus harus ada bercak merah di pipi (malar rash, butterfly rash)

Butterfly rash adalah salah satu gejala lupus, namum tidak semua orang lupus akan mengalaminya. Lupus disebut penyakit seribu wajah karena berbeda beda gejalanya satu dengan yang lain. Ada orang yang dominan kelainan darah (anemia berat, trombosit turun). Ada pula yang dominan kelainan ginjal (hipertensi, bengkak diwajah dan kaki, kebocoran protein). Gejala gejala ini tidak semua harus ada pada 1 individu.

 

Mitos:  Orang lupus tidak boleh menggunakan kontrasepsi

Pada kondisi tertentu dimana kehamilan belum diijinkan, anda akan diminta untuk menggunakan kontrasepsi. Diskusikan pemilihan kontrasepsi yang tepat dengan dokter kandungan anda. Pada umumnya hindari penggunaan kontrasepsi hormonal pada pasien lupus , terutama pasien lupus dengan APS. Namun masih banyak pilihan metode kontrasepsi lain yang dapat dipilih oleh odapus.

 

Mitos : Minum obat lupus (misalnya hidroksikloroquin, mikofenolat mofetil, azatioprin ) jangka panjang menyebabkan kerusakan ginjal

Faktanya, Ginjal adalah salah satu organ yang dapat diserang lupus. Dengan pengobatan teratur risiko kerusakan ginjal bisa diminimalkan.Jadi obat obat tersebut justru harus diminun terus sesuai petunjuk dokter..Agar odapus terhindar dari komplikasi lupus pada organ organ tubuh. Obat tersebut tidak merusak ginjal, bahkan sering digunakan juga untuk pengobatan lupus ginjal ( nefritis lupus). Jadi jangan ragu untuk minum obat rutin sesuai anjuran dokter/rheumatologist anda.

Kenali gejala awal lupus nyeri sendi berkepanjangan, demam berulang , sariawan yang tidak kunjung sembuh, rambut rontok,kemerahan di kulit terutama wajah..konsultasikan tentang kemungkinan Lupus pada dokter terdekat jika terdapat lebih dari 1 gejala diatas.

Mari Peduli Lupus. Sebarkan pesan ini untuk orang2 disekitar kita. Early Lupus Diagnosis Saves Lives

 

Happy World Lupus Day

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 


Silahkan bagikan jika bermanfaat

DokterRematikAutoimun.com untuk Info Lengkap dan Konsultan Penyakit Rematik Autoimun