Tag Archives: Disease-modifying antirheumatic drug

Bagaimana penanganan Rheumatoid Arthritis (RA)?

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit rematik autoimun yang menyebabkan radang pada sendi. Penyakit ini biasanya mengenai wanita usia 30-40 tahun walaupun bisa mengenai laki-laki juga , usia muda, tua maupun anak-anak. Gejalanya adanya nyeri,kaku dan bengkak sendi, terutama menyerang jari tangan dan pergelangan tangan. Nyeri dan kaku biasanya paling sering terjadi pada pagi hari. Nyeri akan membaik sesudah melakukan aktivitas misalnya mencuci dan menyapu. Setelah berlanjut beberapa lama nyeri bisa menyerang lutut, pergelangan kaki, bahu siku bahkan leher. Jika keluhan seperti ini berlanjut lebih dari 1 bulan segera ke konsultan reumatologi/ Rheumatologist untuk mendapatkan diagnosis  dan terapi yang tepat.

Gejala awal Rheumatoid Arthritis
Gejala awal Rheumatoid Arthritis

Apakah pengobatan RA pada setiap orang sama?

Tidak. Pengobatan RA, baik pemilihan obat, maupun dosis obat bisa berbeda pada orang yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu sangat rasional jika penyandang RA yang satu mendapatkan obat A , sedangkan penyandang yang lain mendapatkan obat B.

Perbedaan terapi pada orang yang satu dengan orang yang lain disebabkan oleh:

  • Perbedaan berat ringannya penyakit pada setiap orang bisa berbeda-beda
  • Perbedaan kondisi pasien , penyakit lain yang disandangnya
  • Riwayat pengobatan sebelumnya
  • Respon pengobatan bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang membaik dengan obat A dengan dosis kecil , ada yang membutuhkan kombinasi 3 macam obat untuk mencapai remisi.
  • Efek samping pengobatan juga bisa berbeda-beda, ada orang yang tidak mengalami efek samping obat, bahkan pada dosis maksimal. Ada juga orang yang mengalami banyak efek samping obat pada dosis kecil.

 

Apakah cukup minum penghilang sakit biasa pada Artritis Reumatoid ?

Tidak. Penghilang sakit biasa yang dijual bebas dan steroid seperti prednisone,metilprednisolon hanya sebagai penghilang sakit sementara. Ada obat khusus seperti metotrexat, sulfasalasin, hidroksikloroquin, lefluonamid, atau obat suntikan seperti adalimumab , golimumad. Konsultasi dini dengan konsultan rematologi pada 6 bulan pertama sakit sangat penting. Karena  obat  rematik khusus harus diberikan sejak awal, untuk mencegah kerusakan dan cacat sendi.

Ingat, penghilang sakit biasa tidak bisa mencegah cacat sendi pada Rheumatoid Arthritis.

Kita membutuhkan obat lain untuk terapi RA, obat itu adalah:

  1. DMARD (Disease-modifying antirheumatic drug), golongan obat yang dapat memperlambat perjalanan penyakit RA, menyelamatkan sendi dari kerusakan permanen dan cacat sendi. Golongan obat ini misalnya metotreksat, sulfasalasin , hidroksikloroquin, lefluonamid dll.
  2. Biologik Agent: Golongan obat yang disuntikkan atau diinfuskan ke tubuh pasien. Obat ini biasanya bekerja pada suatu target tertentu, dan memberikan efek yang lebih cepat daripada DMARD konvensional. Contohnya adalah adalimumab, golimumab, toxilizumab, etanercept, infliximab, certolizumab dll

Kedua golongan ini tidak hanya sekedar menghilangkan rasa sakit tapi juga MENCEGAH kerusakan / cacat sendi.

 

Obat apa yang paling sering diberikan pada pasien RA?

Kita mungkin sudah pernah mendengar obat Metotreksat. Obat ini merupakan obat utama dan pertama untuk RA. Jika tidak ada kontraindikasi, obat ini haruslah menjadi pilihan pertama untuk penangangan RA. Kecuali jika ada halangan dari sisi medis barulah dapat digunakan pilihan obat yang lain. Obat ini sudah digunakan lebih dari 30  tahun, harganya cukup murah dan cukup efektif untuk RA.

 

Metotreksat obat kanker?

Kita sering mendengar komentar seperti ini. Memang benar bahwa dalam dosis yang jauh lebih besar metotreksat juga dapat digunakan umtuk pengobatan kanker. Namun penggungaan Metotreksat dalam bidang Reumatologi juga sudah terbukti secara ilmiah dalam berbagai studi ilmiah. Rheumatologist/ Konsultan Reumatologi dapat menggunakan obat ini untuk RA, Juvenile Idiophatic Arthritis, dermatomyositis, vaskulitis, dan masih banyak indikasi lainnya.

Rheumatod Artritis terapi 2
Rheumatod Artritis pada tingkat lanjut akan tampak seperti pada gambar

Apakah sesungguhnya tujuan pengobatan RA?

  • Mengurangi peradangan/inflamasi
  • Mencegah kerusakan sendi yang permanen (mencegah bengkok/cacat sendi)
  • Mengatasi nyeri pada penyandang rematik
  • Meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga pasien dapat beraktivitas normal
  • Mencegah komplikasi jangka panjang RA seperti gangguan kadiovaskular (stroke dan serangan jantung).

 

Bagaimana Rheumatologist dapat mencapai tujuan pengobatan RA?

  • Dengan memberikan terapi seawal mungkin pada saat diagnosis di tegakkan. Semakin awal diagnosis di tegakkan dan semakin cepat obat utama (DMARD atau Biologik) diberikan, akan mempercepat terjadinya remisi.
  • Dengan melakukan pemantauan secara berkala.

Pasien dianjurkan untuk kontrol secara teratur pada Rheumatologist. Rheumatologist secara berkala harus menilai kemajuan pengobatan. Apakah target sudah tercapai atau belum. Apakah dosis obat harus dinaikkan ? Atau obat harus dikombinasikan dengan obat lain. Jadi jangan malas kontrol ya..

 

Apa yang disebut remisi pada RA?

Remisi adalah suatu kondisi dimana RA dalam keadaan stabil. Rheumatologist memiliki kriteria remisi misalnya DAS 28 dengan penghitungan yang cukup rumit. Dalam bahasa awam remisi pada RA artinya tidak nyeri /nyeri sendi minimal, tidak bengkak sendi,  laju endap darah dan CRP normal.

 

Rheumatoid Arthritis memang tidak dapat disembuhkan. Tapi terus apakah tidak perlu diobati? Tentunya pendapat itu sangat salah. Walaupun tidak bisa disembuhkan pengobatan dini dan tepat akan memperbaiki nyeri sendi, mencegah cacat sendi dan tentu saja memperbaiki kualitas hidup penyandang RA. Jadi jangan pernah putus obat tanpa pengawasan Rheumatologist.

 

Hal apa lagi yang harus saya perhatikan dalam pengobatan RA:

  • Perbanyakan makan buah, sayur dan makanan lain yang berserat tinggi
  • Mitos yang mengatakan sayuran memicu radang sendi tidak benar. Orang dengan RA dianjurkan banyak makan buah, sayur dan serat tinggi yang bermanfaat mengurangi peradangan dalam tubuh.
  • Batasi lemak jenuh seperti daging, mentega , lemak pada daging. Batasi lemak jenuh kurang dari 10% dari total kalori.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti ikan tuna, ikan salmon, makarel, kerang,ikan sarden dll.
  • Batasi konsumsi asam lemak omega-6 seperti minyak sayur, sallad dressing, kue, permen, coklat, snack yang mengandung omega-6.
  • Kurangi makan makanan yang dibakar dan di goreng dalam temperatur yang tinggi
  • Kurangi konsumsi garam yang berlebihan
  • Batasi konsumsi gula
  • Makan dengan jumlah total kalori yang seimbang dan jaga berat badan ideal.
  • Berolahraga secara teratur sesuai kesanggupan kita
  • Hidup seimbang, kendalikan stress dan stop merokok.

 

Salam sehat dan tetap semangat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten