Adakah Hubungan Psoriasis dengan Nyeri Sendi?

Setiap tanggal 29 Oktober di seluruh dunia di peringati World Psoriasis Day. Tujuannnya tentu saja untuk lebih mengenalkan kelainan ini pada dunia. Keterlambatan diagnosis psoriasis sangat sering terjadi. Psoriasis adalah penyakit inflamasi kronis multi organ yang mengenai 2 % populasi dunia. Kulit merupakan manifestasi utama psoriasis. Berapa banyak pasien dengan psoriasis akan mengalami radang sendi akibat psoriasis (Psoariatic Arthritis)? Beberapa laporan penelitian menunjukkan angka kejadiannya bervariasi antara 6 sampai 42% pasien akan mengalami Psoriatic Arthritis.

Masih banyak yang belum mengenal penyakit ini. Gejala utama psoriasis adalah kelainan kulit yang ditandai dengan timbulnya bercak kemerahan yang ditutupi oleh sisik putih atau perak. Itu adalah salah satu bentuk psoriasis. Masih banyak bentuk lain seperti kemerahan di seluruh tubuh, kulit melepuh, bitnik merah seperti titik air, kelainan seperti ketombe di kulit kepala, dan kerusakan kuku.

Pada praktek Rheumatologist, pasien psoriasis datang dengan keluhan nyeri sendi terutama pada tangan, kaki  dan panggul. Psoriasis termasuk dalam golongan Spondiloartropati seronegatif /Spondiloartritis (SpA). Spondiloartritis sebenarnya bukan diagnosis suatu penyakit. Tetapi kumpulan beberapa penyakit dengan gejala utama yang berbeda, namun memiliki beberapa kesamaan dalam gejala nyeri sendinya. Penyakit yang termasuk dalam SpA adalah :

  1. Ankylosing Spondylitis
  2. Reactive Arthritis
  3. Psoriatic Arthritis
  4. Enteropatic Arthritis atau radang sendi yang berkaitan dengan Inflammatory Bowel Disease (IBD)
  5. SpA yang tidak termasuk dalam kelompok diatas (undifferentiated SpA)

 

artritis psoriatik
Jangan abaikan nyeri sendi pada psoriasis

 

Saat ini ada kriteria baru yang membagi SpA menjadi 2 :

  1. Axial Spondyloarthritis, yang terutama mengenai panggul dan tulang belakang

2. Peripheral Spondyloarthritis (pSpA), yang mengenai sendi atau tendon diluar panggul dan tulang belakang.

 

Apakah radang sendi ( Psoriatic Arthritis) hanya terjadi pada kelainan kulit yang berat?

Radang sendi kebanyakan terjadi sesudah ada lesi kulit psoriasis. Akan tetapi pada sebahagian kecil orang, radang sendi bisa mendahului lesi kulit. Psoriatic arthritis bisa terjadi pada penyandang psoriasis dengan kelainan kulit yang berat, dan juga bisa terjadi pada kelainan kulit yang ringan.

 

Apakah Psoriatic Arthritis  sama dengan Rheumatoid Arthritis?

Tidak. Psoriatic Arthritis masuk dalam kelompok penyakit spondiloartropati seronegatif. Pada  Psoariatic Arthritis biasanya Rheumatoid Factor (RF) dan anti CCP negatif. Seperti halnya kelompok spondioartropati seronegatif yang lain, pada artritis psoriatik dapat terjadi nyeri pinggang/ bokong (sacroiliitis), dan manifestasi luar sendi lainnya. Misalnya Uveitis (mata merah dan nyeri), radang usus, kelainan pada jaringan lunak seperti faciitis plantaris dan tendinitis tendon achiles.

 

Apa penyebab psoriatic arthritis?

Belum diketahui dengan pasti. Tapi unsur genetik cukup berperan penting pada kejadian penyakit ini (HLA-B27). Karena sekitar 40 % persen memiliki riwayat psoriasis dikeluarganya. Teori mengenai penyebabnya beragam, ada yang mengatakan unsur lingkungan, paparan bahan kimiawi atau paska infeksi. Ada juga teori yang mengatakan psoriasis timbul akibat aktivasi sistem imun sesudah infeksi streptokokus.

 

Apakah psoriasis penyakit menular?

Tidak. Psoriasis bukan penyakit menular. Walaupun kelainan kulit kadang sangat berat, tetapi anda tidak akan terkena psoriasis hanya dengan berdekatan dengan penyamdang psoriasis. Jangan takut bedekatan dengan pasien psoriasis.

 

Perlukah kita waspada jika terdapat nyeri sendi pada penyandang psoriasis?

Ya. jangan sepelehkan keluhan nyeri, bengkak dan kaku sendi pada penyandang psoriasis. Mungkin anda juga menyandang psoriatic arthritis. Segera konsultasikan nyeri sendi anda pada Rheumatologis terdekat untuk diagnosis dini.  Data ilmiah menunjukkan dalam 2 tahun jika tidak mendapatkan pengobatan yang benar, kondisi ini dapat menyebabkan cacat sendi dan mengganggu kualitas hidup anda.

 

Bagaimana gejala Psoariatic Artrhritis?

  • Dapat mengenai semua sendi namun paling sering mengenai sendi jari bagian yang dekat kuku (sendi interfalang distal), dan juga dapat mengenai lutut, pergelangan kaki, sendi panggul.
  • Yang cukup khas adalah pembengkakan pada jari -jari tangan yang disebut daktilitis. Dimana jari menjadi bengkak dan berbentuk seperti sosis. Biasanya pada kuku akan terjadi kerusakan juga, hal ini bisa menjadi petunjuk untuk membedakannya dengan artritis reumatoid.
  • Dapat juga terjadi nyeri pada pinggang dan leher yang disebut spondilitis.

 

psoriatik artritis
Waspadai pembengkakan pada jari tangan dan kaki Anda

 

Bagaimana Konsultan Reumatologi membuat diagnosis Psoriatik Artritis?

Rheumatologist membuat diagnosis berdasarkan kriteria diagnosis yang ditetapkan para ahli. Dalam kriteria ini mencakup antara lain adanya kelainan kulit, radang sendi, jari sosis, kelainan kuku, RF negatif dan kelainan radiologik tertentu. Tidak semua kriteria ini harus ada pada setiap pasien. Tidak ada satu tes pun yang dapat digunakan untuk diagnosis pasti Psoriatic Arthritis.

 

Apakah bahaya jika artritis psoriatik terlambat diobati?

Seperti pada artritis rheumatoid jika terlambat diobati psoriatic arthritis dapat menyebabkan bengkok sendi. Pada sendi ujung jari dapat terjadi kerusakan dan erosi  sendi disebut pensil cup like. Tentunya kerusakan ini akan disertai bengkok sendi dan gangguan fungsi. Dapat juga terjadi kerusakan tulang panggul pada psoriasis.

 

Apakah artritis psoriatik hanya timbul pada pasien dengan kelainan kulit yang luas ?

Tidak, kadang kelainan kulit sulit ditemukan dan ada pada tempat tersembunyi misalnya dikulit kepala, dekat anus dan di sudut bibir. Sekitar 10 % kasus radang sendi akan mendahului kelainan kulit.

 

Bagaimana Rheumatologist menangani Arthritis Psoriatic?

Pengobatan diberikan tergantung berat ringannya gejala. Pengobatan awal yang diberikan adalah penghilang sakit biasa NSAID, misalnya natrium diklofenak atau celecocib.

Pilihan pengobatan yang lain adalah golongan DMARD (kelompok obat rematik yang dapat mencegah kerusakan sendi, bukan hanya menghilangkan nyeri saja). DMARD yang dapat digunakan adalah metotrexat, lefluonamid atau sulfasalasin dan siklosporin jika terdapat kontraindikasi pada kedua obat yang pertama.

Apabila dalam 3 sampai 6 bulan tidak berespon baik dapat diberikan agen biologic seperti TNF alpha inhibitor (etanercept, infliximab, adalimumab, golimumab). Agen biologik lain seperti penghambat interleukin 12/23 (ustekinumab) atau IL-17 (secukinumab ) dapat dipakai jika tidak berespon baik dengan TNF alpha inhibitor. Alternatif lain adalah inhibitor fosfodiesterase -4 seperti apremilast dapat digunakan.

 

Kondisi apa lagi yang harus kita waspadai pada psoriasis?

Kita ketahui penyandang psoriasis berisiko untuk terjadi obesitas, hipertensi , diabetes, depresi, kelainan kardiovaskular seperti penyakit jantung coroner dan stroke. Pemantauan rutin dan menerapkan pola hidup sehat sangat penting untuk deteksi dan penanganan dini kondisi-kondisi ini.

 

 

Kenali gejala awal  Psoriatic Arthritis, cegah cacat sendi dengan diagnosis dini

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Kenali Osteoporosis Sejak Dini

Setiap tahun tanggal 20 Oktober kita memperingati World Osteoporosis Day..Kegiatan ini diprakarsai oleh International Osteoporosis Foundation (IOF). Tujuannya adalah untuk mengenalkan pada kita semua apa itu osteoporosis, apa bahayanya dan bagaimana penanganannya.

Osteoporosis bukan hanya penyakit orang tua saja. Jika anda penyandang penyakit Rematik Autoimun (lupus, Rheumatoid Arthritis, Sjogren dll),  tanpa anda sadari anda retan terkena osteoporosis. Bahkan pada usia yang lebih muda dari populasi umum.

Osteoporosis adalah bahasa medis untuk keropos tulang. Kondisi dimana tulang menjadi kehilangan struktur normalnya , sehingga mudah patah. Ibaratnya seperti lemari kayu yang sudah tua dan lapuk , srukturnya tidak lagi padat tapi menjadi berongga-rongga dan menjadi tipis. Akibatnya tentunya bisa ditebak, tulang osteoporosis akan mudah patah pada trauma minimal.

Osteoporosis dan Osteoartritis berbeda

Osteoporosis terdiri dari dua kata Osteo artinya tulang dan Porous artinya berlubang-lubang. Hal ini sangat berbeda jauh dengan Osteoartritis , meskipun sering dianggap sama. Osteoartritis bahasa awamnya adalah pengapuran, suatu kondisi yang sering terjadi pada lutut terutama pada orang yang gemuk..

 

Bagaimana gejala awal osteoporosis? Apakah osteoporosis pasti menimbulkan nyeri?

Sangat disayangkan, pada kondisi awal osteoporosis tidak bergejala. Tidak aka nada rasa nyeri, tidak juga bengkak sendi. Osteoporosis hanya akan memberikan gejala setelah terjadi PATAH TULANG. Ya , sesudah patah tulang baru terjadi nyeri, dan tentunya ini sudah terlambat…

OSTEOPOROSIS DAY 20 oktober
Pentingnya diagnosa Osteoporosis sejak dini

 

Kenapa Tulang bisa patah pada Osteoporosis?

Osteoporosis membuat tulangmu menjadi rapuh, terjadi kehilangan massa tulang. Kepadatan tulang berkurang. Tulang yang rapuh mudah patah bahkan pada kondisi yang seharusnya tidak menyebabkan patah tulang. Sebagai contoh terpeleset di kamar mandi atau tangga. Jadi pada prinsipnya , pada orang dengan osteoporosis , patah tulang akan terjadi pada trauma minimal . Ya, pada kejadian sepeleh dimana pada orang normal biasanya tidak akan terjadi apa-apa.

 

Walau sering tanpa gejala awal, apa yang bisa dilihat pada tubuh orang dengan osteoporosis?

Pada osteoporosis dapat terjadi penurunan tinggi badan. Kita kadang bisa mengamati pada orang yang sudah tua menjadi pendek. Postur tubuh bungkuk juga dapat terjadi pada osteoporosis lanjut yang sudah terjadi patah pada tulang belakang. Tentu saja ini bukan gejala awal osteoporosis , melainkan kondisi yang bisa terjadi pada osteoporosis yang sudah lanjut.

 

Kalau tidak ada gejala awal, bagaimana saya tau jika saya osteoporosis?

Menurut organisasi kesehatan dunia, WHO, diagnosis osteoporosis dibuat berdasarkan tes BMD (Bone Mineral Density) dengan metode DEXA. Alat ini biasanya tersedia di rumah sakit. Dengan alat ini , dokter dapat memutuskan apakah anda menyandang osteoporosis atau tidak. Alat ini bentuknya seperti mesin dimana pasien diminta untuk tidur dengan posisi tertentu. BMD cukup aman, dan mudah penggunaanya. Yang penting diingat adalah BMD berbeda dengan alat deteksi osteoporosis yang tersedia dipusat perbelanjaan. Alat ini biasanya menggunakan kaki dan tidak akurat untuk diagnosis osteoporosis.

 

Siapakah yang retan terkena osteoporosis?

  • Riwayat keluarga patah tulang panggul
  • Merokok
  • Berat badan kurang
  • Usia tua
  • Dimensia
  • Kekurangan kalsium
  • Gangguan pola makan
  • Kadar tetosteron yang rendah pada laki-laki
  • Berhenti menstruasi sebelum 45 tahun
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Kurangnya aktifitas fisik
  • Menderita penyakit tertentu seperti gangguan hormonal (misalnya gangguan tiroid dll), gangguan lambung, gangguan ginjal
  • Penyandang Rematik Autoimun seperti Lupus , Rheumatoid arthritis, Ankylosing spondylitis dll.
  • Menggunakan obat-obat tertentu untuk pengobatan penyakitnya, seperti : anti kejang, heparin, metotreksat, siklofosfamid, steroid, siklosporin,tamoksifen.
OSTEOPOROSIS DAY 20 oktober 1
Penyandang Rematik Autoimun rentan terkena osteoporosis dini

 

Siapakah yang harus melakukan tes BMD?

  • Semua wanita usia <65 tahun yang memiliki faktor risiko osteoporosis
  • Semua wanita usia >65 tahun tanpa faktor risiko apapun
  • Untuk melihat adanya penurunan kepadatan tulang pada pasien dengan gangguan tulang belakang , atau pada pasien yang pada foto tulang tampak sudah mulai keropos
  • Wanita dengan kekurangan hormon estrogen
  • Menggunakan kortikosteroid jangka panjang
  • Laki-laki lebih dari 70 tahun
  • Semua orang dengan faktor risiko osteoporosis

 

Jika dilakukan BMD , sudah terjadi keropos tulang, apakah osteoporosis dapat diobati?

Ya, tentu saja. Tujuan pengobatan osteoporosis tentunya adalah meningkatkan massa tulang sehingga mencegah patah tulang. Patah tulang sangat berbahaya karena dapat menimbulkan masalah pada pasien dan keluarga. Patah tulang terutama patah tulang panggul akan mengakibatkan orang menjadi tidak bisa bergerak(imobilisasi). Kondisi ini akan menyebabkan komplikasi seperti radang paru, luka di punggung akibat berbaring terus, dan menjadi beban ekonomi serta sosial pada lingkungannya..

 

Bagaimana pengobatan osteoporosis?

Pengobatan osteoporosis tidak cukup hanya dengan kalsium dan vitamin D saja. Kalsium dan vitamin d pelu diberikan, namun harus ada obat tambahan lain untuk pengobatan osteoporosis, misalnya, golongan bifosfonat (alendronate, risendronat, zolendronat dll), kalsitonin , teriparatide, tetosteron, pengganti hormone estrogen, denosumab dll. Dokter yang akan menentukan pilihan obat apa yang paling cocok untuk  pengobatan osteoporosis anda .

 

Bagaimana mencegah osteoporosis?

  1. Konsumsi cukup kalsium dan vitamin D
  2. Aktivitas fisik yang teratur
  3. Stop merokok
  4. Lakukan tes BMD jika ada indikasi, berikan terapi osteoporosis jika dibutuhkan
  5. Cegah jatuh untuk mencegah patah akibat osteoporosis.

 

Waspadai terjadinya osteoporosis dini pada penyandang Rematik Autoimun,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Penyakit Rematik Tidak Hanya Satu Jenis Saja

Setiap tahun pada tanggal 12 Oktober , kita memperingati World Arthritis Day.

Pada kesempatan ini kita dingingatkan akan pentingnya diagnosis dini dan terapi dini penyakit Rematik Autoimun. Sebagian besar orang menyangka hanya ada 1 penyakit Rematik. Semua keluhan sakit sendi dianggap asam urat tinggi. Solusinya minum obat penghilang sakit yang dijual bebas.

Tentunya hal ini tidak benar. Terdapat lebih dari 100 jenis penyakit Rematik. Beberapa diantaranya cukup serius dan dapat menyerang organ vital jika tidak diobati dengan benar. Oleh karena itu jangan pernah mengabaikan nyeri sendi anda..Konsultasikan keluhan nyeri sendi yang sudah berlangsung lebih dari dua minggu ke Rheumatologist terdekat.

Sebagai Rheumatologist, saya sering kali bertemu dengan pasien Rematik Autoimun (RA, Sjogren, Lupus, skleroderma) yang terlambat terdiagnosis.

KETERLAMBATAN  itu dapat berakibat :

  • Datang dengan sendi yang sudah bengkok, cacat permanen, tidak dapat melakukan aktifitas sehari-hari yang sederhana (misalnya pada RHEUMATOID ARTHRITIS lanjut)
  • Datang dengan gangguan organ vital (gangguan jantung, paru , ginjal dan otak), misalnya pada LUPUS dan SKLERODERMA yang terlambat diobati
  • Datang dengan  gangguan ginjal/gagal ginjal dan luka lambung/pendarahan lambung. Penyebabnya oleh karena minum obat penghilang sakit sendi/ jamu terus menerus tanpa MENCARI TAU penyebab sakit sendi
  • Datang dengan efek samping steroid (metilprednisolon, prednisone, dll). Steroid yang digunakan dengan dosis yang berlebihan, terlalu lama dan tanpa indikasi bisa berakibat buruk : diabetes, hipertensi, mudah memar, jerawat dan infeksi kulit, berat badan meningkat dll. Banyak yang menggunakan steroid JANGKA PANJANG DOSIS TINGGI  pada keluhan nyeri sendi tanpa mencari tau penyebabnya. Akan tetapi kita tidak perlu takut berlebihan menggunakan steroid jika dibawah pengawasan dokter
  • Dan masih banyak AKIBAT-AKIBAT lain seperti harus berhenti sekolah, di PHK dari tempat kerja, di tinggalkan pasangan/teman/ keluarga. Hal ini terjadi oleh karena keterbatasan /kecacatan akibat terlambat mendapatkan pengobatan.

 

Berita baiknya adalah semua kondisi tersebut bisa ditangani sejak awal…

Ayo kenali gejala awal beberapa penyakit Rematik Autoimun yang sering ditemukan…

Dengan mengenal gejala awal penyakit ini, kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tapi juga membantu orangterdekat kita…

INGAT solusi nyeri sendi adalah diagnosis dan terapi yang tepat…

STEROID (metilprednisolon, prednisone dll) atau NSAID (penghilang sakit , misalnya piroksikam, natrium diklofenak, meloksikam dll) hanya menghilangkan gejala sementara tapi TIDAK  dapat mencegah kerusakan sendi/cacat sendi.

Yang paling penting adalah diagnosis dini jenis penyakit rematiknya, dan terapi spesifik sesuai penyakitnya.

Berikut adalah penyakit rematik autoimun yang paling sering dijumpai :

  1. Rheumatoid Arthritis merupakan salah satu penyakit Rematik Autoimun yang paling sering ditemukan. Rheumatologist sangat mengharapkan pasien dapat datang pada kondisi yang sangat AWAL (<3 bulan ) dimana kerusakan sendi/cacat sendi belum terjadi.

Bagaimana gejala awal  RA?

  • Nyeri sendi terutama jari tangan , pergelangan tangan, pada kedua tangan
  • Kaku di pagi hari dan  akan membaik setelah melakukan kegiatan sehari-hari
  • Pergelangan kaki, lutut . siku dan semua sendi dapat terkena pada stadium yang lebih lanjut.

Jika mendapatkan gejala diatas dan menetap lebih dari 2-4 minggu segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologist untuk mendapatkan pengobatan.

Gejala awal Rheumatoid Arthritis
Gejala awal Rheumatoid Arthritis

 

2. Apakah penyakit Rematik hanya menyerang orang dewasa?

Penyakit Rematik bisa menyerang anak-anak bahkan bayi. Istilah JIA (Juvenile Ideopatic Arthritis) adalah kelompok penyakit rematik yang menyerang anak kurang 16 tahun. Waspadai keluhan nyeri sendi pada anak, demam berulang,gangguan mata atau bercak-bercak kulit yang sulit sembuh. Konsultasikan dengan Rheumatologist adanya kemungkinan JIA. Diagnosis dini dapat mencegah cacat sendi permanen.

 

3. LUPUS merupakan penyakit rematik autoimun yang dapat menyerang semua organ tubuh.  Gejala awal dapat berupa nyeri sendi, bercak kulit yang menahun, rambut rontok, demam berulang, dan sariawan berulang. Apabila menemukan gejala diatas segeralah berkonsultasi dengan Rheumatologis untuk mendapatkan diagnosis pasti. Dokter rematik akan melakukan pemeriksaan darah dan urin, foto dada untuk mengetahui keterlibatan organ tertentu. Diagnosis dini sanagatlah penting. Keterlambatan pengobatan dapat berakibat fatal, misalnya gagal ginjal atau gangguan kesadaran karena lupus yang menyerang otak.

 

4. Dermatomiositis (kelainan kulit dan radang otot), biasanya terjadi perlahan-lahan. Dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, akan terjadi kelemahan otot. Keluhan yang paling sering disampaikan seperti sulit bangun jika habis duduk dilantai, kesulitan naik tangga dan sulit menyisir rambut. Nyeri otot tidak selalu terjadi dan biasanya ringan. Dapat terjadi bercak bercak kemerahan pada kulit seluruh tubuh dan bengkak pada mata.

 

5. Vaskulitis adalah istilah untuk kumpulan penyakit dengan gejala utama inflamasi atau peradangan pada pembuluh darah. Yang dimaksud dengan pembuluh darah adalah arteri dan vena.

Vaskulitis sangat beraneka ragam. Gejalanya pun berbeda-beda, kadang tidak khas dan menyerupai penyakit lain. Vaskulitis biasanya dicurigai apabila ada suatu penyakit kronis yang melibatkan lebih dari satu organ.

  • Vaskulitis pembuluh darah besar : nyeri di kaki, luka yang tidak sembuh-sembuh, tekanan darah lengan kanan dan kiri tidak sama, dan tidak ada denyut nadi.
  • Vaskulitis Pembuluh darah sedang : benjolan di kulit, luka yang tidak sembuh-sembuh, gangren jari, mononeuritis
  • Vaskulitis pembuluh darah kecil : purpura (bercak kemerahan berupa bintik-bintik), biduran , radang pada ginjal, gangguan paru dan radang mata.
Macam Penyakit Rematik Autoimun
Macam Penyakit Rematik Autoimun

 

6. Spondyloarthritis atau spondiloartropati seronegatif adalah nama KELOMPOK penyakit yang terdiri dari:

  • Ankylosing spondylitis

Gejalanya adalah nyeri pinggang atau bokong yang terutama pada pagi hari dan membaik jika  sudah melakukan aktivitas fisik sehari-hari. Terutama menyerang laki-laki muda.

  • Artritis Enteropatik

Gejala utama adalah radang usus, misalnya diare berdarah, nyeri perut, berat badan turun. Kemudian dapat disertai nyeri pinggang, radang sendi diseluruh tubuh misalnya lutut , kaki dan ditempat lain.

  • Arthritis psoriatic

Kebanyakan didahului oleh kelainan kulit psoriasis kemudian baru mengalami nyeri sendi. meskipun kelainan sendi yang mengawali kelainan kulit juga bisa terjadi. Biasnya menyerang jari kaki dan jari tangan menimbulkan jari sosis (daktilitis). Dapat juga menyerang panggul, lutut dan pergelangan kaki

  • Arthritis Reaktif

Biasanya didahului oleh infeksi akut di luar sendi (contoh infeksi saluran nafas, infeksi usus, infeksi saluran kencing) .Kemudian terjadi radang sendi, paling banyak mengenai lutut dan  pergelangan kaki. Semua sendi dapat terkena.

  • Undifferenriated Spondyloarthritis

Kelainan mirip dengan spondyloarthritis TETAPI tidak dapat dikelompokkan dalam salah satu klasifikasi diatas.

 

7. Skleroderma adalah penyakit rematik autoimun langka. Sering disebut dengan nama ‘Sistemik Sklerosis’. Skleroderma berasal dari SCLERO artinya keras dan DERMA artinya kulit. Disebut demikian karena kulit yang mengeras merupakan gejala utama Skleroderma. Bagaimana gejala awal skleroderma yang lain?

  • Fenomena Raynaud. Suatu kondisi perubahan warna pada tangan yang bersifat simetris (pada kedua tangan) dan hilang timbul, terutama pada kondisi dingin atau stess emosional. Selain pada tangan , kondisi ini juga bisa terjadi pada kaki, telinga atau wajah. Perubahan ini dimulai oleh warna putih pucat (pada saat sirkulasi terganggu), kemudian menjadi kebiruan (kekurangan oksigen karena penurunan aliran darah) dan kembali menjadi merah (aliran darah kembali normal).
  • Pembengkakan pada jari-jari tangan dapat merupakan gejala awal skleroderma. Jari tangan terutama membengkak pada pagi hari dan membaik disiang hari. Kadang pembengkakan sangat hebat sehingga jari terlihat seperti sosis. Sering ada yang mengeluh tidak bisa menggunakan cincin yang lama.
  • nyeri sendi dan kaku dapat merupakan gejala radang sendi (artritis) pada skleroderma.

 

8. Sjogren’s Sindrome itu?

Ini merupakan suatu penyakit rematik autoimun yang lebih banyak mengenai perempuan. Biasanya pada usia yang lebih tua dari pasien lupus. Kejadian terbanyak pada usia  45 sampai 55 tahun.

Semua organ tubuh bisa terkena,  paling  sering kelenjar air mata dan kelenjar ludah.

  • Pada mata : terjadi gangguan  produksi air mata, gejala mata kering berpasir, gatal mudah infeksi
  • Pada kelenjar ludah terjadi gangguan produksi air ludah, mulut kering mudah infeksi gigi dan gusi serta kesulitan menelan
  • Dapat terjadi pembengkakan kelenjar ludah (lokasinya dibawah telinga)
  • Nyeri dan bengkak pada sendi diseluruh tubuh
  • Inflamasi pada pembuluh darah (vakulitis) diseluruh tubuh misalnya di paru , jantung, hati dan ginjal
  • Mengenai kelenjar keringat pada kulit menyebabkan kulit kering
  • Dapat melibatkan kelenjar submukosa seperti hidung, faring, laring

Mari bagikan pengetahuan ini buat teman dan keluarga anda. Seringkali keterlambatan berobat diakibatkan oleh ketidaktahuan..Mari tingkatkan kewaspadaan kita akan Penyakit Rematik Autoimun… Diagnosis dini akan mencegah kecacatan dan keterbatasan fisik.

 

Wapadai gejala awalnya dan dapatkan diagnosis dini penyakit Rematik Autoimun.

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Kortikosteroid, Bagaimana Menggunakan dengan Aman dan Benar?

Obat golongan kortikosteroid (misalnya metilprednisolon, prednisone, hidrokortison)   sangat luas penggunaanya di bidang medis. Tanggapan masyarakat awam pada obat ini beraneka ragam. Ada yang sangat takut , dengan tegas menolak obat ini walau dianjurkan oleh dokter. Disisi lain ada kelompok orang yang menggunakan kelompok obat ini terus menerus tanpa indikasi yang jelas. Tentunya kelompok yang kedua mengobati dirinya sendiri dengan membeli obat bebas di toko obat atau obat tradisional  kemasan yang tidak terstandarisasi. Sebagian jamu yang tidak terdaftar ini mengandung kortikosteroid. Sehingga pasien langsung sembuh dan lupa konsultasi dengan dokter. Tidak jarang kemudian sesudah beberapa bulan konsumsi obat ini, muka menjadi bulat (moon face) dan timbul efek samping lain dari kortikosteroid.

 

Jadi bolehkah saya menggunakan kortikosteroid ?

Kortikosteroid adalah obat yang sangat bermanfaat digunakan pada beberapa penyakit autoimun. Pada sebagian penyakit rematik, kortikosteroid digunakan dalam dosis kecil dan waktu singkat. Akan tetapi pada penyakit rematik autoimun yang mengancam nyawa seperti lupus otak, lupus ginjal berat, atau vaskulitis berat, kita membutuhkan dosis steroid yang cukup tinggi untuk menyelamatkan nyawa. Jadi pada prinsipnya kortikosteroid bisa digunakan asalkan memenuhi 2 prinsip penting :

  1. Indikasi yang benar

Tidak semua penyakit rematik autoimun membutuhkan kortikosteroid. Demikian juga tidak semua nyeri sendi membutuhkan steroid. Oleh karena jangan menggunakan kortikosteroid tanpa petunjuk dokter. Sebagian besar efek samping steroid terjadi karena penggunaan sendiri tanpa indikasi yang jelas. Dan sering kali dibeli bebas di toko obat , atau dikonsumsi dalam bentuk obat tradisional yang tidak terdaftar/belum ada uji klinis.

2. Pengawasan penggunaan kortikosteroid yang benar

  • Pengawasan dosis obat

Kortikosteroid harus digunakan dengan dosis yang tepat dan waktu penggunaan yang benar. Dosis steroid dan berapa lama akan digunakan bergantung pada diagnosis penyakit. Setiap penyakit rematik autoimun memiliki dosis yang berbeda, tergantung jenis penyakitnya dan berat ringan penyakit. Pada Rheumatoid Arthritis dosis bisa berbeda dengan pada lupus. Demikian juga pada lupus berat dosis bisa berbeda dengan pada lupus yang ringan.

  • Pengawasan efek samping obat

Penggunaan kortikosteroid harus dibawa pengawasan dokter ahli. Dosis perlu dipantau dan diturunkan secara bertahap sesuai dengan perbaikan kondisi klinis. Adanya efek samping harus dipantau. Oleh karena itu jangan menggunnakan  kortikosteroid tanpa pengawasan dokter ahli.

kortikosteroid
Gunakan steroid sesuai petunjuk dokter

Apa saja jenis-jenis kortikosteroid ?

Kortikosteroid, contohnya metilprednisolon, prednisone, hidrokortison, adalah obat yang banyak digunakan tidak hanya untuk penyakit rematik autoimun ( lupus,vaskulitis,  RA dll) tapi juga untuk kondisi lain seperti asma, penyakit Addison, kelainan kulit dll. Obat ini bekerja hampir mirip dengan hormon alamiah yang ada ditubuh kita yang diproduksi oleh kelenjar anak ginjal (kelenjar adrenal).

 

Kortikosteroid  tersedia dalam bentuk apa saja?

  1. Sediaan Salep kulit atau kream kulit, biasa digunakan untuk radang pada kulit atau alergi pada kulit
  2. Obat semprot untuk saluran nafas misalnya dalam bentuk inhaler   untuk asma atau obat semprot hidung untuk kasus rhinitis.
  3. Tablet biasa dapat digunakan dalam berbagai kondisi rematik           autoimun , seperti lupus , RA , vaskulitis dll
  4. Obat suntik pada sendi (sediaan intraartikular), dapat digunakan pada suntikan sendi maupun untuk radang pada jaringan lunak.
  5. Obat suntik langsung pada aliran darah ( sediaan intravena). Biasa digunakan pada kondisi akut atau derajat penyakit sedang sampai berat.

 

Apakah efek samping steroid hanya terjadi pada penggunaan minum atau suntik intravena? Betulkah obat inhaler atau obat gosok kulit tanpa efek samping?

Tidak, semua jenis kortikosteroid dapat menimbulkan efek samping jika digunakan tidak bijaksana ( waktu lama tanpa pengawasan dokter).

  • Sediaan salep atau kream kulit dapat menimbulkan penipisan kulit, kadang timbul memar-memar, bercak kemerahan pada kulit, jerawat yang banyak.
  • Sediaan inhalasi dapat menimbulkan jamur pada rongga mulut dan suara menjadi berubah.

 

Bagaimana efek samping kortikosteroid secara umum?

  • Peningkatan risiko infeksi. Penggunaan kortikosteroid meningkatkan risiko terjadinya infeksi virus, bakteri dan jamur
  • Keropos Tulang, kelemahan otot. Penggunaan steroid meningkatkan risiko osteoporosis, tulang menjadi rapuh , akibatnya mudah terjadi patah tulang pada trauma minimal
  • Osteonekrosis tulang, kerusakan tulang oleh karena penggunaan steroid. Paling sering terjadi pada tulang panggul. Oleh karena itu komunikasikan dengan dokter yang merawat jika merasakan nyeri pinggang dan panggul yang berkepanjangan
  • Peningkatan tekanan dan darah, dan kadar gula darah. Jangan lupa periksa gula darah, tekanan darah secara teratur pada penggunaan steroid
  • Peningkatan berat badan dan penampakan Cushingoid, seperti gemuk, timbul benjolan di belakang leher, kulit tipis, memar, bercak-bercak putih/striae, jerawat, timbul rambut pada bagian tubuh yang pada wanita biasanya tidak ditumbuhin rambut ( hirsutrisme)
  • Penekanan produksi alamiah hormon pada kelenjar anak ginjal
  • Pada mata dapat menimbulkan katarak, peningkatan tekanan bola mata
  • Pada kulit dapat menimbulkan penipisan kulit, timbul bintik-bintik seperti jerawat, luka kulit susah sembuh, hiperpigmentasi
  • Komplikasi saluran cerna, seperti radang lambung, tukak lambung atau usus dua belas jari dan pendarahan dari saluran pencernaan. Penggunaan kortikosteroid tunggal sebernarnya hanya meningkatkan sedikit risiko untuk terjadinya gangguan saluran cerna. Namun penggunaan kortikosteroid dikombinasikan obat penghilang sakit (NSAID) akan meningkatkan risiko 4 kali lebih besar untuk terjadinya gangguan ini. Oleh karena itu berhati-hati untuk tidak minum obat penghilang sakit secara berlebihan pada saat menggunakan kortikosteroid.
kortikosteroid 2
Lakukan beberapa pemantauan untuk pemakaian steroid jangka panjang

Bagaimana tips menggunakan kortikosteroid secara aman?

  • Indikasi yang tepat, berdasarkan petunjuk dokter, tidak membeli secara bebas dan menggunakan sendiri
  • Dosis yang tepat dibawa pengawasan dokter. Pengaturan dosis yang benar, diupayakan dosis sekecil mungkin dan diturunkan secara bertahap
  • Memahami efek samping dan melakukan upaya deteksi dini dan pencegahan efek samping. Misalnya upaya mencegah keropos tulang akibat steroid. Cukup konsumsi kalsium dan vitamin D serta menggunakan obat osteoporosis jika ada indikasi. Pemantauan berat badan, tekanan darah, kadar gula darah, kesehatan mata
  • Sebelum prosedur medis misalnya operasi ataupun perawatan rumah sakit oleh karena sebab apapun jangan lupa menyampaikan pada dokter bahwa anda menggunakan steroid jangka panjang. Pada kondisi khusus stress metabolik sering dibutuhkan penyesuaian dosis steroid.

 

Bagaimana penanganan osteoporosis (keropos tulanng) yang dipicu oleh penggunaan kortikosteroid?

Tahun 2017 American College of Rheumatology  mengeluarkan suatu panduan penanganan osteoporosis pada orang dengan penyakit Rematik Autoimun yang menggunakan steroid. Intinya adalah setiap orang yang menggunakan steroid jangka lama harus waspada adanya risiko keropos tulang. Rheumatologist akan menilai secara individu apakah ornag tersebut cukup hanya minum suplemen kalsium dan vitamin D atau membutuhkan obat osteoporosis khusus seperti bifosfonat. Diskusikan kemungkinan pemeriksaan BMD (Bone Mineral Density) untuk deteksi dini osteoporosis. Lakukan terapi osteoporosis untuk mencegah patah tulang akibat osteoporosis.

 

Gunakan Steroid dengan bijak dibawah pengawasan dokter,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten