Bijak Dalam Mencari Informasi Kesehatan di di Internet

Bu Budi adalah penderita Lupus. Untuk mengobati penyakitnya ini ia rutin konsultasi ke dokter. Sebenarnya dari rangkain pengobatan yang ia lakukan pada seorang dokter ini sudah mulai menampakkan hasil. Tapi ia tidak sabar, maka ia mulai terpikir dengan penyembuhan secara alternatif. Cara termudah untuk mendapatkan informasi tentang pengobatan alternati adalah dengan mencari di internet. Merasa yakin dengan salahsatu produk yang ditawarkan dengan banyak testimoni, Bu Budi pun membelinya. Di saat yang sama ia berhenti melakukan konsultasi dan pengobatan ke dokter lagi. Rutin ia minum obat alternatif yang dibelinya, hasilnya sangat mengecewakan. Ternyata Lupusnya bertambah berat. Bukannya bertambah sembuh, penyakitnya semakin parah.

Itulah pemandangan yang biasa terjadi pada masyarakat kita saat ini. Kemajuan teknologi memang memungkinkan kita untuk bisa mendapatkan berbagai informasi lewat internet. Tapi jangan salah, banyak penyedia informasi di internet yang tidak kompeten. Pada bidang yang penting, misalnya kesehatan, mengonsumsi informasi dari mereka adalah malapetaka yang akan membahayakan pembacanya. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menerima informasi di internet, khususnya dalam bidang kesehatan.

Apakah boleh mendapatkan informasi kesehatan lewat internet?

Tentu saja boleh. Tapi dengan catatan, informasi yang didapatkan harus bersumber dari pihak yang kompeten dan bisa dipercaya.

Sumber seperti apa yang bisa dipercaya?

Sumber informasi kesehatan yang bisa dipercaya tentunya berasal dari profesional medis. Perlu diketahui bahwa profesional medis yang dimaksud disini adalah dokter, farmasi, perawat, bidan, ahli gizi, tenaga fisioterapi dan profesi-profesi lainnnya yang mendapatkan pendidikan resmi di bidangnya masing-masing. Tentunya kita harus mengakui masing-masing profesi diatas memiliki batasan dalam memberikan informasi dibidang kesehatan.

Adakah ciri-ciri informasi kesehatan yang benar? Bagaimana ciri-cirinya?

Ada. Informasi kesehatan yang benar biasanya ditandai dengan adanya kebenaran ilmiah. Artinya  biasanya sumber informasi itu berdasarkan literatur atau artikel penelitian ilmiah meskipun disajikan secara online di  internet.

Artikel ilmiah atau jurnal yang dipublikasikan tentu saja memenuhi persyaratan ilmiah tertentu misalnya standart penelitian yang baik.  Dan sebelum dipublikasikan sudah melalui review oleh ahli-ahli di bidang tersebut.

Informasi kesehatan yang benar juga dapat diambil dari kesepakatan para ahli dalam suatu organisasi yang melakukan penelitian dan membuat suatu konsensus atau kesepakatan mengenai hal tertentu. Misalnya, Perhimpunan  Reumatologi  Indonesia  mengeluarkan konsensus  tentang tatalaksana LUPUS.  Atau American College of Rheumatology (ACR) mengeluarkan pedoman tatalaksana Rheumatoid Artritis.

Lalu, bagaimana ciri-ciri informasi kesehatan yang diragukan kebenarannya?

Ciri-ciri yang diragukan kebenarannya biasanya bisa dilihat dari: Satu, pengenalan metode pengobatan dan klaim penyembuhan tanpa efek samping. Dua, tidak berdasarkan bukti ilmiah. Ketiga, tidak pernah diteliti dengan metode penelitian yang benar. Keempat, tidak pernah dipublikasikan di jurnal ilmiah.

Jadi, biasanya informasi yang diberikan hanya berdasarkan kesaksian beberapa orang dan dinyatakan sembuh. Selanjutnya ada bujuk rayu untuk menghindari prosedur atau pengobatan medis dari dokter, dan menggantinya dengan prosedur atau obat tertentu yang belum teruji kebenarannya bahkan dengan harga yang mahal.

Bagaimana dengan mitos dibidang kesehatan?

Kita harus memahami bahwa MITOS adalah sesuatu yang tidak benar namun dipercaya turun temurun.  Mitos dalam bidang kesehatan banyak di percaya oleh masyarakat kita, bahkan melebihi dari pada penjelasan dokter. Sebagai contoh, sebagai dokter rematik sangat sulit bagi kami memberikan pengertian pada masyarakat bahwa bayam atau kangkung tidak ada hubungannya dengan penyakit asam urat.

Hampir semua pasien yang ditemui mengatakan bahwa sendinya akan bertambah sakit setelah mengonsumsi kangkung atau bayam. Padahal secara ilmiah kedua bahan makanan tersebut tidak mengandung asam urat yang tinggi. Harus disadari bahwa bahan makanan dengan asam urat yang tinggi adalah jeroan daging merah (alcohol seafood).

Bagaimana menyikapi hoax dalam bidang kesehatan?

Saat ini dengan mudahnya penyebaran informasi bisa dilakukan lewat internet. Setiap orang dapat menyebar informasi hanya dengan copy paste dan share lewat media sosial. Oleh karena itu kita seyogyanya berhati-hati menyebarkan informasi kesehatan yang belum terbukti kebenarannya. Karena hal itu dapat membuat orang tidak segera berobat (terlambat berobat) karena coba-coba dulu berbagai obat alternatif yang tidak jarang berakibat fatal. Sebagai contoh sering kali pasien rheumatoid artritis bertahun-tahun hanya minum jamu rematik dan datang ke dokter Rheumatologist setelah terjadi bengkok atau cacat  sendi.

Selain itu juga kita seharusnya tidak cepat percaya dengan informasi kesehatan yang menyesatkan di internet. Biasakan untuk selalu melihat sumber penulisnya, latar belakang pendidikan dan pelatihan yang pernah diikutinya. Cross chek bisa dilakukan dengan konsultasi pada dokter yang merawat. Cara yang lain yaitu dengan mencari di internet apakah ada jurnal-jurnal kesehatan resmi yang memuat hal tersebut, karena suatu metode pengobatan yang benar biasanya sudah melalui banyak penelitian dan publikasi ilmiah.

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

Lebih Mengenal Gejala Penyakit Autoimun Yang Sering Dianggap Sepele

Anda pernah mendengar atau melihat seorang penderita autoimun? Mungkin Anda tidak pernah mengira jika kondisi yang dialami penderita saat ini adalah banyak disebabkan karena pengabaian terhadap gejala-gejala yang ada.

Ya, banyak orang hanya menganggap gejalanya hanya biasa saja, padahal gejala yang datang secara bersamaan adalah indikasi seseorang menderita autoimun. Belakangan banyak yang mulai mencari informasi tentang autoimun, sayangnya dari sumber yang kurang terpercaya bisa berdampak negatif pada penderita. Berikut kami berikan informasi dasar tentang penyakit autoimun dalam bentuk tanya-jawab yang sering muncul dalam masyarakat akan penyakit. Semoga bermanfaat.

Apakah autoimun itu?

Autoimun adalah suatu kondisi tubuh dimana sistem imun yang sejatinya bertugas melawan infeksi dan penyakit mengalami kegagalan menjalankan fungsi normalnya. Akibatnya sistem imun akan menyerang tubuh manusia yang awalnya normal akan menimbulkan penyakit.

Ada berapa jenis penyakit autoimun ?

Ada lebih dari 80 jenis penyakit autoimun dengan gejala yang bervariasi antara satu dengan yang lain. Namun pada umumnya autoimun dapat dibagi menjadi 2 bagian besar. Pertama, penyakit autoimun organ spesifik, yang hanya mengenai satu organ tubuh saja misalnya penyakit tiroid, vitiligo. Kedua, penyakit autoimun sistemik yang dapat mengenai seluruh organ tubuh misalnya lupus, rheumatoid artritis, skleroderma, dermatomyositis, vaskulitis dan ankylosing spondylitis.

Apakah penyebab penyakit autoimun?

Penyebab autoimun belum dapat diketahui dengan pasti.  Tapi salah satu faktor yang berperan pada terjadinya autoimun adalah unsur genetik. Ada teori yang lain menyebutkan bahwa faktor yang berperan adalah adanya infeksi bakteri dan virus yang memicu autoimunitas. Faktor yang lainnya adalah paparan terhadap bahan kimiawi tertentu.

Penyakit autoimun dapat menyerang siapa saja?

Penyakit ini dapat mengenai setiap orang dari seluruh lapisan usia, mulai bayi hingga orang tua. Tapi memang penderitanya kebanyakan adalah usia dewasa produktif. 80 persen penyakit autoimun mengenai wanita, karena itu para wanita harus lebih waspada dengan gejala penyakit ini.

Apakah penyakit ini berbahaya?

Tentu saja. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini menyebabkan masyarakat  menganggapnya tidak berbahaya. Padahal memang sebahagian besar penyakit autoimun perjalanannya sangat pelan, akan tetapi harus diingat,  jika terlambat terdiagnosis dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh yang vital seperti ginjal, otak paru-paru, sehingga  yang dapat menyebabkan kematian

Bagaimana proses diagnosis penyakit autoimun?

Proses diagnosis penyakit autoimun merupakan perjalanan panjang dan kadang-kadang membutuhkan biaya yang besar. Gejala penyakit autoimun sangat bervariasi tergantung penyebabnya. Gejalanya sangat tidak khas dan dapat terjadi pada penyakit yang lain. Misalnya nyeri  sendi menahun, demam berulang, kelainan kulit yang tidak sembuh-sembuh, penurunan berat badan, anemia, rambut rontok, sariawan, kelemahan otot dan lain sebagainya.

Penyakit autoimun apa yang sering ditemukan?

Dalam praktek sebagai rheumatologist, banyak berhadapan dengan penyakit rematik autoimun. Penyakit rematik autoimun yang paling sering ditemukan rheumatoid artritis, lupus, ankylosing spondylitis dan scleroderma.

Bagaimana gejala awal penyakit-penyakit itu?

Gejala awal penyakit diatas berbeda-beda tergantung jenis penyakitnya. Misalnya gejala awal lupus adalah nyeri sendi kronis, sering sariawan, rambut rontok, kelainan kulit yang sulit sembuh, demam lama dan pucat. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang cepat dapat terjadi kerusakan organ vital seperti otak, ginjal, paru dan jantung.

Rheumatoid artritis adalah suatu penyakit autoimun yang mengenai persendian di seluruh tubuh terutama tangan. Gejala awal penyakit ini adalah nyeri dan kaku pada jari tangan yang biasanya terjadi pada pagi hari dan membaik dengan aktivitas fisik. Apabila tidak mendapatkan pengobatan penyakit ini akan menyerang persendian di seluruh tubuh.  Tulang akan mengalami erosi dan kerusakan permanen sehingga menimbulkan bengkok dan cacat pada persendian. Akibatnya akan terjadi gangguan dalam melakukan aktifitas sehari-sehari.

www.DoterRematikAutoimun - Rheumatoid artritis pada tahap awal
www.DoterRematikAutoimun – Rheumatoid artritis pada tahap awal

Ankylosing spondylitis adalah suatu penyakit autoimun yang banyak mengenai laki-laki. Gejala awal penyakit ini adalah nyeri pinggang terutama pada pagi hari , dan membaik setelah melakukan aktifitas fisik. Apabila tidak diobati perlahan-lahan ruas ruas tulang belakang akan menyatu seperti bambu (bamboo spine). Pada kondisi ini tulang pasien menjadi kaku sehingga pasien tidak bisa membungkuk.

Scleroderma adalah penyakit autoimun yang cukup unik, ditandai dengan pengerasan dan penebalan kulit. Kulit menjadi kencang dan mengkilat. Apabila berlanjut dapat juga terjadi pembentukan jaringan parut atau fibrosis pada organ-organ tubuh seperti paru-paru dan ginjal. Hal ini akan mengakibatkan kegagalan fungsi organ-organ tersebut.

Apakah penyakit autoimun dapat diobati?

Pada prinsipnya belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit autoimun. Penyakit autoimun hanya dapat dikendalikan dengan obat-obatan untuk mencapai status remisi (pasien tenang  dengan pengobatan).

Pengobatan penyakit autoimun dibedakan secara garis besar menjadi 2 yaitu: Pertama, obat untuk menghilangkan gejala misalnya obat penghilang sakit atau steroid dosis kecil Kedua, obat yang dapat memepengaruhi (memperlambat perjalanan penyakit), misalnya metotrexat, azatioprin, mikofenolat mofetil. Sayangnya, kebanyakan pasien autoimun terlambat mendapatkan obat jenis yang kedua karena hanya mendapatkan obat penghilang sakit saja. Hal ini disebabkan karena pasien terlambat berobat ke Internist Konsultan Reumatologi (Rheumatologist).  

Apakah pasien autoimun dapat hamil?

Kehamilan pada pasien autoimun merupakan kehamilan yang harus dipersiapkan dengan baik dan termasuk kehamilan berisiko. Tapi pada prinsipnya kehamilan bukan kontraindikasi mutlak pada penyakit autoimun. Hanya pada keadaan tertentu kehamilan dilarang pada pasien autoimun, terutama pada penyakit autoimun yang menyerang organ vital seperti paru-paru jantung, ginjal dan otak. Dengan pendampingan rheumatologist wanita dengan penyakit autoimun dapat mempersiapkan kehamilan yang aman.

 www.DoterRematikAutoimun - Rheumatoid artritis pada tahap lanjut
Rheumatoid artritis pada tahap lanjut

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

Sekilas pandang dari Workshop 18th Singapore society of Rheumatology-Malaysian Society of Rheumatology

Workshop in Rheumatology 2017

Topik meeting kali ini adalah : Masterclass in scleroderma and myositis.

Tema yang diambil tahun ini adalah New Frontier Old Diseases. Tema ini merefleksikan kemajuan dalam bidang Rheumatologi dalam diagnosis dan terapi, pada penyakit rematik yang sudah lama dikenal (dermatomyositis, scleroderma, Lupus, RA).

Meskipun bukan penyakit baru , banyak diantara kita yang belum mengenal skleroderma dan dermatomyositis. Keduanya merupakan penyakit rematik autoimun yang langka.

Skleroderma suatu penyakit yang ditandai dengan pengerasan pada kulit, biasanya diawali oleh kulit tangan.  Skleroderma atau sistemik sklerosis berasal dari bahasa Yunani (sklero =keras, derma=kulit). Kulit yang menebal dan menjdi keras merupakan salah satu gejala skleroderma yang paling muda dikenali.

Sering juga terjadi perubahan warna pada kulit ( Fenomena Raynaud)  terutama pada cuaca dingin. Fenomena ini melalui 3 fase putih (vasokonstriksi), biru (sianosis) dan kemerahan (rapid blood reflow). Apabila tidak diobati akan terjadi ulkus pada jari bahkan bisa terjadi kematian jaringan (nekrosis). Selain pada kulit, pada skleroderma dapat terjadi fibrosis (pembentukan jaringan parut ) pada seluruh organ tubuh. Organ yang paing muda terkena adalah paru, jantung, ginjal dan saluran cerna.

Diagnosis skleroderma ditegakkan dengan pemeriksaan gejala dan tanda pada pasien dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium khusus pada skleroderma adalah pemeriksaan ANA IF, dan antibodi skleroderma lainnnya seperti  Anti-centromer, Anti –SCL-70, Anti RNA Polymerase III.

Skleroderma merupakan penyakit rematik autoimun sistemik yang dapat melibatkan organ-organ diseluruh tubuh terutama jantung dan paru. Oleh karena itu screening paru dan jantung penting untuk pasien dengan skleroderma. Pemeriksaan paru pada skleroderma antara lain spirometri, Lung Volume Determination, DCLO, dan high –resolution computed tomography (HRCT). Pemeriksaan ini bertujuan menegakkan diagnosis Interstisial Lung Disease suatu kelainan paru pada pasien skleroderma. Pengobatan ILD pada skleroderma dengan steroid, mycophenolate mofetil atau siklofosfamid sesuai dengan berat ringannnya penyakit.

Pasien dengan skleroderma juga setiap tahun harus menjalani screening jantung untuk mendeteksi ada tidaknya hipertensi pulmonal. Screening jantung dilakukan pada semua pasien dan tidak hanya pada pasien yang memiliki gejala seperti sesak nafas atau nyeri dada.

Deteksi ada tidaknya hipertensi pulmonal dengan ekokardiografi dopler dan gold standartnya adalah kateterisasi jantung kanan. Deteksi dini dan pengobatan awal pada pasien dengan hipertensi pulmonal akan memperbaiki kualitas hidup. Pilihan pengobatan adalah dengan analog prostacylin (iloprost), antagonis endothelin (bosentan) dan PDE-5 inhibitor (sidenafil,tadalafil).

Dermatomiositis adalah suatu penyakit rematik autoimun yang pada umumnya melibatkan otot dan kulit.  Sama seperti skleroderma, pada dermatomyositis dapat terjadi kelainan paru dan jantung. Apabila terlambat diobati dermatomiositis dapat menyebabkan kelumpuhan. Gejala dermatomiositis adalah kelainan kulit yang disertai dengan kelemahan otot proksimal. Selain kelainan otot dapat juga terjadi kelainan pada kulit . Kelainan ini misalnya terjadi pembengkakan pada mata dan kemerahan didaerah mata dan wajah (heliotrop rash), atau bintik dan kemerahan pada jari tangan (grotton papul),

Kelemahan ini ditandai dengan kesulitan mengangkat tangan, tidak bisa sisiran dan kesulitan pada saat naik tangga. Perjalanan sakit ini terjadi perlahan-lahan, setelah beberapa bulan semakin memberat. Agak berbeda dengan stroke yang dalam beberapa jam dapat terjadi kelumpuhan total.

Diagnosis dermatomiositis ditegakkan oleh Rheumatologist setelah pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, EMG, MRI dan dengan biopsi otot.

Dokter rematik akan melakukan pemerikaan fisik untuk menilai pola kelemahan otot.

Meskipun tidak selalu disertai kanker tapi sering kelainan dermatomiositis ini dapat merupakan kelainan awal sebelum kanker. Sehingga harus dilakukan screening precancer pada setiap pasien dengan dermatomiositis.

Pengobatan dermatomiositis dengan steroid, methotrexate,azatioprine, mycophenolate mofetil, cyclosporine A.

dokterrematikautoimun.com

 

 

dokterrematikautoimun.com 1

 

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten

 

 

Mau Mengenal Gejala dan Macam Penyakit Rematik Lebih Dekat?

Penyakit rematik merupakan keluhan yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Penyakit ini mencakup kelainan pada tulang, sendi, otot dan jaringan lunak disekitarnya. Namun sayangnya pemahaman masyarakat luas tentang penyakit reumatik masih sangat kurang. Sehingga sebahagian besar dari penderitanya datang terlambat.

Karena itu kali ini penting bagi kita untuk mengetahui bahwa sebenarnya Penyakit rematik dapat disebabkan oleh lebih dari 100 jenis penyakit. Sayangnya, biasanya orang awam menganggap rematik hanya satu penyakit saja. Padahal sejatinya masing-masing penyakit rematik memiliki sebab yang berbeda-beda dan cara pengobatannya juga berbeda. Sebab itu perlu pemahaman terhadap gejala awal penyakit rematik, karena hal ini akan meningkatkan kecepatan diagnosis dan mencegah keterlambatan terapi.

Gejala rematik yang mudah dirasakan adalah nyeri sendi atau otot. Apabila rasa nyeri ini menetap lebih dari 2 minggu sebaiknya segera berkonsultasi pada  Konsultan Reumatologi untuk menentukan penyebabnya. Tapi nyeri sendi bukan satu-satunya gejala penyakit rematik, karena pada Penyakit rematik autoimun bisa menyerang organ tubuh yang lain. Contohnya penyakit Lupus gejala awalnya selain nyeri sendi dapat disertai kemerahan di kulit, sering sariawan, rambut rontok, pucat, bahkan gangguan ginjal dan paru. Contoh lain adalah skleroderma, suatu penyakit dengan gejala kulit mengeras.penyakit ini dapat disertai oleh gangguan jantung dan paru. Bahkan penyakit rematik yang umum seperti asam urat dapat datang dengan keluhan batu ginjal

Yang patut menjadi perhatian adalah Penyakit rematik dapat mengenai segala lapisan usia. penyakit rematik bisa menyerang bayi misalnya neonatal lupus, serta anak dan remaja  misalnya  juvenile ideopatik arthritis. Lupus lebih banyak mengenai usia produktif 20-30 tahun. Sedangkan Artritis Reumatoid umumnya menyerang usia 40-an. Pada orang tua biasanya terkena osteoartritis atau pengapuran sendi.

Penyakit rematik memiliki keistimewaan tersendiri. Proses diagnosisnya membutuhkan kombinasi gejala klinis dan pemeriksaan penunjang (laboratorium dan radiologi). Beberapa penyakit rematik yang sering ditemukan adalah artritis rheumatoid, osteoartritis (pengapuran), gout (rematik asam urat), lupus, vaskulitis dan penyakit rematik luar sendi (penyakit rematik jaringan lunak).

Berikut penjelasan singkat mengenai beberapa penyakit rematik yang sering ditemukan di masyarakat kita. Artritis Reumatoid, adalah penyakit rematik yang banyak meyerang perempuan . Gejala awal penyakit ini adalah nyeri sendi terutama pada jari tangan. Nyeri terutama dirasakan pada pagi hari, disertai kaku sendi di pagi hari. Pengobatannya, pertama, dengan obat untuk menghilangkan nyeri dan kaku. Biasanya golongan ini hanya penghilang sakit sementara. Kedua, adalah obat yang paling penting yaitu obat yang dapat mencegah kerusakan /cacat sendi permanen. Golongan obat ini disebut obat rematik khusus seperti metotrexat, sulfasalasin, hidroksikloroquin, dan golongan agen biologik.

Osteoartritis atau pengapuran sendi (menurut orang awam), adalah penyakit tulang rawan sendi yang banyak diderita orang tua. Penyebabnya antara lain karena kegemukan, riwayat cedera sendi sebelumnya, usia tua dan penggunaan berlebihan.

Gout adalah penyakit karena asam urat yang berlebihan. Gejalanya nyeri sendi hebat tiba-tiba yang akan membaik dalam beberapa hari. Apabila tidak diobati dapat terjadi penumpukan asam urat di kulit dan sendi yang disebut tophus. Asam urat juga dapat menimbulkan batu ginjal dan kerusakan ginjal.

Lupus merupakan penyakit rematik autoimun yang dapat menyerang organ disuluruh tubuh.  Gejala awal dapat berupa nyeri sendi, bercak kulit yang menahun, rambut rontok, demam berulang dan sariawan berulang.

Vaskulitis adalah penyakit rematik yang disebabkan oleh peradangan pembuluh darah. Gejalanya biasanya adalah luka atau borok yang kambuhan pada kulit. Selain mengenai kulit, vaskulitis juga bisa mengenai organ diseluruh tubuh misalnya ginjal dan otak.

Penyakit rematik luar sendi adalah penyakit rematik yang mengenai jaringan lunak disekitar sendi, misalnya tendon, bursa dan ligament.

Menanggapi kebiasaan masyarakat yang merasa cukup dengan mengonsumsi jamu, perlu diingat bahwa sebagian besar obat tradisional belum teruji secara ilmiah. Hanya sebagian kecil yang sudah teruji dan terdaftar secara resmi. Apabila belum teruji berarti komposisinya belum tentu tepat. Akibatnya, dampaknya bukan saja seringkalli tidak bermanfaat, tapi juga bisa menyebabkan gangguan ginjal dan pendarahan lambung.

Banyak juga para wanita yang mengeluhkan dampak dari Osteoporosis. Alangkah baiknya kita tahu bahwa osteoporosis adalah penyakit keropos tulang yang menyebabkan tulang lebih mudah patah meskipun pada trauma ringan, seperti kepeleset di kamar mandi bahkan karena ini bias menyebabkan patah tulang panggul.

Pencegahannya, dilakukan diagnosis osteoporosis yang ditegakkan dengan menggunakan alat Bone Densitrometri. Alat ini akan menunjukkan adanya penurunan kepadatan tulang sebelum tulang patah. Lebih lanjut osteoporosis bisa diperbaiki dengan suatu obat khusus, misalnya bifosfonat, bukan hanya dengan konsumsi kalsium saja. Jadi, konsumsi kalsium dan vitamin D tetap dibutuhkan tapi bukan sebagai obat utama yang bisa menyembuhkan osteoporosis.

Salam sehat,

dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR
Internist Rheumatologist
Siloam Hospital Lippo Village
Tangerang Banten