Tag Archives: diagnosis rheumatoid arthritis

Bagaimana penanganan Rheumatoid Arthritis (RA)?

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit rematik autoimun yang menyebabkan radang pada sendi. Penyakit ini biasanya mengenai wanita usia 30-40 tahun walaupun bisa mengenai laki-laki juga , usia muda, tua maupun anak-anak. Gejalanya adanya nyeri,kaku dan bengkak sendi, terutama menyerang jari tangan dan pergelangan tangan. Nyeri dan kaku biasanya paling sering terjadi pada pagi hari. Nyeri akan membaik sesudah melakukan aktivitas misalnya mencuci dan menyapu. Setelah berlanjut beberapa lama nyeri bisa menyerang lutut, pergelangan kaki, bahu siku bahkan leher. Jika keluhan seperti ini berlanjut lebih dari 1 bulan segera ke konsultan reumatologi/ Rheumatologist untuk mendapatkan diagnosis  dan terapi yang tepat.

Gejala awal Rheumatoid Arthritis
Gejala awal Rheumatoid Arthritis

Apakah pengobatan RA pada setiap orang sama?

Tidak. Pengobatan RA, baik pemilihan obat, maupun dosis obat bisa berbeda pada orang yang satu dengan yang lain. Oleh karena itu sangat rasional jika penyandang RA yang satu mendapatkan obat A , sedangkan penyandang yang lain mendapatkan obat B.

Perbedaan terapi pada orang yang satu dengan orang yang lain disebabkan oleh:

  • Perbedaan berat ringannya penyakit pada setiap orang bisa berbeda-beda
  • Perbedaan kondisi pasien , penyakit lain yang disandangnya
  • Riwayat pengobatan sebelumnya
  • Respon pengobatan bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang membaik dengan obat A dengan dosis kecil , ada yang membutuhkan kombinasi 3 macam obat untuk mencapai remisi.
  • Efek samping pengobatan juga bisa berbeda-beda, ada orang yang tidak mengalami efek samping obat, bahkan pada dosis maksimal. Ada juga orang yang mengalami banyak efek samping obat pada dosis kecil.

 

Apakah cukup minum penghilang sakit biasa pada Artritis Reumatoid ?

Tidak. Penghilang sakit biasa yang dijual bebas dan steroid seperti prednisone,metilprednisolon hanya sebagai penghilang sakit sementara. Ada obat khusus seperti metotrexat, sulfasalasin, hidroksikloroquin, lefluonamid, atau obat suntikan seperti adalimumab , golimumad. Konsultasi dini dengan konsultan rematologi pada 6 bulan pertama sakit sangat penting. Karena  obat  rematik khusus harus diberikan sejak awal, untuk mencegah kerusakan dan cacat sendi.

Ingat, penghilang sakit biasa tidak bisa mencegah cacat sendi pada Rheumatoid Arthritis.

Kita membutuhkan obat lain untuk terapi RA, obat itu adalah:

  1. DMARD (Disease-modifying antirheumatic drug), golongan obat yang dapat memperlambat perjalanan penyakit RA, menyelamatkan sendi dari kerusakan permanen dan cacat sendi. Golongan obat ini misalnya metotreksat, sulfasalasin , hidroksikloroquin, lefluonamid dll.
  2. Biologik Agent: Golongan obat yang disuntikkan atau diinfuskan ke tubuh pasien. Obat ini biasanya bekerja pada suatu target tertentu, dan memberikan efek yang lebih cepat daripada DMARD konvensional. Contohnya adalah adalimumab, golimumab, toxilizumab, etanercept, infliximab, certolizumab dll

Kedua golongan ini tidak hanya sekedar menghilangkan rasa sakit tapi juga MENCEGAH kerusakan / cacat sendi.

 

Obat apa yang paling sering diberikan pada pasien RA?

Kita mungkin sudah pernah mendengar obat Metotreksat. Obat ini merupakan obat utama dan pertama untuk RA. Jika tidak ada kontraindikasi, obat ini haruslah menjadi pilihan pertama untuk penangangan RA. Kecuali jika ada halangan dari sisi medis barulah dapat digunakan pilihan obat yang lain. Obat ini sudah digunakan lebih dari 30  tahun, harganya cukup murah dan cukup efektif untuk RA.

 

Metotreksat obat kanker?

Kita sering mendengar komentar seperti ini. Memang benar bahwa dalam dosis yang jauh lebih besar metotreksat juga dapat digunakan umtuk pengobatan kanker. Namun penggungaan Metotreksat dalam bidang Reumatologi juga sudah terbukti secara ilmiah dalam berbagai studi ilmiah. Rheumatologist/ Konsultan Reumatologi dapat menggunakan obat ini untuk RA, Juvenile Idiophatic Arthritis, dermatomyositis, vaskulitis, dan masih banyak indikasi lainnya.

Rheumatod Artritis terapi 2
Rheumatod Artritis pada tingkat lanjut akan tampak seperti pada gambar

Apakah sesungguhnya tujuan pengobatan RA?

  • Mengurangi peradangan/inflamasi
  • Mencegah kerusakan sendi yang permanen (mencegah bengkok/cacat sendi)
  • Mengatasi nyeri pada penyandang rematik
  • Meningkatkan kualitas hidup pasien sehingga pasien dapat beraktivitas normal
  • Mencegah komplikasi jangka panjang RA seperti gangguan kadiovaskular (stroke dan serangan jantung).

 

Bagaimana Rheumatologist dapat mencapai tujuan pengobatan RA?

  • Dengan memberikan terapi seawal mungkin pada saat diagnosis di tegakkan. Semakin awal diagnosis di tegakkan dan semakin cepat obat utama (DMARD atau Biologik) diberikan, akan mempercepat terjadinya remisi.
  • Dengan melakukan pemantauan secara berkala.

Pasien dianjurkan untuk kontrol secara teratur pada Rheumatologist. Rheumatologist secara berkala harus menilai kemajuan pengobatan. Apakah target sudah tercapai atau belum. Apakah dosis obat harus dinaikkan ? Atau obat harus dikombinasikan dengan obat lain. Jadi jangan malas kontrol ya..

 

Apa yang disebut remisi pada RA?

Remisi adalah suatu kondisi dimana RA dalam keadaan stabil. Rheumatologist memiliki kriteria remisi misalnya DAS 28 dengan penghitungan yang cukup rumit. Dalam bahasa awam remisi pada RA artinya tidak nyeri /nyeri sendi minimal, tidak bengkak sendi,  laju endap darah dan CRP normal.

 

Rheumatoid Arthritis memang tidak dapat disembuhkan. Tapi terus apakah tidak perlu diobati? Tentunya pendapat itu sangat salah. Walaupun tidak bisa disembuhkan pengobatan dini dan tepat akan memperbaiki nyeri sendi, mencegah cacat sendi dan tentu saja memperbaiki kualitas hidup penyandang RA. Jadi jangan pernah putus obat tanpa pengawasan Rheumatologist.

 

Hal apa lagi yang harus saya perhatikan dalam pengobatan RA:

  • Perbanyakan makan buah, sayur dan makanan lain yang berserat tinggi
  • Mitos yang mengatakan sayuran memicu radang sendi tidak benar. Orang dengan RA dianjurkan banyak makan buah, sayur dan serat tinggi yang bermanfaat mengurangi peradangan dalam tubuh.
  • Batasi lemak jenuh seperti daging, mentega , lemak pada daging. Batasi lemak jenuh kurang dari 10% dari total kalori.
  • Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti ikan tuna, ikan salmon, makarel, kerang,ikan sarden dll.
  • Batasi konsumsi asam lemak omega-6 seperti minyak sayur, sallad dressing, kue, permen, coklat, snack yang mengandung omega-6.
  • Kurangi makan makanan yang dibakar dan di goreng dalam temperatur yang tinggi
  • Kurangi konsumsi garam yang berlebihan
  • Batasi konsumsi gula
  • Makan dengan jumlah total kalori yang seimbang dan jaga berat badan ideal.
  • Berolahraga secara teratur sesuai kesanggupan kita
  • Hidup seimbang, kendalikan stress dan stop merokok.

 

Salam sehat dan tetap semangat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Bagaimana Pengobatan Rheumatoid Arthritis?

Anda sudah terdiagnosis Rheumatoid Arthritis. Proses diagnosisnya sering tidak instant. Setelah itu masalah yang anda hadapi adalah pengobatannya. Banyak yang berdebat , kok saya diberi obat ini, tapi saudara saya mendapat obat ini? Kenapa jenis obat bisa berbeda sedangkan penyakitnya sama? Berapa lama saya harus minum obat? Kenapa saya harus kontrol rutin ? Nah, temukan jawabannya di artikel dibawah ini..

Rheumatoid Arthritis adalah penyakit rematik autoimun yang ditandai dengan nyeri pada sendi di seluruh tubuh terutama pada tangan. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang baik kondisi ini akan menyebabkan erosi sendi sehingga berakhir pada cacat sendi. Kerusakan sendi atau bengkok sendi dapat dicegah apabila obat khusus untuk RA diberikan sejak awal kurang dari 6 bulan. Obat ini disebut DMARD (Disease-Modifying Antirheumatic drugs) dan agen biologik.

 

Diagnosis dini Rheumatoid Arthritis sangat penting untuk keberhasilan dan kualitas hidup anda. Mengapa?

  • Penyakit yang masih awal lebih mudah ditangani, cepat stabil membaik
  • Belum terjadi gangguan fungsi organ tubuh yang lain
  • Belum terjadi cacat sendi/bengkok sendi
  • Cepat mendapatkan obat khusus (DMARD, Agen Biologik), sehingga lebih cepat menghilangkan nyeri dan mencegah cacat sendi.

 

Penghilang sakit saja tidak cukup untuk Pengobatan Rheumatoid Arthritis

STEROID (metilprednisolon, prednisone dll) atau NSAID (penghilang sakit, misalnya piroksikam, natrium diklofenak, meloksikam dll) hanya menghilangkan gejala sementara tapi TIDAK  dapat mencegah kerusakan sendi/cacat sendi. Obat tersebut bukan obat utama untuk RA tetapi hanya obat sementara yang digunakan sebelum obat utama bekerja. Steroid atau  NSAID bisa digunakan untuk waktu singkat dan dihentikan jika DMARD sudah berkerja.

Banyak orang hanya minum obat penghilang sakit biasa (NSAID atau steroid) tanpa DMARD selama bertahun-tahun sejak sakit sendi. Ya, kejadian ini sangat sering terjadi, keterlambatan mendapatkan DMARD bisa menyebabkan cacat sendi. Jangan mengobati sendiri  nyeri sendi anda, libatkan Rheumatologist /Internis Konsultan Reumatologi jika anda mengalami nyeri sendi lebih dari 2 minggu.

Rheumatologist sangat mengharapkan pasien dapat datang pada kondisi yang sangat AWAL (<3 bulan ) dimana kerusakan sendi/cacat sendi belum terjadi.

Pengobatan Rheumatoid Arthritis
Pentingnya memulai DMARD saat penggunaan penghilang rasa sakit biasa tidak bereaksi

Bagaimana gejala awal  RA?

  • Nyeri sendi terutama jari tangan , pergelangan tangan, pada kedua tangan
  • Kaku di pagi hari dan  akan membaik setelah melakukan kegiatan sehari-hari
  • Pergelangan kaki, lutut . siku dan semua sendi dapat terkena pada stadium yang lebih lanjut.

Jika mendapatkan gejala diatas dan menetap lebih dari 2-4 minggu segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan pengobatan.

Ingat, penghilang sakit biasa tidak bisa mencegah cacat sendi pada Rheumatoid Arthritis.

Kita membutuhkan obat lain untuk terapi RA, obat itu adalah:

  1. DMARD : metotrexat, sulfasalasin , hidroksikloroquin, lefluonamid dl
  2. Biologik Agent :adalimumab, golimumab, toxilizumab dll

Kedua golongan ini tidak hanya sekedar menghilangkan rasa sakit tapi juga MENCEGAH kerusakan / cacat sendi.

 

Mengapa obat RA yang anda pakai berbeda dengan yang digunakan oleh teman anda?

Pengobatan RA berdasarkan pedoman yang dibuat oleh organisasi dokter Rheumatologist misalnya ACR, EULAR, APLAR, IRA dll. Pemilihan obat pada setiap orang bisa berbeda tergantung dari berat ringan penyakitnya, ada rencana hamil atau tidak, riwayat pengobatan sebelumnya dan penyakit lain yang anda alami.

 

Jadi untuk pengobatan RA obat apa yang harus saya dapatkan agar sendi saya tidak cacat?

Rheumatologis akan memberikan DMARD kepada anda, suatu golongan obat yang tidak hanya mengurangi rasa sakit saja, namun mencegah kerusakan sendi/cacat sendi. Contoh DMARD adalah metotrexat, leflunomide, hidroksikloroquin, dan sulfasalazine.

Metotrexat masih merupakan pilihan pertama pada kasus RA kecuali jika ada kontraindikasi. Berdasarkan kesepakan berbagai organisasi dokter Rheumatologist dunia misalnya ACR, EULAR, APLAR dll, pada panduan pengobatan RA, metotrexat masih digunakan sebagai obat utama dan pertama. Metotrexat selain harganya murah juga efektif mencegah kerusakan sendi pada sebahagian kasus RA.

 

Dok saya kok diberi obat kanker ?  Saya kan Rheumatoid Arthritis

Metotrexat bukanlah obat baru untuk Rheumatoid Arthritis, obat ini sudah digunakan lebih dari 30 tahun pada RA. Obat ini terbukti cukup efektif, murah dan aman asalkan dipergunakan dibawah pengawasan Rheumatologist. Sampai saat ini Mtx tetap menjadi pilihan pertama dalam pengobatan RA. Memang benar dalam dosis yang jauh lebih besar dari dosis RA, obat ini dapat digunakan pada pengobatan beberapa jenis kanker tertentu. Jadi jangan takut menggunakan metotrexat asalkan dibawah pengawasan Rheumatologist yang merawat.

 

Mengapa sebelum menggunakan Metotrexat saya diminta untuk melakukan berbagai macam pemeriksaan laboratorium ?

Tentunya ini untuk menjamin keamanan anda selama menggunakan metotrexat. Sebelum memberikan obat ini, Rheumatologist harus memastikan darah anda normal, fungsi hati dan fungsi ginjal baik, tidak ada hepatitis dan  anda tidak sedang menderita TBC aktif. Sehingga jangan bingung jika anda diminta melakukan serangkaian tes darah dan foto dada sebelum memulai metotrexat. Lakukan semua pemeriksaan ini.

 

Bagaimana pengawasan penggunaan Metotrexat?

Anda akan diminta untuk melakukan pemeriksaan rutin setiap bulan selama 3 bulan pertama, selanjutnya akan lebih jarang lagi. Pada pemantauan rutin Rheumatologist akan menilai efektifitas pengobatan dan ada tidaknya efek samping obat. Anda juga akan diminta melakukan tes darah untuk melihat apakah ada efek samping metotrexat pada sel darah anda, pada fungsi hati dan fungsi ginjal anda. Jadi selama minum metotrexat jangan lupa kontrol teratur ke dokter ya ..

Pengobatan Rheumatoid Arthritis 1
Pengobatan Rheumatoid Arthritis

Apalagi yang harus diperhatikan pada saat anda menggunakan metotrexat?

Jika ada infeksi segera laporkan kepada Rheumatologist anda. Selama menggunakan obat ini anda tidak boleh hamil karena bisa menyebabkan cacat pada janin. Jangan lupa menggunakan kontrasepsi yang efektif. Apabila anda akan merancanakan kehamilan, segera diskusikan hal tersebut dengan Rheumatologis yang merawat. Anda akan diminta untuk menghentikan obat tersebut minimal selama 3 bulan. Metotrexat juga tidak bisa digunakan pada wanita menyusui.

 

Sampai kapan saya harus minum obat dok?

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Rheumatoid Arthritis. Tapi bukan berarti anda tidak perlu minum obat. Dengan pengobatan yang baik kita mencegah cacat sendi dan penyandang RA dapat hidup normal. Tetap kontrol rutin ke Rheumatologist yang merawat, dosis obat dapat diturunkan perlahan-lahan sesuai kondisi anda. Jangan menghentikan obat sendiri tanpa persetujuan dokter. Pertahankan pola hidup sehat, istirahat cukup, kendalikan stress, jaga pola makan yang baik , dan berolahraga teratur.

 

Salam sehat semoga bermanfaat

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Apakah Rheumatoid Arthritis Seronegatif Ada?

Teman anda, Ibu Budi, baru terdiagnosis Rheumatoid Arthritis. Hasil laboratoriumnya: Rheumatoid Factor (RF)  positif, Anti-CCP (Anti-Cyclic Citrullinted Peptide Antibodies) nya juga positif. Rheumatologist (Internis Konsultan Reumatologi ) menjelaskan penyakit beliau adalah Rheumatoid Arthritis. Ibu Budi paham, diberikan obat dan diminta untuk kontrol lagi sebulan. Ini adalah gambaran kondisi sebahagian besar pasien RA (85%).

Lain lagi dengan apa yang anda alami. Seluruh sendi anda sudah 6 bulan terakhir sakit. Anda sudah dipijat, minum jamu, pake obat gosok dan minum obat penghilang sakit sendiri. Tak kunjung sembuh. Akhirnya anda berobat ke Rheumatologist. Hasil laboratorium anda RF negatif, CCP juga negatif. Tapi anda tetap dikatakan Rheumatoid Arthritis juga. Diberi obat yang sama dengan teman anda. Anda ragu berdebat dengan dokter anda. Setelah mendengarkan penjelasan rheumatologist dengan saksama , barulah anda tau bahwa anda penyandang Rheumatoid Arthritis SERONEGATIF….

Dok, Apa benar ada Rheumatoid Arthritis seronegatif?

Ya. Rheumatoid Arthritis adalah penyakit rematik autoimun yang diagnosisnya dibuat berdasarkan diagnosis klinis. Jadi untuk menentukan apakah seseorang menyandang RA atau tidak, lebih tergantung pada gejala klinis radang sendi yang sesuai dengan RA. Tentunya penentuan ini membutuhkan keahlian khusus. Pemeriksaan RF dan CCP hanya pemeriksaan penunjang, yang TIDAK HARUS positif pada semua orang dengan RA.

Seberapa sering seseorang terkena RA seronegatif?

Sebagian besar RA (85% ) adalah RA seropositif, yaitu RA dengan hasil laboratorium darah Rheumatoid Factor positif dana atau anti CCP +. Rheumatoid Artritis seronegatif terjadi pada 15-20% kasus RA. RA seronegatif artinya seseorang memenuhi kriteria diagnosis RA tetapi hasil pemeriksaan laboratorium untuk RF dan CCP , keduanya negatif.

Rheumatoid Arthritis Seronegatif
Prosentase jumlah penderita Rheumatoid Arthritis Seronegatif

Dok, jika RF dan CCP negatif, kenapa dan bagaimana Rheumatologist bisa mengatakan saya Rheumatoid Arthritis?

Sekali lagi ditekankan bahwa untuk menegakkan diagnosis Rheumatoid Arthritis , RF dan CCP TIDAK HARUS Positif. Rheumatologist membuat diagnosis RA berdasarkan kriteria diagnosis yang dikembangkan oleh ACR dan EULAR, organisasi dokter Rheumatologist Amerika dan Eropa. Kriteria itu adalah sebagai berikut : (SKOR minimal 6 untuk diagnosis RA)

1.JUMLAH SENDI YANG TERKENA                                                                  SKOR

-1 sendi besar                                                                                                                0

-2-10 sendi besar                                                                                                        1

-1-3 sendi kecil                                                                                                              2

-4-10 sendi kecil                                                                                                           3

->10 sendi kecil                                                                                                             5

2.SEROLOGI

-RF-, CCP-                                                                                                                        0

-RF positif rendah atau CCP positif rendah                                                 2

-RF positif tinggi atau CCP positif tinggi                                                        3

3.LAMA SAKIT

< 6 minggu                                                                                                                        0

≥6 minggu                                                                                                                          1

4.ACUTE PHASE  REACTANTS

-CRP normal dan LED normal                                                                               0

-CRP tidak normal atau LED tidak normal                                                    1

Nah , coba diperhatikan dengan saksama kriteria diagnosis itu.  Untuk memenuhi kriteria skor 6 RF dan CCP tidak harus positifkan?  Sebagai contoh jika ada 10 sendi kecil yang terkena (SKOR 5 ) dan CRP yang naik (SKOR1) , total Skor 6 (diagnosis RA dapat dibuat).

 

Jadi dok dengan kriteria diagnosis tersebut saya bisa membuat diagnosis sendiri ?

Tentu saja tidak. Diagnosis RA ditegakkan oleh Rheumatologist. Karena hanya dokter ahli yang bisa menentukan secara objektif apakah ada radang sendi atau tidak. Jadi SKOR tersebut dibuat berdasarkan pemeriksaan langsung Rheumatologist satu persatu pada sendi yang terkena. Jadi jangan kaget kalu anda berobat di Rheumatologist dan seluruh sendi di tubuh anda akan ditekan-tekan untuk menentukan adakah radang sendi atau tidak. Kadang-kadang dibutuhkan alat seperti USG sendi untuk menetukan apakah ada radang sendi atau tidak. Terutama jika radang sendinya sangat ringan.

 

Tapi sebagai orang awam bagaimana saya bisa mencurigai saya menderita RA?

  • Jika anda mengalami nyeri sendi pada jari tangan kanan dan kiri (simetris)
  • Nyeri dan kaku terutama pada pagi hari dan akan membaik dengan aktivitas fisik
  • Berlangsung lebih dari 1 bulan

Jika terdapat  gejala-gejala diatas segera konsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan diagnosis pasti.

 

Anda juga bisa berlatih peran sebagai dokter? Bagaimana caranya?

Lakukan Squeeze test. Mudah saja untuk melakukan tes ini. Remaslah sendi pergelangan tangan anda atau sendi kaki anda..Apakah anda merasakan nyeri pada saat sendi itu ditekan ?  Bila Ya, itu indikasi bahwa mungkin anda RA. Rasa nyeri menunjukkan adanya peradangan pada sendi tersebut.  Deteksi tadi adalah deteksi dini, sebuah sinyal yang perlu anda respon segera untuk menemui Rheumatologist terdekat. Pastikan bahwa itu RA atau bukan.

Rheumatoid Arthritis Seronegatif 1
Squeeze test untuk mengetahui Rheumatoid Arthritis

 

Apakah RA seronegatif harus diobati?

Tentu saja. Pengobatan RA seronegatif atau RA seropositif tidak berbeda. Pasien akan mendapatkan obat untuk mengurangi gejala sementara (NSAID, steroid)  dan DMARD (obat yang bisa menghambat kerusakan sendi dan mencegah cacat sendi).

DMARD , disease-modifying antirheumatic drugs , misalnya metotrexat, sulfasalasin, leflunomid dll atau agen biologik ( TNF alpha inhibitor, IL-6 inhibitor), harus diberikan sedini mungkin sebelum kerusakan/sendi terjadi.

Mengapa diagnosis dini sangat penting pada RA?

  • Diagnosis dini akan mempermudah pengobatan RA, mempercepat tercapainya remisi (kondisi tenang, bebas nyeri)
  • Diagnosis dini mencegah keterlambatan mendapatkan DMARD, yang berarti mencegah bengkok sendi atau deformitas pada RA.
  • Diagnosis dini mencegah kita mendapatkan obat penghilang sakit jangka lama (minum NSAID, steroid, jamu sendiri dan dijual bebas). Akibat dari minum obat bebas tanpa sepengetahuan dokter adalah gagal ginjal dan pendarahan lambung akibat NSAID.

Mari kira dukung bersama program kampanye untuk meningkatkan kewaspadaan akan penyakit Rematik autoimun seperti RA, lupus, Ankylosing Spondylitis, Sjogren, skleroderma dan masih banyak lagi. Don’t delay, Connect Today merupakan EULAR  campaign untuk menyebarkan informasi betapa pentingnya diagnosis dini sebelum terjadi cacat/ bengkok sendi atau kerusakan organ vital pada penyakit Rematik Autoimun. Kitapun memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama untuk menyebarkan informasi ini.

 

Mari kenali gejala awal rheumatoid arthritis,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

2 Februari Sebagai Hari Waspada Rematik

Kembali kita diingatkan  untuk menyebarkan informasi, apa itu penyakit rematik autoimun?? Sebagai Rheumatologist, saya sering kali bertemu dengan pasien Rematik Autoimun (RA, Sjogren, Lupus, skleroderma) yang terlambat terdiagnosis.

KETERLAMBATAN  itu dapat berakibat :

  • Datang dengan sendi yang sudah bengkok, cacat permanen, tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari yang sederhana (misalnya pada RHEUMATOID ARTHRITIS lanjut).
  • Datang dengan gangguan organ vital (gangguan jantung, paru , ginjal dan otak), misalnya pada LUPUS dan SKLERODERMA yang terlambat diobati
  • Datang dengan  gangguan ginjal/gagal ginjal dan luka lambung/pendarahan lambung. Penyebabnya oleh karena minum obat penghilang sakit sendi/ jamu terus menerus tanpa MENCARI TAU penyebab sakit sendi.
  • Datang dengan efek samping steroid (metilprednisolon, prednisone, dll). Steroid yang digunakan dengan dosis yang berlebihan, terlalu lama dan tanpa indikasi bisa berakibat buruk : moon face, keropos tulang, diabetes, hipertensi, mudah memar, jerawat dan infeksi kulit, berat badan meningkat dll. Banyak yang menggunakan steroid JANGKA PANJANG DOSIS TINGGI  pada keluhan nyeri sendi tanpa mencari tau penyebabnya. Akan tetapi kita tidak perlu takut berlebihan menggunakan steroid jika dibawah pengawasan dokter.
  • Dan masih banyak AKIBAT-AKIBAT lain seperti harus berhenti sekolah, di PHK dari tempat kerja, di tinggalkan pasangan/teman/ keluarga. Hal ini terjadi oleh karena keterbatasan akibat terlambat mendapatkan pengobatan.
https://dokterrematikautoimun.com
Konsultasi lebih dini lebih baik

Sebaliknya diagnosis dini penyakit Rematik Autoimun memiliki banyak keunntungan :

  • Penyakit yang masih awal lebih mudah ditangani, cepat remisi
  • Belum terjadi gangguan fungsi organ tubuh yang lain
  • Belum terjadi cacat sendi
  • Cepat mendapatkan obat khusus  (DMARD, Agen Biologik), obat ini berfungsi untuk mencegah kerusakan sendi lebih lanjut.

STEROID (metilprednisolon, prednisone dll) atau NSAID (penghilang sakit , misalnya piroksikam, natrium diklofenak, meloksikam dll) hanya menghilangkan gejala sementara tapi TIDAK  dapat memcegah kerusakan sendi/cacat sendi.

Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit Rematik Autoimun yang paling sering ditemukan. Rheumatologist sangat mengharapkan pasien dapat datang pada kondisi yang sangat AWAL (<3 bulan ) dimana kerusakan sendi/cacat sendi belum terjadi.

Bagaimana gejala awal  RA?

  • Nyeri sendi terutama jari tangan , pergelangan tangan, pada kedua tangan
  • Kaku di pagi hari dan  akan membaik setelah melakukan kegiatan sehari-hari
  • Pergelangan kaki, lutut . siku dan semua sendi dapat terkena pada stadium yang lebih lanjut.

Jika mendapatkan gejala diatas dan menetap lebih dari 2-4 minggu segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan pengobatan.

https://dokterrematikautoimun.com
Kenali gejala awal rheumatoid arthritis

Apakah cukup minum penghilang sakit biasa pada Artritis Reumatoid ?

TIDAK. Penghilang sakit biasa yang dijual bebas dan steroid seperti prednison,metilprednisolon hanya sebagai penghilang sakit sementara. Ada obat khusus seperti:

  1. DMARD : metotrexat, sulfasalasin , hidroksikloroquin, lefluonamid dl
  2. Biologik Agent :adalimumab, golimumab, toxilizumab dll

Kedua golongan ini tidak hanya sekedar menghilangkan rasa sakit tapi juga MENCEGAH kerusakan / cacat sendi.

Apakah penyakit Rematik hanya menyerang orang dewasa?

Penyakit Rematik bisa menyerang anak-anak bahkan bayi. Istilah JIA (Juvenile Ideopatic Arthritis) adalah kelompok penyakit rematik yang menyerang anak kurang 16 tahun. Waspadai keluhan nyeri sendi pada anak, demam berulang,gangguan mata atau bercak-bercak kulit yang sulit sembuh. Konsultasikan dengan Rheumatologist adanya kemungkinan JIA. Diagnosis dini dapat mencegah cacat sendi permanen.

Pemeriksaan Mandiri untuk diagnosis dini Rheumatoid Arthritis.

Anda bisa berlatih menjadi dokter sendiri. Lakukan pemeriksaan ini pada teman atau anggota keluarga yang mengeluh sakit sendi lebih dari 2 minggu. Tes mandiri ini disebut Squeeze tes (Tes Remas). Remaslah pergelangan tangan dan kaki anda. Jika nyeri ada kecurigaan anda terkena RA. Temuilah Rheumatologist terdekat di tempat anda.

Mari bagikan pengetahuan ini buat teman dan keluarga anda. Seringkali keterlambatan berobat diakibatkan oleh ketidaktahuan..Mari tingkatkan kewaspadaan kita akan RA. Diagnosis dini akan mencegah kecacatan dan keterbatasan fisik.

 

Kenali Rheumatoid Arthritis sejak dini,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

Bagaimana terjadinya Rheumatoid Arthritis?

Para ahli belum bisa menentukan penyebab pasti RA. Belum ada penelitian yang dapat menyimpulkan satu penyebab tunggal RA. Berbagai teori berusaha menjelaskan bagaimana RA terjadi. Kadang-kadang kita memiliki opini masing-masing berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing, yang tentunya tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Pada tulisan ini akan mencoba memaparkan bagaimana terjadinya RA, berdasarkan bukti ilmiah.

Apakah penyebab RA?

Rheumatoid Artritis merupakan suatu penyakit rematik autoimun yang terjadi pada 0,1-0,5% populasi dimana ¾ nya adalah wanita. Walaupun penyebab pasti belum diketahui beberapa penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara faktor lingkungan dan faktor genetik memegang peranan penting. Faktor genetik dalam hal ini HLA-DR berperan dalam terjadinya RA dan beratnya RA. Sedangkan  faktor lingkungan yang berperan pada kecenderungan timbulnya RA adalah merokok, inhalasi silica, infeksi bakteri, virus, mikobakteria dan hormon estrogen.

Bagaimana peran genetik dalam kejadian RA?

Banyak molekul yang berperan dalam kejadian RA , baik HLA-DR ataupun non HLA-DR.

HLA-DR sudah diketahui sejak tahun 1970 berperan pada kejadian RA. HLA-DR4 ditemukan pada 70% orang dengan RA. Orang yang memiliki HLA-DR 4 memiliki kecendurangan 4-5 kali menderita RA dibandingkan dengan populasi normal.

https://dokterrematikautoimun.com
Selain pada jari tangan, RA juga sering menyerang pergelangan kaki

Bagaimana peran faktor lingkungan?

Faktor lingkungan berfungsi sebagai triger (pemicu) yang memicu timbulnya penyakit. Pada orang dengan kecenderungan genetik tertentu, adanya interaksi gen dan lingkungan menimbulkan artritis.

Kuman apa yang diduga berperan dalam timbulnya RA?

Mycoplasma, Parvovirus B19, Retrovirus, Ebstein- Barr Virus,  bakteri enteric, mycobacterium dan porphyromonas gingivalis.

Bagaimana bakteri dapat menyebabkan RA?

Bakteri dapat menyebabkan artritis dengan berbagai cara:

  • mengenai synovium dan menyebabkan inflamasi lokal. Synovium adalah jaringan yang menutupi sendi , dan merupakan target utama penyakit RA.
  • melalui aktivasi sistem imun
  • Micoplasma dapat secara langsung memicu sel T menghasilkan sitokin yang memicu randang sendi.
  • Inflamasi yang berulang-ulang dan pengaruh molekul yang diproduksi bakteri , pada orang yang memiliki kecenderungan genetik dapat mengganggu toleransi sistem imun dan memacu autoimunitas.

Apakah hubungannya RA dan kesehatan mulut?

Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara RA dan bakteri Porphyromonas gingivalis(pg). Bakteri ini merupakan salah satu organisme yang berperan pada penyakit periodontal. Penelitian menunjukkan terdapat kaitan antara penyakit periodontal dengan RA. Pada kondisi terdapat penyakit periodontal yang aktif akan memicu flare /kekambuhan pada RA. Beberapa study memperlihatkan  antibody bakteri yang  meningkat titernya pada RA,  jika dibandingkan pada populasi normal. Selain itu antibodi pg ini berkaitan dengan timbulnya suatu proses citrulinasi yang beperan dalam timbulnya RA.

Bagaimana gejala penyakit periodontal ?

Dapat terjadi pendarahan gusi, erosi dari gusi, erosi gigi sampai pada gigi yang tanggal.

Apa hubungan rokok dengan RA?

Merokok dapat mengaktivasi sistem imun saluran nafas. Pada perokok, protein citrulinated terdeteksi di sampel cairan saluran nafasnya. Protein ini dapat memicu pembentukkan ACPA (anticitrullinated protein antibody). Pada orang yang memiliki kecenderungan genetik , protein ini dapat memicu synovitis pada RA. ACPA atau lebih dikenal dengan nama IgG anti CCP sangat spesifik pada RA (90%) dan dapat terdeteksi awal sebelum timbulnya gejala dan mempengaruhi beratnya RA.

https://dokterrematikautoimun.com
Lutut bengkak berisi cairan dapat ditemukan pada RA

Penyebab RA memang belum diketahui dengan pasti. Akan tetapi berdasarkan penjelasan ilmiah diatas penyandang RA diingatkan kembali untuk menghindari faktor-faktor yang bisa bisa mencetuskan atau memperberat RA. Hindari merokok, jaga kesehatan dengan makan yang sehat, olahraga teratur untuk menjaga agar tubuh terhindar oleh infeksi virus, bakteri dan jamur. Periksakan gigi secara teratur ke dokter gigi, cegah penyakit periodontal dan obati segera jika ditemukan tanda-tanda penyakit ini.

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten