April is Spondylitis Awareness Month

Bulan April adalah bulan peduli spondylitis. Bulan ini ditetapkan oleh Spondylitis Association of America sebagai bulan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan penyakit ini. Sejak tahun 2009 organisasi ini berusaha menyebarluaskan informasi mengenai spondylitis, suatu kelompok penyakit rematik autoimun. Penyakit ini sangat sering terlambat terdiagnosis. Data ilmiah menunjukkan 7-10 tahun dibutuhkan untuk seseorang terdiagnosis penyakit ini. Suatu perjalanan yang sangat  panjang yang tentunya memakan biaya besar. Belum lagi kerusakan sendi yang terjadi akibat keterlambatan diagnosis ini.  Sering kali sudah terjadi cacat sendi dan baru diagnosis ditegakkan.

 

Apakah Spondyloarthritis itu?

Ini adalah nama kelompok penyakit rematik autoimun yang terdiri dari beberapa penyakit.

Diperkirakan 1 dari 100 orang di Amerika menderita sakit ini, dan terdapat 2,7 juta orang di Amerika yang terdiagnosis penyakit ini.

 

Terdiri dari apa saja spondyloarthritis itu?

Spondyloarthritis atau spondiloartropati seronegatif adalah nama KELOMPOK  penyakit.

Para ahli berusaha membuat pengelompokkan penyakit ini.

A. Pengelompokan dengan metode lama yang termasuk dalam kelompok ini ada 5 penyakit yaitu

  1. Ankylosing spondylitis

Gejalanya adalah nyeri pinggang atau bokong yang terutama pada pagi hari dan membaik jika  sudah melakukan aktivitas fisik sehari-hari.

2. Artritis Enteropatik

Gejala utama adalah radang usus, misalnya diare berdarah, nyeri perut, berat badan turun. Kemudian dapat disertai nyeri pinggang, radang sendi diseluruh tubuh misalnya lutut , kaki dan ditempat lain.

3. Arthritis psoriatic

Kebanyakan didahului oleh kelainan kulit psoriasis kemudian baru mengalami nyeri sendi. meskipun kelainan sendi yang mengawali kelainan kulit juga bisa terjadi. Biasanya menyerang jari kaki dan jari tangan menimbulkan jari sosis (daktilitis). Dapat juga menyerang panggul, lutut dan pergelangan kaki.

DokterRematikAutoimun.com - spondiloartritis 1
contoh pada penderita psoriatic arthritis

4. Arthritis Reaktif

Biasanya didahului oleh infeksi akut di luar sendi (contoh infeksi saluran nafas, infeksi usus, infeksi saluran kencing) .Kemudian terjadi radang sendi, paling banyak mengenai lutut dan  pergelangan kaki. Semua sendi dapat terkena.

5. Undifferenriated Spondyloarthritis

Kelinan mirip dengan spondyloarthritis TETAPI tidak dapat dikelompokkan dalam salah satu klasifikasi diatas.

 

B.Pengelompokan dengan klasifikasi baru yaitu

  1. Axial Spondyloarthritis

Spondiloartritis aksial adalah inflamasi TULANG PANGGUL dan TULANG BELAKANG yang menyebabkan NYERI  pinggang dan bokong.

2. Peripheral Spondyloarthritis

Spondiloartritis perifer adalah kondisi nyeri pada sendi, tendon atau ligamen DILUAR tulang panggul dan tulang belakang,bisa berupa :

  • entesitis yaitu radang pada tempat perlekatan tendon atau ligament di tulang misalnya pada telapak kaki atau belakang kaki. Dapat juga terjadi daktilitis atau jari sosis oleh karena pembengkakkan tendon di daerah ibu jari
  • radang sendi bisa terjadi pada lutut, pergelangan kaki, kaki, siku, bahu dan semua sendi di seluruh tubuh.

 

Kenapa disebut SPONDILOATROPATI SERONEGATIF?

Sebernarnya disebut seronegatif karena biasanya pemeriksaan laboratorium untuk Rheumatoid Arthritis akan negatif. Dan pemeriksaan ini dapat digunakan untuk membantu menyingkirkan diagnosis Rheumatoid Arthritis. Pasien spondiloartritis seronegatif pada umumnya akan memiliki RF- dan CCP-. Tetapi tidak selalu Rheumatologist akan memeriksaan kedua petanda laboratorium ini pada pasien spondiloartritis seronegatif. Kecuali jika didapatkan kecurigaan adanya  Rheumatoid Arthritis.

 

Apakah penyebab kondisi ini dok?

Penyebab pasti belum diketahui. Kita mengetahui ada beberapa gen yang berperan dalam terjadinya penyakit ini . Gen yang paling banyak diteliti adalah HLA-B27. Adanya peran gen dan pencetus dari lingkungan seperti bahan kimia, infeksi bakteri virus atau bakteri diduga mencetuskan penyakit ini. Masih banyak dibutuhkan penelitian lanjutan untuk menentukan penyebab yang lebih pasti.

 

Bagaimana dokter Rematik/Rheumatologist menegakkan diagnosis penyakit ini dok?

Pintu masuk untuk diagnosis penyakit ini biasanya adalah NYERI PINGGANG atu BOKONG yang bersifat inflamasi. NYERI INFLAMASI  gejalanya adalah nyeri yang dominan pada pagi hari dan MEMBAIK  jika sudah melakukan aktifitas fisik. Contohnya sesorang dengan riwayat psoriasis (kelainan kulit kemerahan dan bersisik) dan mengalami nyeri sendi dan bengkak di kaki dan tangan , ini mungkin suatu ARTRITIS PSORIATIK. Contoh lain orang dengan radang usus (IBD, Inflammatory bowel disease ) dan mengalami nyeri panggul, lutut bengkak mungkin saja mengalami ARTRITIS  ENTEROPATIK  atau artritis terkait IBD. Diagnosis dibuat oleh Rheumatologist denagn menggabungkan gejala-gejala penyakit ini dan disesuaikan dengan kelainan sendi yang dialami.

 

Gejala lain apa diluar kulit dan radang usus yang dapat dialami oleh pasien?

Biasanya Rheumatologist harus juga meminta pasien untuk melakukan chek up mata rutin . Penyandang spondiloartritis seronegatif harus waspada apabila timbul radang pada mata, mata kemerahan yang berulang . Mungkin saja ini suatu uveitis. Uveitis adalah radang pada bagian tengah mata yang disebut uvea.

DokterRematikAutoimun.com - spondiloartritis
Pasien yang sudah datang terlambat

Apa pentingnya diagnosis dini kelainan ini?

Dalam praktek sebagai Rheumatologist golongan penyakit spondiloartritis seronegatif paling sering terlambat terdiagnosis. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan rata-rata dibutuhkan 10 tahun untuk menegakkan diagnosis kondisi ini. Sehingga sangat sering pasien ankylosing Spondylitis datang ke Rheumatologist setelah sudah bongkok , cacat tulang belakang dan tidak dapat melakukan aktifitas fisik sehari-hari. Diagnosis dini dibutuhkan agar terapi cepat diberikan untuk mencegah cacat sendi yang permanen.

 

Pemeriksaan apa yang dapat dilakukan oleh Rheumatologist ?

Dokter rematik akan melakukan pemeriksaan fisik kondisi tulang belakang, panggul dan sendi-sendi lainnya. Kemudian kami akan meminta pemeriksaan laboratorium misalnya darah rutin termasuk diantaranya CRP sebagai petanda inflamasi. Apabila memungkinkan juga dapat dilakukan pemeriksaan HLA-B27. Kemudian Rheumatologist akan meninta anda untuk melakukan foto panggul dan tulang belakang untuk mencari suatu kelainan tulang panggul yang terjadi pada kondisi ini (radang pada sendi sakroilika / sakroiliitis). Apabila dimungkinkan pemeriksaan MRI akan lebih tepat untuk mendeteksi kelainan ini dan dapat lebih cepat terlihat dibandingkan dengan foto konvensional.

 

Bagaimana pengobatan penyakit ini?

Sangat penting bagi Rheumatologist menentukan tipe atau jenis spondiloartritis yang anda alami. Karena meskipun obat yang digunakan hampir mirip tetapi masing-masing kondisi ini memiki kekhususan masing-masing. Obat-obat yang lazim digunakan pada kondisi ini adalah penghilang rasa sakit biasa (NSAID), suntikan steroid lokal pada bagian sendi yang sakit, sulfasalasin , lefluonamid, metotrexat dan TNF alpha inhibitor (adalimumab, etanercept, golimumab, infliximab), Interleukin 17 inhibitor (secukinumab) dll.  Rehabilitasi medik dan program latihan olahraga yang disesuaikan dengan kondisi pasien juga sangat penting pada penyakit ini. Pasien dianjurkan untuk tetap aktif dan berolahraga, tentunya program latihannya sebaikknya dibawah panduan team rehabilitasi medik. Berenang dan senam ringan merupakan salah satu jenis olahraga yang dianjurkan.

 

Sebagai masyarakat awam kapan kita harus waspada akan adanya Spondiloartritis seronegatif?

Jika anda mengalami lebih dari 1 kondisi dibawah ini dan berlangsung lebih dari 1 bulan, konsultasikan dengan Rheumatologist/ Konsultan Reumatologi untuk mendapatkan diagnosis sebelum terjadi cacat sendi permanen :

  • Nyeri pinggang atau bokong terutama pada pagi hari yang membaik dengan beraktifitas
  • Kelainan kulit bersisik, bercak kemerahan (psoriasis)
  • Diare, buang air besar lendir atau berdarah (radang usus, IBD)
  • Kelainan mata, mata merah, nyeri pada mata, gangguan penglihatan
  • Nyeri pada sendi lutut, siku, bahu, pergelangan kaki dan kaki (radang sendi)
  • Nyeri pada telapak kaki (contoh entesitis misalnya faciitis plantaris berulang), atau pada belakang kaki
  • Jari kaki atau tangan yang bengkak seperti sosis
  • Anda laki-laki usia kurang dari 40 tahun

 

Ketahui gejala awal kelompok spondiloartritis seronegatif dan dapatkan diagnosis awal sebelum terjadi cacat sendi permanen,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Vitamin D dan Penyakit Rematik Autoimun (Vitamin D Part I)

Vitamin D saat ini menjadi primadona perbincangan di kalangan medis dan masyarakat umum. Bahkan majalah Time 2007 menyebut vitamin D sebagai top medical breakthrought.

Dahulu kita mengenal Vitamin D dan keterkaitannya dengan tulang dan proses osteoporosis. Namun saat ini vitamin D diteliti secara luas hubungannya dengan kondisi rematik autoimun, diabetes, penyakit kardiovaskular, kanker, dan bahkan pada kehamilan. Saat ini defisiensi vitamin D dalam situasi berbahaya karena diduga dialami lebih 50 % populasi dunia. Sebagai Rheumatologis saya akrab dengan vitamin D oleh karena sebagian besar penyakit Rematik Autoimun (Lupus, Sjogren, Rheumatoid Arthritis, Skleroderma dll) retan terkena defisiensi vitamin D. Padahal mempertahankan kadar vitamin D dalam batas normal sangat penting dalam pengelolaan penyakit Rematik autoimun.

Apakah perbedaan vitamin D dengan vitamin yang lain?

Vitamin D merupakan vitamin yang dapat diproduksi dalam tubuh manusia. Sangat sederhana cukup dengan bantuan sinar matahari , kulit manusia dengan proses biokimiawi yang cukup rumit memproduksi vitamin D. Terdapat beberapa proses biokimiawi yang berlangsung di tubuh manusia yang melibatkan hati dan ginjal untuk membuat vitamin D yang aktif.

Apa sebernarnya fungsi vitamin D?

Secara rutin Rheumatologis menganjurkan anda memeriksakan kadar vitamin D oleh karena beberapa peran penting vitamin D dibawah ini :

  • Vitamin D berperan membantu sistem imun dalam memerangi infeksi bakteri, virus, jamur dan protozoa
  • Vitamin D berperan dalam regulasi system imun, menghambat produksi sel imun yang berperan dalam inflamasi dan autoimunitas
  • Vitamin D merupakan kunci tulang yang kuat. Vitamin D membantu penyerapan kalsium yang anda konsumsi. Rheumatologist meresepkan Vitamin D bersama kalsium dan obat osteoporosis untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis
  • Vitamin D juga berperan dalam menjaga kekuatan otot sehingga dapat membantu mencegah jatuh terutama pada orang tua
  • Vitamin D berperan penting selama kehamilan.
DokterRematikAutoimun.com - Cek Kadar Vitamin D
Penting Melakukan Cek Kadar Vitamin D

Kadar Vitamin D harus dipertahankan normal selama kehamilan karena vitamin D berperan dalam pembentukkan gigi fetus, tulang fetus dan kemungkinan pertumbuhan dan perkembangan fetus secara umum. Hal ini menyebabkan ibu hamil retan kekurangan vitamin D.

Dok, bagaimana saya tau saya kekurangan vitamin D?

Secara umum kekurangan vitamin D bisa saja tidak bergejala. Beberapa mengeluh nyeri pada otot dan sendi. Ada juga yang mengeluh ototnya lemah sehingga cepat capek.

Pemeriksaan apa yang dilakukan untuk deteksi defisiensi vitamin D?

Dalam praktek Rheumatologis sehari-hari saya menyebutnya tes vitamin D. Tapi sebernarnya yang diperiksa adalah kadar 25(OH)D. Hanya dengan pemeriksaan darah kita bisa mengetahui apakah kita kekurangan vitamin D atau tidak. Tes ini bisa dilakukan setiap 3 bulan.

Siapakah yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D?

Ada kelompok orang tertentu yang retan mengalami kekurangan vitamin D. Rheumatologis akan melakukan wawancara dan pemeriksaan fisik untuk mendeteksi apakah anda berisiko kekurangan vitamin D. Beberapa factor risiko itu adalah:

  • Orang yang berkulit gelap
  • Orang yang bekerja sepanjang waktu di ruangan tertutup
  • Orang yang menggunakan tabir surya sepanjang waktu
  • Orang yang hidup pada daerah tertentu, dimana sinar matahari hamya muncul beberapa jam saja, misalnya Boston, London atau Toronto
  • Orang tua
  • Wanita Hamil
  • Kegemukan
  • Orang yang menggunakan kortikosteroid, obat anti kejang tertentu, rifampisin, obat  HIV dan obat jamur misalnya ketokonazol
  • Penyakit hati dan ginjal kronik
DokterRematikAutoimun.com - Berisiko Kekurangan Vitamin D
Yang Berisiko Kekurangan Vitamin D

Berapa sebernarnya nilai normal vitamin D?

Hal ini masih menjadi perdebatan para ahli. Beberapa organisasi dunia mengelurkan nilai normal yang berbeda-beda. Pada umumnya kadar vitamin D diklasifikasikan berikut ini:

  • Defisiensi                     : <20ng/ml
  • Insufisiensi                  : 21-29ng/ml
  • Sufisiensi (Cukup)   : >30ng/ml
  • Ideal                                : 40-60ng/ml

Dok, berapa rekomendasi konsumsi vitamin D?

Ini adalah kebutuhan rutin untuk setiap orang, tentunya jika anda mengalami defisiensi vitamin D , anda akan membutuhkan dosis yang lebih bear lagi.

  • Anak 0-1 tahun 400IU/d
  • 1-18 tahun 400-600IU/hari
  • 19-50 tahun minimal 600IU/hari
  • 50-70 tahun 600IU/hari
  • >70 tahun 800IU/hari

Jadi, vitamin D merupakan vitamin yang sangat penting tidak hanya untuk pencegahan dan pengobatan osteoporosis, tapi juga berperan dalam pencegahan infeksi dan regulasi sistem imun. Mintalah dokter anda untuk melakukan tes vitamin D dan berikan suplementasi vitamin D untuk mencapai kadar vitamin D yang normal.

 

Mari ketahui kadar vitamin D dalam tubuh kita sejak dini,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

April is Sjogren’s Syndrome (SS) Awareness Month

Bulan ini adalah saat yang tepat buat kita mengenal, belajar dan membagikan pengetahuan yang kita miliki tentang Sjogren’s Syndrome. Bukan rahasia umum banyak diantara kita yang tidak kenal apa itu Sjogren’s Syndrome.  Biasanya mulai mencari informasi, jika terkena Sjogren atau ada keluarga dekat yang terdiagnosis Sjogren. Proses diagnosis Sjogren pun sering membutuhkan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. Teruskan membaca dan mari kita belajar tentang Sjogren.

 

Sjogren sering disebut invisible diseasae

Penyakit yang tidak terlihat. Penyandang Sjogren bisa merasakan kondisi yang sangat tidak nyaman , namun secara fisik tidak tampak kelainan apapun juga. Akibatnya penyandang Sjogren sering dituduh berpura-pura sakit atau berbohong. Kondisi ini harus dipahami oleh teman dan keluarga penyandang Sjogren. Dukungan dari keluarga dan orang sekitar sangat penting untuk penyandang Sjogren.

 

Sindroma kekeringan

Ya dalam bahasa awam, banyak pasien yang menyebut Sjogren sebagai sindroma kekeringan. Mengapa?  Karena gejala utama SS adalah mata dan mulut kering.

Keluhan lain yang sering dialami adalah:

  • Nyeri sendi
  • Kelelahan
  • Benjolan di bawah rahang
  • Kulit kering, hidung kering dan bahkan vagina kering
  • Mudah lupa,sulit berkonsentrasi juga sering dikeluhkan oleh penyandang Sjogren
  • Kesemutan dan kelemahan
DokterRematikAutoimun.com - gejala sjogren’s syndrome
Gejala Sjogren’s Syndrome

Penyandang  Sjogren’s Syndrome sebahagian besar adalah wanita.

9 dari 10 penyandang SS adalah wanita, rata-rata terdiagnosis pada usia 40-55 tahun. Meskipun demikian SS bisa terjadi pada orang yang lebih muda dan bahkan pada anak-anak.

Sjogren’s Syndrome adalah penyakit rematik autoimun

SS merupakan penyakit rematik autoimun yang bisa menyerang semua organ tubuh kita. Namun paling sering menyerang kelenjar ludah dan kelenjar air mata. Penyebab pasti belum diketahui, namun diduga paskah infeksi virus dan genetik berperan pada terjadinya penyakit ini.

Sjogren’s Syndrome bisa berdiri sendiri dan bisa merupakan gejala penyakit rematik autoimun yang lain.

Jika Sjogren’s syndrome hanya sebagai penyakit tunggal dan tidak disertai penyakit rematik autoimun lain ini disebut Sjogren’s Syndrome Pimer. Lebih 50% penyandang Sjogren disertai penyakit rematik autoimun yang lain seperti Rheumatoid Arthritis, Lupus,skleroderma, dermatomiositis dll. Kondisi ini disebut Sjogren’s Sindrome Sekunder.

 

Apakah gejala Sjogren’s Syndrome sama pada setiap orang?

Tidak. Ada yang gejalanya cukup berat dan ada yang ringan. Hal yang paling penting adalah diagnosis dini. Dengan diagnosis dini kita bisa menghindari diri dari komplikasi seperti infeksi pada mata dan gigi. Banyak penyandang Sjogren yang terdiagnosis setelah mengalami kerusakan gigi berat atau mengalami gangguan penglihatan karena Sjogren. Nyeri sendi, kelelahan dan gangguan pada saluran cerna (mual, muntah, kembung, refluks asam, GERD) sangat umum terjadi pada Sjogren.

DokterRematikAutoimun.com - Diagnosa sjogren’s syndrome
Diagnosa sjogren’s syndrome

Mata kering dan mulut kering  itu seperti apa?

Gejalanya sangat bervariasi misalnya rasa terbakar, gatal, sensasi berpasir, mata kabur, terganggu dengan cahaya dan air mata kurang.

Mulut kering gejalanya bisa sudah memelan, terasa sedang menelan kapas, susah menelan, makanan tidak berasa dan kesulitan berbicara.

 

Apakah pasien Sjogren’s Sindroma dapat hidup normal?

Sebagian besar penyandang Sogren bisa hidup normal, tanpa komplikasi yang serius. Terutama jika terdiagnosis dini dan mendapatkan pengawasan rutin dengan dokter rheumatologis, dokter mata, dokter gigi, dokter kulit dan bidang terkait lain.

Sebagian kecil penyandang Sjogren dapat mengalami hal-hal dibawah ini :

  • Gangguan paru misalnya Interstisial lung disease (ILD), efusi paru (cairan di rongga paru).
  • Waspadai gejala batuk yang berkepanjangan, nyeri dada, sesak nafas.
  • Gangguan pada saluran cerna seperti radang pankreas dan radang hati disertai pembesaran hati.
  • Raynaud juga bisa terjadi pada Sjogren
  • Keterlibatan ginjal terjadi pada kurang dari 5 % pada pasien sjogren. Misalnya nefritis interstisial, Renal Tubular Asidosis yang bisa menyebabkan batu ginjal yang bisa mengganggu fungsi ginjal. Glomerulonephritis sangat jarang.
  • Vaskulitis (<5%). Radang pada pembuluh darah, bisa mengenai pembuluh darah kecil dan sedang. Yang sering terjadi adalah manifestasi pada kulit seperti biduran berulang, purpura (kulit bercak kemerahan), dan bisa terjadi borok kulit yang berulang. Sangat jarang terjadi vaskulitis pada organ dalam misalnya pada ginjal, saluran cerna, paru , limfa dll
  • Gejala pada sistem saraf seperti mielopati,neuropati, neuropati optic, kejang, gangguan proses pikir, dan ensefalopati. Gejalanya sangat bervariasi seperti kesemutan, nyeri kepala, kelemahan tungkai,

 

Apakah benar Sjogren berkaitan dengan kanker?

Beberapa laporan ilmiah menunjukkan keterkaitan sjogren dengan non Hodgin’s Limfoma ( kanker kelenjar getah bening). Oleh karena itu waspadai semua benjolan atau pembesaran kelenjar misalnya pada leher, ketiak, pangkal paha. Laporkan pada dokter yang merawat jika menemukan kondisi ini. Pembesaran kelenjar ini juga dapat ditemukan pada organ dalam misalnya pada rongga dada atau rongga perut.

 

Mari belajar lebih banyak lagi tentang penyakit sjogren’s syndrome,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

 

 

Apakah Penyakit Rematik Bisa Mengenai Anak-anak?

Boleh saja kita kaget. Rematik pada anak?  Bukankah selama ini rematik identik dengan orang lanjut usia?  Ternyata tidak demikian. Penyakit rematik autoimun bisa menyerang anak-anak. Data Arthritis Foundation menunjukkan 300.000 anak di Amerika menyandang arthritis (radang sendi). Mereka disebut sebagai penyandang Juvenile Idiopatic Arthritis (JIA).

Apakah penyebab JIA dan apakah JIA menular?

Istilah idiopatik sebernarnya menunjukkan penyebab pastinya belum diketahui. Tidak ada satu bukti ilmiahpun yang bisa membuktikan peran makanan, toksin, alergi atau kekurangan vitamin pada proses terjadinya JIA. Diduga faktor genetik berperan penting dalam terjadinya penyakit ini. JIA tidak menular dan merupakan penyakit rematik autoimun.

DokterRematik Autoimun.com - JIA Rematik Anak 1
Jenis-jenis Rematik Anak / JIA

Bagaimanakah gejala Rematik Anak (JIA)?

Terdapat 6 jenis atau tipe JIA. Gejalanya bisa berbeda 1 dengan yang lain.

  1. JIA sistemik (10%).

Menyebabkan nyeri sendi pada satu atau lebih sendi dan disertai demam tinggi,  lebih dari >39◦ C. Kondisi ini berlangsung minimal selama 2 minggu. Sering terjadi bercak-bercak pada kulit. Bisa disertai dengan pucat (anemia) pembesaran kelenjar , pembesaran limfa dan hati.

  1. JIA oligoartikular.

Ditandai oleh nyeri sendi kurang dari 4 sendi dan biasanya menyerang lutut, pergelangan kaki dan siku. Pada tipe ini sering terjadi uveitis (radang pada mata) , terutama pada anak dengan ANA positif.

  1. JIA poliartikular (25%).

Gejalanya radang sendi pada lebih dari 5 sendi terutama sendi jari tangan, tetapi juga bisa menyerang sendi besar seperti lutut. JIA poliartikular bisa Rheumatoid factor +, dan bisa RF-. Bentuk RF+ hampir menyerupai Rheumatoid Arthritis yang dewasa dan dapat berat gejalanya.

  1. Juvenile Psoriatic Arthritis.

Ini adalah bentuk radang sendi yang terjadi pada penyandang psoriasis. Psoriasis adalah kelainan kulit yang ditandai oleh bercak merah bersisik pada kulit. Radang sendi bisa terjadi bertahun-tahun sesudah gejala kulit. Sendi yang paling sering terkena adalah lutut , pergelangan kaki, jari kaki dan jari tangan.

  1. JIA dengan enthesitis.

Terdapat nyeri tekan pada daerah perlekatan tendon , ligament pada tulang. Biasanya disertai radang sendi pada kaki, lutut dan pinggul (hip). Sering disebut spondiloartritis dan lebih sering terjadi pada anak laki-laki usia 8-15 tahun, dan sering ditemukan HLA-27 yang positif.

  1. Undifferentiated Arthritis

Radang sendi pada anak-anak yang tidak memenuhi salah satu kriteria diatas.

DokterRematik Autoimun.com - JIA Rematik Anak
Kenali Gejala Rematik Anak / JIA

Kapan anda mencurigai anak anda menyandang JIA?

Apabila terdapat beberapa gejala di bawah ini :

  1. Nyeri dan hangat pada sendi
  2. Bengkak dan nyeri tekan pada sendi
  3. Demam berulang tanpa ada sebab lain
  4. Kaku sendi terutama pada pagi hari
  5. Tidak mampu membengkokkan atau meluruskan sendi dengan sempurna
  6. Penurunan kemampuan fisik
  7. Kelemahan dan kelelahan
  8. Pembesaran kelenjar
  9. Gangguan tidur
  10. Penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan
  11. Pucat (anemia).

Tidak semua gejala diatas harus dialami oleh penyandang JIA.

 

Bagaimana Rheumatologist menegakkan diagnosis JIA?

Konsultan Reumatologi akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkkan diagnosis JIA. Pada awal rheumatologist akan melakukan wawancara untuk menilai keluhan nyeri sendi anak anda. Kemudian akan dilakukan pemeriksaan fisik anak untuk menilai secara objektif nyeri sendi anak anda. Selain nyeri sendi, kelainan kulit dan kelainan mata membantu proses diagnosis. Berdasarkan pemeriksaan awal dapat ditentukan kemungkinan tipe JIA apa yang dialami anak anda. Sehingga pemeriksaan selanjutnya berdasarkan penilaian awal ini.

 

Pemeriksaan penunjang apa yang dapat dilakukan oleh Rheumatologist untuk menegakkan diagnosis?

  1. Pemeriksaan labotorium darah

Rheumatologist dapat melakukan pemeriksaan darah untuk menegakkan diagnosis misalnya

  • Pemeriksaan standart seperti darah rutin, fungsi hati, fungsi ginjal dan urin.
  • Laju endap darah (LED) dan CRP sebagai petanda radang/inflamasi
  • Tes Antinuclear Antibody (ANA)
  • Rheumatoid Factor (RF) dan anti-cyclic citrullinated peptide (anti-CCP)
  • HLA-B27 yaitu petanda genetik
  1. Pemeriksaan Radiologi sesuai indikasi misalnya X Ray, MRI atau USG sendi untuk menilai derajat kerusakan sendi.

 

Setelah diagnosis ditegakkan pengobatan apa yang dapat dilakukan?

Berdasarkan pedoman dari American College of Rheumatology,  beberapa obat dibawah ini dapat diberikan pada pasien dengan JIA. Pemilihan jenis obat sangat tergantung pada penilaian Rheumatologis.

  1. Anti inflamasi non steroid, misalnya naproxen, ibuprofen

2. Disease-modifying Antirheumatic Drug (DMARD), misalnya metotrexat, sulfasalasin, lefluonamid dan hidroksikloroquin

3. Agen Biologik misalnya Abatacept, adalimumab, canakinumab, etanercept dan tocilizuma yang di setujui oleh FDA untuk  penggunaan pada anak.

4. Kortikosteroid, diberikan dalam dosis serendah mungkin yang dapat ditoleransi. Dapat diberikan dalam bentuk injeksi lokal pada sendi ataupun yang diminum. Kortikosteroid misalnya metilprednisolon, prednisone dll.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada rematik anak (JIA)

  • Jangan sepelehkan keluhan nyeri dan bengkak sendi
  • Anak bisa mengalami radang sendi kronik. 1 dari 1000 anak meyandang radang sendi kronik oleh karena berbagai sebab.
  • Penyebab rematik anak belum diketahui secara pasti, diduga ada peran faktor genetik. Alergi, makanan, toksin dan kekurangan vitamin tertentu tidak terbukti secara ilmiah berperan pada terjadinya JIA.
  • Meskipun tidak dapat disembuhkan , tetapi pengobatan pada JIA sangat penting dan remisi dapat dicapai dengan pengobatan yang teratur.
  • Diagnosis dini, terapi dini sangat penting untuk mencegah kerusakan/ cacat sendi permanen. Terapi awal akan mencegah gangguan tumbuh kembang pada anak.

 

Mari belajar lebih banyak lagi tentang penyakit Rematik Anak,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten