Tag Archives: Ankylosing Spondylitis

Penyakit Rematik Tidak Hanya Satu Jenis Saja

Setiap tahun pada tanggal 12 Oktober , kita memperingati World Arthritis Day.

Pada kesempatan ini kita dingingatkan akan pentingnya diagnosis dini dan terapi dini penyakit Rematik Autoimun. Sebagian besar orang menyangka hanya ada 1 penyakit Rematik. Semua keluhan sakit sendi dianggap asam urat tinggi. Solusinya minum obat penghilang sakit yang dijual bebas.

Tentunya hal ini tidak benar. Terdapat lebih dari 100 jenis penyakit Rematik. Beberapa diantaranya cukup serius dan dapat menyerang organ vital jika tidak diobati dengan benar. Oleh karena itu jangan pernah mengabaikan nyeri sendi anda..Konsultasikan keluhan nyeri sendi yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu ke Rheumatologist terdekat.

Sebagai Rheumatologist, saya sering kali bertemu dengan pasien Rematik Autoimun (RA, Sjogren, Lupus, skleroderma) yang terlambat terdiagnosis.

KETERLAMBATAN  itu dapat berakibat :

  • Datang dengan sendi yang sudah bengkok, cacat permanen, tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari yang sederhana (misalnya pada RHEUMATOID ARTHRITIS lanjut)
  • Datang dengan gangguan organ vital (gangguan jantung, paru , ginjal dan otak), misalnya pada LUPUS dan SKLERODERMA yang terlambat diobati
  • Datang dengan  gangguan ginjal/gagal ginjal dan luka lambung/pendarahan lambung. Penyebabnya oleh karena minum obat penghilang sakit sendi/ jamu terus menerus tanpa MENCARI TAU penyebab sakit sendi
  • Datang dengan efek samping steroid (metilprednisolon, prednisone, dll). Steroid yang digunakan dengan dosis yang berlebihan, terlalu lama dan tanpa indikasi bisa berakibat buruk : diabetes, hipertensi, mudah memar, jerawat dan infeksi kulit, berat badan meningkat dll. Banyak yang menggunakan steroid JANGKA PANJANG DOSIS TINGGI  pada keluhan nyeri sendi tanpa mencari tau penyebabnya. Akan tetapi kita tidak perlu takut berlebihan menggunakan steroid jika dibawah pengawasan dokter
  • Dan masih banyak AKIBAT-AKIBAT lain seperti harus berhenti sekolah, di PHK dari tempat kerja, di tinggalkan pasangan/teman/ keluarga. Hal ini terjadi oleh karena keterbatasan /kecacatan akibat terlambat mendapatkan pengobatan.

 

Berita baiknya adalah semua kondisi tersebut bisa ditangani sejak awal…

Ayo kenali gejala awal beberapa penyakit Rematik Autoimun yang sering ditemukan…

Dengan mengenal gejala awal penyakit ini, kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga membantu orangterdekat kita…

INGAT solusi nyeri sendi adalah diagnosis dan terapi yang tepat…

STEROID (metilprednisolon, prednisone dll) atau NSAID (penghilang sakit , misalnya piroksikam, natrium diklofenak, meloksikam dll) hanya menghilangkan gejala sementara tapi TIDAK  dapat mencegah kerusakan sendi/cacat sendi.

Yang paling penting adalah diagnosis dini jenis penyakit rematiknya, dan terapi spesifik sesuai penyakitnya.

Berikut adalah penyakit rematik autoimun yang paling sering dijumpai :

  1. Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit Rematik Autoimun yang paling sering ditemukan. Rheumatologist sangat mengharapkan pasien dapat datang pada kondisi yang sangat AWAL (<3 bulan ) dimana kerusakan sendi/cacat sendi belum terjadi.

Bagaimana gejala awal  RA?

  • Nyeri sendi terutama jari tangan , pergelangan tangan, pada kedua tangan
  • Kaku di pagi hari dan  akan membaik setelah melakukan kegiatan sehari-hari
  • Pergelangan kaki, lutut . siku dan semua sendi dapat terkena pada stadium yang lebih lanjut.

Jika mendapatkan gejala diatas dan menetap lebih dari 2-4 minggu segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan pengobatan.

Gejala awal Rheumatoid Arthritis
Gejala awal Rheumatoid Arthritis

 

2. Apakah penyakit Rematik hanya menyerang orang dewasa?

Penyakit Rematik bisa menyerang anak-anak bahkan bayi. Istilah JIA (Juvenile Ideopatic Arthritis) adalah kelompok penyakit rematik yang menyerang anak kurang 16 tahun. Waspadai keluhan nyeri sendi pada anak, demam berulang,gangguan mata atau bercak-bercak kulit yang sulit sembuh. Konsultasikan dengan Rheumatologist adanya kemungkinan JIA. Diagnosis dini dapat mencegah cacat sendi permanen.

 

3. LUPUS merupakan penyakit rematik autoimun yang dapat menyerang semua organ tubuh.  Gejala awal dapat berupa nyeri sendi, bercak kulit yang menahun, rambut rontok, demam berulang, dan sariawan berulang. Apabila menemukan gejala diatas segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologis untuk mendapatkan diagnosis pasti. Dokter rematik akan melakukan pemeriksaan darah dan urin, foto dada untuk mengetahui keterlibatan organ tertentu. Diagnosis dini sanagatlah penting. Keterlambatan pengobatan dapat berakibat fatal, misalnya gagal ginjal atau gangguan kesadaran karena lupus yang menyerang otak.

 

4. Dermatomiositis (kelainan kulit dan radang otot), biasanya terjadi perlahan-lahan. Dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, akan terjadi kelemahan otot. Keluhan yang paling sering disampaikan seperti sulit bangun jika habis duduk dilantai, kesulitan naik tangga dan sulit menyisir rambut. Nyeri otot tidak selalu terjadi dan biasanya ringan. Dapat terjadi bercak bercak kemerahan pada kulit seluruh tubuh dan bengkak pada mata.

 

5. Vaskulitis adalah istilah untuk kumpulan penyakit dengan gejala utama inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Yang dimaksud dengan pembuluh darah adalah arteri dan vena.

Vaskulitis sangat beraneka ragam. Gejalanya pun berbeda-beda, kadang tidak khas dan menyerupai penyakit lain. Vaskulitis biasanya dicurigai apabila ada suatu penyakit kronis yang melibatkan lebih dari satu organ.

  • Vaskulitis pembuluh darah besar : nyeri di kaki, luka yang tidak sembuh-sembuh, tekanan darah lengan kanan dan kiri tidak sama, dan tidak ada denyut nadi.
  • Vaskulitis Pembuluh darah sedang : benjolan di kulit, luka yang tidak sembuh-sembuh, gangren jari, mononeuritis
  • Vaskulitis pembuluh darah kecil : purpura (bercak kemerahan berupa bintik-bintik), biduran , radang pada ginjal, gangguan paru dan radang mata.
Macam Penyakit Rematik Autoimun
Macam Penyakit Rematik Autoimun

 

6. Spondyloarthritis atau spondiloartropati seronegatif adalah nama KELOMPOK penyakit yang terdiri dari:

  • Ankylosing spondylitis

Gejalanya adalah nyeri pinggang atau bokong yang terutama pada pagi hari dan membaik jika  sudah melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Terutama menyerang laki-laki muda.

  • Artritis Enteropatik

Gejala utama adalah radang usus, misalnya diare berdarah, nyeri perut, berat badan turun. Kemudian dapat disertai nyeri pinggang, radang sendi diseluruh tubuh misalnya lutut , kaki dan ditempat lain.

  • Arthritis psoriatic

Kebanyakan didahului oleh kelainan kulit psoriasis kemudian baru mengalami nyeri sendi. meskipun kelainan sendi yang mengawali kelainan kulit juga bisa terjadi. Biasnya menyerang jari kaki dan jari tangan menimbulkan jari sosis (daktilitis). Dapat juga menyerang panggul, lutut dan pergelangan kaki

  • Arthritis Reaktif

Biasanya didahului oleh infeksi akut di luar sendi (contoh infeksi saluran nafas, infeksi usus, infeksi saluran kencing) .Kemudian terjadi radang sendi, paling banyak mengenai lutut dan  pergelangan kaki. Semua sendi dapat terkena.

  • Undifferenriated Spondyloarthritis

Kelainan mirip dengan spondyloarthritis TETAPI tidak dapat dikelompokkan dalam salah satu klasifikasi diatas.

 

7. Skleroderma adalah penyakit rematik autoimun langka. Sering disebut dengan nama ‘Sistemik Sklerosis’. Skleroderma berasal dari SCLERO artinya keras dan DERMA artinya kulit. Disebut demikian karena kulit yang mengeras merupakan gejala utama Skleroderma. Bagaimana gejala awal skleroderma yang lain?

  • Fenomena Raynaud. Suatu kondisi perubahan warna pada tangan yang bersifat simetris (pada kedua tangan) dan hilang timbul, terutama pada kondisi dingin atau stess emosional. Selain pada tangan , kondisi ini juga bisa terjadi pada kaki, telinga atau wajah. Perubahan ini dimulai oleh warna putih pucat (pada saat sirkulasi terganggu), kemudian menjadi kebiruan (kekurangan oksigen karena penurunan aliran darah) dan kembali menjadi merah (aliran darah kembali normal).
  • Pembengkakan pada jari-jari tangan dapat merupakan gejala awal skleroderma. Jari tangan terutama membengkak pada pagi hari dan membaik disiang hari. Kadang pembengkakan sangat hebat sehingga jari terlihat seperti sosis. Sering ada yang mengeluh tidak bisa menggunakan cincin yang lama.
  • nyeri sendi dan kaku dapat merupakan gejala radang sendi (artritis) pada skleroderma.

 

8. Sjogren’s Sindrome itu?

Ini merupakan suatu penyakit rematik autoimun yang lebih banyak mengenai perempuan. Biasanya pada usia yang lebih tua dari pasien lupus. Kejadian terbanyak pada usia  45 sampai 55 tahun.

Semua organ tubuh bisa terkena,  paling  sering kelenjar air mata dan kelenjar ludah.

  • Pada mata : terjadi gangguan  produksi air mata, gejala mata kering berpasir, gatal mudah infeksi
  • Pada kelenjar ludah terjadi gangguan produksi air ludah, mulut kering mudah infeksi gigi dan gusi serta kesulitan menelan
  • Dapat terjadi pembengkakan kelenjar ludah (lokasinya dibawah telinga)
  • Nyeri dan bengkak pada sendi diseluruh tubuh
  • Inflamasi pada pembuluh darah (vakulitis) diseluruh tubuh misalnya di paru , jantung, hati dan ginjal
  • Mengenai kelenjar keringat pada kulit menyebabkan kulit kering
  • Dapat melibatkan kelenjar submukosa seperti hidung, faring, laring

Mari bagikan pengetahuan ini buat teman dan keluarga anda. Seringkali keterlambatan berobat diakibatkan oleh ketidaktahuan..Mari tingkatkan kewaspadaan kita akan Penyakit Rematik Autoimun… Diagnosis dini akan mencegah kecacatan dan keterbatasan fisik.

 

Wapadai gejala awalnya dan dapatkan diagnosis dini penyakit Rematik Autoimun.

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Vitamin D dan Penyakit Rematik Autoimun (Vitamin D Part I)

Vitamin D saat ini menjadi primadona perbincangan di kalangan medis dan masyarakat umum. Bahkan majalah Time 2007 menyebut vitamin D sebagai top medical breakthrought.

Dahulu kita mengenal Vitamin D dan keterkaitannya dengan tulang dan proses osteoporosis. Namun saat ini vitamin D diteliti secara luas hubungannya dengan kondisi rematik autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, dan bahkan pada kehamilan. Saat ini defisiensi vitamin D dalam situasi berbahaya karena diduga dialami lebih 50 % populasi dunia. Sebagai Rheumatologis saya akrab dengan vitamin D oleh karena sebagian besar penyakit Rematik Autoimun (Lupus, Sjogren, Rheumatoid Arthritis, Skleroderma dll) retan terkena defisiensi vitamin D. Padahal mempertahankan kadar vitamin D dalam batas normal sangat penting dalam pengelolaan penyakit Rematik autoimun.

Apakah perbedaan vitamin D dengan vitamin yang lain?

Vitamin D merupakan vitamin yang dapat diproduksi dalam tubuh manusia. Sangat sederhana cukup dengan bantuan sinar matahari , kulit manusia dengan proses biokimiawi yang cukup rumit memproduksi vitamin D. Terdapat beberapa proses biokimiawi yang berlangsung di tubuh manusia yang melibatkan hati dan ginjal untuk membuat vitamin D yang aktif.

Apa sebernarnya fungsi vitamin D?

Secara rutin Rheumatologis menganjurkan anda memeriksakan kadar vitamin D oleh karena beberapa peran penting vitamin D dibawah ini :

  • Vitamin D berperan membantu sistem imun dalam memerangi infeksi bakteri, virus, jamur dan protozoa
  • Vitamin D berperan dalam regulasi system imun, menghambat produksi sel imun yang berperan dalam inflamasi dan autoimunitas
  • Vitamin D merupakan kunci tulang yang kuat. Vitamin D membantu penyerapan kalsium yang anda konsumsi. Rheumatologist meresepkan Vitamin D bersama kalsium dan obat osteoporosis untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis
  • Vitamin D juga berperan dalam menjaga kekuatan otot sehingga dapat membantu mencegah jatuh terutama pada orang tua
  • Vitamin D berperan penting selama kehamilan.
DokterRematikAutoimun.com - Cek Kadar Vitamin D
Penting Melakukan Cek Kadar Vitamin D

Kadar Vitamin D harus dipertahankan normal selama kehamilan karena vitamin D berperan dalam pembentukkan gigi fetus, tulang fetus dan kemungkinan pertumbuhan dan perkembangan fetus secara umum. Hal ini menyebabkan ibu hamil retan kekurangan vitamin D.

Dok, bagaimana saya tau saya kekurangan vitamin D?

Secara umum kekurangan vitamin D bisa saja tidak bergejala. Beberapa mengeluh nyeri pada otot dan sendi. Ada juga yang mengeluh ototnya lemah sehingga cepat capek.

Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk deteksi defisiensi vitamin D?

Dalam praktek Rheumatologis sehari-hari saya menyebutnya tes vitamin D. Tapi sebernarnya yang diperiksa adalah kadar 25(OH)D. Hanya dengan pemeriksaan darah kita bisa mengetahui apakah kita kekurangan vitamin D atau tidak. Tes ini bisa dilakukan setiap 3 bulan.

Siapakah yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D?

Ada kelompok orang tertentu yang retan mengalami kekurangan vitamin D. Rheumatologis akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi apakah anda berisiko kekurangan vitamin D. Beberapa factor risiko itu adalah:

  • Orang yang berkulit gelap
  • Orang yang bekerja sepanjang waktu di ruangan tertutup
  • Orang yang menggunakan tabir surya sepanjang waktu
  • Orang yang hidup pada daerah tertentu, dimana sinar matahari hamya muncul beberapa jam saja, misalnya Boston, London atau Toronto
  • Orang tua
  • Wanita Hamil
  • Kegemukan
  • Orang yang menggunakan kortikosteroid, obat anti kejang tertentu, rifampisin, obat  HIV dan obat jamur misalnya ketokonazol
  • Penyakit hati dan ginjal kronik
DokterRematikAutoimun.com - Berisiko Kekurangan Vitamin D
Yang Berisiko Kekurangan Vitamin D

Berapa sebernarnya nilai normal vitamin D?

Hal ini masih menjadi perdebatan para ahli. Beberapa organisasi dunia mengelurkan nilai normal yang berbeda-beda. Pada umumnya kadar vitamin D diklasifikasikan berikut ini:

  • Defisiensi                     : <20ng/ml
  • Insufisiensi                  : 21-29ng/ml
  • Sufisiensi (Cukup)   : >30ng/ml
  • Ideal                                : 40-60ng/ml

Dok, berapa rekomendasi konsumsi vitamin D?

Ini adalah kebutuhan rutin untuk setiap orang, tentunya jika anda mengalami defisiensi vitamin D , anda akan membutuhkan dosis yang lebih bear lagi.

  • Anak 0-1 tahun 400IU/d
  • 1-18 tahun 400-600IU/hari
  • 19-50 tahun minimal 600IU/hari
  • 50-70 tahun 600IU/hari
  • >70 tahun 800IU/hari

Jadi, vitamin D merupakan vitamin yang sangat penting tidak hanya untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis, tapi juga berperan dalam pencegahan infeksi dan regulasi sistem imun. Mintalah dokter anda untuk melakukan tes vitamin D dan berikan suplementasi vitamin D untuk mencapai kadar vitamin D yang normal.

 

Mari ketahui kadar vitamin D dalam tubuh kita sejak dini,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Apakah ANA Positif Selalu Berbahaya ?

Tes ANA (Anti Nuclear Antibodies) adalah pemeriksaan yang sangat populer di bidang rematik autoimun. Nama tes ini sangat mudah diucapkan dan diingat. Bisa mirip dengan nama orang atau mirip dengan nama salah satu perusahaan penerbangan ternama. Akan tetapi hasil tes ANA sering membuat pusing tujuh keliling. Begitu mendapatkan hasil yang positif, biasanya akan timbul kesedihan yang mendalam. Timbul pikiran buruk terkena penyakit berbahaya? Apakah benar demikian?

Dalam praktek sebagai Internis Rheumatologis, sangat sering pasien datang dengan panik oleh karena tes ANA yang positif. Sebelum membahas lebih lanjut mengensi tes ANA , fakta dibawah ini penting untuk dipahami :

  1. Tes ANA positif bisa ditemukan pada orang sehat, tidak  menyandang penyakit autoimun apapun.

2. Tes ANA bisa positif pada orang yang mengonsumsi obat tertentu, padahal orang tersebut tidak terkena penyakit rematik autoimun.

3. Tes ANA tidak digunakan untuk chek up, biasanya dokter/Rheumatologist melakukan tes ini berdasarkan dugaan adanya penyakit rematik autoimun.

4. Jangan panik dengan tes ANA, tetap konsultasi dengan dokter untuk interprestasi tes ini. Jangan membuat diagnosis sendiri.

 

Mari mengenal Tes ANA

Kita ketahui bersama tubuh diciptakan dengan suatu sistem. Sistem tersebut disebut sistem imun, memproduksi protein yang disebut antibodi. Antibodi ini akan  bekerja melawan gangguan pada tubuh (misalnya benda asing,virus, bakteri). Pada suatu keadaan antibodi ini salah bekerja. Dia salah mengenal tubuhnya sendiri sebagai benda asing. Dia tidak melawan benda asing , melainkan melawan dirinya sendiri (melawan sel normal tubuh sendiri). Antibodi ini disebut AUTOANTIBODI.

Apa yang dilakukan autoantibodi ?

Autoantibodi menyerang sel tubuh normal, karena dianggap sebagai benda asing/ musuh. Akibatnya dimulailah rangkaian peradangan atau inflamasi yang menyerang tubuh normal..

Jadi dok tes ANA itu sebernarnya apa?

Tes yang sangat populer diminta oleh Rheumatologist, selain Rheumatoid Factor. Tes ini menunjukkan adanya autoantibodi yang menyerang nukleus/inti sel sehingga disebut Antinuclear antibody (ANA).

Dok Tes ANA saya positif , apa artinya?

Adanya autoantibodi secara normal dalam jumlah sedikit dapat ditemukan pada orang sehat. Autoantibodi ini pada keadaan patologis dalam jumlah yang bermakna ditemukan pada beberapa penyakit rematik autoimun seperti:

  1. Rheumatoid Arthritis

2. Lupus

3. Sjogren Syndrome

4. Skleroderma

5. Juvenile ideopatic Arthritis (Penyakit Rematik Autoimun anak).

6. Polimiositis/Dermatomiositis

7. Mixed Connective Tissue Disease (MCTD), penyakit rematik autoimun kombinasi skleroderma, lupus dan polimiositis/dermatomiositis.

8. Hepatitis Autoimun dan banyak penyakit autoimun lainnya.

 

Mengapa ANA tes sangat terkenal dalam proses diagnosis autoimun?

Tes ANA pertama kali ditemukan 1957 pada serum pasien Lupus. Meskipun pada penemuan awalnya antibodi ini berkaitan dengan Lupus, namun saat ini diketahui autoantibodi berkaitan dengan penyakit rematik autoimun lain. Tes ANA sangat sensitif untuk Lupus (lebih dari 95 % lupus positif ANA tes). Sehingga Tes ANA yang negatif bisa membantu menyingkirkan diagnosis Lupus.

DokterRematikAutoimun.com - ANA Test 1
Konsultasikan hasil ANA pada dokter kepercayaan Anda

Apakah ANA positif pasti menyandang penyakit rematik aitoimun tertentu?

TIDAK. Sekitar 15% ANA positif terjadi pada orang normal. Konsultan Reumatologi menegakkkan diagnosis penyakit rematik autoimun (lupus, sjogren, skleroderma dll) tidak HANYA berdasarkan tes ANA positif. Diagnosis Lupus dan penyakit rematik autoimun lainnya, dibuat berdasarkan kombinasi gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium. Diagnosis ini biasanya berdasarkan kriteria diagnosis yang dibuat oleh Rheumatologist dunia. Misalnya kriteria diagnosis oleh American College of Rheumatologi (ACR) atau European League (EULAR). Tes ANA yang positif tanpa disertai gejala klinis yang sesuai dapat terjadi pada orang yang sehat. Jadi percayakan penilaian hasil test ANA anda pada dokter. Jangan membuat asumsi sendiri.

Jadi bagaimana jika ANA saya positif?

Terdapat beberapa kemungkinan :

  1. Tidak ada gejala apapun , berarti anda normal.

2. Gejala klinis mengarah pada penyakit tertentu misalnya lupus, sjogren, skleroderma, RA dll. Tentu saja diagnosis harus dibuat oleh seorang dokter.

3. Akibat penggunaan obat tertentu, misalnya hidralazin, sulfadiaxin, prokainamid, isoniazid, metildopa, quinidin, minosiklin, klorpromasin.

Apakah titer ANA yang tinggi menunjukkan beratnya penyakit?

Tidak. Titer ANA yang tinggi tidak menunjukkan beratnya penyakit. Titer ANA juga tidak dapat digunakan untuk memantau keberhasilan pengobatan. Tes ANA akan positif walaupun pasien sudah remisi dan tenang dalam pengobatan. Jadi tidak perlu berulang- ulang melakukan tes ANA jika diagnosis sudah ditegakkan.

Saat ini terdapat lebih dari 30 antibodi antigen nukleus spesifik. Bagaimana pemeriksaannya?

Pemeriksaan ini yang selama ini dikenal sebagai ANA Profile. ANA Profile mendeteksi autoantibodi IgG dalam darah secara spesifik terhadap beberapa antigen.

DokterRematikAutoimun.com - ANA Test
Pentingnya mengetahui ANA Profile

Apa manfaat ANA profil?

Pada orang dengan ANA positif dan memiliki kecurigaan akan penyakit rematik autoimun, pemeriksaan ini dilanjutkan untuk melihat antibodi khusus yang khas untuk tiap penyakit.

Dok, antibodi apa saja itu? Contohnya :

  1. Lupus : Anti dsDNA, Anti Smith

2. Skleroderma : Anti Scl 70, Anti centromer

3. MCTD : U1 RNP

5. Sjogren Syndrome : Anti SSA/Ro dan Anti SSb/La

6. Dermatomiositis : Anti Jo1

7. Vaskulitis : pANCA dan cANCA , dan masih banyak lagi.

Dok, Anti dsDNA saya negatif , saya bukan lupus ya dok? Berarti selama ini saya salah minum obat?

Pendapat ini TIDAK BENAR. Sekali lagi diagnosis Rematik Autoimun tidak hanya berdasarkan hasil laboratorium. Anti dsDNA memang sangat spesifik buat lupus, tapi hanya positif pada 30-70 % pasien Lupus. Jadi tidak semua Lupus akan positif Anti dsDNA. Dan anti dsDNA yang negatif tidak menyingkirkan diagnosis lupus.

 

Mari belajar lebih banyak lagi tentang penyakit Rematik Autoimun,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten